Showing posts with label memori. Show all posts
Showing posts with label memori. Show all posts

Konayuki (Remioromen) bikin Meleleh

Thursday, May 23, 2013 0 comments
Lagu jepang yang satu ini sebenarnya udah denger dari jaman 1 Litre of Tears diputar. Ingat kah dengan drama jepang yang super menyedihkan ini? Saya termasuk orang yang menyukai lagu melow yang menyayat-nyayat hati, dan... lagu Konayuki milik Remioromen ini yang merupakan salah satu soundtrack drama jepang 1 Litre of Tears yang berhasil menyayat-nyayat hatiku. 

Teringat lagi dengan lagu ini gara-gara pacarku sempat merekomendasikan lagu ini dan satu lagi lagu milik Remioromen, Sangatsu Kokonaka yang gak kalah menyayat-nyayat. Setelah itu jadi suka lagi dengarkan kedua lagu ini, dan penasaran dengan artinya. Biasa, mbah google selalu punya kroni-kroninya yang siap memberikan info. Mampirlah di sebuah blog milik orang indonesia yang sepertinya memang jago bahasa jepang ( http://natsucchii.blogspot.com/2012/06/remioromen-konayuki-indonesian.html#ixzz2U5lPyJHc *terimakasih untuk tranlated'nya yang bagusss ^^ ). Dia menterjemahkan lirik lagu Konayuki dengan bahasa indonesia yang menurut saya sangat bagus, dan memang makna lagu tersebut juga dalaaaammm sekali, seperti sebuah puisi.

Konayuki = Butiran Salju ( 粉雪
translated by Natsucchii


Musim ketika butiran salju menari-nari selalu bertatapan
Meskipun bercampur dalam kerumunan orang, kita melihat langit yang sama
Kita seperti membeku ketika dihembuskan oleh angin

Aku mungkin tidak mengetahui semuanya tentangmu
Meski begitu, hatiku telah menemukanmu dari ratusan juta orang
Meski tak ada bukti, aku telah berpikir dengan serius (tentang itu)

Kita tidak mungkin hidup di saat yang sama tanpa satu pun pertengkaran
Jika kita tidak bisa menjadi jujur,
Kebahagiaan maupun kesedihan yang kita rasa hanyalah sia-sia

Jika butiran salju mengubur hati kita sampai memutih,
Akankah kita bisa membagi kesepian kita (berdua)?

Aku mendekatkan telingaku di hatimu
Aku ingin turun sampai aku tiba di hatimu yang terdalam, tempatku mendengar suara itu
Dan akan ku temui dirimu di sana sekali lagi

Meskipun kita ingin memahami satu sama lain,
Aku lah yang telah meraba permukaannya
Hanya dengan menggenggam erat tanganmu yang membeku,
Kita telah terhubung satu sama lain

Butiran salju sesungguhnya begitu rapuh
Meskipun di depan keabadian dia tetap menyelimuti aspal yang kasar itu

Butiran salju yang tak bersandar pada waktu pun menggoncangkan hati kita
Meski begitu, aku ingin tetap melindungi dirimu

Butiran salju mengubur hati kita sampai memutih
Membungkus kesepian kita (berdua) setelah menghilang di langit


Menurut saya, liriknya dalam dan bagus banget, gak seperti kebanyakan lagu-lagu jaman sekarang yang liriknya kurang bermakna.

Untuk yang penasaran seperti apa lagunya, mampir aja ke http://www.youtube.com/watch?v=Cc__4qxyM5c atau http://www.youtube.com/watch?feature=endscreen&NR=1&v=eANa20VAlAQ buat yang hatinya se-melankolis Hello Kitty pasti nangis bombaii.. hehe.

Sedang Suka Memaknai Rangkaian Kata : Puisi

1 comments
Mengamat-amati, meresapi rangkaian kata indah yang disusun untuk menyampaikan sebuah pesan dengan tidak sederhana itu ternyata susah juga. Akhir-akhir ini saya sedang gemar melakukannya. Maklum saja, kalau untuk membuat sendiri rangkaian kata yang penuh makna saya belum bisa, jadilah menikmati hasil karya orang lain. Terkadang, setiap si-pembaca memiliki imajinasi dalam memaknainya. Begitu juga dengan saya. Entah sebenarnya si-penulis ingin menyampaikan apa, tapi saya memilih dengan persepsi saya dan menikmati rangkaian indah kata demi-katanya. Kebanyakan si terangkai menjadi pesan cinta. 

Puisi pendek ini dari dulu sudah memikat hati saya. Karya Sapardji Djoko Damono, dengan judul Aku Ingin

`` Aku Ingin ``

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


Saya pribadi sepakat dengan beberapa pemaknaan terhadap puisi ini, dimana si-penulis ingin menunjukkan bahwa cinta itu sederhana, seperti kayu yang berkorban untuk api, seperti awan yang berkorban untuk hujan tanpa perlu mengungkapkan seberapa besar pengorbanan mereka, karena cinta bisa dibuat sederhana.

