Showing posts with label food. Show all posts
Showing posts with label food. Show all posts

Curhat: Yuk Lihat Sisi Positifnya (edisi Diet menuju Sehat)

Wednesday, October 16, 2013 1 comments
Ni ceritanya lagi kesal dan mau memotivasi diri sendiri, hehe. Gara-gara habis diece, hmm dalam bahasa indonesia berarti dihina, sama Mr. Sim (sebut saja pacarku dengan Mr. Sim, hehe). Kejadiannya berawal dari kirim pesan gambar lewat whatsapp beberapa hari lalu saat saya sedang menghadiri pernikahan salah seorang teman yang konsep pestanya "garden party". Merasa tempat pernikahannya indah, banyak bunga-bunga dan di alam terbuka, jadilah saya dengan sangat percaya diri mengirimkan foto narsis saya di antara bunga-bunga yang bermekaran, niatnya sih pamer. Memang niat buruk gak akan berakhir happy ending ya, guys. Beberapa menit kemudian Mr. Sim mengomentari dengan sangat tega bin waton. Buat saya komentarnya cukup menyobek-nyobek perasaan sih, menyangkut fisik.

Bete level 12 saat membaca beberapa kali komentar Mr. Sim ini. Seperti cerita beberapa waktu lalu, saya memang sedang melakukan program meurunkan berat badan, hanya saja hasilnya belum maksimal, malah masih jauh dari target. Bisa dibilang, penurunan berat badan saya mengalami stagnasi atau biasa dibilang dengan fase plato (info lebih lanjut silakan klik http://dietdanbugar.blogspot.com/2013/05/mengapa-berat-badan-berhenti-turun-saat.html ). Itu mungkin terkesan alibi ya, guys, hmm tapi sebenarnya stagnasi penurunan berat badan saya ini karena saya sendiri yang kurang konsisten menjalani diet. Alhasih Mr Sim ini gedek dan jengkel mungkin kenapa nih ceweknya berat badannya kagak turun-turun, ya, hehe. Biar tidak disebut hoax, saya akan dengan bangga menampilkan foto narsis yang mendapat komentar "negatif" ini. 

foto ini nih yang bikin saya memotivasi diri


Kalau hanya fokus dengan sakit ati dan teriris-iris hati ini oleh ucapan Mr Sim, yang ada saya hanya akan stagnasi dengan keadaan saya. Saya mulai melihat kejadian ini dari sisi positif. Kejadian ini similar dengan sikap saya yang dianggap sangat menyebalkan oleh para perokok, Saya sangat menentang orang yang memiliki kebiasaan merokok, salah satunya adik saya sendiri. Sudah sampai jengah mulut saya ini berkicau setiap kali mengetahui adik merokok. Adikku mungkin juga mengalami kejengkelan akut menuju kronis kali ya mendengar ocehan kakaknya yang menentang kebiasaanya merokok. Itu semua atas dasar rasa sanyang saya pada si adek bandel ini. Jelas-jelas merokok itu gak ada gunanya, yang ada hanya efek negatif, buat badan si perokok maupun buat orang yang berada di sekirat perokok alias perokok pasif. Bagi saya tindakan merokok itu jahat sekali (tuh kan terpancing ngomel). 

Nah, ini sama halnya dengan saya yang memelihara berkilo-kilo lemak tak sehat yang bisa saja mencelakai diri saya sendiri. Dulu Mr Sim sudah sering bilang kalau keinginannya melihat saya bisa berhasil menurunkan berat badan itu semata-mata juga untuk diri saya sendiri, untuk kesehatan saya. Bukankah itu hal yang baik? Bahkan jika dilihat secara positif, itu adalah sebuah motivasi untuk saya menjadi lebih baik. Ini artinya saya harus mulai mengevaluasi metode diet saya yang mungkin membosankan atau membuat saya jenuh. 

Kembali lagi teringat sebuah kejadian, status salah satu teman di facebook yang merupakan salah satu penggerak grup orang-orang berbadan besar di Indonesia. Kira-kira begini isi statsusnya, "lagi duduk di sebuah restoran dan sedang memesan makan siang, gak sengaja melihat meja disebelah ada tiga laki-laki yang sedang lunch juga, lalu seorang wanita berbadan sangat kurus datang ditawari teman lainnnya untuk makan siang, si wanita berbadan kurus ini menjawab :haduh, aku gak makan siang, badanku udah gemuk gini:" kira-kira begitu statusnya. Saat saya membaca status itu saya ikutan ngomel seperti beberapa orang yang juga mengomentari status itu. Sok banget menurutku. Ehhhh, tapi sekarang saya berfikir beda tentang kejadian itu. Wanita kurus itu saja diet untuk menjaga bentuk badannya, apalagi saya yang memang masih kelebihan berat badan, wajib lah hukumnya buat diet. Setelah saya amati, hampir semua wanita yang memiliki badan ideal memang menjaga dan melakukan usaha keras untuk mendapatkan dan mempertahankan keidealan itu (hanya beberapa yang memang genetis kurus, jadi mau makan sebanyak apa juga gak akan gemuk), lha apalagi saya yang belum ideal, sudah sewajarnya kalau membutuhkan usaha yang jauh lebih keras untuk mendapatkan berat ideal. 

Mulai saat ini saya akan lebih fokus untuk mendapatkan berat ideal, walaupun bukan dalam waktu singkat tapi saya akan berkomitmen bahwa diet bukan hanya dilakukan saat badan kita tidak ideal, tapi diet adalah gaya hidup yang tidak ada batas waktunya selama nafas masih berhembus (ceileeee agak lebai dikit gak apa-apa ya biar semangat). Diet disini berarti menjga pola makan, berusaha hanya memasukkan makanan sehat ke dalam tubuh kita, dan olahraga secara teratur. 

pesan Mr Sim padaku beberapa hari kemudian
Doakan saya, ya pembaca sekalian.. agar saya bisa mendapatkan berat badan yang ideal. Semangat.. dan saya sudah bisa memandang "cemooh'an" Mr Sim sebagai sebuah motivasi positif dan wujud rasa sayangnya padaku.. <3 <3 uhuii prikityuuuu...

Resep Tahu Susur Ala Rumahku

Friday, March 8, 2013 4 comments
Sebenarnya agak ragu mau update soal makanan, soalnya selama ini beberapa orang suka komentar kalau aku ni sukanya update apa-apa soal makanan, hehe. Tapi ya sudah, lah.. berbagi pengalaman kan boleh dalam hal apa saja termasuk makanan, bukan?

