Showing posts with label informasi. Show all posts
Showing posts with label informasi. Show all posts

"Buanglah Sampah pada Tempatnya", Edisi Kehebatan Ibu

Saturday, September 14, 2013 2 comments
#4

Taukah bahwa orang tua, terutama ibu memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pola kebiasaan anaknya? Masih soal kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Tidak bosan-bosannya saya memposting mengenai kebiasaan baik ini. Orang Indonesia sepertinya masih sangat rendah kesadarannya dalam membuang sampah pada tempatnya. Kalau diamat-amati, ini menyangkut kebiasaan dalam keluarga juga. Beberapa kali saya menemui keluarga yang sedang piknik atau jalan bersama-sama sementara ibunya atau ayahnya cuek bebek main buang sampah sembarangan dan perilaku tersebut dilihat oleh anak-anaknya. Lalu siapa yang akan menjadi tauladan si anak kalau bukan orang tuanya. Kalau orang tuanya saja perilakunya menyimpang, ya wajar saja jika anak mengikutinya.

Oleh karenanya ibu yang memiliki tanggung jawab dalam mendidik putra-putrinya menjadi salah satu kunci dalam membiasakan hal-hal baik dari hal kecil semacam kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan. Dimulai dari diri sendiri secara otomatis keluarga akan mencontoh kebiasaan baik tersebut..

Salam hidup bersih dan sehat, para Bunda yang hebat.. ^^v



Tragedi Xperia Active Berakhir di Tumpukan Beras

Saturday, February 2, 2013 2 comments
Seminggu yang lalu, kira-kira pukul 8 malam rumah mendadak sepi dan hening. Biasanya saya dan adek heboh sendiri di rumah, teriak-teriak-lah, ketawa-ketawa gak jelas tapi kali ini semua terdiam. Semua berawal dari kelakuan aneh adek saya sepulang dari sholat magrib di masjid. Tiba-tiba pengen menguji ketangguhan android kesayangannya, xperia active (XA). Segelas besar air siap menjadi tempat berendam si tangguh xperia active. Seperti biasa, instinct wanita yang cerewet selalu muncul disaat yang tepat, "wes to, Dek.. ora usah aneh-aneh, ojo nyobo-nyobo rak cetho barang! (dalam bahasa Indonesia: sudah lah, Dek, gak usah aneh-aneh, gak usah mencoba-coba hal yang gak jelas, deh)." Seperti biasa juga, kengeyelan adik saya gak pernah ada matinye.. "Halah, rapopo, Mbak, iki meh ngetes. (Halah, sudah lah Mbak, gak apa-apa, ini mau mengetes ketangguhannya)"

Smartphone yang dibeli adik memang menawarkan fasilitas out bond, mulai tahan debu dan air, tahan banting, hingga tahan dengan goresan apapun. Bahkan iklannya di youtube menampilkan kekejaman terhadap jenis smartphone ini, hehe mulai di palu sampai gores pisau, dan hasilnya baik-baik saja. Inilah salah satu alasan adekku mupeng banget sama ni hape, sampai-sampai waktu itu dia rela beli second'an hape ini dengan harga yang cukup tinggi. Gara-garanya keinginannya buat memiliki hape ini telat, alhasil barang baru udah gak keluar lagi, dan parahnya ni hape jarang banget di jual di counter-counter hape se Jogja. Agan di Kaskus menyelamatkan mimpi adek saja. Mimpinya pun happy ending. Sayang seribu sayang, malam itu dia mabok teh kayaknya.

Akhirnya saya yang terpaksa membiarkan dia menguji adrenalin si tangguh XA dilibatkan untuk mengambil foto saat XA mulai diving, hehe. Jpret.. Jpret.. kira-kira 1 menit, angkat. Yak, saudara-saudara sebangsa dan setanah air.. kepintaran dan ketangguhan XA malam ini rupanya sedang libur. Touch screen mati, cin. Hape masih bisa nyala tapi touch screen mati. Kami diam dan lemas. Kalau diingat-ingat muka adekku saat itu benar-benar pucat dan konyol, dia kebingungan, bow. Setelah lihat jam, pukul 8, saya langsung minta dia membawa XA ke tukang servis. 

hasil diving xperia active, hehe


Singkat cerita XA bisa diselamatkan tapi yang menyedihkan dan mengecewakan adalah beberapa area (hmm,, 3/4 area) layar LCD XA masih dipenuhi air. Menurut bapak yang menservis sih gak apa-apa, tapi penampakan layarnya jadi gimanaaa getoo.. aneh dan tampak gak smart lagi ni smartphone. Kalau sudah begini, mbah google beraksi. Nemu cara aneh untuk mengatasi LCD yang terkena air, dengan merendamnya dalam beras. Mulanya kami ragu untuk mencoba cara ini, soalnya gak tahu teori ilmiahnya. Tapi aku teringat juga pengalamanku menyimpan alat-alat kedokteran gigi berupa bur logam. menyimpan bur logam sangatlah rentan korosi. Jika tidak benar-benar kering, bur yang disimpan dalam tempat tertutup akan segera mengalami korosi. Daari beberapa orang disarankan untuk meletakkan beras dalam tempat penyimpanan bur, dan hasilnya benar, bur-bur logam saya tidak lagi berkarat. 



Rupanya beras memiliki sifat menyerupai silika gel, yaitu memiliki daya serap tinggi terhadap air dan kelembapan. Dengan sedikit ragu, kami mencobanya. Merendam XA dalam beras, hasilnya? Hmm,, hari pertama kami tercengang, bukan karena ada titik cerah, tapi penampakan air dalam layar LCD justru menyebar tidak beraturan. Kya... Hari kedua kami tetap mencoba merendamnya, hasilnya, waw, spektakuler. Hari ke tiga, hampir 90% air dalam LCD hilang dan layar hape adikku pulih kembali. Terimakasih Mr. Beras!! ^^ Lega.. 

Pelapis Lilin pada Buah Apel dan Pear

Friday, February 1, 2013 2 comments
Beberapa hari terakhir saya sedang gencar-gencarnya mengkonsumsi banyak buah dan sayuran. Buah yang sering muncul di rumah akhir-akhir ini adalah apel malang. Buah yang satu ini sempat menjadi "eksklusif" gara-gara harganya yang selangit dan jauh dibandingkan buah import, hmm sedih sekali. Dasarnya orang Indonesia, giliran apel lokal lebih mahal dibanding apel import jadilah tetep yang di beli yang murah. Padahal banyak petani lokal yang menggantungkan hidupnya sama hasil perkebunan apel juga, kan (mulai gak fokus ni pembicaraan.. hehe).