Sebuah puisi lain, saya menemukannya setelah browsing di google. Banyak blogger yang mengunduhnya, tapi saya belum menemukan sebenarnya puisi ini ditulis oleh siapa. Membaca puisi ini memiliki sensasi berbeda dengan puisi sebelumnya, puisi ini seperti mewakili perasaan seorang yang tengah berbunga-bunga jatuh cinta tapi cinta bukan hanya manis dan suka, ada duka didalamnya. 

matamu
keheningan di gegap gempita langit
merampungkan bahagia yang
akan tercipta lewat hujan
:airmata

laksana tirus
matamu merincis sarang
luka di dadaku yang menggenang
rancak jiwamu saat kuselisir
bersama rindu leburkan getir

"adakah yang lebih mantra
dari matamu yang menyulap
lukaluka menjadi gulagula?"

engkaulah bunga mewangi di mimpi
engkaulah nauangan ksatria tersesat
engkaulah peta segala tuju kekinian
engkaulah pelarut batu pada hatiku

namun aku melihatnya
sedih membaur bersama terista
di kelopak kembang matamu saat
selaksa bening intan berpijar
di reruntuhan payau airmatamu

ini dadaku
benamkan jingga di wajahmu
taburkan manikmanik luka
hingga melaung segala terista
:lesap bersama airmata 



Part yang paling saya suka adalah penggalan ini; "adakah yang lebih mantra, dari matamu yang menyulap lukaluka menjadi gulagula?" Tak terbayang bisa membuat sebuah kalimat indah semacam itu.

Satu lagi petikan kalimat yang menurut saya indah dalam sebuah makna kesederhanaan;

Kenapa selama ini orang praktis terlupa akan burung gereja, daun asam, harum tanah: benda-benda nyata, yang meskipun sepele, memberi getar pada hidup dengan tanpa cingcong? Tidakkah itu juga sederet rahmat, sebuah bahan yang sah untuk percakapan, untuk pemikiran, untuk puisi 
-seperti kenyataan tentang cinta dan mati?-
Goenawan Mohamad (Caping 2, h.27)



Baca Komik Sentaro Membangkitkan Kenangan Lama

Sunday, April 14, 2013 4 comments
Angin badai dan hujan lebat membawaku "nongkrong" di tempat peminjaman komik. Oh memangnya masih ada? Jiahh pada tanya gitu pastinya. Di daerah Pogung, pusatnya kos-kosan anak UGM, seabrek fasilitas ada disana, mulai dari warung makan murah meriah, tukang jual pulsa di tiap sudut perempatan, jasa laundry dengan tarif yang pas dikantong, yang lebih pantas dibilang jasa tukang cuci, warnet, fotokopian, sampai tempat persewaan komik juga ada di Pogung. Udah lupa kapan tepatnya terakhir pinjam komik. Sebenarnya aku tidak terlalu suka baca komik, tapi dari pada gak jelas menunggu sesuatu, akhirnya aku mengiyakan ajakan teman untuk pinjam komik. Hari pertama pinjam sih tekad bulat cuma pinjam satu aja, yaitu Miiko. Ada yang suka baca Miiko? Jilid terakhir, 25 belum sempat baca, dan pas sekali ada di deretan seabrek komik. 

Eh, namanya juga hiburan, dimana-mana selalu menggoda, hari selanjutnya niatnya cuma mau mengembalikan si Miiko yang sebiji itu, tapiiii.. "Yena, ayo pinjem komik lagi. Mumpung besok weekend, pinjem aja yang banyak," temanku mulai membujuk. Tidak kepikiran mau pinjam komik apa, karena pengetahuanku soal komik benar-benar cetek, alhasil aku hanya mondar-mandir cuci mata tanpa tujuan. Tidak lama kemudian jreng-jreng, mata tertuju pada barisan komik berjudul Sentaro. Dulu, aku pernah di ojok-ojoki (duh, ni bahasanya campur aduk mowat mawut gak apa-apa, ya..) untuk baca Sentaro. Komik tentang kelinci bernama Sentaro dan pemiliknya, Baku. Ahahaha, kekalapan melanda diri saya pemirsa sekalian. Saya minum lima.. eh, saya pinjam lima, dan si mbak yang jaga memberi kabar gembira, "Mbak, ini komiknya pinjam 5 jadinya 2500, terus dapat gratis 1 mbak, silakan pilih satu lagi." Uwawww... spektakuler sekali, ya mata saya berbinar-binar. 