Kali ini saya akan berbagi resep membuat tahu susur ala rumah. Kenapa ala rumah? Soalnya ya emang beda banget ma yang dijual dipinggir jalan itu. Entah kenapa gak pernah bisa bikin gorengan yang mirip atau menyerupai orang jual di pinggir jalan itu, hehe. Tahu susur kalau dalam istilah Yogyakarta adalah tahu yang isinya dikeluarkan lalu diisi dengan berbagai sayuran seperti wortel, kol, taoge dan lain-lain sesuai selera, lalu di balur tepung terigu dan siap digoreng. Sepertinya di beberapa daerah tahu ini punya nama yang beragam, deh. Resep yang saya praktekkan ini versi ibuku. Dulu beliau suka bikin tahu susur yang jadi favorit kami sekeluarga. Begini caranya,,


Bahan
  • Tahu (boleh tahu pong atau tahu yang tidak terlalu padat, tahu sutra juga bisa, tapi akan sulit mengisi dalamnya dengan sayuran)
  • tepung terigu
  • untuk isi : wortel, brokoli dan taoge (tergantung selera)
  • bumbu isian : bawang putih, bawang merah, tumbar, merica, garam dan gula
  • bumbu tahu dan adonan tepung : bawang putih, garam
  • air
  • minyak goreng
Cara membuat
  • jika tahu masih ada isinya (bukan tahu pong), keluarkan isinya lalu sisihkan untuk ditumis beserta sayuran yang akan digunakan sebagai isian
  • buat sobekan pada bagian samping tahu untuk memasukkan isian, lalu bumbui tahu dengan bawang putih dan garam yang telah dihaluskan. Sisihkan
  • haluskan bumbu untuk isian
  • iris lembut isian tahu susur (wortel, brokoli)
  • panaskan minyak, lalu tumis bumbu untuk isian, tunggu hingga harum, lalu masukkan seluruh isian, tumis hingga matang. Saya suka menambahkan banyak gula dalam tumisan isian saya, karena tekstur rasa tahu susur yang saya inginkan ialah bagian isi terasa sedikit manis. Sisihkan
  • setelah isian matang, masukkan isian kedalam tahu pong yang telah diberi lubang dan dibumbui, tahu siap di goreng
  • siapkan tepung terigu yang telah di encerkan dengan air dan diberi bumbu. Buat adonan sedikit encer
  • tahu yang telah diisi siap dilumatkan dalam adonan tepung terigu, lalu goreng
  • tiriskan dan siap dihidangkan...
taraaa... ini tahu susur versiku, selamat mencoba ya..

tahu susur isi wortel-brokoli-taoge

Aneka Menu Sayur Mayur #Edisi Jamur

Friday, February 8, 2013 3 comments
hasil belanjaan
Seminggu yang lalu sempat belanja sayur mayur di Mirota. Sampai sana sempat bingung mau belanja sayuran apa saja. Sedang bosan dengan sayur mayur hijauan. Ingin coba sayuran yang gak hijau dan lebih bisa dinikmati. Sayuran hijau juga bisa dinikmati sih, cin, cuma lagi bosan saja. Selain itu saya sedang berencana tidak mengkonsumsi  nasi terlalu banyak, jadi butuh asupan yang lebih lemawuh (dalam bahasa indonesia apa ea.. semacam lauk yang menggugah selera). Akhirnya memutuskan membeli beberapa jenis jamur. Tiga macam jamur masuk kantong belanjaan. Jamur kuping, jamur merang dan jamur kancing jadi pilihan karena pasti mengolahnya mudah. 

Untuk yang sedang dalam program diet tapi bosan dengan sayuran hijau melulu, atau yang sedang ingin mengkonsumsi banyak masakan dari sayur mayur, mungkin beberapa olahan mudah dibawah ini bisa menjadi inspirasi.


tumis jamur kancing dan bening bayam
Bening bayam tanpa teman rasanya kurang mantab ya, bro. Untuk memberi sensasi pedas sekaligus lauk, tumis jamur kancing menjadi kombinasi yang cocok. Tumis jamur kancing dibuat pedas agak manis dengan menambahkan gula jawa saat menumis bumbunya. 


olahan jamur dan terong ungu
Terung ungu memiliki cita-rasa yang cukup enak. Selain terong bumbu sambal, bisa juga dijadikan pelengkap bersama tumis jamur merang. Jamur merang memiliki kadar air yang cukup tinggi, jadi tidak perlu menambahkan air saat menumis. 


pecel daun kenikir dan timun
Setelah puas menyantap dua jenis jamur, hijauan kembali ke meja makan. Ada yang juga suka daun kenikir? Saya pribadi lebih suka daun kenikir dari pada bayam. Teksturnya memang sedikit kasar, tapi sangat cocok direbus untuk lalapan atau pelengkap olahan pecel. Kombinasi nasi hangat + ayam goreng + sambal bawang + lalapan kenikir menurutku perfecto.. (lho... mulai tidak fokus, judulnya saya makan sayur-sayurna, eh ayam dibawa-bawa.. hehe)

tumis jamur kuping dan brokoli goreng tepung
Jamur terakhir yang tersisa adalah jamur kuping. Sebenarnya ingin membuat sup jamur kuping, tapi akhirnya jamur ini mampir di penggorengan untuk ditumis bersama bakso ikan. Selain itu iseng-iseng membuat brokoli goreng tepung, dan rasanya juga jadi enak, pemirsa-pemirsa.


jus hijau asam-manis
Semua jenis masakan sayur-mayur sudah, kurang lengkap ni kalau gak ada minuman segarnya.. bakalan seret kalau gak minum. Jus kombinasi mentimun + apel malang + jeruk nipis bisa jadi pilihan untuk di coba. segar sekali, prend.. 

Nah, selamat mencoba, ya.. Yuk, konsumsi banyak sayur dan salam hidup sehat.. ^^v

Pelapis Lilin pada Buah Apel dan Pear

Friday, February 1, 2013 2 comments
Beberapa hari terakhir saya sedang gencar-gencarnya mengkonsumsi banyak buah dan sayuran. Buah yang sering muncul di rumah akhir-akhir ini adalah apel malang. Buah yang satu ini sempat menjadi "eksklusif" gara-gara harganya yang selangit dan jauh dibandingkan buah import, hmm sedih sekali. Dasarnya orang Indonesia, giliran apel lokal lebih mahal dibanding apel import jadilah tetep yang di beli yang murah. Padahal banyak petani lokal yang menggantungkan hidupnya sama hasil perkebunan apel juga, kan (mulai gak fokus ni pembicaraan.. hehe).

Nah, kebiasaan saya adalah memakan buah apel beserta kulit-kulitnya. Kulit dari buah apel itu sendiri banyak manfaatnya, memiliki kandungan antioksidan berupa quercetin dan bioaktivitas yang lebih tinggi dibandingkan buahnya (hmm tapi ya gak juga buahnya dibuang terus kulitnya aja yang dimakan, jangan ya.. hehe). Sebenarnya sudah dari beberapa waktu lalu tahu kalau dalam buah apel dan pear yang biasa kita beli di pasaran sering dilapis lilin entah oleh siapa yang tujuannya membuat buah lebih awet di pasaran nantinya. Apakah ini termasuk tindak kecurangan atau bukan? Entahlah. Niatnya konsumsi buah untuk kesehatan tapi malah "diracuni". Dua hari pertama makan apel tiap hari langsung babat aja sekulit-kulitnya, sebiji-bijinya, sepohon-pohonnya, hehehe karena berfikir ini kan apel lokal, masak iya dilapis lilin juga?? Kreasss kreasss.. lepp lepp.. Ckck.. Hari ke tiga iseng ambil pisau lalu kerok perlahan permukaan kulitnya dan... pemirsa sekalian, spektakuler.. ada lapisan lilinnya, cin.. Jadi mungkin apel yang saya makan dua hari pertama itu kulitnya bukan mengandung antioksidan tapi overoksidan, ya. 


