Showing posts with label cuap-cuap. Show all posts
Showing posts with label cuap-cuap. Show all posts

Curhat: Yuk Lihat Sisi Positifnya (edisi Diet menuju Sehat)

Wednesday, October 16, 2013 1 comments
Ni ceritanya lagi kesal dan mau memotivasi diri sendiri, hehe. Gara-gara habis diece, hmm dalam bahasa indonesia berarti dihina, sama Mr. Sim (sebut saja pacarku dengan Mr. Sim, hehe). Kejadiannya berawal dari kirim pesan gambar lewat whatsapp beberapa hari lalu saat saya sedang menghadiri pernikahan salah seorang teman yang konsep pestanya "garden party". Merasa tempat pernikahannya indah, banyak bunga-bunga dan di alam terbuka, jadilah saya dengan sangat percaya diri mengirimkan foto narsis saya di antara bunga-bunga yang bermekaran, niatnya sih pamer. Memang niat buruk gak akan berakhir happy ending ya, guys. Beberapa menit kemudian Mr. Sim mengomentari dengan sangat tega bin waton. Buat saya komentarnya cukup menyobek-nyobek perasaan sih, menyangkut fisik.

Bete level 12 saat membaca beberapa kali komentar Mr. Sim ini. Seperti cerita beberapa waktu lalu, saya memang sedang melakukan program meurunkan berat badan, hanya saja hasilnya belum maksimal, malah masih jauh dari target. Bisa dibilang, penurunan berat badan saya mengalami stagnasi atau biasa dibilang dengan fase plato (info lebih lanjut silakan klik http://dietdanbugar.blogspot.com/2013/05/mengapa-berat-badan-berhenti-turun-saat.html ). Itu mungkin terkesan alibi ya, guys, hmm tapi sebenarnya stagnasi penurunan berat badan saya ini karena saya sendiri yang kurang konsisten menjalani diet. Alhasih Mr Sim ini gedek dan jengkel mungkin kenapa nih ceweknya berat badannya kagak turun-turun, ya, hehe. Biar tidak disebut hoax, saya akan dengan bangga menampilkan foto narsis yang mendapat komentar "negatif" ini. 

foto ini nih yang bikin saya memotivasi diri


Kalau hanya fokus dengan sakit ati dan teriris-iris hati ini oleh ucapan Mr Sim, yang ada saya hanya akan stagnasi dengan keadaan saya. Saya mulai melihat kejadian ini dari sisi positif. Kejadian ini similar dengan sikap saya yang dianggap sangat menyebalkan oleh para perokok, Saya sangat menentang orang yang memiliki kebiasaan merokok, salah satunya adik saya sendiri. Sudah sampai jengah mulut saya ini berkicau setiap kali mengetahui adik merokok. Adikku mungkin juga mengalami kejengkelan akut menuju kronis kali ya mendengar ocehan kakaknya yang menentang kebiasaanya merokok. Itu semua atas dasar rasa sanyang saya pada si adek bandel ini. Jelas-jelas merokok itu gak ada gunanya, yang ada hanya efek negatif, buat badan si perokok maupun buat orang yang berada di sekirat perokok alias perokok pasif. Bagi saya tindakan merokok itu jahat sekali (tuh kan terpancing ngomel). 

Nah, ini sama halnya dengan saya yang memelihara berkilo-kilo lemak tak sehat yang bisa saja mencelakai diri saya sendiri. Dulu Mr Sim sudah sering bilang kalau keinginannya melihat saya bisa berhasil menurunkan berat badan itu semata-mata juga untuk diri saya sendiri, untuk kesehatan saya. Bukankah itu hal yang baik? Bahkan jika dilihat secara positif, itu adalah sebuah motivasi untuk saya menjadi lebih baik. Ini artinya saya harus mulai mengevaluasi metode diet saya yang mungkin membosankan atau membuat saya jenuh. 

Kembali lagi teringat sebuah kejadian, status salah satu teman di facebook yang merupakan salah satu penggerak grup orang-orang berbadan besar di Indonesia. Kira-kira begini isi statsusnya, "lagi duduk di sebuah restoran dan sedang memesan makan siang, gak sengaja melihat meja disebelah ada tiga laki-laki yang sedang lunch juga, lalu seorang wanita berbadan sangat kurus datang ditawari teman lainnnya untuk makan siang, si wanita berbadan kurus ini menjawab :haduh, aku gak makan siang, badanku udah gemuk gini:" kira-kira begitu statusnya. Saat saya membaca status itu saya ikutan ngomel seperti beberapa orang yang juga mengomentari status itu. Sok banget menurutku. Ehhhh, tapi sekarang saya berfikir beda tentang kejadian itu. Wanita kurus itu saja diet untuk menjaga bentuk badannya, apalagi saya yang memang masih kelebihan berat badan, wajib lah hukumnya buat diet. Setelah saya amati, hampir semua wanita yang memiliki badan ideal memang menjaga dan melakukan usaha keras untuk mendapatkan dan mempertahankan keidealan itu (hanya beberapa yang memang genetis kurus, jadi mau makan sebanyak apa juga gak akan gemuk), lha apalagi saya yang belum ideal, sudah sewajarnya kalau membutuhkan usaha yang jauh lebih keras untuk mendapatkan berat ideal. 

Mulai saat ini saya akan lebih fokus untuk mendapatkan berat ideal, walaupun bukan dalam waktu singkat tapi saya akan berkomitmen bahwa diet bukan hanya dilakukan saat badan kita tidak ideal, tapi diet adalah gaya hidup yang tidak ada batas waktunya selama nafas masih berhembus (ceileeee agak lebai dikit gak apa-apa ya biar semangat). Diet disini berarti menjga pola makan, berusaha hanya memasukkan makanan sehat ke dalam tubuh kita, dan olahraga secara teratur. 

pesan Mr Sim padaku beberapa hari kemudian
Doakan saya, ya pembaca sekalian.. agar saya bisa mendapatkan berat badan yang ideal. Semangat.. dan saya sudah bisa memandang "cemooh'an" Mr Sim sebagai sebuah motivasi positif dan wujud rasa sayangnya padaku.. <3 <3 uhuii prikityuuuu...

"Buanglah Sampah pada Tempatnya", Edisi Kehebatan Ibu

Saturday, September 14, 2013 2 comments
#4

Taukah bahwa orang tua, terutama ibu memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pola kebiasaan anaknya? Masih soal kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Tidak bosan-bosannya saya memposting mengenai kebiasaan baik ini. Orang Indonesia sepertinya masih sangat rendah kesadarannya dalam membuang sampah pada tempatnya. Kalau diamat-amati, ini menyangkut kebiasaan dalam keluarga juga. Beberapa kali saya menemui keluarga yang sedang piknik atau jalan bersama-sama sementara ibunya atau ayahnya cuek bebek main buang sampah sembarangan dan perilaku tersebut dilihat oleh anak-anaknya. Lalu siapa yang akan menjadi tauladan si anak kalau bukan orang tuanya. Kalau orang tuanya saja perilakunya menyimpang, ya wajar saja jika anak mengikutinya.