Nah, kebiasaan saya adalah memakan buah apel beserta kulit-kulitnya. Kulit dari buah apel itu sendiri banyak manfaatnya, memiliki kandungan antioksidan berupa quercetin dan bioaktivitas yang lebih tinggi dibandingkan buahnya (hmm tapi ya gak juga buahnya dibuang terus kulitnya aja yang dimakan, jangan ya.. hehe). Sebenarnya sudah dari beberapa waktu lalu tahu kalau dalam buah apel dan pear yang biasa kita beli di pasaran sering dilapis lilin entah oleh siapa yang tujuannya membuat buah lebih awet di pasaran nantinya. Apakah ini termasuk tindak kecurangan atau bukan? Entahlah. Niatnya konsumsi buah untuk kesehatan tapi malah "diracuni". Dua hari pertama makan apel tiap hari langsung babat aja sekulit-kulitnya, sebiji-bijinya, sepohon-pohonnya, hehehe karena berfikir ini kan apel lokal, masak iya dilapis lilin juga?? Kreasss kreasss.. lepp lepp.. Ckck.. Hari ke tiga iseng ambil pisau lalu kerok perlahan permukaan kulitnya dan... pemirsa sekalian, spektakuler.. ada lapisan lilinnya, cin.. Jadi mungkin apel yang saya makan dua hari pertama itu kulitnya bukan mengandung antioksidan tapi overoksidan, ya. 


Sebenernya sempet ketemu dengan artikel yang membahas soal asal-muasal lapisan lilin pada buah segar ( http://health.detik.com/read/2010/02/08/110709/1294968/766/amankah-pengawet-lilin-pada-buah-buahan ) yang ternyata si-pelapis lilin untuk buah atau sayur terbuat dari bahan yang aman. Eits, tapi apa iya bahan pelapisnya kalau yang bikin orang Indonesia tetap aman? Bukan bermaksud underestimate sama buah-buahan lokal, tapi tau sendiri kan kecurangan-kecurangan yang bayak diliput di acara semacam Investigasi itu, serem..

Tidak perlu khawatir, karena ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebelum buah tersebut dikonsumsi. Untuk keamanan lebih baik mencuci buah dalam air hangat untuk meluruhkan lapisan wax-nya atau mengupas kulitnya jika tetap ragu. Mencuci buah pada air yang mengalir lebih dianjurkan, sista. Sebenarnya mengkorek lapisan lilin pada buah bisa juga dilakukan, tapi cara tersebut kurang efektif, so bisa diganti dengan merendamnya dalam larutan garam. Selamat mencoba.. Jangan sampai tujuan kita ternodai gara-gara ulah pihak yang tidak bertanggung-jawab ya, friends.

Fly High (Tutorial Origami Burung)

Sunday, January 27, 2013 4 comments
Jauh sebelum kepingin bikin bintang-bintang kertas yang postingannya beberapa waktu lalu sudah diluncurkan, saya pengen banget bisa bikin origami burung-burungan ala Jepang. Dulu jaman SMA ada seorang teman yang sengaja bikin dengan ukuran yang sangat mini lalu dikumpulkan dalam sebuah toples kaca, colourfull, bagus banget. Gak tau ya kalau buat orang lain itu biasa aja, tapi buatku hal-hal kayak begitu sangatlah menarik. 

Pengalaman sulit menemukan tutorial yang jelas untuk bikin origami burung dikarenakan langkah-langkahnya cukup banyak, dan karena request juragan blog tetangga, saya mencoba untuk menunjukkan tutorial pembuatannya, semoga cukup jelas dan bisa diikuti..

lanjutt..
lanjutt..
the last..

Gimana pemirsa dan pendengar sekalian? jelas kan? apa? gak jelas? OMG.. ckckck, hehe
Selamat mencoba, ya..


Panorama Pantai Pok Tunggal Gunungkidul

Saturday, January 26, 2013 0 comments
Terus terang saya belum pernah ke pantai yang satu ini, Pantai Pok Tunggal namanya. Cuma dengan cerita dari adik yang beberapa minggu lalu piknik dengan teman-teman kartografi UGM ke salah satu pantai di wilayah Gunungkidul. Gunungkidul memang tersohor dengan banyaknya pantai dan eksotisme alamnya. Hasil jepretan dari sudut pantai bernama Pok Tunggal ini mungkin bisa menginspirasi perjalanan wisata anda-anda sekalian. Dan... saya bertekad suatu saat nanti juga akan menapakkan kaki di pantai yang cantik jelita ini..

pasir putih..
ada payung-payung di sepanjang bibir pantai
dijaga TETAP BERSIH ya sobat.. ^^
let's go there..  <3 <3

gambar diambil dengan kamera Kodak Pro-DSLR Z981

Suka (Banget) Sama Pepaya

0 comments
Buah yang satu ini cukup sering ada di rumah. Selain karena harganya yang relatif murah, kami sekeluarga juga sangat favorit dengan si buah pepaya. Buah favorit Pak Christoper Colombus ini kalau disajikan dingin makin enak dan segar. Tidak semua orang sepertinya suka atau doyan dengan buah pepaya. Beberapa temanku menganggap buah yang mengandung antioksidan ini kurang enak dan merusak selera karena baunya yang khas dan agak langu. Teksturnya sendiri juga lembek-lembek gimana gituu, tapi entah kenapa aku suka-suka aja ma ni buah. 

buah pepaya laziz pisan euy..
Kalau menurut beberapa literatur, disebutkan manfaat pepaya seabrek, man! Paling populer, sih sebagai bahan produk kecantikan. Dari mulai shampo, sabun, masker, lulur, semua ada yang dibuat dari pepaya. Soalnya si buah tropis ini memang dipercaya mampu mengatasi ketombe, menghaluskan dan mencerahkan kulit, menghilangkan jerawat, membuka pori-pori kulit dan melarutkan sel-sel mati (ouch, aku dah makan banyak-banyak pepaya tapi kok belum kinclong, ya? hehe). 

Keluarga kami begitu "tergila-gila" dengan buah asal Meksiko ini karena pepaya juga mampu mengatasi masalah pencernaan terutama konstipasi (ups). Eit, tapi emang bener banget kok kalau sedang mengalami konstipasi, dan enggan mengkonsumsi obat pencahar, mending beli pepaya banyak-banyak, guys. Dijamin dalam beberapa hari masalah konstipasi akan teratasi. Hal itu dikarenakan kandungan enzim papain dalam pepaya yang merupakan enzim pencernaan alami yang mampu mengatasi sembelit.

Sumber lain mengetakan manfaat lain buah pepaya adalah mengatasi morning sick pada wanita hamil. Dengan mengkonsumsi secara teratur buah pepaya dapat mengatasi rasa mual pada wanita hamil. Kalau yang satu ini belum tahu kebenarannya, soalnya belum pernah hamil, xixixi.

Untuk yang ingin mengkonsumsi buah bernama latin Carica, tapi tidak suka dengan bau atau rasanya mungkin bisa coba tips dari pakdeku. Dia suka mengucurkan perasan jeruk nipis diatas pepaya yang telah dikupas dan dipotong kecil-kecil, lalu menaburkan gula pasir. Simpan dalam kulkas hingga benar-benar dingin, barulah disantap (slrppp seger banget kayaknya, hehe). Mungkin dengan begitu rasanya akan lebih bisa diterima.

"Buanglah Sampah pada Tempatnya", Sob

Wednesday, January 16, 2013 2 comments
#3

Mau pilih yang mana, warga Indonesia tercinta??