Sebenernya sempet ketemu dengan artikel yang membahas soal asal-muasal lapisan lilin pada buah segar ( http://health.detik.com/read/2010/02/08/110709/1294968/766/amankah-pengawet-lilin-pada-buah-buahan ) yang ternyata si-pelapis lilin untuk buah atau sayur terbuat dari bahan yang aman. Eits, tapi apa iya bahan pelapisnya kalau yang bikin orang Indonesia tetap aman? Bukan bermaksud underestimate sama buah-buahan lokal, tapi tau sendiri kan kecurangan-kecurangan yang bayak diliput di acara semacam Investigasi itu, serem..

Tidak perlu khawatir, karena ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebelum buah tersebut dikonsumsi. Untuk keamanan lebih baik mencuci buah dalam air hangat untuk meluruhkan lapisan wax-nya atau mengupas kulitnya jika tetap ragu. Mencuci buah pada air yang mengalir lebih dianjurkan, sista. Sebenarnya mengkorek lapisan lilin pada buah bisa juga dilakukan, tapi cara tersebut kurang efektif, so bisa diganti dengan merendamnya dalam larutan garam. Selamat mencoba.. Jangan sampai tujuan kita ternodai gara-gara ulah pihak yang tidak bertanggung-jawab ya, friends.

Pastel Nekat Persahabatan

Saturday, January 26, 2013 2 comments
Pastel persahabatan? Sebenarnya ini jenis kudapan pastel yang biasa kita makan, hanya saja waktu itu mencoba bikinnya sama sahabat saya yang juga penggemar pastel. Dengan bahan minimalis yang kita punya, akhirnya terealisasi nih masak pastel isi sayuran. Sebenarnya sih searching resep udah jauh-jauh hari, tapi kami gak pede mau langsung cuss buat gara-gara pengalaman buruk beberapa waktu lampau. Dulu kami pernah mau bikin donat dengan bahan minimalis juga, tapi gagal bikin adonannya. Udah di uleni sampai super lamaaaa adonan tetep gak bisa kalis. Usut punya usut kami melewatkan beberapa bahan penting, hehehe. Gara-gara itu kami jadi takut mau mulia membuat pastel, karena bikin pastel juga musti bikin kulit luarnya. 

Hari itu kegejean membuat kami berani memutuskan untuk membuat pastel, belanja sayuran dan bahan-bahan and then lanjuuttt masak.. Sebenarnya foto-foto pastel buatan kami sudah pernah di share di facebook, tapi ini pengen berbagi resep juga buat all of you, friends.. (jadi kayak Cinca Laoura gini ngomongnya, hehe).




Yuk langsung ke resep membuat pastel..
bahan kulit
  • tepung terigu               --250 gram
  • garam                          --secukupnya
  • mentega                       --50 gram
  • kuning telur ayam       --2 butir
  • air                                --secukupnya (kami menggunakan air biasa, bukan air es)
cara membuat kulit pastel

panaskan mentega hingga leleh, lalu campur dengan sedikit garam. siapkan tepung terigu yang sudah diayak, lalu campurkan dua buah kuning telur ayam + air sedikit demi sedikit hingga terbentuk adonan yang bertekstur padat (bukan cair). setelah mulai rata campurkan mentega yang telah dilelehkan. uleni hingga adonan kalis.. untuk mendapatkan adonan yang kalis tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, kok. 


setelah adonan siap, siapkan:
  • tepung terigu
  • gelas dengan permukaan rata
bagi adonan dalam ukuran yang sama sesuai selera. bentuk adonan kecil-kecil tadi menyerupai bola, lalu gilas dengan gelas diatas permukaan yang datar dan telah di beri taburan tepung agar tidak lengket hingga adonan menjadi pipih dan bulat. perhatikan ketebalannya, jangan terlalu tebal agar saat digoreng matang, dan jangan terlalu tipis agar tidak bocor isinya. sisihkan 


bahan isi
  • bawang putih           --cincang lembut
  • bawang merah         --cincang lembut
  • wortel                      --secukupnya,iris kotak, 
  • kentang                    --secukupnya, rebus lalu haluskan seperti membuat perkedel
  • daun bawang           --secukupnya
  • bawang bombai       --1 siung, cincang halus
  • telur rebus                --2 butir, bagi sesuai selera
  • tepung maizena        --2 sendok
cara membuat isi
panaskan minyak goreng secukupnya, tumis bawang putih, bawang merah  dan bawang bombai sampai harum. masukkan irisan wortel dan daun bawang (lebih enak jika ditambahkan suwiran ayam :p). setelah layu masukkan adonan kentang yang telah dihaluskan. beri garam, gula dan merica sesuai selera. setelah matang masukkan tepung maizena yang telah di encerkan. tunggu kembali hingga matang. sisihkan

cara membuat bentukan pastel
ambil adonan yang telah dipipihkan, lalu ambil 2 sendok isi-an letakkan di tengah adonan. tambahkan irisan telur rebus. lipat adonan yang berbentuk lingkaran menjadi setengah lingkaran. untuk membuat ulir pastel cukup cubit ujung-ujungnya ke arah dalam lalu rekatkan. bila kesulitan bisa juga menggunakan garpu, cukup ditekan dengan garpu bagian ujungnya. siap di goreng. 

hasilnya setelah digoreng, pemirsa sekalian.. tarararaaaa..

pastel buatanku dan ce Dian.. ^^

Selamat mencoba, pemirsa sekalian... 

Passwordnya : TUMBASSS...

Saturday, January 12, 2013 0 comments
Mumpung lagi kongkow-kongkow ngegeje, liat blog tetangga udah gencar update jadi pengen nulis juga nih. Beberapa waktu lalu sempet update tentang hobi berkebun bapak dan tanaman hias depan rumah, nah waktu itu sempat ada kejadian lucu. Ditengah sesi pemotretan, pemotretan tumbuh-tumbuhan tentunya, lewat lah seorang ibu yang sangat ku kenal. Tetanggaku ini namanya Bu Pur. Bukan nama sebenarnya, karena itu nama suaminya. Seperti halnya cewek-cewek dimanapun yang punya nama buagus sekalipun, kalau menikah nanti akan lebih populer dengan membawa nama suami, kan? Jadi pikir-pikir lagi tu kalau nama calon suamimu gak cetar membahan. Siap gak sisa umur hidupmu dipanggil dengan embel-embel nama suamimu kelak. Lhooo malah ngelantur.. lanjuut..