Oleh karenanya ibu yang memiliki tanggung jawab dalam mendidik putra-putrinya menjadi salah satu kunci dalam membiasakan hal-hal baik dari hal kecil semacam kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan. Dimulai dari diri sendiri secara otomatis keluarga akan mencontoh kebiasaan baik tersebut..

Salam hidup bersih dan sehat, para Bunda yang hebat.. ^^v



Bertekad Hidup Lebih Sehat dengan Olahraga

Friday, September 13, 2013 2 comments
Setelah sebelumnya mencoba rutinitas sepedaan yang begitu banyak manfaatnya, dalam program diet (disini tujuan akhirnya bukan cuma semata-mata menurunkan berat badan) saya selanjutnya mulai berani mencoba beberapa alternatif olahraga. Ternyata olahraga tidak se-menyebalkan yang saya bayangkan. Ketakutan saya dulu setiap kali ingin memulai olahraga; takut gak kuat karena badan saya yang gemuk, takut gak lincah karena bakal lebih cepat ngos-ngosan. Sekarang saya sudah bisa cuek. 

Lari Jogging..
Waawww musatahal banget nih saya melakukannya, secara ya saya dari jaman dahulu kala sama sekali gak menyukai olahraga ini. Sampai suatu hari saya nekat mencobanya bersama teman saya yang badannya sudah super proporsional. Jalas saja kebanting, bow.. Dia harus rela menunggu saya yang sedikit-sedikit berhenti dan menghela napas, hehe. Semangat.. dan ternyata memang benar dan manjur mengenai teori motivasi yang saya dengar, hanya butuh membiasakan diri untuk bisa menguasai suatu hal yang kita anggap sulit. Setelah 3-4 kali rutin lari akhirnya saya mulai bisa mengikuti ritme. Yah, tapi jangan dibayangkan saya menjadi pelari maraton handal, hehe. Jogging biasanya saya lakukan secara santai dan tanpa tekanan (haha, bahasa apa ini,) dan seputaran GSP menjadi pilihan jogging, karena disana hampir setiap sore dipenuhi orang-orang yang juga jogging, jadi lebih seru kan banyak temannya. Beberapa artikel yang saya baca menyebutkan beberapa manfaat jogging; membakar kalori, meningkatkan fungsi kerja kardio, jika dilakukan secara rutin mampu mengurangi kelelahan dikarenakan peningkatan level energi yang mencapai 60 persen.


Aerobik
Olahraga yang satu ini menurut saya sangat menyenangkan. Bisa joged sambil diiringi lagu sangat menghibur sekali (walaupun lagu yang diputar kebanyakan lagu dangdut yang di remix, hzzzzz). Lawan mainnya ibu-ibu komplek bow kalau aerobik. Tapi mereka hebat-hebat, udah pada punya anak banyak tetap menjaga badan dan semangat olahraga, bahkan mereka justru sangat cepat mengikuti gerakan. Kalah telak saya pemirsa sekalian, hehe. Olahraga yang satu ini sangat seru karena dilakukan beramai-ramai dan penuh semangat. Menurut saya tergolong ringan tetapi efektif membakar kalori.

Dengar musik lewat headset dalam kamar
Dimana letak olahraganya?? Ini menjadi alternatif terakhir kalau gak sempat keluar rumah buat olahraga. Siapkan playlist lagu kesukaanmu dalam handphone, jangan lupa untuk men-setting lagu slow diakhir playlist. Putar lagu keras-keras lalu bergerak. Biasanya saya melatih otot bisep trisep dengan barbel (banyak tersedia videonya di youtube) ditambah pemanasan (1 lagu), kemudian lari ditempat sampai habis 2 lagu, selanjutnya sok-sok an aja bergerak mempraktekkan beberapa gerakan yang sering dilakukan saat aerobik, sampai 1 lagu berakhir, selanjutnya kembali lari ditempat sampai 1 lagu berakhir, jika masih kuat lakukan lagi gerakan-gerakan aerobik dengan satu lagu, terakhir pendinginan (1 lagu). Cukup 7-8 lagu dalam playlist sudah bisa mengucurkan keringat setengah baskom, cin.. (mulai lebaiiii, hehe).

Dulu saya benar-benar tutup mata pada kebiasaan olahraga, tapi mulai saat ini saya bertekad menjadikan olahraga sebagai kebutuhan. Mungkin badan saya memang tidak langsung mengurus secara ndrastis, mungkin badan saya memang belum seperti gitar spanyol, tapi saya yakin dengan rutin berolahraga dan menjadikannya kebiasaan hidup, mampu menjaga daya tahan tubuh dan menyehatkan tubuh saya. Yaaaa sekali lagi berat badan ideal itu bonus kalau saya bisa tetap disiplin menjalankan gaya hidup sehat dan mengatur pola makan.

Cantik itu Sederhana

Thursday, June 6, 2013 3 comments
Saya sadar bahwa saya kurang dari beberapa orang, tetapi kebanyakan orang tidak sadar bahwa saya jauh lebih baik dari apa yang mereka lihat 
(Douglas Pagels)

Edisi kali ini bisa dibilang edisi narsis. Tujuannya sebagai cermin bagi diri saya sendiri agar saya lebih bisa menghargai diri sendiri. Lebih menyayangi diri sendiri dan meyakini bahwa potensi yang saya miliki sebenarnya sama besarnya dengan mereka yang sudah menjadi besar saat ini. 

Selama ini, saya sering menganggap remeh, menganggap rendah diri saya sendiri. Saya merasa kurang cantik lah, kurang pintar lah, kurang cerdas, kurang menarik, kurang bisa bergaul dan kekurangan-kekurangan lainnya yang mudah sekali ditemukan ditumpukan kelebihan-kelebihan yang samar. Yap, karena hanya fokus pada kekurangan, maka kelebihan yang menggunung menjadi samar. Mulai saat ini, saya akan belajar memandang segala sesuatunya secara lebih positif.. Ganbatte.. ^^p



Konayuki (Remioromen) bikin Meleleh

Thursday, May 23, 2013 0 comments
Lagu jepang yang satu ini sebenarnya udah denger dari jaman 1 Litre of Tears diputar. Ingat kah dengan drama jepang yang super menyedihkan ini? Saya termasuk orang yang menyukai lagu melow yang menyayat-nyayat hati, dan... lagu Konayuki milik Remioromen ini yang merupakan salah satu soundtrack drama jepang 1 Litre of Tears yang berhasil menyayat-nyayat hatiku. 

Teringat lagi dengan lagu ini gara-gara pacarku sempat merekomendasikan lagu ini dan satu lagi lagu milik Remioromen, Sangatsu Kokonaka yang gak kalah menyayat-nyayat. Setelah itu jadi suka lagi dengarkan kedua lagu ini, dan penasaran dengan artinya. Biasa, mbah google selalu punya kroni-kroninya yang siap memberikan info. Mampirlah di sebuah blog milik orang indonesia yang sepertinya memang jago bahasa jepang ( http://natsucchii.blogspot.com/2012/06/remioromen-konayuki-indonesian.html#ixzz2U5lPyJHc *terimakasih untuk tranlated'nya yang bagusss ^^ ). Dia menterjemahkan lirik lagu Konayuki dengan bahasa indonesia yang menurut saya sangat bagus, dan memang makna lagu tersebut juga dalaaaammm sekali, seperti sebuah puisi.

