Berdamai dengan Mengalah...

Friday, November 16, 2012 4 comments
Hari itu, aku belajar dari sikap mengalah. 
Hari itu, baru saja mata menyambut hari berganti, namun hanya ada satu pilihan, mengalah.
Alasan kuat tidak membuatku ada pada situasi yang kuinginkan
Lalu, mengalah ku...
Hari itu, matahari belum juga tinggi, aku sudah dihadapkan pada perang argumen yang panjang.
Menghirup napas panjang, menghirup oksigen yang disemprotkan bersama gas kesabaran
Mengintai peluang yang lebih baik dari mengalah ku...
Berdamai dengan penolakan hati bukanlah mudah
Hari itu, bertubi ku dituntut untuk itu,
Mengalahku hari ini bukanlah kekalahan
Mengalahku menunjukkan rasa sayang dan peduliku
Mengalahku mengartikan rasa hormat dan penghargaan bagimu..
Sejak hari itu, aku paham dengan istilah "berdamai dengan keadaan.."
berdamai dengan keadaan..
damai.. seperti langit yang tenang dan berdamai dengan suara gemuruh kapal terbang
Gambar diambil dengan Kamera Kodak Pro-DSLR Z981
15102012






KARETY Berbagi dalam Erupsi Merapi 2010

2 comments
Saat bongkar-bongkar file foto, menemukan file Karety milik adikku. Apa itu Karety? Kalimosodo Care Humanity. Kalimosodo merupakan identitas siswa SMA Negeri 2 Sleman, almamater adikku. Karety di bentuk pada saat erupsi Gunung Merapi 2010. Lokasi sekolah adikku yang dekat dengan area pengungsian menggugah para putih abu-abu ini untuk ikut berbagi bersama anak-anak korban bencana Merapi saat itu. 

Sedikit mengenang kejadian 2 tahun yang lalu, dalam suasana yang memang sungguh mencekam. Lokasi rumahku kalau dihitung-hitung hanya 23km dari puncak Gunung Merapi. Kabar simpang siur yang berhembus membuat semua orang panik, mengungsi dan resah dalam beberapa minggu. Tiap petang berganti malam, suasana sekitar rumah mendadak sepi dan masam. Suara gemuruh yang aku sendiri tidak pernah tau sebenarnya suara apakah itu, suara gemuruh gunung yang sedang bergejolak atau suara petir karena memang sedang musim hujan, membuat malam semakin menegangkan. Sempat mengalami hujan abu bahkan hujan krikil, sebuah pengalaman hidup yang tak terlupakan namun menyimpan kepedihan. 

Disudut lain, sekelompokan anak muda tengah sibuk mempersiapkan beberapa perlengkapan menuju tempat pengungsian. Remaja OSIS SMA Negeri 2 Sleman, dalam sebuah tim yang mulai detik itu sama-sama berkomitmen untuk berempati dengan kondisi sosialnya, kondisi di sekitarnya, bergerak cepat mempersiapkan semuanya. Psikologis anak-anak korban erupsi yang ada di pengungsian menjadi konsentrasi mereka. Trauma healing menjadi fokus kegiatan mereka saat itu. Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi orang tua yang sedang terpukul karena kehilangan anggota keluarga, sanak saudara bahkan harta benda, serta kondisi pengungsian yang serba minimal membuat anak-anak tertekan secara psikologis. Mereka mungkin belum paham dengan kejadian tersebut, mereka mungkin hanya bisa diam atau justru menangis tapi justru karena itulah sulit untuk menebak apa yang sebenarnya anak-anak ini rasakan. Bermain dan berbagi cerita dalam suasana yang menyenangkan menjadi pilihan yang tepat...

fokus bermain dengan mbak-mbak dan mas-mas dari Karety

anak-anak , selalu tertawa dalam keceriaan bermain

yuk bikin ketrampilan dan membuat kreasi dengan malam, jangan lupa pose dulu.. crikk

wajah mereka mengguratkan asa..
cita-cita yang akan terbang tinggi bersama pesawat kertas...

behind the scene..
mbak-mbak dan mas-mas Karety.. semangat!
Selalu tebarkan kebahagiaan ditengah mendung yang menggelayut KARETY...
thanks to pro-DSLR Kodak Z981 ^^

Melihat dari Sisi yang Berbeda

Thursday, November 15, 2012 6 comments

Hunting beberapa obyek untuk foto siang ini...
Lokasi? Di depan rumah saja..
Siang menjelang sore dengan mendung yang menggelayut...