Jujur aja, ya.. waktu searching foto-foto ini di google (karena belum sempat hunting foto sendiri), bener-bener mual deh waktu liat sampah yang menggunung di sungai yang merupakan bagian dari ekosistem..


foto-foto diatas diambil dari beberapa sumber:

"Buanglah Sampah pada Tempatnya", Gan

Tuesday, January 15, 2013 2 comments
#2

Masih ingin mensosialisasikan kepedulian kita untuk mulai membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya. Saat blogwalking beberapa waktu lalu, ketemu satu blognya anak design yang salah satu postingannya juga tentang iklan layanan masyarakat bertemakan kepedulian lingkungan dan saya diijinkan ikut mensosialisasikannya. 

http://archiartwork.blogspot.com/2012/12/poster-iklan-layanan-masyarakat-1.html
Perumpamaan yang disampaikan dalam poster tersebut menurut saya cukup menarik. Pembuat poster ingin mengajak kita untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya, karena jika kebiasaan membuang sampah pada tempatnya diterapkan, kota akan bersih dan nyaman (gambaran kota di dalam tong sampah yang indah), dan sebaliknya jika kita sembarangan saja membuang sampah hasilnya adalah kota yang tenggelam (gambaran kota diluar bak sampah yang terendam air bah).

Bukankah membuang sampah pada tempatnya bukanlah hal yang sulit atau berat dilakukan, hanya butuh membiasakan diri, Mas Bro dan Mbak Sist, tapi kenapa ya masih banyak yang dengan sengaja meninggalkan sampahnya secara sembarangan. Sering banget bertemu yang kayak gitu di jalan raya, terutama pengendara roda empat yang sedang meluncur dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba kaca mobil yang semula tertutup rapat mulai terbuka sedikit dan werrrrr.... segala macam sampah meluncur ke udara lalu kaca tertutup kembali. Hedeh.. Bukankah kelakuan semacam itu sama sekali gak sepadan dengan life style-nya? 

Yuk, membiasakan diri buang sampah pada tempatnya, Gan!

thanks inspirasi gambarnya, mas Archi Imajiner

"Buanglah Sampah pada Tempatnya", Cinn

Sunday, January 13, 2013 6 comments
#1

contohlah yang kiri dan tinggalkan yang kanan.. oke..
Prihatin dengan kebiasaan orang Indonesia yang masih menyepelekan kebersihan lingkungan. Foto yang kanan bukankah sangat menjijikan, sodara-sodara sebangsa dan setanah air?? Saya sendiri juga belum lama membulatkan tekad bahwa saya berprinsip dimanapun dan kapanpun saya akan selalu membuang sampah pada tempatnya.. InsyaAllah perlahan-lahan prinsip itu bisa mendarah daging dalam jiwa saya..  Buang sampah pada tempatnya adalah suatu proses pembiasasn diri, so.. yuk ajak adik, anak, ayah, ibu, pakde, budhe, kakek, nenek, tetangga, teman, dan semuanya untuk mulai membiasakan buang sampah pada tempatnya.. ^^v

Mendengarkan Tausiyah Ust. Yusuf Mansyur, Live

Saturday, December 8, 2012 2 comments
Dua minggu yang lalu, makelar segala jenis barang (teman di blog tetangga.. ^^) mengirimkan sms yang sangat membahagiakan. Acara Spiritual Gathering, Business? It's Easy bersama Ustad Yusuf Mansyur, dilaksanakan tanggal 3 Desember 2012 di Gedung Serbaguna UIN. Mata berbinar, muka merah jambu tersipu-sipu dan hati dag dig dug. Wah.. aku ngefans berat sama ustad yang satu ini. Selama ini udah menanti-nanti kesempatan bisa langsung bertemu dan mendengarkan tausiyahnya. Langsung cepat-cepat daftar dan harap-harap cemas menunggu jawaban dari panitianya. Zingggg... 



Sehari berlalu tanpa kabar. Sudah gak deg-degan lagi dan cenderung pasrah. Mungkin kuotanya sudah penuh. Nanti langsung ke TKP saja bawa tiker atau daun pisang buat duduk ndeprok, slonjoran, pikirku. Tarara, ada sms balasan "sudah terdaftar", uhuii, bahagia berbinar-binar lagi muka ini. Gak sabar menunggu tanggal 3 (udah kayak mau nonton konsernya SRK aja).

Hari H datang juga. Wah bingung mau pakai baju apa. Acaranya formal atau santai, ya? Pakai kaos aja nanti  ternyata yang lain pada pakai baju rapi-rapi. Duh, akhirnya pakai baju muslim yang lumayan deh biar gak saltum (rempong banget, ya..). Sampai di TKP 30 menit sebelum acara mulai, pukul 18.30. Sudah dapat deretan duduk tengah-tengah, tinggal duduk manis meananti YM masuk. Teng teng teng teng.. udah masuk jadwal acara dimulai, tapi acara belum mulai-mulai juga. Di depan panggung yang ada cuma mas-mas lagi nyetem gitar, jrang-jreng jrang-jreng gak jelas, huft. 

Berselang 30 menit dari waktu acara seharusnya mulai, MC mulai masuk dan memimpin acara, wah udah mulai seneng dan semangat, nih. Ternyata YM gak langsung masuk. Dibuka sama beberapa lagu dari nasyid dan penyanyi tamu. Udam mulai terbawa suasana dan senyum-senyum sendiri. Akhirnya setelah menanti sekian lamaaa.. YM muncul mengenakan baju batik sambil tersenyum. Wah, langsung meleleh. Beliau tidak ada bedanya sama sekali saat dilihat di televisai dengan saat liat langsung. Sama persis. 

Tau gak sih?? Dari awal tausiyah sampai akhir gak berhenti ketawa terbahak-bahak, walaupun ada terharunya juga sih saat beberapa kaum pria ditawarkan untuk bersedekah motor, dan Subhanallah, gak sedikit yang dengan mantap maju dan menyedekahkan motornya, ampe merinding rasanya. Beliau menyampaikan tausiyahnya dengan sangat khas. Logat betawi-arabnya kental membuat kami para penonton ketawa. Apalagi saat beliau menceritakan kisah nyata Syafii dan istrinya yang bangkit dari keterpurukan ekonomi dan menjadi milyader dengan jalan sedekah. Cuma dibuat melongo dan tepuk tangan berkali-kali saat serius mendengarkan tausiyahnya.

Bagi beberapa orang prinsip sedekah yang disampaikan YM dalam tiap tausiyahnya memang agak "mustahal bin mustahil, alias aneh", padahal semua itu kalau dipikir-pikir memang benar dan sudah menjadi janji Allah SWT, barang siapa bersedekah maka Allah akan melipat gandakan apa yang telah di sedekahkannya. Asal kita tidak berhenti dan terus "tembak sasaran", hehe. Bukti nyatanya juga sudah seabrek Meskipun aku sendiri belum bisa mempraktekkan seperti teman-teman yang dengan segenap hati rela mensedekahkan harta paling berharganya, tapi aku setuju kok dengan apa yang disampaikan YM. 