Konayuki = Butiran Salju ( 粉雪
translated by Natsucchii


Musim ketika butiran salju menari-nari selalu bertatapan
Meskipun bercampur dalam kerumunan orang, kita melihat langit yang sama
Kita seperti membeku ketika dihembuskan oleh angin

Aku mungkin tidak mengetahui semuanya tentangmu
Meski begitu, hatiku telah menemukanmu dari ratusan juta orang
Meski tak ada bukti, aku telah berpikir dengan serius (tentang itu)

Kita tidak mungkin hidup di saat yang sama tanpa satu pun pertengkaran
Jika kita tidak bisa menjadi jujur,
Kebahagiaan maupun kesedihan yang kita rasa hanyalah sia-sia

Jika butiran salju mengubur hati kita sampai memutih,
Akankah kita bisa membagi kesepian kita (berdua)?

Aku mendekatkan telingaku di hatimu
Aku ingin turun sampai aku tiba di hatimu yang terdalam, tempatku mendengar suara itu
Dan akan ku temui dirimu di sana sekali lagi

Meskipun kita ingin memahami satu sama lain,
Aku lah yang telah meraba permukaannya
Hanya dengan menggenggam erat tanganmu yang membeku,
Kita telah terhubung satu sama lain

Butiran salju sesungguhnya begitu rapuh
Meskipun di depan keabadian dia tetap menyelimuti aspal yang kasar itu

Butiran salju yang tak bersandar pada waktu pun menggoncangkan hati kita
Meski begitu, aku ingin tetap melindungi dirimu

Butiran salju mengubur hati kita sampai memutih
Membungkus kesepian kita (berdua) setelah menghilang di langit


Menurut saya, liriknya dalam dan bagus banget, gak seperti kebanyakan lagu-lagu jaman sekarang yang liriknya kurang bermakna.

Untuk yang penasaran seperti apa lagunya, mampir aja ke http://www.youtube.com/watch?v=Cc__4qxyM5c atau http://www.youtube.com/watch?feature=endscreen&NR=1&v=eANa20VAlAQ buat yang hatinya se-melankolis Hello Kitty pasti nangis bombaii.. hehe.

Sedang Suka Memaknai Rangkaian Kata : Puisi

1 comments
Mengamat-amati, meresapi rangkaian kata indah yang disusun untuk menyampaikan sebuah pesan dengan tidak sederhana itu ternyata susah juga. Akhir-akhir ini saya sedang gemar melakukannya. Maklum saja, kalau untuk membuat sendiri rangkaian kata yang penuh makna saya belum bisa, jadilah menikmati hasil karya orang lain. Terkadang, setiap si-pembaca memiliki imajinasi dalam memaknainya. Begitu juga dengan saya. Entah sebenarnya si-penulis ingin menyampaikan apa, tapi saya memilih dengan persepsi saya dan menikmati rangkaian indah kata demi-katanya. Kebanyakan si terangkai menjadi pesan cinta. 

Puisi pendek ini dari dulu sudah memikat hati saya. Karya Sapardji Djoko Damono, dengan judul Aku Ingin

`` Aku Ingin ``

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


Saya pribadi sepakat dengan beberapa pemaknaan terhadap puisi ini, dimana si-penulis ingin menunjukkan bahwa cinta itu sederhana, seperti kayu yang berkorban untuk api, seperti awan yang berkorban untuk hujan tanpa perlu mengungkapkan seberapa besar pengorbanan mereka, karena cinta bisa dibuat sederhana.

Sebuah puisi lain, saya menemukannya setelah browsing di google. Banyak blogger yang mengunduhnya, tapi saya belum menemukan sebenarnya puisi ini ditulis oleh siapa. Membaca puisi ini memiliki sensasi berbeda dengan puisi sebelumnya, puisi ini seperti mewakili perasaan seorang yang tengah berbunga-bunga jatuh cinta tapi cinta bukan hanya manis dan suka, ada duka didalamnya. 

matamu
keheningan di gegap gempita langit
merampungkan bahagia yang
akan tercipta lewat hujan
:airmata

laksana tirus
matamu merincis sarang
luka di dadaku yang menggenang
rancak jiwamu saat kuselisir
bersama rindu leburkan getir

"adakah yang lebih mantra
dari matamu yang menyulap
lukaluka menjadi gulagula?"

engkaulah bunga mewangi di mimpi
engkaulah nauangan ksatria tersesat
engkaulah peta segala tuju kekinian
engkaulah pelarut batu pada hatiku

namun aku melihatnya
sedih membaur bersama terista
di kelopak kembang matamu saat
selaksa bening intan berpijar
di reruntuhan payau airmatamu

ini dadaku
benamkan jingga di wajahmu
taburkan manikmanik luka
hingga melaung segala terista
:lesap bersama airmata 



Part yang paling saya suka adalah penggalan ini; "adakah yang lebih mantra, dari matamu yang menyulap lukaluka menjadi gulagula?" Tak terbayang bisa membuat sebuah kalimat indah semacam itu.

Satu lagi petikan kalimat yang menurut saya indah dalam sebuah makna kesederhanaan;

Kenapa selama ini orang praktis terlupa akan burung gereja, daun asam, harum tanah: benda-benda nyata, yang meskipun sepele, memberi getar pada hidup dengan tanpa cingcong? Tidakkah itu juga sederet rahmat, sebuah bahan yang sah untuk percakapan, untuk pemikiran, untuk puisi 
-seperti kenyataan tentang cinta dan mati?-
Goenawan Mohamad (Caping 2, h.27)



Makin Hobi Sepedaan

Sunday, April 21, 2013 4 comments
Udah hampir dua bulan ini saya jadi rutin sepedaan. Walaupun dua minggu terakhir gak seintens sebelumnya, gara-gara udah mulai padat dengan kepaniteraan, tapi semakin lama semakin jatuh cinta sama olah raga yang satu ini. Bisa dibilang sebenarnya saya ini tidak suka olahraga. Lari? Hmm boro-boro, dulu jaman sekolah selalu jadi yang paling bontot, sampai-sampai guru olahraga saya capek nungguin saya sampai di finish. Renang? Apalagi ini, gak bisa, cin. Pernah sih belajar benerang jaman SMP, tapi yang ada malah kulit saya gatal-gatal karena kolamnya ternyata gak terlalu bersih. Badminton dan tenis meja? Nah, kalau yang dua itu hobi banget. Sayangnya dua terakhir gak bisa dilakukan secara tunggal. Musti cari patner buat main. Adekku, boro-boro mau diajak main, dibayar mahal sekalipun buat jadi lawan mainku dia ogah kayaknya, hehe. 