Lalu, lihat setiap fotonya dengan cara pandang yang berbeda...
Lets see..


Air dan Teratai yang mulai layu..
kolam ikan kecil dalam bejana tembikar di halaman depan rumah..




versi puzzle..
Kebersamaan Burung Kecil...
burung kecil di kabel listrik lantai 3 gedung BKN 

versi puzzle...

Euphorbia Blossom... Beautiful..
salah satu tanaman hias favorit milik ayah saya 

versi horizontal puzzle

Mana yang lebih menarik?

Tugas Ospek Bikin Rumah Kapal Pecah

Wednesday, November 14, 2012 0 comments
Ospek? Aku sih sudah hampir lupa sensasinya, saking sudah lama berlalu. Kegaduhan Ospek mulai melanda tatkala (bahasanya gini amat ya..) adikku beberapa bulan lalu menjalaninya. Sayangnya aku justru tertarik bukan kepalang membantunya menyelesaikan tugas-tugas Ospek. Jadi heran sendiri, bukannya menyelesaikan tugas milik sendiri tapi malah kegirangan membantu bikin tugas Ospek. Aneh, ya.. menyelesaikan tugas orang lain buatku jauh lebih menarik daripada tugas sendiri. Sempet sewot juga kalau ingat dulu jamanku Ospek, gak ada yang ngebantuin, apa-apa bikin sendiri. Begadang sendiri, cari ini itu sendiri, pusing-pusing sendiri, ouchhh... 

Sedikit mengingat jaman Ospek ditahunku, semua serba sulit karena terbentur keterbatasan fasilitas. Disuruh mereview jurnal. Jaman 2005 thu aku sama sekali buta soal jurnal. Jurnal thu kayak apa, carinya dimana, ciri-cirinya apa? Secaraaaa, ya belum ada thu fasilitas sambungan internet dirumah. Ketemu mbah google aja masih shy shy cat, masih keder sama teknologi. Herannya lagi, aku seperti gak ada persiapan sama jurusan yang aku masuki. Diterima di FKG dengan pengetahuan nol besar tentang gigi. Disuruh menggambar gigi dan dijadikan kalung, buahahaha.. bentuk gigi dari mahkota sampai akar aja aku gak ngerti, parahhh banget deh jamanku dulu. Ya sudah lah ya.. masa lalu..hehe

Kembali ke Ospeknya anak Kartografi dan Penginderaan Jauh. Tugas adikku sih sebenernya gak berat-berat amat, gak banyak-banyak juga. Tapi ada pengalaman menarik soal tugas kelompok membuat poster. Tugas ini sebenarnya sudah diberikan di hari pertama Ospek, tapi karena masih banyak tugas lainnya jadilah ni tugas terabaikan sampai di hari H-1. Karena teman satu kelompok adikku juga sibuk memikirkan tugas pribadinya, akhirnya aku iseng mengambil alih tugas itu (yang buat tugasnya si tetep adikku, cuma aku menyumbang ide dan membantu saja waktu mengerjakannya). Waktu tau tugasnya bikin poster bertemakan Geografi Kesehatan sih masih pede, yahhh bisa lah ya, ada kaitannya juga dengan bidang yang kupelajari, kesehatan. Hanya saja, jadi mendadak syok setelah tau ukuran kertas untuk membuat posternya. Bukan A3? Bukaaannn... 4 kali ukuran A3 kali ya thu kertas, Guedeee banget. Setauku yang namanya poster itu kan berisi gambar dan tulisan yang tujuannya menyampaikan informasi semenarik mungkin tentang suatu hal. Nah ini, dengan kertas segede ini gimana cara mewarnai gambarnya biar cepet selesai? Siram cet aja apa ya? 