Yang jelas, pengalaman malam itu benar-benar pengalaman yang indah dan memberi banyak ilmu dan manfaat buatku. InsyaAllah ilmu yang disampaikan oleh Ustad Yusuf Mansyur bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Good Luck ^^ 

Asiknya Membuat Papercraft

Friday, November 16, 2012 0 comments
Belum lama ini liat acara Hitam-Putih di Trans7, di salah satu sesinya Deddy Corbuzer sebagai pembawa acara menunjukkan sebuah mainan. Mainan yang terbuat dari kertas dan tiga dimensi. Bentuk mainannya menyerupai papaercraft naga, hanya saja kertas yang digunakan untuk membuat mainan itu berupa hologram, jadi saat orang yang melihat ke arah mainan itu menggerakkan kepalanya ke kanan ke kiri, maianan itu juga seakan-akan menggerakkan kepalanya mengikuti kita. Ternyata itu karena pengaruh hologram dan cara pembuatan dengan prinsip cekung, berkebalikan dengan pembuatan papercraft pada umumnya yang menggunakan prinsip cembung.

Lalu, kenapa dengan acara Deddy Corbuzer? Gara-gara lihat acara itu jadi teringat beberapa hasil karyaku dan my brother. Jadi, sekitar 6 bulan yang lalu, saat adikku udah masuk liburan panjanggg sebelum akhirnya masuk kuliah, dia kebingungan cari kegiatan. Main udah sampai bosen, liat tivi mata udah sampai jereng, akhirnya searching lah dia ke pakde google, nemuin banyak sketch untuk buat papercraft (papercraft adalah pengembangan dari origami, yaitu seni menghidupkan kertas dengan teknik melipat, menggunting, menempel dan membentuk) gratis yang bisa di download. Mulai dari yang mudah sampai yang sulit juga ada. Bentuk bus menjadi pilihan pertama yang ia buat (haha secara bentuk bus cuma kotak ajeee..). Melihat dia asik bikin papercraft, aku jadi tertarik ikutan searching macem-macem tokoh kartun. Lucu kalau ingat itu, setiap online yang dicari selalu bla bla bla papercraft, mulai dari hello kitty, doraemon, batman, superman, spongebob, sampai gundam. 

Semenjak dia keranjingan papercraft, ruang tamu selalu amburadul penuh kertas campur lem yang berserakan si segala penjuru. Akhirnya aku ikutan keasyikan bikin juga, malahan setelah dia berhenti buat dan hanya sibuk ngumpulin download sketchnya, aku masih terus buat yang lucu-lucu dan unyu-unyu. Setelah terkumpul lumayan banyak, dan kami tergerus dengan aktivitas lainnya, kegiatan membuat papercraft stop begitu saja. Berikut hasil tokoh-tokoh yang kami buat papaercraftnya


beberapa koleksi papercraft kami..
Kalau ditanya mana yang menjadi favoritku (hmm ada yang nanya ya emangnya?? hehe), favoritku ada dua; doraemon dan pengantin jepang. Doraemon bentuknya disitu memang gak perfect, tapi itu jenis yang cukup sulit untuk dibuat. Sedangkan pengantin jepang aku suka karena detail bagian-bagiannya. Kalau adikku memfavoritkan batman karena emang rumit buatnya, dan untuk mendapatkan skatchnya tu susah sekali waktu itu.

Keasikan merangkai papercraft ada pada perangkaian masing-masing bagian dan juga pemotongan kertasnya. Dikarenakan pemotongannya menggunakan cutter, harus diketahui teknik memegang cutternya agar tidak merusak kertas dan jadi keriting hasilnya. Setelah itu, proses penempelannya juga harus sabar, karena  terkadang bagian-bagian yang kecil sulit untuk saling menempel. Nah itu serunya, guys.. Ada yang berminat mencoba? Skatchnya banyak beredar di pasaran mbah google, banyak yang gratis juga, kok. Selamat mencoba.. ^^

mana favoritmu?
gambar diambil dengan Kodak Pro-DSLR Z981

Tugas Ospek Bikin Rumah Kapal Pecah

Wednesday, November 14, 2012 0 comments
Ospek? Aku sih sudah hampir lupa sensasinya, saking sudah lama berlalu. Kegaduhan Ospek mulai melanda tatkala (bahasanya gini amat ya..) adikku beberapa bulan lalu menjalaninya. Sayangnya aku justru tertarik bukan kepalang membantunya menyelesaikan tugas-tugas Ospek. Jadi heran sendiri, bukannya menyelesaikan tugas milik sendiri tapi malah kegirangan membantu bikin tugas Ospek. Aneh, ya.. menyelesaikan tugas orang lain buatku jauh lebih menarik daripada tugas sendiri. Sempet sewot juga kalau ingat dulu jamanku Ospek, gak ada yang ngebantuin, apa-apa bikin sendiri. Begadang sendiri, cari ini itu sendiri, pusing-pusing sendiri, ouchhh... 

Sedikit mengingat jaman Ospek ditahunku, semua serba sulit karena terbentur keterbatasan fasilitas. Disuruh mereview jurnal. Jaman 2005 thu aku sama sekali buta soal jurnal. Jurnal thu kayak apa, carinya dimana, ciri-cirinya apa? Secaraaaa, ya belum ada thu fasilitas sambungan internet dirumah. Ketemu mbah google aja masih shy shy cat, masih keder sama teknologi. Herannya lagi, aku seperti gak ada persiapan sama jurusan yang aku masuki. Diterima di FKG dengan pengetahuan nol besar tentang gigi. Disuruh menggambar gigi dan dijadikan kalung, buahahaha.. bentuk gigi dari mahkota sampai akar aja aku gak ngerti, parahhh banget deh jamanku dulu. Ya sudah lah ya.. masa lalu..hehe

Kembali ke Ospeknya anak Kartografi dan Penginderaan Jauh. Tugas adikku sih sebenernya gak berat-berat amat, gak banyak-banyak juga. Tapi ada pengalaman menarik soal tugas kelompok membuat poster. Tugas ini sebenarnya sudah diberikan di hari pertama Ospek, tapi karena masih banyak tugas lainnya jadilah ni tugas terabaikan sampai di hari H-1. Karena teman satu kelompok adikku juga sibuk memikirkan tugas pribadinya, akhirnya aku iseng mengambil alih tugas itu (yang buat tugasnya si tetep adikku, cuma aku menyumbang ide dan membantu saja waktu mengerjakannya). Waktu tau tugasnya bikin poster bertemakan Geografi Kesehatan sih masih pede, yahhh bisa lah ya, ada kaitannya juga dengan bidang yang kupelajari, kesehatan. Hanya saja, jadi mendadak syok setelah tau ukuran kertas untuk membuat posternya. Bukan A3? Bukaaannn... 4 kali ukuran A3 kali ya thu kertas, Guedeee banget. Setauku yang namanya poster itu kan berisi gambar dan tulisan yang tujuannya menyampaikan informasi semenarik mungkin tentang suatu hal. Nah ini, dengan kertas segede ini gimana cara mewarnai gambarnya biar cepet selesai? Siram cet aja apa ya? 