Sampai, pada suatu hari yang cerah, saya menemukan soulmate saya, ahaha... sepeda federal milik bapak ternyata bisa saya gunakan. Bersepeda menjadi pilihan, karena: 1. ada sepedanya (ya iya. lah...) 2. bisa kemana aja yang kita pengen, 3. bisa dilakukan sendiri tanpa patner, jadi gak perlu bayar mahal adikku buat main tenis meja atau badminton, hehe. Pertamanya sih cuman puter-puter taman kantor depan rumah, sambil dengerin musik, wow.. aduhai deh. Berasa dunia milik sendiri. Sebenarnya, niatingsun-nya pengen mengimbangi diet dengan olahraga. Maklum, karena beberapa olahraga yang saya sebutkan tadi tidak bisa terealisasi, alhasil puter taman kantor 10x pakai sepeda dengan kayuhan yang agak cepat menjadi pilihannya. Lumayan berkeringat, kok. Bisa sambil menikmati semilir angin juga. Akhirnya bosen juga cuma putar-putar ditempat yang sama. Dengan niat sekuat baja, akhirnya saya memberanikan diri keluar komplek dan cari rute keliling kecamatan (muter-muterin Mlati, kecamatan wilayah tempat saya tinggal maksudnya, hehe). Ternyata eh ternyata bersepeda itu menyenangkan. Apalagi daerah tempat saya tinggal kalau ke arah utara (ke arah penampakan Gunung Merapi) jalannya menanjak, jadi cocok banget buat memicu pembakaran kalori dan kebugaran kardiovaskuler, dan yang paling aduhai, sepanjang kanan-kiri jalan masih banyak persawahan dan suara gemericik air pengairan sawah. 

Sekarang saya jadi ketagihan bersepeda. Minimal satu kali dalam seminggu, tiap weekend saya sempatkan untuk menjelajah dengan sepeda. Saat ini sih baru sekitar Palagan, Pendowoharjo, Donoharjo, dan Seyegan,  tapi tekat saya nanti tiap-tiap gang tikus sekalipun bakal saya jelajahi, hihihi (semoga ini gak OmDo ya pemirsa-pemirsa, alias Omong Doang, hehe).

Banyak pengalaman yang saya dapatkan setiap kali bersepeda. Sebagai biker's (gaya banget, atau istilah yang benar adalah cyclists) pemula, saya bener-bener katrok. Pernah suatu kali saya sedang asiknya mengayuh dan melenggang, tiba-tiba ada yang bersuara disamping kanan saya "Mariiii...," pas saya tengok ternyata sepasang bapak-ibu yang sedang bersepeda juga menyalip sambil menyapa. Sambil kaget dan menjawab sapaannya saya berfikir keras, itu tadi siapa ya, kayaknya gak kenal, deh. Hmm ya iya lah gak kenal, karena ternyata saya dianggap teman sesama biker's  dan sudah menjadi semacam "budaya" untuk saling sapa dengan sesama pengendara sepeda dijalan (ahahaha, tepok jidat). Semenjak itu kalau bertemu dengan biker's lain saya sudah dengan PD-nya senyum atau "manthuk-manthuk" sambil membunyikan bel, kring-kring..

Bersepeda bisa menjadi alternatif olahraga sekaligus hobi yang mnyenangkan, ini menurut pendapat saya. Selain itu, sepedaan juga bikin refresh dan meningkatkan mood, lho. Mengayuh sepeda beda banget sensasinya dengan jalan-jalan pakai motor (lho, gimana sih, jalan apa naek motor? kok jalan-jalan pakai motor?? hehe). Menurutku, jadi lebih bisa menikmati pemandangan dan menyelami suasana lingkungan yang sedang dilewati, seperti suara air yang mengalir, hembusan angin, udara pagi yang segar, bahkan kicauan burung. 
Yah, ternyata saya memang sukaaa bersepedaaa.. ^^ yuk dicoba juga.. 

Berikut beberapa foto hasil bidikan kamera hp (mohon maklum dengan hasil yang kurang optimal) selama sepedaan.. 

view Gunung Merapi yang selalu eksotis, pukul 05.00 pagi
Masih Gunung Merapi dari sudut lain
sawah , air, pohon dan langit menjadi perpaduan yang cantikk ^^, subhanAllah..
narsis dulu depan sepeda.. ^_~

Baca Komik Sentaro Membangkitkan Kenangan Lama

Sunday, April 14, 2013 4 comments
Angin badai dan hujan lebat membawaku "nongkrong" di tempat peminjaman komik. Oh memangnya masih ada? Jiahh pada tanya gitu pastinya. Di daerah Pogung, pusatnya kos-kosan anak UGM, seabrek fasilitas ada disana, mulai dari warung makan murah meriah, tukang jual pulsa di tiap sudut perempatan, jasa laundry dengan tarif yang pas dikantong, yang lebih pantas dibilang jasa tukang cuci, warnet, fotokopian, sampai tempat persewaan komik juga ada di Pogung. Udah lupa kapan tepatnya terakhir pinjam komik. Sebenarnya aku tidak terlalu suka baca komik, tapi dari pada gak jelas menunggu sesuatu, akhirnya aku mengiyakan ajakan teman untuk pinjam komik. Hari pertama pinjam sih tekad bulat cuma pinjam satu aja, yaitu Miiko. Ada yang suka baca Miiko? Jilid terakhir, 25 belum sempat baca, dan pas sekali ada di deretan seabrek komik. 

Eh, namanya juga hiburan, dimana-mana selalu menggoda, hari selanjutnya niatnya cuma mau mengembalikan si Miiko yang sebiji itu, tapiiii.. "Yena, ayo pinjem komik lagi. Mumpung besok weekend, pinjem aja yang banyak," temanku mulai membujuk. Tidak kepikiran mau pinjam komik apa, karena pengetahuanku soal komik benar-benar cetek, alhasil aku hanya mondar-mandir cuci mata tanpa tujuan. Tidak lama kemudian jreng-jreng, mata tertuju pada barisan komik berjudul Sentaro. Dulu, aku pernah di ojok-ojoki (duh, ni bahasanya campur aduk mowat mawut gak apa-apa, ya..) untuk baca Sentaro. Komik tentang kelinci bernama Sentaro dan pemiliknya, Baku. Ahahaha, kekalapan melanda diri saya pemirsa sekalian. Saya minum lima.. eh, saya pinjam lima, dan si mbak yang jaga memberi kabar gembira, "Mbak, ini komiknya pinjam 5 jadinya 2500, terus dapat gratis 1 mbak, silakan pilih satu lagi." Uwawww... spektakuler sekali, ya mata saya berbinar-binar. 

Ada yang suka baca Sentaro juga? Menurutku Sentaro ceritanya sederhana tapi sangat menghibur. Melahap enam buku ini dalam sekejab bikin saya terngiang-ngiang dengan kelinci-kelinci milik sahabatku dulu. Kalau masih ingat dengan postingku awal-awal blog ini, saya termasuk yang takut dengan kelinci, hingga akhirnya mulai menyukai dan mencoba "gak takut" dengan makhluk unyu itu semenjak sahabatku memelihara beberapa ekor kelinci. 