Hmm, lama terdiam merenung (kyaaa.. bukan saatnya merenung) sambil putar otak mau bikin poster yang kayak gimana. Perjalanan ke Toko Merah (ke toko alat tulis cari bahan-bahan) berasa hampa karena belum dapat ide. Mulut komat kamit baca mantra biar lekas dapat ide, merem-melek, jrenggg.. yiiihaaa aku dapat ide! Maklum, udah dasarnya pinter sih ya, jadi langsung thu wangsit datang (boleh nampar buat yang kesel, hehehe, pisss ^^v)

Dibelilah kertas marmer berukuran jumbo dengan beraneka warna dasar yang cerah dan ngejreng. Hitam, merah, biru, kuning, hijau. Tidak lupa membeli spidol berukuran besar. Ahaa, yakin dalam waktu singkat thu kertas poster yang super besar langsung penuh dan menarik. Akhirnya dipilih sub tema Pemukiman Sehat dari aspek Geografi Kesehatan. Jadilah ruang tamu disulap menjadi kapal pecah karena saking berantakannya. Mau liat proses pembuatannya sampai akhirnya thu poster jadi? Yuk disimak..

rumah jadi kapal pecah gara-gara bikin poster segede gambreng
giliranku jadi mandor perintah adikku bikin ina ini itu... yihaaa
pukul 01.15 am jadi juga ni poster, siap dipresentasikan..
adikku, Valen nampang dulu sama posternya
Meskipun hasilnya seperti ketrampilan anak TK, tapi kata adikku ni poster dapat tanggapan paling oke, lho. Paling bagus kata para pembina. Wah senangnyaaa.. Oh iya, isi posternya kurang lebih menceritakan point-point penting mengenai membangun rumah sehat ditinjau dari aspek Geografi dan Kesehatan. Seperti ketersediaan tempat sampah yang baik, letak bangunan tidak langsung dipinggir jalan raya dipandang dari aspek keselamatan keluarga, pengaturan faktor pencahayaan dan resapan air, dan beberapa point lainnya. 

Semoga Ospek ini mengawali kesuksesan adikku dalam karirnya dibidang yang sedang ia geluti saat ini, amin.

novembeRain...

4 comments
Memasuki bulan November, hujan mulai sering turun. Doaku lirih "Alhamdulillah, terimakasih ya Allah telah mengguyur tanah ini  dengan air yang menyejukkan dan memakmurkan". Aku termasuk salah satu orang yang suka dengan kehadiran hujan. Meskipun segala sesuatu menjadi lebih ribet dari biasanya, karena harus prepare beberapa barang ekstra seperti mantel, payung dan cover bag, tapi sensasi musim hujan buatku membawa suatu ketenangan tersendiri. 

Hujan tahun ini pastinya telah dinanti-nanti terutama bagi mereka yang tinggal dengan keterbatasan air. Mungkin warga di Gunungkidul menjadi sekelompok yang sangat bersyukur menyambut musim hujan tiap tahunnya. Hujan bak rizki berlimpah yang diturunkan Tuhan. 

Memori hujan-hujanan selalu membekas indah buatku. Seingatku, terakhir kali sengaja hujan-hujanan sudah sekitar 5 tahun yang lalu saat aku dan dua orang sahabatku sengaja main ke Prambanan disaat hujan turun lebat. Kami menyewa payung tapi sengaja membasahi badan di bawah guyuran hujan lebat sore itu.

Hujan juga selalu identik dengan sesuatu yang romantis, melankolis dan mendalam. Seperti di pilm-pilm thu mpok misalnye, kalau ada adegan yang mendramatisir, rintik hujan menjadi pelengkap adegan. Di drama korea juga sering, biasanya gara-gara turun hujan dua orang yang lagi PDKT tapi lagi marahan jadi saling pandang terus baikan gituu dehh, hehe. Tapi sulit dipungkiri kalau hujan memang mengantarkan suasana yang romantis dan dalemmm, guys. 