Hmm, lama terdiam merenung (kyaaa.. bukan saatnya merenung) sambil putar otak mau bikin poster yang kayak gimana. Perjalanan ke Toko Merah (ke toko alat tulis cari bahan-bahan) berasa hampa karena belum dapat ide. Mulut komat kamit baca mantra biar lekas dapat ide, merem-melek, jrenggg.. yiiihaaa aku dapat ide! Maklum, udah dasarnya pinter sih ya, jadi langsung thu wangsit datang (boleh nampar buat yang kesel, hehehe, pisss ^^v)

Dibelilah kertas marmer berukuran jumbo dengan beraneka warna dasar yang cerah dan ngejreng. Hitam, merah, biru, kuning, hijau. Tidak lupa membeli spidol berukuran besar. Ahaa, yakin dalam waktu singkat thu kertas poster yang super besar langsung penuh dan menarik. Akhirnya dipilih sub tema Pemukiman Sehat dari aspek Geografi Kesehatan. Jadilah ruang tamu disulap menjadi kapal pecah karena saking berantakannya. Mau liat proses pembuatannya sampai akhirnya thu poster jadi? Yuk disimak..

rumah jadi kapal pecah gara-gara bikin poster segede gambreng
giliranku jadi mandor perintah adikku bikin ina ini itu... yihaaa
pukul 01.15 am jadi juga ni poster, siap dipresentasikan..
adikku, Valen nampang dulu sama posternya
Meskipun hasilnya seperti ketrampilan anak TK, tapi kata adikku ni poster dapat tanggapan paling oke, lho. Paling bagus kata para pembina. Wah senangnyaaa.. Oh iya, isi posternya kurang lebih menceritakan point-point penting mengenai membangun rumah sehat ditinjau dari aspek Geografi dan Kesehatan. Seperti ketersediaan tempat sampah yang baik, letak bangunan tidak langsung dipinggir jalan raya dipandang dari aspek keselamatan keluarga, pengaturan faktor pencahayaan dan resapan air, dan beberapa point lainnya. 

Semoga Ospek ini mengawali kesuksesan adikku dalam karirnya dibidang yang sedang ia geluti saat ini, amin.

"Hasil Belajar Kilat" Bikin Flower Brooch Lewat Tutorial Youtube

Tuesday, November 13, 2012 4 comments
Ada gunanya juga menyimpan barang-barang yang "agak gak guna" ini, batinku sampil menatapi tumpukan kain perca sisa hobi menyulam beberapa waktu lalu. Gara-gara sibuk mikirin barang dagangan apa yang bisa jadi obyek penjualan di butik online ecek-ecek milikku dan seorang teman, timbulah keinginan menyulap kain-kain perca ini jadi sesuatuww yang cetarr membahana (lebai tingkat dewa tuak). 

Putar otak, mondar-mandir, buka google, stel tivi, maen ke youtube.. ehh nemuin yang lucu-lucu nih (susah amat ya proses nemunya, hehe). Bikin brooch aja, yuk. Dengan memanfaatkan beberapa lembar perca kain berjenis taisilk sambil melototin tutorial di youtube berkali-kali sampai bosen dan puyeng, akhirnya bisa juga nih bikin brooch bunga dari kain. Mau liat hasil amburadul bikin broochnya? Yuk mariii... FYI, kata kunci buat cari videonya di youtube : "How to make fabric flower brooch" langsung deh muncul seabreg. 















































Masih dalam taraf berlatih jadi hasilnya mungkin juga belum maksimal. Masih perlu latihan agar bisa kreatif dan rapih dalam proses pembuatannya, friends. Tapi suer deh, bikin brooch bunga ini bikin ketagihan. Yah, minimal bisa dipakai sendiri apalagi saya menggunakan jilbab, jadi bisa menjadi pelengkap aksesoris jilbab saya. Selain itu bisa juga dibuat jepit rambut, girls.

Sepertihalnya kata Pak Mario Teguh pakar motivator yang saya gak kenal dekat tapi saya suka percaya aja sama kata-katanya; "kuliah atau belajar sesuatu itu bukan semata-mata kita akan berkecimpung hanya di bidang yang kita pelajari itu, tapi proses belajarnya, proses melatih otak kita untuk bisa berfikir kedepan dan kreatif menjalani hidup"

Agak gak nyambung ya? Maksud saya adalah ketrampilan yang jadi hobi ini bukan semata-mata saya pelajari karena saya akan menjadi pengusaha brooch dan menghasilkan uang milyaran dari membuat ini (kalau jadi kenyataan sih, alhamdulillah), tapi kegiatan-kegiatan semacam ini bisa merangsang otak kita tetap kreatif dan berkembang. So, yuk terus mencoba hal-hal baru dan berkreasi.. Selamat mencobaa..

Sudahkah Minum Air Putih Hari Ini?? #Tips&Trick

Thursday, September 27, 2012 2 comments
Air putih bagi beberapa orang menjadi hal yang dihindari. Bahkan iseng-iseng aku pernah bertanya pada adikku, "Kamu pernah gak seharian sama sekali gak minum air putih?" Jawabanya mencengangkan.. Pernah. What?? Setengah gak percaya sih, masak iya bisa seharian penuh gak menyentuh air tanpa rasa itu. Ternyata itu beneran. Malahan ada beberapa orang yang memang gak doyan sama ni air tanpa rasa.

Indra Bekti, salah satu presenter kenamaan yang juga seleb favoritku gak doyan air putih, bro. Wah, gawat juga, ya kalau ada di taraf yang "tidak doyan". Aku pribadi bukan yang gak doyan sama air putih, tapi rasa malas untuk rutin minum air putih minimal 8 gelas setiap harinya lebih menang. Setiap hari aku pasti minum air tanpa rasa itu, tapi kuantitasnya patut dipertanyakan, hehe.

Padahal juga udah tau banget manfaat dari minum air putih secara teratur tiap harinya itu sangatlah banyak. Selain menghilangkan dahaga, konsumsi air putih baik untuk metabolisme tubuh, kesegaran kulit, memenuhi ketersediaan cairan tubuh sehingga mencegah hilangnya konsentrasi (wah pantesan aku sering ngalamun dan terbengong-bengong, sambil nguap-nguap, dan akhirnya tidur, hehe). Bahkan dari penelitian-penelitian yang ada menyebutkan konsumsi air putih 8 gelas per-hari memperlancar peredaran darah dan memperlambat kerja karsinogen (zat-zat yang berpotensi menimbulkan kanker). Yah, walaupun semua manfaat itu pastinya tidak langsung terasa di tubuh.

Berarti disini, perlu suatu cara agar minum air putih menjadi sesuatu yang menyenagkan dan menjadi kebiasaan sehari-hari. Ada beberapa tips yang mungkin bisa dicoba (aku sendiri sedang mencobanya, lho..) agar rutin minum air putih setiap harinya.

-Air putih vs Rasa Malas-
Bisa juga ya si setan malas itu merasuki kita buat gak minum air putih? Ow ow ow.. bisa.. Biasanya rasa malas itu timbul karena emang rasa air putih yang gak enak, atau juga karena kita malas ngambilnya. Malas ngambil itu dialami oleh beberapa orang yang aku kenal juga, lho. Mensiasatinya dengan tidak meletakkan sumber air putih di tempat yang jauh dari jangkauan (galon misalnya). 

Galon air biasanya letaknya jauh dari pandangan mata, sehingga kaki malas melangkah kearah sumber air putih ini. Letakkan galon berdekatan dengan gelas bersih dan area yang paling sering dikunjungi. Misalnya kamar tidur menjadi area yang paling sering dihuni di rumah, nah sebisa mungkin galon diletakkan dekat dengan kamar. 