Memang kuakui, kelinci adalah hewan yang sangat lucu dan menggemaskan. Bulunya lembut, tingkahnya lucu dan pintar. Setelah baca Sentaro, benar-benar jadi teringat kala-kala sahabatku pelihara kelinci. Suka-dukanya, kejadian lucu sampai mendebarkan, semua sama dengan apa yang diceritakan dalam komik ini. Butuh ketelatenan dan kesabaran yang sangat tinggi jika ingin memelihara kelinci. Baku, pemilik Sentaro hanya tinggal berdua saja dengan Sentaro. Si kelinci dibiarkan berkeliaran bebas di dalam rumah, bahkan mereka suka tidur bersama. Mirip dengan sahabatku duluuu.. dia tinggal bersama dengan kelinci-kelincinya di sebidang kamar kost dan dia juga suka membiarkan kelincinya bebas kesana-kemari bermain. Baku juga sering kerepotan dan harus banyak mengalah pada Sentaro. Mulai dari Sentaro yang suka bikin berantakan rumah, Sentaro kelaparan, sampai Sentaro membuat ulah lucu karena ingin diperhatikan. Sama persis dengan yang dialami sahabatku dan kelincinya. Oh iya, nama kelinci kesayangan sahabatku; Kichi, Flapper dan Depper. 

Jujur aja, tadi sore waktu melahap habis komik Sentaro, aku hampir meneteskan air mata karena kangen dengan kelinci-kelinci sahabatku itu. Walaupun sampai ketiga kelinci itu sudah gak bersama lagi dengan sahabatku, aku belum terlalu berani berinteraksi dengan kelinci, tapi aku sekarang bisa merasakan seperti apa ikatan batin yang muncul antara kelinci dengan pemiliknya, antara hewan peliharaan dengan pemiliknya. Seperti halnya cerita Hachiko, hewan peliharaan yang diberi perlakuan baik dan penuh kasih sayang oleh pemiliknya akan bersikap manis dan setia melebihi kesetiaan pemiliknya, sekarang aku percaya itu.

Kichi, Depper, Flapper, we miss you.. Semoga kalian sehat-sehat dan bahagia dimanapun kalian berada..*__* Untuk mengobati kerinduan ini, saya sengaja mengupload beberapa foto Depper waktu saya dan sahabatku piknik bersama kelinci di hamparan rumput, taman kantor depan rumah...
depper diantara tumpukan clover

depper santai diantara rumput jarum

seonggok kelinci yang putiiihhh bersihh

depper makan rumput sepuasnya..

depper puas mengitari taman penuh rumput

depper, untu-unyu banget

Menulis Itu...

Wednesday, April 3, 2013 0 comments

Menulis untukku adalah hal yang sangat menyenangkan, sangat menggembirakan meski hanya aku yang tersenyum atau tersipu ketika berkali-kali kembali membaca tulisanku. Kata temanku, menulis adalah sebuah seni. Tepat sekali, menggoreskan setiap kata dalam sebuah tulisan menuntut daya khayal dan fantasi sehingga saat rangkaian kata itu selesai aku seperti masuk dalam pintu kemana saja milik Doraemon, hingga merasa berada pada setiap situasi yang berbeda... 

Menulis membuatku bisa menjaga emosi yang meluap-luap atau rasa kesal yang berlebihan.. semua akan redam saat aku mampu meluapkannya dalam tiap susunan kata dan kalimat. Hingga saat aku membacanya, aku merasa taka ada yang perlu diluapkan kembali selain mengenangnya sebagai sebuah pelajaran hidup..

seperti sebuah kutipan indah ini...

"writing is the ability to make a simple idea and make it as long and as complicated as possible"

Nikmatnya Bersepeda #1

Saturday, March 9, 2013 2 comments
Beberapa minggu terakhir saya sedang keranjingan olah raga. What? Ciyus? Hmm pada gak percaya, ya? Kira-kira tiga minggu yang lalu saya mulai gemar bersepeda lagi. Kenapa? Karena bersepeda memang salah satu olah raga favoritku, selain tenis meja dan badminton. Sebenarnya pengen latihan buat lari, tapi belum kuat, kalau ngayuh sepeda aku kuat, hehe. 

Buatku, bersepeda itu bukan sekedar olah raga, tapi juga pilihan refreshing yang murah, mudah dan menyenangkan. Sejauh ini sih trek bersepeda saya gak jauh-jauh dari rumah, malahan terkadang cuma putar-putar taman depan kantor bapakku. Kali ini saya ingin berbagi hasil jepretan iseng-iseng selama sepedaan, cekedot ya teman-teman.. hehe

lewat persawahan di timur Dusun Jongke
narsis dulu dengan background gunung merapi.. 
panorama pagi gunung merapi dari utara Dusun Jongke
trek sepedaan di lingkungan kantor BKN Jogja..
Lain kali saya akan berbagi mengenai manfaat bersepeda secara rutin,, ditunggu ya..
Yuk sepedaan.. ^^

Venus Find True Love

Tuesday, February 5, 2013 2 comments
First Love
Hati menuntun venus pada sebuah getaran unik..
Mars memancarkan sebuah kekaguman yang terselip
Hingga kami saling mengenal dan menjalin persahabatan
Venus bahagia setiap kali sembunyi-sembunyi mengamatinya
Mars kembali mengirimkan sinyal bertanda positif
Tapi.. senyum venus menipis perlahan terhapus
Sinyal itu berbalut title persahabatan, hanya persahabatan
Venus tak berani kembali menyapa..
Menyapa si-pembuat hatinya terus berbunga cinta
Mars tetap menjadi sosok mengagumkan bagi venus
Mars tetap menjadi bagian yang tak terlupakan bagi venus
Hingga.. Venus menganugerahkan title "first love" untuknya..
Menganugerahkan? Terdengar terlalu songong.. tapi.. 
Cinta pertama venus, cinta yang tak berpihak, cinta yang bermula dari sebuah kekaguman kecemerlangan kepintarannya, cinta pada pertama kali menatapnya, cinta yang membuat hari-harinya bersemangat meraih asa, cinta yang mengajarkannya kepahitan di balik label cinta, cinta yang pada akhirnya menorehkan luka yang menjadikan venus bangkit dan berusaha meninggalkannya dalam sebuah embel-embel cinta pertama..