Aromanya, aroma seusai hujan selalu berbeda. Banyak yang bilang aroma tanah musim hujan sangat khas. Mengutip tulisan di salah satu website "Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk meresonansikan ingatan masa lalu. Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu". Buat kalian yang suka menikmati rintik hujan pasti juga akan setuju dengan pernyataan tersebut. Enatah kenapa, tiap aku sengaja memandangi hujan, pandanganku seperti menatap jauh ke masa lalu, masa lalu yang penuh kenangan. Rasa terhipnotis itu mungkin maksudnya seperti tanpa sadar dibawa melamun lebih dalam, melamunkan suatu kenangan yang berujung pada senyuman...
Lalu, apa yang kau rasakan saat hujan??
Selamat menikmati musim hujan tahun ini, kawan... ^^






sumber gambar : www.favim.com 
dengan proses editing.. thanks favim for the inspiration..  

"Hasil Belajar Kilat" Bikin Flower Brooch Lewat Tutorial Youtube

Tuesday, November 13, 2012 4 comments
Ada gunanya juga menyimpan barang-barang yang "agak gak guna" ini, batinku sampil menatapi tumpukan kain perca sisa hobi menyulam beberapa waktu lalu. Gara-gara sibuk mikirin barang dagangan apa yang bisa jadi obyek penjualan di butik online ecek-ecek milikku dan seorang teman, timbulah keinginan menyulap kain-kain perca ini jadi sesuatuww yang cetarr membahana (lebai tingkat dewa tuak). 

Putar otak, mondar-mandir, buka google, stel tivi, maen ke youtube.. ehh nemuin yang lucu-lucu nih (susah amat ya proses nemunya, hehe). Bikin brooch aja, yuk. Dengan memanfaatkan beberapa lembar perca kain berjenis taisilk sambil melototin tutorial di youtube berkali-kali sampai bosen dan puyeng, akhirnya bisa juga nih bikin brooch bunga dari kain. Mau liat hasil amburadul bikin broochnya? Yuk mariii... FYI, kata kunci buat cari videonya di youtube : "How to make fabric flower brooch" langsung deh muncul seabreg. 















































Masih dalam taraf berlatih jadi hasilnya mungkin juga belum maksimal. Masih perlu latihan agar bisa kreatif dan rapih dalam proses pembuatannya, friends. Tapi suer deh, bikin brooch bunga ini bikin ketagihan. Yah, minimal bisa dipakai sendiri apalagi saya menggunakan jilbab, jadi bisa menjadi pelengkap aksesoris jilbab saya. Selain itu bisa juga dibuat jepit rambut, girls.

Sepertihalnya kata Pak Mario Teguh pakar motivator yang saya gak kenal dekat tapi saya suka percaya aja sama kata-katanya; "kuliah atau belajar sesuatu itu bukan semata-mata kita akan berkecimpung hanya di bidang yang kita pelajari itu, tapi proses belajarnya, proses melatih otak kita untuk bisa berfikir kedepan dan kreatif menjalani hidup"

Agak gak nyambung ya? Maksud saya adalah ketrampilan yang jadi hobi ini bukan semata-mata saya pelajari karena saya akan menjadi pengusaha brooch dan menghasilkan uang milyaran dari membuat ini (kalau jadi kenyataan sih, alhamdulillah), tapi kegiatan-kegiatan semacam ini bisa merangsang otak kita tetap kreatif dan berkembang. So, yuk terus mencoba hal-hal baru dan berkreasi.. Selamat mencobaa..

Pernah Siaran Radio..

4 comments
Udah lama sekali gak ndengerin radio. Denger radio cuma pada tiga moment saja; saat nyetrika baju biar gak bosen, saat insomnia menyerang dan ikutan naek mobil temen yang suka denger radio sembari nyetir. Selebihnya bisa dibilang gak pernah dengerin radio. 