Tatakan gelas juga dapat mensiasati rasa malas kita minum air putih. Kok bisa? Ini sebenarnya pengalaman pribadiku, aku sering malas ambil air putih karena saat aku membawanya ke meja belajar ataupun meletakannya diatas meja airnya tercecer sehingga mengotori meja. Otomatis kalau minum air putih musti ngelapin meja dong.. Pilih tatakan meja yang cute, ya..hehe




Teko plastik yang imut-imut ini ku beli dengan tujuan aku selalu memiliki stok air putih di wadah yang lebih mudah dijangkau mata dan tangan tanpa harus menuju galon atau kulkas. Berhasil, lho. Setelah adanya teko ini aku sehari bisa mengisi ulang teko ini sampai tiga kali. Teko ini selalu kuisi penuh dan kuletakkan di dalam kamar terutama malam hari. Jadi saat rasa haus melanda, dengan mudah aku bisa mendapatkan air putih. (bahasanya kayak jadul gimana gitu eaa.. hehe)







Letakkan selalu gelas berisi air putih di dalam kamar tidurmu. Selain untuk mengatasi dehidrasi, sedia air putih di samping tempat tidur bisa mengatasi kaget setelah terbangun dari mimpi buruk ataupun setelah mengalami tindian, hehe. (dua yang terakhir agak gak ilmiah ea...)












-Rasa yang gak enak-
Mensiasati rasa yang tidak enak dari air putih bisa dengan melakukan hal yang agak konyol dan tempo doeloe, hehe. Pernah minum air putih dari kendi yang terbuat dari tanah liat? Menurut beberapa orang, air yang disimpan dalam kendi tanah liat dan dibiarkan beberapa waktu (misalnya menyimpan hari ini untuk minum besok gitu..) rasanya jauh lebih segar dan enak dibanding air mineral dari pabrik sekalipun. 
kendi dari tanah liat
-Lakukan kebiasaan-kebiasaan baru, daintaranya:
  • Selalu membawa botol minuman berisi air putih kemanapun perginya. Saat sedang sibuk beraktifitas biasanya kita sudah tidak lagi memikirkan rasa minuman yang kita konsumsi, yang terpikir hanya bagaimana menghilangkan rasa dahaga. Jadi dengan membawa botol minum favoritmu akan menanamkan kebiasaan minum air putih dengan teratur.
botol minum favoritku, green..
  • Meletakkan  botol air putih dekat dengan area aktifitas kita. Saat bekerja, saat belajar, saat memasak, kapanpun, dimanapun. Selain itu, membiasakan diri memesan air putih setiap kali kita makan diluar rumah juga menajdi cara yang ampuh.
memilih air putih, better..
  • Last, milikilah mug favoritmu yang membuatmu bersemangat minum air putih tiap kali melihatnya. 
yang mana mug favoritmu?
Selamat mencoba... ^^

Jasamu Tiada Tara...

Thursday, May 17, 2012 4 comments
Kalau ditanya apa benda yang berjasa banget buat hidupmu, apa jawaban kalian guys? Hmm, pasti kalian punya banyak jawaban ya.. Aku juga, kok.. tapi akhir-akhir ini ada dua benda yang keberadaanya sebenarnya adalah hal yang biasa, namun setelah kupikir-pikir keduanya sangat amat berjasa buatku.. Hayooo siapa yang tau?? Hah, guling? bukan bukan.. Apa? Duit? Wah itu sih sudah pasti, tebak yang lain, hehe. Mobil? Watau, belum punya.. Masih belum ada yang benar nih tebakannya.
Beginilah ceritanya...

Ceritanya waktu itu lagi melamun memandangi tumpukan laporan yang habis selesai di cetak. Lamunan langsung terbang ke awal tahun 2005. Jaman awal masuk kuliah dulu (duh, ketahuan aku sudah tua..), kalau ada tugas kuliah dan harus cetak laporan  selalu kelimpungan. Bukan gara-gara gak punya printer, tapi gara-gara printer selalu ngadat. Bapakku yang gak ngerti soal printer selalu ribut tiap kali aku mengeluhkan printer yang ngadat. Ingat kan jaman dulu itu belum banyak rentalan buka. Kalaupun ada pasti masih mahal kalau harus cetak laporan yang seabreg. Jauh banget sama jaman sekarang, tiap foto copian selalu ada rentalan sekalian yang menawarkan jasa cetak dengan harga terjangkau.

Lanjut lagi ceritanya...
Printer pertamaku selalu ngadat gara-gara suka gak teratur dipakainya, jadi tintaya sering kering dan cartridges yang selalu bermasalah. Huah, tiap mau servis juga selalu bikin masalah, masalahnya adalah harga cartridges ori yang hampir setara dengan harga printernya (inget kajadian itu masih selalu membuaku esmosi jiwa... huaaaa). Kejadian seperti itu berlangsung terus menerus, sampai aku akhirnya beberapa kali harus beli printer baru. Lucunya, tiap habis beli printer baru aku dan keluarga jadi was-was merawat printer baru itu, was-was terjadi lagi hal yang sama dengan sebelumnya. Jujur saja, kalau harus rutin tiap hari mencetak agar tinta tidak kering, hal itu sangat memberatkan hidup (lebai, ya.. hehe. bilang aja males...xixixi).

Sempat beberapa waktu kami tidak punya printer karena merasa sudah "lelah" dengan kelakuan printer. Sayangnya kondisi ini terbentur kebutuhan saat aku menyusun skripsi yang memang butuh banyak mencetak laporan. Lalu seorang teman menyarankan agar aku membeli printer yang "dirusak". What? Printer rusak? Hoo salah, salah.. ternyata maksud temanku adalah printer infus. Sepengetahuanku, jenis printer infus adalah hasil kreatifitas orang Indonesia yang cape dengan ketidakawetan printer ber cartridges..
Akhirnya tahun 2009 aku membeli sebuah printer baru bermerk Ep*on yang dengan sengaja langsung dibongkar beberapa partnya untuk didesain menjadi printer infus.. Jadinya seperti ini..
-printer Ep*son yang sudah di bongkar untuk di modifikasi menjadi infus-

Tempat tintanya dibuat diluar dengan ukuran yang sangat besar dan ditempatkan di botol bening agar kita dapat mengontrol tintanya sudah habis atau belum (itu tintaku sudah hampir habis.. hehe). Tau gak sih... printer ini iriiit banget. Aku belum  pernah beli tinta berwarna dari pertama beli printer ini (berarti sudah hampir 3 tahun, padahal aku seringggg sekali ngeprint). Entah sudah berapa rim kertas yang ku cetak dengan printer kesayanganku ini.
Printerku ini pernah dua kali ngadat tapi bukan karena hal yang serius, dan dengan mudah diatasi. Huaaa.. jasa printer ini benar-banar tiada tara.. Tanpa printer ini, aku dan kuliahku butiran debuuu (lho, malah nyanyi..)
-printer kesayanganku baru mencetak handouts, nih-
Selain printer, benda yang sangat berjasa lainnya adalah Leptop. Aku dibelikan leptop sejak tahun 2008. Sampai sekarang Alhamdulillah masih sehat, lho. Semua masih baik-baik saja keculai batrenya. Hmm tapi sudah ku ganti dengan batre abal-abal kok, hehe. Walaupun ukurannya masih segede gaban gt (suka iri liat temen-temen pada pake netbook, hehe) tapi aku bersyukur banget deh punya lepi ini...
-ini dia lepi kesayanganku.. ^^-
Jadi, terjawab sudah kan, dua benda yang berjasa buat hidupku adalah printer dan leptop kesayanganku.. Aku berjanji deh akan memperlakukan kedua benda kesayanganku itu dengan baik...