Find Someone
Mencintai seseorang adalah hal yang mudah
Namun, menemukan seseorang yang juga mencintaimu.. tidaklah mudah
Hingga.. Dia, bisa menerima segala kekurangan venus diatas segala perbedaan..
Venus mulai memancarkan cahayanya
Venus merasa menemukan jati dirinya..
Venus begitu bersyukur dipertemukan dengannya
Hitungan tahun membuat venus lebih mengerti arti saling mencintai
Bukan karena dia mencontohkannya
Justru karena sebaliknya
Bukan juga karena dia menorehkan luka yang begitu dalam
Tapi dia membuat venus tersadar bahwa venus bukanlah yang baik baginya dan sebaliknya
Venus putus asa, karena venus tak mampu membuatnya lebih berharga..
Seperti ungkapan bahwa cinta seharusnya membaikkanmu
Tidak dengan venus padanya..
Venus menyerah tak mampu membaikkannya.. dan sebaliknya



Venus berterimakasih padanya telah mengantarkan venus untuk tau tentang arti cinta yang sebenar-benarnya, bukan cinta monyet, bukan cinta karena harta, bukan cinta yang berfokus pada kekurangannya saja, bukan cinta dibalik sebuah kejahatan lainnya. Tapi sayang sekali bukan pula cinta yang bisa saling membaikkan antara mereka.. Venus mengakhiri semua tentangnya, dengannya. Berharap venus dan dia bisa menemukan seseorang yang nantinya akan saling membaikkan. Sungguh berterimakasih padanya karena telah menerima venus selama hampir empat hitungan tahun.



True Love
Waktu tidak dapat menipu
Waktu menuntun venus terus bergerak..
Venus yang telah sendiri kini berintrospeksi
Memperbaiki diri agar lebih layak..
Layak menemukan soulmatenya..
Soulmate yang akan membaikkannya dan menjadikannya seseorang paling spesial
Soulmate yang menganggap venus juga soulmate baginya
Someday..
True love don't need make up to cover up..
True love doesn't come by finding the perfect person but by learning to see an imperfect person perfectly
True love doesn't have a happy ending, but true love has no ending..




Tragedi Xperia Active Berakhir di Tumpukan Beras

Saturday, February 2, 2013 2 comments
Seminggu yang lalu, kira-kira pukul 8 malam rumah mendadak sepi dan hening. Biasanya saya dan adek heboh sendiri di rumah, teriak-teriak-lah, ketawa-ketawa gak jelas tapi kali ini semua terdiam. Semua berawal dari kelakuan aneh adek saya sepulang dari sholat magrib di masjid. Tiba-tiba pengen menguji ketangguhan android kesayangannya, xperia active (XA). Segelas besar air siap menjadi tempat berendam si tangguh xperia active. Seperti biasa, instinct wanita yang cerewet selalu muncul disaat yang tepat, "wes to, Dek.. ora usah aneh-aneh, ojo nyobo-nyobo rak cetho barang! (dalam bahasa Indonesia: sudah lah, Dek, gak usah aneh-aneh, gak usah mencoba-coba hal yang gak jelas, deh)." Seperti biasa juga, kengeyelan adik saya gak pernah ada matinye.. "Halah, rapopo, Mbak, iki meh ngetes. (Halah, sudah lah Mbak, gak apa-apa, ini mau mengetes ketangguhannya)"

Smartphone yang dibeli adik memang menawarkan fasilitas out bond, mulai tahan debu dan air, tahan banting, hingga tahan dengan goresan apapun. Bahkan iklannya di youtube menampilkan kekejaman terhadap jenis smartphone ini, hehe mulai di palu sampai gores pisau, dan hasilnya baik-baik saja. Inilah salah satu alasan adekku mupeng banget sama ni hape, sampai-sampai waktu itu dia rela beli second'an hape ini dengan harga yang cukup tinggi. Gara-garanya keinginannya buat memiliki hape ini telat, alhasil barang baru udah gak keluar lagi, dan parahnya ni hape jarang banget di jual di counter-counter hape se Jogja. Agan di Kaskus menyelamatkan mimpi adek saja. Mimpinya pun happy ending. Sayang seribu sayang, malam itu dia mabok teh kayaknya.

Akhirnya saya yang terpaksa membiarkan dia menguji adrenalin si tangguh XA dilibatkan untuk mengambil foto saat XA mulai diving, hehe. Jpret.. Jpret.. kira-kira 1 menit, angkat. Yak, saudara-saudara sebangsa dan setanah air.. kepintaran dan ketangguhan XA malam ini rupanya sedang libur. Touch screen mati, cin. Hape masih bisa nyala tapi touch screen mati. Kami diam dan lemas. Kalau diingat-ingat muka adekku saat itu benar-benar pucat dan konyol, dia kebingungan, bow. Setelah lihat jam, pukul 8, saya langsung minta dia membawa XA ke tukang servis. 

hasil diving xperia active, hehe


Singkat cerita XA bisa diselamatkan tapi yang menyedihkan dan mengecewakan adalah beberapa area (hmm,, 3/4 area) layar LCD XA masih dipenuhi air. Menurut bapak yang menservis sih gak apa-apa, tapi penampakan layarnya jadi gimanaaa getoo.. aneh dan tampak gak smart lagi ni smartphone. Kalau sudah begini, mbah google beraksi. Nemu cara aneh untuk mengatasi LCD yang terkena air, dengan merendamnya dalam beras. Mulanya kami ragu untuk mencoba cara ini, soalnya gak tahu teori ilmiahnya. Tapi aku teringat juga pengalamanku menyimpan alat-alat kedokteran gigi berupa bur logam. menyimpan bur logam sangatlah rentan korosi. Jika tidak benar-benar kering, bur yang disimpan dalam tempat tertutup akan segera mengalami korosi. Daari beberapa orang disarankan untuk meletakkan beras dalam tempat penyimpanan bur, dan hasilnya benar, bur-bur logam saya tidak lagi berkarat. 



Rupanya beras memiliki sifat menyerupai silika gel, yaitu memiliki daya serap tinggi terhadap air dan kelembapan. Dengan sedikit ragu, kami mencobanya. Merendam XA dalam beras, hasilnya? Hmm,, hari pertama kami tercengang, bukan karena ada titik cerah, tapi penampakan air dalam layar LCD justru menyebar tidak beraturan. Kya... Hari kedua kami tetap mencoba merendamnya, hasilnya, waw, spektakuler. Hari ke tiga, hampir 90% air dalam LCD hilang dan layar hape adikku pulih kembali. Terimakasih Mr. Beras!! ^^ Lega.. 

Pelapis Lilin pada Buah Apel dan Pear

Friday, February 1, 2013 2 comments
Beberapa hari terakhir saya sedang gencar-gencarnya mengkonsumsi banyak buah dan sayuran. Buah yang sering muncul di rumah akhir-akhir ini adalah apel malang. Buah yang satu ini sempat menjadi "eksklusif" gara-gara harganya yang selangit dan jauh dibandingkan buah import, hmm sedih sekali. Dasarnya orang Indonesia, giliran apel lokal lebih mahal dibanding apel import jadilah tetep yang di beli yang murah. Padahal banyak petani lokal yang menggantungkan hidupnya sama hasil perkebunan apel juga, kan (mulai gak fokus ni pembicaraan.. hehe).