Siang menjelang sore saat peluh mulai membasahi badan yang sedang nyetrika segunung baju di sudut garasi.  Huh, selalu terjadi nih yang namanya kepanasan gara-gara nyetrika di garasi. Sambil kipas-kipas dengan tangan kiri, tangan kanan sibuk cari tune siaran radio yang menarik. Heran sama station yang siang-siang panas gini puter lagu-lagu berirama keras dan heboh... ganti.. crrrkkk crkk.. Sampai di station yang masih setia muterin tembang-tembang campur sari... gantiii.. karena gak ngerti dengan bahasanya dan cenderung bikin ngantuk... crrrkkk.. crkkk.. Mampir di station milik pemerintah, RRI. "Ya, adik-adik yang sedang liburan selamat menikmati lagu-lagu berikut ini ya ditemani Kak Mawar (Mawar bukan nama bunga tapi nama samaran.. hehe), jangan lupa untuk mengerjakan PR yang belum terselesaikan," hoo siaran lagu-lagu dan kirim salam untuk anak-anak rupanya. 

Jadi ingat pengalaman waktu SD. Kalau gak salah pengalaman saat kelas IV dan V SD. Sekolahku, SD Jetisharjo I dapat kesempatan rutin untuk melakukan siaran di RRI. Menyajikan berbagai kreasi seperti menyanyi, membaca puisi, drama radio juga ada. Aku sempat terpilih dua kali untuk ikut siaran di RRI. Lucunya, yang bikin senyum-senyum sendiri saat ingat realita kalau siaran radio offair yang kita lakukan itu cukup panjang waktunya, hampir 2 jam tapi saat ditayangkan mungkin cuma setengah jam saja, gokilnya lagi kami latihan selama hampir sebulan, hehehe. 



Aku pernah ikut serta kelompok paduan suara dan pernah membaca puisi tunggal juga, lho... (agak narsis nih). Wuih, pengorbananya untuk ikut siaran yang tayangnya cuma 30 menit itu dahsyat juga. Dari mulai deg-degan saat guru mengumumkan siapa saja yang ikut serta siaran (karena gak semua siswa ikutan), sibuk ijin pelajaran karena harus menentukan lagu yang akan dinanyikan, pulang sampai sore karena harus latihan paduan suara dengan guru vokal khusus yang di sewa sekolah dan membagi suara jadi 3 (paling susah nih untuk bisa fokus sama nada bagianku, karena emang gak punya basic penyanyi atau pengetahuan tentang membaca note), latihan membaca puisi yang benar sampai-sampai ingin nangis karena dibentak-bentak pak guru yang melatih baca puisi, sampai sibuk cari hari pengganti ulangan harian karena seringnya ijin pelajaran gara-gara latihan. Hosh hosh hosh.. Kalau dipikir-pikir gokil juga ya, agak gak sebanding dengan realisasinya. Tapi ya seperti itulah dunia hiburan. Jadi teringat Agnes Monica yang latihan berbulan-bulan untuk sebuah penampilan yang mungkin gak lebih dari 2jam. Semua itu berjudul P.R.O.S.E.S. (hehe, malah ceramah).

Setelah siaran kelar dan kami semua lega, waktu pembuktiannya ada di hari dimana hasil siaran offair kita akan diputar. Hari H diputarnya siaran, dari pagi di sekolah kami sudah heboh saling mengingatkan jangan sampai ada yang kelewatan, sampai di rumah langsung ngesetting tune tepat di station RRI, heboh nelponin temen yang sama-sama siaran sambil ngebahas hal-hal gak penting, pas jam mainnya sekeluarga duduk manis mendengarkan suara "merdu" kami sambil berceloteh mengomentari. Sayangnya di jaman itu belum usum yang namanya hp, kamera atau recorder, jadi kami semua gak ada yang punya file memorinya, dan proses siaran yang melelahkan itu benar-benar hanya diputar satu kali tanpa kami pernah mendengarkannya lagi... zinggg..

Pengalaman siaran radio di masa SD itu sungguh jadi memori yang indah dan gak akan terlupakan. 

my favorite song