Thanks a lot Printer dan Lepi udah menemani perjuangan akademikku.. ^^


Cerita di Balik Penyuluhan Gigi dan Sunnah Rasul

Thursday, April 5, 2012 4 comments
Belum lama ini, untuk memenuhi requirement koas di kedokteran gigi bagian Kedokteran Gigi Masyarakat (KGM), aku dan teman-teman sekelompok diminta untuk mengadakan penyuluhan kesehatan di  salah satu SD di wilayah Depok, Sleman. Istilahnya adalah UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah). 

Hmm, kalau mengintip secara teoritis, Menurut Depkes RI (1996) UKGS adalah bagian integral dari UKS yang melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara terencana kepada para murid terutama murid sekolah tingkat dasar dalam suatu kurun waktu tertentu, dan diselenggarakan secara berkesinambungan melalui paket UKS yaitu paket minimal, paket standar dan paket optimal. UKGS merupakan sarana utama dalam rangka meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak-anak sekolah. 

Berinteraksi dengan anak-anak memang akan membawaku ke "dunia" yang berbeda, yang penuh keceriaan dan selalu terselip senyum yang pecah menjadi tawa. Sejujurnya aku suka berinteraksi dengan anak-anak. Penekanan kalimat ini sebenarnya kulakukan karena adanya pengakuan beberapa orang teman yang ternyata tidak terlalu suka berinteraksi dengan anak-anak. Beda sekali dengankuk yang justru sangat suka "main-main" sama mereka. Hobi ngegame ku kan jadi "halal" kalau sama-sama dengan mereka, hehe. 

Kembali ke topik pembicaraan. Saat pemeriksaan gigi dilakukan pada siswa-siswa kelas 4 SD, satu persatu anak mendatangi tim pemeriksa untuk dilihat kondisi giginya. Tingkah polah mereka beragam dan lucu-lucu. ada yang malu-malu kelinci (berhubung aku gak suka kucing jadi ganti kelinci, ya..), ada yang pemberani, suka bercerita, pendiam sambil menatap aneh (entah lagi mbatin apa..), dan gak fokus (giginya lagi diobok-obok, kepala pake miring ke kanan ke kiri liat temen disebelahnya lagi diapain. diminta buka mulut lebar mau tapi cuma beberapa detik lalu mengecil lagi lubang mulutnya.).

Kebanyakan mereka jujur menjawab pertanyaan berikut, "Dek, biasanya sehari gosok gigi berapa kali? Kapan aja gosok giginya?" Anak pertama menjawab, "Hmm.. dua kali.. tiap pagi ma sore." Anak yang lain menjawab "Dua kali, tiap pagi dan malam, tapi suka lupaa." Ada yang agak lucu juga menjawabnya, "tiga kali sehari, Mbak. Tiap pagi, sore, malam dan tiap mau sholat!!" ujar anak perempuan berjilbab ini. Karena heran aku kembali bertanya, "Wah, kalau gitu lebih dari 3 kali, dong?? Tiap mau sholat adek selalu gosok gigi??" Dia menjawab dengan mantab, singkat dan jelas, "Iya, Mbak. Kan sunnah Rasul..." Jreng... aku langsung tertawa riuh diikuti teman-teman sebelah yang juga mendengar jawaban si adik itu. 

Hmm,, apa benar menggosok gigi sebelum sholat adalah sunnah Rasul??
krek krek,
tik tiktik tik,
jret jret 
st st.. 
dapat... (tadi itu ngapain sih aku? gak jelas ya..hehe)

Sebelum ditemukan sikat gigi dan pasta gigi, di jaman Rasul, beliau membersihkan gigi dengan siwak. Siwak merupakan akar dan ranting segar tanaman arak (Salvadora persica). Rasulullah terbiasa membersihkan gigi dengan siwak saat bangun pagi, saat terbangun tengah malam sebelum menjalankan ibadah sholat malam, dan sebelum mengambil wudlu untuk mendirikan sholat.

Sekira tidak memberatkan bagi umatku sungguh akan aku suruh mereka bersiwak setiap hendak shalat”. (Muttafaqun alaih dari hadits Abu Hurairah)
kenapa?? karena
Bersiwak membuat bersih  mulut dan mendatangkan keridhaan Allah. (Hadits Riwayat Imam Ahmad, An-Nasaai dan Ibnu Maajah)

Wah salut sama anak yang sudah dari kecil mencoba mengikuti sunnah Rasul. Menurut pendapat pribadiku, bersiwak dalam hal ini adalah tindakan membersihkan gigi dan mulut yang tentunya dijaman sekarang ini fungsinya telah digantikan oleh sikat dan pasta gigi. Walaupun ada beberapa penelitian yang memang menyebutkan kalau siwak memiliki khasiat yang lebih baik, akan tetapi keberadaanya sulit ditemui di jaman sekarang ini, bukan? 

Tentunya sunnah Rasul tersebut sangat baik. Selain menjaga kebersihan gigi dan mulut, bukankah lebih baik jika setiap akan menghadap gusti Allah SWT kita dalam kondisi bersih, mulai dari mulut dan gigi, badan, pakaian yang bersih dan rapi. jadi, seperti dalam Hadist yang tersebut diatas. Jika memungkinkan untuk menyikat gigi, tidak ada salahnya kan melakukannya sebelum mendirikan wudhlu dan sholat... ^^

Senangnya mendapat kesempatan berinteraksi dengan anak-anak SD kelas 4 itu dan memetik sebuah hikmah dibalik sunnah Rasul...



Nogosari : Kudapan Asli Jawa yang Ngangeni

Wednesday, March 21, 2012 5 comments
Pagi-pagi enaknya sarapan. Buka tudung saji, mata bergerilya mengamati satu persatu makanan yang tersaji. Eh,, ada makanan berbungkus daun pisang berbentuk segitiga. Klepon?? Bukan, lah, klepon kan ijo bunder-bunder kecil berbalut parutan kelapa. Lemet?? Hmm,, masih bukan. Lemet memang dibungkus daun pisang tapi bentuknya tabung seperti lemper. Lemper?? Nah lo, ya jelas bukan, kan baru saja disebutkan. Ohh, bakwan?? Haduh, bakwan gak pakai bungkus daun pisang! (ini pilihan tebakannya sangat membuat esmosi, ya.. boleh lempar sendal atau apapun kalau anda tersulut.. hehe). 

Yap, benar sekali Nogosari (siapa nih yang berhasil jawab? mungkin yang tadi sudah ngelempar sendal, hehe). 