Bu Pur tiba-tiba menyapaku yang sedang asik mengambil foto anggrek dan rak tanaman di samping rumah. "Moto apa itu, Dek? Wah mbok mending saya saja yang di foto, numpang narsis," spontan aku menanggapin ya "Wah, boleh, Bu.. Monggo, Bu.." sambil meminta Bu Pur pose di depan rak tumbuhan. Cekrik.. dan hasilnya sesuatuww banget nih gayanya Bu Pur,,

Bu Pur saat pose di depan rak tanaman ^^

Wah gaul juga ni posenya Bu Pur. Sebenarnya, kalau ingat Bu Pur, jadi ingat masa kecilku dulu. Bu Pur ini waktu jamannya aku SD, buka warung di rumahnya. Rumah Bu Pur hanya sekitar 50 m dari rumahku. Beliau menjual segala macam sembako, jajanan anak-anak, sampai perlengkapan pramuka (tongkat pramuka, topi, buku tulis juga ada), pokoknya warungnya toserba banget deh, bisa memenuhi segala kebutuhan orang satu komplek..hehe.

Dulu hampir setiap hari aku menyambangi warung beliau, sekedar beli ciki, atau permen. Pulang sekolah habis ganti baju langsung cus jajan di tempat Bu Pur. Pengalaman unik sampai malu juga ada waktu jajan di tempat beliau. Waktu itu ibuku minta tolong dibelikan bumbu dapur di warung Bu Pur. Kalau gak salah ada dua jenis bumbu yang harus ku beli. Aj*no*oto dan tumbar. Maklum lah masih anak-anak, sepanjang perjalanan dari rumah ke warung dua benda itu ku sebut-sebut terus biar gak lupa. Sampai di warung aku sibuk memanggil-manggil dan mengetuk pintu warung Bu Pur, alhasil hapalanku buyar. "Tumbas nopo, Dek?" dengan terbata-bata aku bilang "Aj*no*oto sama mmmm... ckckck," garuk-garuk kepala sambil berusaha keras mengingat-ingat. Ya ampun, malunya luar biasa. Aku akhirnya pulang karena tetep gak bisa mengingat kata tumbar. 

Pernah juga dimarahin sama Bu Pur gara-gara milih ciki kelamaan. Paling banter jajan 500 tapi milih-milihnya bisa 10 menit lewat. Padahal Bu Pur kan juga butuh privacy, *lhooo.. "Tumbas sik pundi, Dek kok suwi men le milih (arti: beli yang mana, Dik kok pilihnya lama sekali)," dengan nada yang cukup tinggi, atau "Le milih cepet, rak di obrak-abrik kui cikine (arti: pilihnya cepat, jangan diobrak-abrik cikinya)," ouch langsung diem dan segera bayar. Ngalamin jadi pelanggan tetap jajanan kuwaci gara-gara waktu itu ibuku hamil adekku dan nyidamnya kuwaci.

Sepuluh tahun lebih berlalu, sekarang Bu Pur sudah gak buka warung lagi. Tergerus modernisasi yang membuat anak-anak komlpek makin dewasa dan malas jajan atau belanja di warung. Indomart dan Alfamart tampak lebih menarik rupanya. Sampai beberapa waktu lalu adikku menceritakan guyonan yang berhubungan dengan warung Bu Pur. Saat adikku dan teman-temannya sedang kumpul di masjid yang letaknya hanya 10 m dari rumah Bu Pur salah seorang temnnya asik internetan dan mencari koneksi wi-vi. Pilihan koneksi muncul; bknOne (wi-vi milik kantor ayahku) dan HidayatPurwanto (wi-vi milik rumah Bu Pur, dengar-dengar anak beliau pasang koneksi wi-vi dirumahnya, hehe). Teman adikku berceloteh, "Wah ini ada sambungan koneksi ke wi-vi Bu Pur, tapi kudu nglebokke password (arti: tapi harus pakai password)," teman lainnya menimpali sopntan "Aku reti password e opo! Password e TUMBASSS.. (arti: aku tau passwordnya, paswornya BELIIII...)"

Jadi, dulu tiap kami mau beli di warung Bu Pur pasti kami meneriakkan satu kata dengan nada yang khas, yaitu "TUMBASSS...!!" kata itu menjadi semacam password kalau mau beli di warung Bu Pur, hehe.

Jadi Suka Tumis Kacang Panjang

Saturday, November 17, 2012 5 comments
Dulu, tumis kacang panjang jadi menu yang paling kuhindari. Menurutku, rasanya susah jadi enak dikarenakan karakter kacang panjang yang lebih keras dibanding sayuran lainnya. Mungkin hanya beberapa orang saja yang mnegalami hal yang sama denganku, tapi memang untuk membumbui kacang panjang sedikit lebih susah, perasaan bumbunya udah banyak tapi rasanya belum merasuk. Itu pengalamanku, apa pengalamanmu (lhoh kok malah kayak iklan mie instan)? Padahal kacang panjang bisa menjadi sumber nutrisi yang baik untuk tubuh, lho. Kaya vitamin A, thiamin, riboflavin, zat besi, zat fosfor serta vitamin C (diambil dari wikipedia). Selain itu harganya juga terjangkau dan mudah didapatkan.

Akhirnya, kucoba menumis kacabf panjang sepertri biasanya tapi dengan tambahan beberapa elemen. Siang ini sepiring tumis kacang panjang dan tempe goreng ndeso siap disantap. 

gambar diambil dari
http://teknis-budidaya.blogspot.com

Bahan: 
Kacang panjang, Terong Ungu, Tempe
Bumbu:
Bawang putih, Bawang merah
Cabai rawit
Garam
Penyedap rasa (jika suka)
Kecap
Gula jawa
Minyak sayur



Cara Memasak:
  • Seperti halnya membuat tumisan biasanya. 
  • Iris sesuai selera bawang putih, bawang merah, cabai rawit.  
  • Panaskan minyak sayur 2 sendok makan, tunggu panas. 
  • Masukkan bumbu yang telah diiris, tambahkan garam dan gula merah, tumis. Biarkan hingga harum. 
  • Masukkan tempe yang sudah dipotong kecil-kecil. Tumis hingga kecokelatan
  • Masukkan kacang panjang dan terong yang telah dipotong-potong. Potong dengan ukuran panjang yang lebih pendek dari biasanya. Hal tersebut akan membuat kacang panjang lebih mudah dibumbui
  • Aduk rata lalu tutup wajan sementara hingga tumisan mulai layu. (Jika terlalu kering bisa ditambahkan air)
  • Setelah layu dan mulai matang, masukkan kecap manis secukupnya
  • Tumis kacang panjang siap dinikmati.. ^^
tumis kacang panjang, tempe dan terong

Lalu apa yang bikin terasa lebih enak dari biasanya? Potongan kacang panjang yang lebih kecil-kecil membuat bumbu mudah meresap. Menambahkan elemen lain seperti tempe dan terong membuat tumisan tidak kaku dan terasa lebih bisa dinikmati bagi saya. Selain itu penambahan elemen tempe dan terong, keduanya juga cukup murah dan mudah didapat. Kecap dan gula jawa juga menjadi kuncinya. Keduanya membuat rasa kacang panjang lebih gurih. Terakhir, buat dengan porsi sekali makan, sehingga tidak bosan menyantap hidangan yang sebenarnya kurang disukai. 