Nah, kebiasaan saya adalah memakan buah apel beserta kulit-kulitnya. Kulit dari buah apel itu sendiri banyak manfaatnya, memiliki kandungan antioksidan berupa quercetin dan bioaktivitas yang lebih tinggi dibandingkan buahnya (hmm tapi ya gak juga buahnya dibuang terus kulitnya aja yang dimakan, jangan ya.. hehe). Sebenarnya sudah dari beberapa waktu lalu tahu kalau dalam buah apel dan pear yang biasa kita beli di pasaran sering dilapis lilin entah oleh siapa yang tujuannya membuat buah lebih awet di pasaran nantinya. Apakah ini termasuk tindak kecurangan atau bukan? Entahlah. Niatnya konsumsi buah untuk kesehatan tapi malah "diracuni". Dua hari pertama makan apel tiap hari langsung babat aja sekulit-kulitnya, sebiji-bijinya, sepohon-pohonnya, hehehe karena berfikir ini kan apel lokal, masak iya dilapis lilin juga?? Kreasss kreasss.. lepp lepp.. Ckck.. Hari ke tiga iseng ambil pisau lalu kerok perlahan permukaan kulitnya dan... pemirsa sekalian, spektakuler.. ada lapisan lilinnya, cin.. Jadi mungkin apel yang saya makan dua hari pertama itu kulitnya bukan mengandung antioksidan tapi overoksidan, ya. 


Sebenernya sempet ketemu dengan artikel yang membahas soal asal-muasal lapisan lilin pada buah segar ( http://health.detik.com/read/2010/02/08/110709/1294968/766/amankah-pengawet-lilin-pada-buah-buahan ) yang ternyata si-pelapis lilin untuk buah atau sayur terbuat dari bahan yang aman. Eits, tapi apa iya bahan pelapisnya kalau yang bikin orang Indonesia tetap aman? Bukan bermaksud underestimate sama buah-buahan lokal, tapi tau sendiri kan kecurangan-kecurangan yang bayak diliput di acara semacam Investigasi itu, serem..

Tidak perlu khawatir, karena ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebelum buah tersebut dikonsumsi. Untuk keamanan lebih baik mencuci buah dalam air hangat untuk meluruhkan lapisan wax-nya atau mengupas kulitnya jika tetap ragu. Mencuci buah pada air yang mengalir lebih dianjurkan, sista. Sebenarnya mengkorek lapisan lilin pada buah bisa juga dilakukan, tapi cara tersebut kurang efektif, so bisa diganti dengan merendamnya dalam larutan garam. Selamat mencoba.. Jangan sampai tujuan kita ternodai gara-gara ulah pihak yang tidak bertanggung-jawab ya, friends.

Sulam Rantai "Mr.Owl" untuk si Miro

Saturday, January 26, 2013 2 comments
Seneng deh rasanya hari ini. Akhirnya project (ce ileee project) sulaman yang udah lamaaa sekali terbengkelai bisa terselesaikan. Sulaman tempat hape bentuk burung hantu ini sebenarnya udah selesai 80% dari berbulan-bulan yang lalu, tapi finishingnya gak jadi-jadi, heran deh. Malahan tadinya udah pesimis bakal jadi nih sulaman. Selain gara-gara faktor waktu dan rasa malas, adaa aja hambatannya. Mulai dari koleksi jarum sulam seabrek yang hilang lenyap entah kemana, bingung mau di gimanain finishingnya, hape yang tadinya mau dibuatkan sarungnya malah sudah tidak ditangan lagi, dannn seabrek alasan manusia lainnya, hehe. 

Kemaren bertekad bulat pergi ke toko 96 beli jarum sulam, dan hari ini kuatkan hati buat nyelesaikan ni sulaman. Ternyata benar-benar hanya kurang perekatannya saja karena desain sulaman sudah selesai dibuat. Lebih seneng lagi waktu akhirnya nyobain ni sarung hape untuk menyarungi (bahasa yang aneh, ya.. hehe) hape baru ane, xperia miro (pamer.. pamer..) yang emang belum ada soft jacketnya, dan hasilnya pas.. hmm pas gak ya? Pas sih, cuma kurang tinggi dikit, tapi tidak mengapa, malahan bisa liat LED notifikasinya gara-gara ni sarung kekecilan (hehe alasan lagee si doi)..

sarung hape bentuk owl..
teknik sulam rantai dengan jenis benang sulam yang cukup tebal dan halus
Miro bilang "lindungi aku ya owl.. " 
Gimana? Lucu gak ni Mr Owl? Hasilnya emang gak terlalu rapih, sih.. tapi seneng bisa menyelesaikan sulaman ini.. yiihaaa..

Jaman Jadul

0 comments
Gara-gara beberapa waktu lalu adekku upload foto keluarga jaman dia masih unyu-unyu gitu, aku juga jadi pengen pamer foto jadul jaman masih unyu, nih (halah, emangnya unyu?? gleggg). Kalau liat foto masa lalu, (ya elah.. masa lalu? kayak hal suram aja) jadi kangen dengan semua hal dimasa kecil. Masa kecil adalah masa yang sangat membahagiakan. Btw, para penonton baik di rumah maupun di studio (lhaa) pada punya foto masa kecil juga, gak? Nih saatnya aku yang unjuk kenarsisan masa kecilku, ya..

foto di kereta, perjalanan ke Surabaya dengan keluarga
Kalau gak salah itu waktu aku umur 10 tahun dan yang cowo kecil unyu itu adikku umur 3 tahun, pertama kalinya naik kereta, perjalanan ke Surabaya sama keluarga. Ibu ngantuk-ngantuk tapi diajakin foto, jadinya merem deh posenya. Jadi keinget, ternyata potongan rambutku pernah berponi juga, soalnya selama ini aku merasa gak pernah punya poni mulai aku sekolah dasar, hehe
di rumah simbah Kebumen
Foto di rumah simbah Kebumen, 17 tahun yang lalu, ya ampun lamaaa sekali.. long long time ago. Dulu, setiap kami libur sekolah selalu menyempatkan datang nengok simbah di Kebumen. Simbahku ini kolektor foto keluarga. Semua foto cucunya dipajang di tiap sudut rumah. Kedua foto yang ku upload ini saja diambil dari kamera analog milik simbahku. Pokoknya simbahku terkenal jadi fotografer keluarga deh dulu itu, hehe. 
pose di depan rumah barengan motor kesayangan
Foto terakhir diambil waktu aku duduk di bangku SMA. Ini lagi heboh suka foto gara-gara aku di kasih kado kamera analog sama ibu saat ulang tahun ke 17.  Sekarang depan rumah udah gak ada "tetean"-tanaman sejenis rumput yang biasa digunakan sebagai pagar orang-orang di pedesaan. Ya ampun aku masih langsing tu gak kayak sekarang, ampuuunn deh.

Hmm.. jadi kangen almarhum ibu.. *__* Semoga beliau diterima disisi Allah SWT, amin
Adikku? Sekarang udah 18 tahun, sudah kuliah, semoga Valen sukses selalu dan tercapai cita-citanya kelak, amin..