Kalau melakukan pencarian nama makanan asli jawa ini di Prof. Google, beliau tidak akan terima. Pasti kita diminta mengganti kata Nogosari dengan Nagasari. Tapi lidah jawa saya tidak suka menyebutnya dengan lafal "a", lebih enak "o", yo tho? Usut punya usut, pengguna nama makanan Nogosari atau Nagasari tidak hanya di satu wilayah. nogosari atau nagasari ternyata jenisnya banyak. Kalau yang pagi ini tersaji di meja makan jenis nogosari jowo tulen. Jenis yang lain adalah nagasari khas Bandung.

-nogosari pisang khas jowo-

Nogosari ini dibeli di Pasar Jati, Mlati. hanya 500 meter dari rumahku. Dari jaman aku kecil sampai sekarang ibu penjualnya setia menjual makanan tradisional yang mengenyangkan ini. Selain nogosari, ada juga lemet, semar mendem, wajik, jadah dan peyek (makanan jadul banget, ya. kalau kata temenku sih ini makanan Budhe-budhe. karena penggemarnya di rumah adalah bapakku, berarti jadi makanan Pakde-pakde, ya..hehe). Meskipun panganan yang satu ini cukup jadul, tapi nogosari di Pasar Jati rasanya cukup ngangeni, lho. Teksturnya lembut dan dijual dalam kondisi masih hangat (nyam nyam nyam,, sambil ngunyah nogosari. jangan tanya habis berapa, ya.. ).

Aku pribadi belum pernah mencoba membuat kudapan ini. Kudapan tradisional ini ternyata tidak terlalu sulit untuk dibuat, lho. Untuk yang jauh dari pasar tradisional atau sulit mendapatkan kudapan yang satu ini, bisa mencobanya sendiri dirumah untuk mengobati kangen.

Bahan yang perlu disiapkan; 
1) 200g tepung beras, 2) santan 800ml (3/4 kelapa), 3) dua helai daun pandan, 4) gula pasir 100g atau sesuai selera & sedikit garam, 5) pisang jenisnya sesuai selera saja, 6) daun pisang kalau tidak ada bisa diganti dengan plastik saja (tapi nanti judulnya jadi nagasari, bukan nogosari, hehe), 7) list musik favorit jangan lupaa..

Cara membuatnya;
  •  Pasang mp3 dengan list musik yang kamu suka.. biar masak-masaknya lebih enjoy... ^^
  • Tuang sedikit demi sedikit tepung beras dengan 500 ml santan sambil aduk dari bagian tengah secara searah sampai tidak ada butiran-butiran. Sisihkan lebih dulu.
  • Didihkan sisa santan, daun pandan, gula pasir, dan garam sambil aduk rata hingga gula larut. Kecilkan api. 
  • Masukkan larutan tepung beras sedikit demi sedikit sambil aduk hingga rata. Masak hingga adonan kental dan licin. Angkat.
  • Taruh 1 sdm adonan di setiap lembar daun pisang. jika tidak ada, bisa diganti dengan plastik agar seperti hongkwe Taruh sepotong pisang  di tengahnya. 
  • Bungkus, lipat kedua ujung daun ke arah belakang.
  • Kukus dalam dandang panas selama 20 menit hingga matang. 
Tidak terlalu sulit, bukan?? Hmm kapan-kapan aku juga akan mencoba membuatnya.
Mari kita populerkan kembali kudapan tradisional  kita yang beragam.. ^^

SI Hijau Cincau

Tuesday, December 13, 2011 2 comments
pada kesempatan ini saya ingin berbagi cerita mengenai tanaman milik ayah yang punya banyak khasiat. tanaman merambat yang memiliki daun berukuran sedang yang bentuknya menyerupai bentuk sekop dalam istilah kartu remi ini tergolong mudah dikembangbiakkan. awalmulanya, kami tidak memiliki tanaman ini, tapi tetangga sebelah rumah kami menanamnya dan tumbuh dengan subur. tanaman dengan nama ilmiah Cyclea Barbata milik tetanggaku jarang dipanen karena si empunya rumah jarang menempati rumahnya, alhasil ayahku rutin minta ijin untuk memanenya. makin sering dipanen makin rimbunlah daunya.

sampai pada suatu ketika ayah membeli tanaman ini di pasar tradisional. tapi saat kuamati, daun dari tanaman yang dibeli ayah sedikit berbeda dengan daun cincau kebanyakan. milik ayahku, daunnya lenbih kecil dan meruncing. usut punya usut jenis yang ayahku beli adalah jenis cincau cina (soal kebenarannya masih patut dipertanyakan, hehe). karena kami tinggal di perumahan kecil yang tanahnya habis untuk dibangun, akhirnya tanaman ini ditanam di depan rumah, menjalar menumpang pada tower air yang tingginya hampir 3 meter.

-daun cincau dengan karakter meruncing dan berukuran lebih kecil-

senangnya menyaksikan tanaman ini tumbuh dengan subur. saat panen, kami sekeluarga hanya mengolahnya untuk konsumsi sendiri. seperti kebanyakan orang, kami juga meremas-remas daunnya dengan air yang cukup (jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit, dan dasarnya hanya ilmu kira-kira..) sampai daun mengeluarkan lendir dan terasa lengket. biasanya kondisi tersebut didapat ketika daun mulai hancur. memang harus sabar ketika memeras daun cincau ini. sebenarnya ada cara praktis untuk mengolahnya, yaitu menghancurkan daun dengan blender, tapi kalau saya lebih suka dengan cara tradisional. hasil yang diperoleh sedikit berbeda sari segi tekstur. 

-ijo royo royo ^^-

setelah proses pemerasan, penyaringan, dan penantian beberapa jam saja, air perasan cincau akan mengental seperti agar-agar, hanya saja kekenyalannya yang berbeda (tidak sekenyal agar-agar). mengapa bisa terbentuk gel? menurut yang saya baca, itu dikarenakan kandungan karbohidrat dari daun cincau inilah yang mampu berikatan dengan molekul-molekul air dan akhirnya membentuk konsistensi seperti gel.  biasanya cincau ini akan dinikmati dengan tambahan kuah santan dan gula jawa, tapi yang istimewa di keluarga saya, kami bisa menyantap agar cincau ini dengan segala macam minuman yang tersedia dirumah; seperti susu, es teh, sirup, bahkan kopisusu. sedikit aneh, ya.. tapi pada dasarnya kami sekeluarga menyukai cincau hijau. saat membandingkan teksturnya, hasil gel cincau Cina memiliki tekstur dan rasa yang jauh lebih lembut dibandingkan dengan cincau berdaun lebar. 

-saat cincau berenang dalam susu gulajawa-

dari mulut ke mulut dan dari beberapa artikel yang saya baca, olahan daun cincau hijau ini memang memiliki beberapa khasiat seperti; meredakan panas dalam, menurunkan tekanan darah, meringankan radang tenggorokan dan lambung, meredakan demam dan sakit perut serta maag, juga melancarkan buang air besar. wah, banyaknya... khasiat ini tentunya akan muncul dengan konsumsi yang rutin. 

mari kita konsumsi Cincau Hijau...^^

my favorite song