Bagi tiap-tiap orang akan berbeda pastinya, tapi buatku cara dan trik tersebut ampuh menyulapku menyukai tumis kacang panjang, hehe. Ada yang mau mencoba trik ini?

Pizza Mie, Yummi..

Thursday, September 27, 2012 8 comments
Sore-sore kelaparan, lalu? Buka kulkas tengok kanan-kiri, atas-bawah. Hoh, cuma ada telur ayam. Ngegado telur rebus? Bahaya, gak cukup satu. Eh, ada mie instan juga. Mari kita chop-chop.. brum-brum... sreng-sreng.. jreng-jreng..
Itadakimasu...

pizza mie ditemani secangkir kopi hangat..
Dalam beberapa menit saja... ludesss....

Semua pasti bisa membuatnya. 
Untuk hasil yang maksimal gunakan perbandingan mie instan dengan telurnya 1:2. 
Seperti yang saya buat, satu bungkus mie instan dengan 2 butir telur, hasilnya lebih yummi, lebih kenyal..

Makanan Jadul untuk yang Muda yang Gaul

Sunday, July 15, 2012 3 comments
Lagi-lagi saya mau membicarakan makanan... Tarararara... Gak apa-apa, lah ya..Bisa-bisa blog saya ini pindah aliran, nih...
Kepikiran untuk ngebahas makanan yang satu ini, soalnya makanan ini bisa menguji kekuatan rahang anada-anda semua.

Sore itu jalan-jalan sama teman ke Mirota Palagan buat beli sabun cuci. Biasa lah ya, namanya juga kami masih labil, belum sampai di bagian sabun cuci udah maen mampir aja ke bagian makanan. Kalau ke Mirota emang suka gak kuat buat nahan diri gak beli cemilan. Alhasil bola mata bergerilya. Mulanya temanku sudah sangat mantap untuk mengambil pilus dengan merk yang telah di sensor... pip pip pipppp... Rencananya dia akan menjadikannya lauk malam nanti. Dengan gegap gempita saya membeberkan "isu" (karena belum dapat diketahui kebenaran ilmiahnya maka ku bilang isu..). "Eittsss,,, jangan ambil itu.. Emang enak si, tapi itu mengandung Aspartam. Bahaya..." ujarku mantap dan menggebu-gebu. 

FYI,, belum lama dari kejadian waktu itu, ceritanya saya mendapat sms dari seorang teman yang sedang kuliah di kedokteran yang isi sms nya kurang lebih membeberkan bahaya Aspartam dan produk-produk yang mengandung Aspartam di pasaran. Aspartam adalah salah satu jenis pemanis buatan yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat mengendap di dalam tubuh, dikarenakan tubuh kita tidak mampu menyerapnya. Akan tetapi memang semenjak 1996, FDA (Food and Drug Administration) melegalkan pengunaanya sebagai pemanis sintetik pada semua jenis makanan maupun minuman. Nah, jaman kan semakin berkembang, penelitian-penelitian juga pasti makin maju dan banyak dilakukan, makannya tersebarlah "isu-isu ilmiah" tentang zat sintetik tersebut.

Kambali lagi ke Mirota Palagan.. 
Temanku langsung pasang wajah kecewa berat saat itu.. "Duh, tapi ini kan enak,, hmm ayo cari merk lain mungkin gak mengandung zat itu," ujarnya. Kami seketika membolak balik beberapa produk pilus yanga ada. Waduh, semuanya mengandung zat itu. Kawanku makin kecewa. Tadinya dia tetap mau nekat membalinya, kan sekali-sekali juga pikirnya. Tapi pandanganku tak lama tertuju pada makanan lain yang sebenarnya juga "diragukan" keabsahannya (ya elah, makanan kok "keabsahan".. saolnya makanan yang kutunjuk ini juga warnanya ngejreng, hehe). "Eh, inget gak sama makanan jadul ini? Aku sering beli, lho," tanyaku. Temanku langsung tertawa saat melihat cemilan itu. "Wah, ini kan makanan khusus anak muda.." ujarnya. Seketika itu ketawa pecah sambil mengiyakan ucapannya. Bener juga, ni makanna emang jadul, tapi yang bisa makan cuma anak-anak muda yang gaol kayak kita ini.. (boleh muntah atau nampar kok.. hehe). Penasaran? Ini dia makannya..
Nah, apakah kalian tau apa nama makanan ini? Pernah lihat, atau pernah makan sebelumnya? Saya pribadi tidak pernah tau apa namanya. Camilan ini sudah saya kenal sejak jaman saya kecil, tapi bagi saya camilan ini Anonim. Camilan yang satu ini "uatoseee poll" kerasnya bukan maen.. Tapi sekalinya makan susah berhenti (kalau ini cuma aku saja yang ngalamin mungkin, hehe). Saya rasa, cm mereka yang giginya masih lengkap dan masih kuat yang bisa makan cemilan ini, bro.. Kalau yang sepuh-sepuh nekat ya bisa langsung ke RSGM Prof Soedomo setelah makan ini (tetep promosi,, yak bagi yang sakit gigi silakan berkunjung ke rumah sakit gigi dan mulut FKG UGM.. pisss).





Akhirnya temanku berhasil ku pengaruhi untuk membeli cemilan atos yang satu ini.. nyam-nyam, kletak kletak..



Nogosari : Kudapan Asli Jawa yang Ngangeni

Wednesday, March 21, 2012 5 comments
Pagi-pagi enaknya sarapan. Buka tudung saji, mata bergerilya mengamati satu persatu makanan yang tersaji. Eh,, ada makanan berbungkus daun pisang berbentuk segitiga. Klepon?? Bukan, lah, klepon kan ijo bunder-bunder kecil berbalut parutan kelapa. Lemet?? Hmm,, masih bukan. Lemet memang dibungkus daun pisang tapi bentuknya tabung seperti lemper. Lemper?? Nah lo, ya jelas bukan, kan baru saja disebutkan. Ohh, bakwan?? Haduh, bakwan gak pakai bungkus daun pisang! (ini pilihan tebakannya sangat membuat esmosi, ya.. boleh lempar sendal atau apapun kalau anda tersulut.. hehe). 

Yap, benar sekali Nogosari (siapa nih yang berhasil jawab? mungkin yang tadi sudah ngelempar sendal, hehe). 

Kalau melakukan pencarian nama makanan asli jawa ini di Prof. Google, beliau tidak akan terima. Pasti kita diminta mengganti kata Nogosari dengan Nagasari. Tapi lidah jawa saya tidak suka menyebutnya dengan lafal "a", lebih enak "o", yo tho? Usut punya usut, pengguna nama makanan Nogosari atau Nagasari tidak hanya di satu wilayah. nogosari atau nagasari ternyata jenisnya banyak. Kalau yang pagi ini tersaji di meja makan jenis nogosari jowo tulen. Jenis yang lain adalah nagasari khas Bandung.