Suka (Banget) Sama Pepaya

0 comments
Buah yang satu ini cukup sering ada di rumah. Selain karena harganya yang relatif murah, kami sekeluarga juga sangat favorit dengan si buah pepaya. Buah favorit Pak Christoper Colombus ini kalau disajikan dingin makin enak dan segar. Tidak semua orang sepertinya suka atau doyan dengan buah pepaya. Beberapa temanku menganggap buah yang mengandung antioksidan ini kurang enak dan merusak selera karena baunya yang khas dan agak langu. Teksturnya sendiri juga lembek-lembek gimana gituu, tapi entah kenapa aku suka-suka aja ma ni buah. 

buah pepaya laziz pisan euy..
Kalau menurut beberapa literatur, disebutkan manfaat pepaya seabrek, man! Paling populer, sih sebagai bahan produk kecantikan. Dari mulai shampo, sabun, masker, lulur, semua ada yang dibuat dari pepaya. Soalnya si buah tropis ini memang dipercaya mampu mengatasi ketombe, menghaluskan dan mencerahkan kulit, menghilangkan jerawat, membuka pori-pori kulit dan melarutkan sel-sel mati (ouch, aku dah makan banyak-banyak pepaya tapi kok belum kinclong, ya? hehe). 

Keluarga kami begitu "tergila-gila" dengan buah asal Meksiko ini karena pepaya juga mampu mengatasi masalah pencernaan terutama konstipasi (ups). Eit, tapi emang bener banget kok kalau sedang mengalami konstipasi, dan enggan mengkonsumsi obat pencahar, mending beli pepaya banyak-banyak, guys. Dijamin dalam beberapa hari masalah konstipasi akan teratasi. Hal itu dikarenakan kandungan enzim papain dalam pepaya yang merupakan enzim pencernaan alami yang mampu mengatasi sembelit.

Sumber lain mengetakan manfaat lain buah pepaya adalah mengatasi morning sick pada wanita hamil. Dengan mengkonsumsi secara teratur buah pepaya dapat mengatasi rasa mual pada wanita hamil. Kalau yang satu ini belum tahu kebenarannya, soalnya belum pernah hamil, xixixi.

Untuk yang ingin mengkonsumsi buah bernama latin Carica, tapi tidak suka dengan bau atau rasanya mungkin bisa coba tips dari pakdeku. Dia suka mengucurkan perasan jeruk nipis diatas pepaya yang telah dikupas dan dipotong kecil-kecil, lalu menaburkan gula pasir. Simpan dalam kulkas hingga benar-benar dingin, barulah disantap (slrppp seger banget kayaknya, hehe). Mungkin dengan begitu rasanya akan lebih bisa diterima.

Bintang-Bintangku Terbang Jauh ke Medan

Thursday, January 17, 2013 0 comments


Tidak disangka-sangka beberapa hari yang lalu 1500 pcs bintang-bintang cute ini terbang jauh ke Medan. Seneng, deh ada seseorang yang memesan bintang-bintang buatanku ini dipakai sebagai pernik-pernik untuk melengkapi kado kejutan ulangtahun. Semoga sipemesan sebut saja Mr Star gak kecewa, dan sahabatnya yang ulang tahun juga suka menerima kejutan ulangtahunnya yang "mungkin" terselip diantara taburan bintang ini.. ^^v

Ontime = Menghargai dan Menghormati Orang lain

Tuesday, January 15, 2013 2 comments
Hal apa yang menurutmu paling menyebalkan? Buatku, menunggu adalah salah satu hal yang menyebalkan. Mulai dari goyang-goyang kaki, mondar-mandir gak jelas, bolak-balik nengok hape, ngomel-ngomel sendiri, sampe manyunin bibir semaju-majunya, semua itu akibat menunggu. Menunggu disini konteksnya bukan menunggu kepastian cinta, lho (hehehehe... ). Menunggu dalam rangka janjian ma orang atau menunggu kedatangan sesuatu misalnya kereta, bus atau angkot gitu contohnya. 


Tidak ada asap kalau tidak ada api, tidak ada akibat kalau tidak ada sebab. Kalau yang diajak janjian tepat waktu, kalau yang ditunggu datang sesuai jadwal, maka kegiatan menunggu gak perlu dialami, iya kan? Ceritanya lagi emosi, ya? Kalau ingat beberapa pengalaman menunggu gara-gara subyek yang ditunggu gak ontime terkadang jadi kesel sendiri. 

Walaupun aku bukan pribadi yang tanpa cela, tapi aku punya prinsip untuk  berusaha selalu tepat waktu apalagi kalau berhubungan dengan orang lain. Soalnya udah ngalamin sendiri kalau nunggu kelamaan tu sangat-sangat gak menyenangkan. Janjian jam 10, karena ingin menghargai pertemuan itu aku sengaja datang lebih dahulu agar memberi kesan yang baik. Eitzzzz... 10.10 ckck... Oh mungkin baru dijalan. Pukul 10.30 berlalu.. Kepala udah mulai pegel nengok kanan-kiri gak ada pencerahan. Sampai 10.50, ohh cek hape, mungkin yang diajak janjian menghubungi, terlambat karena terjadi sesuatu. Nol, gak ada sms ataupun panggilan tak terjawab. Mulai menggerutu sendiri sambil berprasangka buruk, kemana ni orang? Lupa? terjadi sesuatu? Akhirnya pukul 11.10, datang? Oh, belum.. 11.10 aku memutuskan menghubunginya, tidak ada jawaban. Kyaaaa.. mulai menggila,, akhirnya pasrah saja sambil bibir manyun maksimal. 

Lanjut nih ceritanya belum happy ending, guys. Sampai akhirnya 1,5 jam kemudian berlalu serasa 1,5 abad. Orang yang ku tunggu datang juga. Tau gak? Tau gak? Bahkan orang tersebut tidak meminta maaf atau memberikan alasannya sedikitpun mengapa ia terlambat. Cetarrr membahana aw aw aw...

Lain hari lain ceritanya. Kali ini ada seorang teman yang meminta bantuan untuk mencetak pasien. Ikut-ikutan juragan kelinci di blog tetangga yang suka memberi nama samaran pada tokoh ceritanya, sebut saja pasien ini bernama Soimah. Soimah punya kebiasaan datang terlambat kalau janjian kontrol gigi. Terpengaruh bujukan setan, kali ini aku berniat datang terlambat karena gak mau terlalu lama menunggu Soimah dan jadi bete sendiri. Sampai pada akhirnya niatku itu terealisasi, dijalan aku mendapat kabar kalau Soimah ternyata sudah ada di TKP. Watauuu akhirnya kelabakan dan ngebut dengan kecepatan 60 km/jam (dimana letak ngebutnya??hehe itu dah ngebut buatku, prend). Niat buruk dikalahkan oleh kebiasaan buruk rupanya. Soimah buru-buru pulang dan akhirnya aku yang datang 10 menit lebih lambat dari waktu janjian, gak jadi mencetak gigi Soimah. 

Dua cerita ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagiku. Aku akan selalu berusaha tepat waktu dalam kondisi apapun. Menepati waktu janjian adalah caraku menghormati dan menghargai kepentingan orang lain, tidak peduli orang itu punya prinsip yang sama dengan ku atau sebaliknya. Good Luck, Yena.. ^^v

my favorite song