-nogosari pisang khas jowo-

Nogosari ini dibeli di Pasar Jati, Mlati. hanya 500 meter dari rumahku. Dari jaman aku kecil sampai sekarang ibu penjualnya setia menjual makanan tradisional yang mengenyangkan ini. Selain nogosari, ada juga lemet, semar mendem, wajik, jadah dan peyek (makanan jadul banget, ya. kalau kata temenku sih ini makanan Budhe-budhe. karena penggemarnya di rumah adalah bapakku, berarti jadi makanan Pakde-pakde, ya..hehe). Meskipun panganan yang satu ini cukup jadul, tapi nogosari di Pasar Jati rasanya cukup ngangeni, lho. Teksturnya lembut dan dijual dalam kondisi masih hangat (nyam nyam nyam,, sambil ngunyah nogosari. jangan tanya habis berapa, ya.. ).

Aku pribadi belum pernah mencoba membuat kudapan ini. Kudapan tradisional ini ternyata tidak terlalu sulit untuk dibuat, lho. Untuk yang jauh dari pasar tradisional atau sulit mendapatkan kudapan yang satu ini, bisa mencobanya sendiri dirumah untuk mengobati kangen.

Bahan yang perlu disiapkan; 
1) 200g tepung beras, 2) santan 800ml (3/4 kelapa), 3) dua helai daun pandan, 4) gula pasir 100g atau sesuai selera & sedikit garam, 5) pisang jenisnya sesuai selera saja, 6) daun pisang kalau tidak ada bisa diganti dengan plastik saja (tapi nanti judulnya jadi nagasari, bukan nogosari, hehe), 7) list musik favorit jangan lupaa..

Cara membuatnya;
  •  Pasang mp3 dengan list musik yang kamu suka.. biar masak-masaknya lebih enjoy... ^^
  • Tuang sedikit demi sedikit tepung beras dengan 500 ml santan sambil aduk dari bagian tengah secara searah sampai tidak ada butiran-butiran. Sisihkan lebih dulu.
  • Didihkan sisa santan, daun pandan, gula pasir, dan garam sambil aduk rata hingga gula larut. Kecilkan api. 
  • Masukkan larutan tepung beras sedikit demi sedikit sambil aduk hingga rata. Masak hingga adonan kental dan licin. Angkat.
  • Taruh 1 sdm adonan di setiap lembar daun pisang. jika tidak ada, bisa diganti dengan plastik agar seperti hongkwe Taruh sepotong pisang  di tengahnya. 
  • Bungkus, lipat kedua ujung daun ke arah belakang.
  • Kukus dalam dandang panas selama 20 menit hingga matang. 
Tidak terlalu sulit, bukan?? Hmm kapan-kapan aku juga akan mencoba membuatnya.
Mari kita populerkan kembali kudapan tradisional  kita yang beragam.. ^^

SI Hijau Cincau

Tuesday, December 13, 2011 2 comments
pada kesempatan ini saya ingin berbagi cerita mengenai tanaman milik ayah yang punya banyak khasiat. tanaman merambat yang memiliki daun berukuran sedang yang bentuknya menyerupai bentuk sekop dalam istilah kartu remi ini tergolong mudah dikembangbiakkan. awalmulanya, kami tidak memiliki tanaman ini, tapi tetangga sebelah rumah kami menanamnya dan tumbuh dengan subur. tanaman dengan nama ilmiah Cyclea Barbata milik tetanggaku jarang dipanen karena si empunya rumah jarang menempati rumahnya, alhasil ayahku rutin minta ijin untuk memanenya. makin sering dipanen makin rimbunlah daunya.

sampai pada suatu ketika ayah membeli tanaman ini di pasar tradisional. tapi saat kuamati, daun dari tanaman yang dibeli ayah sedikit berbeda dengan daun cincau kebanyakan. milik ayahku, daunnya lenbih kecil dan meruncing. usut punya usut jenis yang ayahku beli adalah jenis cincau cina (soal kebenarannya masih patut dipertanyakan, hehe). karena kami tinggal di perumahan kecil yang tanahnya habis untuk dibangun, akhirnya tanaman ini ditanam di depan rumah, menjalar menumpang pada tower air yang tingginya hampir 3 meter.

-daun cincau dengan karakter meruncing dan berukuran lebih kecil-

senangnya menyaksikan tanaman ini tumbuh dengan subur. saat panen, kami sekeluarga hanya mengolahnya untuk konsumsi sendiri. seperti kebanyakan orang, kami juga meremas-remas daunnya dengan air yang cukup (jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit, dan dasarnya hanya ilmu kira-kira..) sampai daun mengeluarkan lendir dan terasa lengket. biasanya kondisi tersebut didapat ketika daun mulai hancur. memang harus sabar ketika memeras daun cincau ini. sebenarnya ada cara praktis untuk mengolahnya, yaitu menghancurkan daun dengan blender, tapi kalau saya lebih suka dengan cara tradisional. hasil yang diperoleh sedikit berbeda sari segi tekstur. 

-ijo royo royo ^^-

setelah proses pemerasan, penyaringan, dan penantian beberapa jam saja, air perasan cincau akan mengental seperti agar-agar, hanya saja kekenyalannya yang berbeda (tidak sekenyal agar-agar). mengapa bisa terbentuk gel? menurut yang saya baca, itu dikarenakan kandungan karbohidrat dari daun cincau inilah yang mampu berikatan dengan molekul-molekul air dan akhirnya membentuk konsistensi seperti gel.  biasanya cincau ini akan dinikmati dengan tambahan kuah santan dan gula jawa, tapi yang istimewa di keluarga saya, kami bisa menyantap agar cincau ini dengan segala macam minuman yang tersedia dirumah; seperti susu, es teh, sirup, bahkan kopisusu. sedikit aneh, ya.. tapi pada dasarnya kami sekeluarga menyukai cincau hijau. saat membandingkan teksturnya, hasil gel cincau Cina memiliki tekstur dan rasa yang jauh lebih lembut dibandingkan dengan cincau berdaun lebar. 

-saat cincau berenang dalam susu gulajawa-

dari mulut ke mulut dan dari beberapa artikel yang saya baca, olahan daun cincau hijau ini memang memiliki beberapa khasiat seperti; meredakan panas dalam, menurunkan tekanan darah, meringankan radang tenggorokan dan lambung, meredakan demam dan sakit perut serta maag, juga melancarkan buang air besar. wah, banyaknya... khasiat ini tentunya akan muncul dengan konsumsi yang rutin. 

mari kita konsumsi Cincau Hijau...^^

Nasi Goreng Penuh Memori Pagi Ini..

Sunday, October 30, 2011 0 comments
minggu pagi ini kami tengah kelaparan. buka tudung saji, cuma ada sayur bersantan *kurang sukaaa...
"Mbak, buat nasi goreng wae, yuk..." ajak adikku. kubocorkan sebuah rahasia, meskipun aku memang tidak lihai memasak, tapi untuk urusan membuat nasi goreng, rasa yang ku hasilkan selalu tidak bisa enak. jauh dari rasa mang-mang yang jualan mi jawa. kadang keasinan, kadang terlalu berminyak, kadang kurang rasa, lengkaplah sudah. melihat raut mata kelaparan adik, aku akhirnya mengiyakan tawarannya.
menurut kabanyakan orang, membuat nasi goreng bumbu-bumbunya wajib di haluskan lalu ditumis sampai wangi. pagi ini (dan sering kulakukan) bumbu-bumbu itu hanya mampir di talenan saja, beginilah langkahnya...:
  • siapkan dua siung bawang putih, empat siung bawang merah, cabai rawit merah sesuai selera
  • cuci bersih lalu cincang kasar ketiga bumbu tersebut, untuk cabai diiris kecil-kecil, tipis-tipis
  • siapkan dua butir telur dan tiga potong sosis sapi (untuk sosisnya diiris menyamping atau sesuai selera)
  • panaskan margarin di wajan, lalu goreng telur ayam menjadi telur mata sapi (kami suka telur yang agak setengah matang)
  • setelah telur matang, lanjutkan menggoreng sosis, matang dan tiriskan kedua lauk
  • setelah itu, tambahkan kembali margarin untuk menumis bumbu-bumbu nasi goreng yang telah di iris kasar, tumis hingga wangi
  • tambahkan garam bubuk, merica dan gula pasir secukupnya, lalu tumis kembali
  • setelah dirasa garam larut, masukkan tiga centong nasi (porsi untuk dua orang, atau sesuai selera)
  • aduk merata sambil ditambahkan kecap manis
  • setelah kecap dan bumbu merata, nasi goreng siap untuk disantap... walaaa...
hasil setelah kami dengan iseng menghias nasi goreng pagi ini. adikku membuat wajah tersenyum yang aneh dengan telur dan sosis gorengnya. sedangkan aku mencoba menghias agar tampak feminin, yaitu bentuk bunga, tapi rasa-rasanya sedikit gagal.
cara membuat nasi goreng tanpa menghaluskan bumbu, hasilnya not bad, kok. tetap enak... cara ini cocok bagi anak kost atau mereka yang belum memliki peralatan dapur yang lengkap. silakan dipraktekkan :)

anyway, curhat sedikit ya..
sebenarnya, yang paling saya rasakan pada saat membuat nasi goreng ini bersama adik saya adalah perasaan bersyukur. bersukur karena sudah tiga tahun ini kami semakin akrab dan akur. flashback ke sekitar 4 tahun yang lalu, kami pernah tak saling bicara, tak saling bercerita, tak saling sapa, dan hanya pertengkaran-pertengkaran kekanak-kanakan yang mengisi hari-hari kami. saya sendiri tidak tau penyebabnya sampai saat ini mengapa adikku pernah mendiamkan aku selama hampir satu tahun. selisih usia kami tujuh tahun, jadi mungkin perbedaan usia ini yang sempat membuat timbulnya kesalahpahaman diantara kami... *melow...
saat tiga tahun yang lalu akhirnya dia mau bicara padaku, rasanya bahagia sekali.. dan sampai saat ini Alhamdulillah kami bisa menjadi patner dalam apapun. kami bisa saling bercerita,  berbagi dan saling menyayangi tentunya... saya berjanji pada diri saya sendiri agar saya bisa menjaga kondisi ini dan menjadi kakak sekaligus teman yang baik untuknya. 
untuk adikku tersayang, sukses selalu, ya... love u...

Roti Tawar yang Kebesaran

Friday, October 7, 2011 0 comments
setangkup roti bakar isi cokelat menjadi teman sarapan pagi ini. roti bakar ini bukan roti bakar biasa. kenapa? karena roti bakar ini baru bisa saya buat sendiri dalam seminggu terakhir, roti bakar pagi ini juga sedikit kebesaran. penasaran kenapa bisa begitu? beginilah ceritanya..

dimulai dengan sedikit curhat colongan. semula saya tidak pernah punya keinginan untuk memiliki salah satu alat elektronik yang satu ini. bagi saya, perlengkapan dapur ini tidak terlalu penting dan banyak manfaatnya, jadi tak pernah terpikir untuk membeli atau memilikinya. sampai pada suatu hari, seonggok kardus tergeletak di tepi tembok depan kamar saya. karena penasaran, saya mengintipnya dan ternyata "Alat Pemanggang Roti" isi dari kardus tersebut. entah dari mana asalnya, eits tunggu dulu, ada kertas putih yang menempel dikardus yang isinya adalah ucapan selamat dari rekan-rekan kerja ayah saya karena mulai minggu depan ayah saya resmi pensiun (agak terkaget juga, pensiun kok di beri selamat?? tapi setelah dicerna lagi ucapannya memang benar, teman-teman ayah saya memberikan ucapan selamat karena selama menempuh tugas pekerjaan sampai masa pensiun ini ayah saya siberi kesehatan dan kelancaran dalam bekerja). Rupanya alat ini adalah bingkisan dari rekan kerja ayah saya, sebagai kenang-kengangan. walaupun semula merasa tak terlalu butuh dan berharap punya alat ini, tapi saat telah memilikinya rasanya langsung girang. "Yiihaaa, bisa bikin roti bakar sendiri, dong..." ungkapan kegirangan. terima kasih teman-teman ayah...

beberapa hari kemudian alat tersebut masih tetap terbungkus rapi di kardusnya. maklum, keluargaku jarang mempunyai stock roti tawar dan toping-topingnya. alhasil alat itu menjadi pengangguran. tapi setelah seminggu berlalu, tiba-tiba ada sebungkus panjang roti tawar lengkap dengan menteganya. akhirnya alat ini bekerja juga. pertama kali membuatnya masih grogi-grogi gimana gityu.. baca aturan yang tertera di kertas kecil dalam kardus dengan sangat hati-hati. kata per kata tak terlewat. ohh ternyata langkah penggunaannya begini;
  1. sambungkan alat sengan listrik, lalu biarkan alat panas. untuk mengetahui alat sudah panas atau belum bisa dilihat lampu indikatornya. untuk alat dengan merk K***N yang saya punya ini, indikator kepanansan alat terletak pada lampu berwarna hijaunya. jika lampu berwarna hijau padam, menandakan alat telah panas dan siap untuk memanggang. saat memanggang lampu hijau akan kembali menyala
  2. memanggang roti tawar cukup ditunggu 2-3 menit, saat telah dirasa cukup waktunya, secara otomatis lampu hijau akan kembali padam.
  3. jika akan melanjutkan untuk memanggang sesion ke dua, maka tutup kembali panggangan dan biarkan panggangan panas maximal lagi. *mungkin akan berbeda cara pakai untuk tiap-tiap merk dagang.
percobaan pertama berjalan sukses. roti matang sempurna dan renyah (sayang sekali saya lupa memfotonya). hal tersebut dikarenakan roti percobaan pertama saya memakai ukuran sedang. kira-kira panjang x lebarnya 10x10 cm. tidak ada masalah. hasil panggangan rapi dan cantik. munculah masalah saat dihari berikutnya saya kembali membeli roti tawar di salah satu mini market. saat memilih-milih, saya langsung mengambil salah satu jenis roti yang punya merk dagang yang terkenal berkualitas baik. yang saya pikirkan adalah kualitas rasanya. sayangnya saya lupa memikirkan ukuran rotinya. benar saja, setelah saya lihat roti yang saya beli itu kebesaran ukurannya, 13x13 cm.  alhasil, roti tawar bakar yang kedua ini bentuknya agak tak beraturan dan kurang enak dipandang. untung saja olesan mentega dan taburan meses ceres membuat rasanya tetap oks. menjadi catatan tersendiri buat saya, jika akan memanggang roti saya akan emmilih ukuran roti yang lebih kecil, selain hasilnya lebih baik, roti yang terlalu besar juga akan merusak alat panggang karena si alat akan kerja paksa dan tidak dapat ditutup dengan sempurna. oleh karenanya untuk keawetan alat panggang roti, pilih roti dengan ukuran yang sesuai atau potong roti yang kebesaran tadi sesuai muatan alat pangang. ^^v
olesan yang dipilih saat membuat roti tawar bakar pun sangat bervariasi, mulai dari mentega dengan gula pasir, mentega dengan meses cers, susu kental cokelat, selai buah, keju dengan cokelat dan masih banyak lagi. sesuai selera dan keinginan eksperimen saja, ^^.

-ini dia hasil panggangan roti tawar yang kebesaran ^^v-

 oh iya, sedikit tips, saat akan membeli roti tawar, jangan lupa untuk :
  • membaca date expired atau tanggal kadaluarsa. hal ini sangat penting karena roti tawar merupakan makanan yang tidak tahan dalam jangka waktu lama. apabila hanya terpaut 1 atau 2 hari sebelum expired, sebaiknya jangan dipilih. 
  • merasakan tekstur roti tawar yang akan dibeli menjadi sangat penting. apabila teksturnya keras dan berpori besar, bisa dipastikan roti tersebut kurang nikmat jika disantap nantinya. jadi pilih roti tawar yang masih empuk dan berpori kecil.
  • ingat untuk keperluan apa dibelinya roti tersebut. karena roti tawar saat ini juga sudah sangat banyak variasinya. ada roti tawar putih, cokelat (roti gandum utuh), roti tawar tanpa tepi, roti tawar bertoping buah buahan, roti tawar dengan rasa manis, roti tawar bermentega, dan masih banyak lagi jenis dan bentuknya.
roti tawar panggang ini bisa menjadi alternatif sarapan sehat ataupun teman minum kopi di sore hari. selamat mencoba... ^^

Fruits FuSal (Salad atau Fondue??)

Tuesday, September 27, 2011 0 comments
Berawal dari sore-sore di rumah nganggur lalu iseng buka kulkas.. Jreng jreng.. Rupanya baru banyak buah di rumah. Hmm.. jadi pengen membuat eksperimen, tapi apa, ya?? Jadi teringat kemarin, habis diajakin teman beli salad buah di salah satu kedai yoghurt di Jogja. Ahaa.. Buat salad buah aja, tapi... mana punya mayonais, mana punya keju. Hanya ada selai cokelat dan sirup cocopandan di kulkas. Udah, sikat aja, resep asal-asalan siapa tau enak. Alhasil tangan mulai bergerilya memungut berbagai buah dalam kulkas dan memotong-motongnya. Begini tahapnya:
  1. kupas dan potong buah-buahan yang tersedia (saat itu di kulkas ada apel malang, semangka, pisang, kurma dan mangga). Rasanya semua buah cocok-cocok saja untuk dijadikan salad. Makin variatif makin baik
  2. atur buah-buahan yang telah dipotong-potong ke dalam mangkok
  3. selai cokelat lelehkan diatas buah-buahan yang telah ditata
  4. beri 2 sampai 3 sendok sirup cocopandan, tabur diatas buah-buahan yang telah ditata.
  5. masukkan ke dalah kulkas beberapa saat sampai dingin dan salad siap disantap
Begitulah hasil eksperimen saya. Jangan liat gambarnya yang kurang oke ya, rasanya, hmmm mantab. Menurut saya, yang paling ngeblend sama cokelatnya ya si pisang. 
Setelah dipikir-pikir, saya jadi teringat soal Fondue (tau istilah Fondue cokelat dari game PC masak-masakan,, ^^ ). Apa kalian tau perbedaan Salad dan Fondue?
Dari apa yang saya baca dan saya liat, Salad adalah campuran beberapa jenis buah atau sayuran yang bermanfaat bagi tubuh, tanpa proses dimasak dan biasanya dikombinasikan dengan bahan pelengkap yang juga menyehatkan seperti keju, mayonais, agar dan jeli, telur, daging atau tuna maupun yoghurt. Akan tetapi, ada juga yang tidak mencampurkan apapun dalam campuran buah atau sayurannya. Salad dapat digunakan sebagai makanan pembuka maupun makanan penutup. Berbicara soal makanan penutup, saya pernah membaca bahwa kebiasaan kita ternyata salah kaprah. Buah biasanya dikonsumsi setelah makanan utama, padahal buah baik dikonsumsi justru sebelum makan makanan utama.


Sedangkan Fondue adalah suatu hidangan yang dinikmati dengan cara mencelupkan potongan makanan kedalam cairan yang panas di dalam suatu panci. Asal katanya Fondre (bahasa perancis) yang artinya melelehkan. cairan yang dipanaskan bisa berupa keju, cokelat bahkan kaldu. Tau gak, ternyata cara menyantapnya yang dilakukan dalam satu panci besar, berhubungan dengan sejarah terciptanya makanan ini. Dulu saat rakyat Inggris berstrata miskin tidak mampu membeli banyak perlengkapan makan, mereka menyantap makanan ini beramai-ramai didepan tungku perapian, yaitu mencelupkan roti kedalam keju yang dilelehkan. Setelah kaum budak memperkenalkan makanan ini kepada kaum bangsawan, makanan ini menjadi berkelas. Biasanya, fondue cokelat cocok dipasangkan dengan buah-buahan. Bahkan ada etika saat menyantap fondue, yaitu, untuk alasan kehigienisan,makanan  yang telah dicelup kedalam panci tidak boleh dicelupkan kembali karena makanan ini disantap oleh komunitas, yang biasanya berjumlah 6 orang dalam satu panci fondue.

Karena makanan yang saya buat prinsipnya merupakan gabungan salad (terdiri dari buah-buahan segar) dan fondue (buah-buahan "dicocol" dengan cokelat walaupun bukan cokelat yang dilelehkan), maka saya akan memberi julukan makanan coba-coba saya ini dengan nama Fruits FuSal (Fondue & Salad) . Selamat Mencoba.. ^^

my favorite song