Ada yang suka baca Sentaro juga? Menurutku Sentaro ceritanya sederhana tapi sangat menghibur. Melahap enam buku ini dalam sekejab bikin saya terngiang-ngiang dengan kelinci-kelinci milik sahabatku dulu. Kalau masih ingat dengan postingku awal-awal blog ini, saya termasuk yang takut dengan kelinci, hingga akhirnya mulai menyukai dan mencoba "gak takut" dengan makhluk unyu itu semenjak sahabatku memelihara beberapa ekor kelinci. 

Memang kuakui, kelinci adalah hewan yang sangat lucu dan menggemaskan. Bulunya lembut, tingkahnya lucu dan pintar. Setelah baca Sentaro, benar-benar jadi teringat kala-kala sahabatku pelihara kelinci. Suka-dukanya, kejadian lucu sampai mendebarkan, semua sama dengan apa yang diceritakan dalam komik ini. Butuh ketelatenan dan kesabaran yang sangat tinggi jika ingin memelihara kelinci. Baku, pemilik Sentaro hanya tinggal berdua saja dengan Sentaro. Si kelinci dibiarkan berkeliaran bebas di dalam rumah, bahkan mereka suka tidur bersama. Mirip dengan sahabatku duluuu.. dia tinggal bersama dengan kelinci-kelincinya di sebidang kamar kost dan dia juga suka membiarkan kelincinya bebas kesana-kemari bermain. Baku juga sering kerepotan dan harus banyak mengalah pada Sentaro. Mulai dari Sentaro yang suka bikin berantakan rumah, Sentaro kelaparan, sampai Sentaro membuat ulah lucu karena ingin diperhatikan. Sama persis dengan yang dialami sahabatku dan kelincinya. Oh iya, nama kelinci kesayangan sahabatku; Kichi, Flapper dan Depper. 

Jujur aja, tadi sore waktu melahap habis komik Sentaro, aku hampir meneteskan air mata karena kangen dengan kelinci-kelinci sahabatku itu. Walaupun sampai ketiga kelinci itu sudah gak bersama lagi dengan sahabatku, aku belum terlalu berani berinteraksi dengan kelinci, tapi aku sekarang bisa merasakan seperti apa ikatan batin yang muncul antara kelinci dengan pemiliknya, antara hewan peliharaan dengan pemiliknya. Seperti halnya cerita Hachiko, hewan peliharaan yang diberi perlakuan baik dan penuh kasih sayang oleh pemiliknya akan bersikap manis dan setia melebihi kesetiaan pemiliknya, sekarang aku percaya itu.

Kichi, Depper, Flapper, we miss you.. Semoga kalian sehat-sehat dan bahagia dimanapun kalian berada..*__* Untuk mengobati kerinduan ini, saya sengaja mengupload beberapa foto Depper waktu saya dan sahabatku piknik bersama kelinci di hamparan rumput, taman kantor depan rumah...
depper diantara tumpukan clover

depper santai diantara rumput jarum

seonggok kelinci yang putiiihhh bersihh

depper makan rumput sepuasnya..

depper puas mengitari taman penuh rumput

depper, untu-unyu banget

Resep Tahu Susur Ala Rumahku

Friday, March 8, 2013 4 comments
Sebenarnya agak ragu mau update soal makanan, soalnya selama ini beberapa orang suka komentar kalau aku ni sukanya update apa-apa soal makanan, hehe. Tapi ya sudah, lah.. berbagi pengalaman kan boleh dalam hal apa saja termasuk makanan, bukan?

Kali ini saya akan berbagi resep membuat tahu susur ala rumah. Kenapa ala rumah? Soalnya ya emang beda banget ma yang dijual dipinggir jalan itu. Entah kenapa gak pernah bisa bikin gorengan yang mirip atau menyerupai orang jual di pinggir jalan itu, hehe. Tahu susur kalau dalam istilah Yogyakarta adalah tahu yang isinya dikeluarkan lalu diisi dengan berbagai sayuran seperti wortel, kol, taoge dan lain-lain sesuai selera, lalu di balur tepung terigu dan siap digoreng. Sepertinya di beberapa daerah tahu ini punya nama yang beragam, deh. Resep yang saya praktekkan ini versi ibuku. Dulu beliau suka bikin tahu susur yang jadi favorit kami sekeluarga. Begini caranya,,


Bahan
  • Tahu (boleh tahu pong atau tahu yang tidak terlalu padat, tahu sutra juga bisa, tapi akan sulit mengisi dalamnya dengan sayuran)
  • tepung terigu
  • untuk isi : wortel, brokoli dan taoge (tergantung selera)
  • bumbu isian : bawang putih, bawang merah, tumbar, merica, garam dan gula
  • bumbu tahu dan adonan tepung : bawang putih, garam
  • air
  • minyak goreng
Cara membuat
  • jika tahu masih ada isinya (bukan tahu pong), keluarkan isinya lalu sisihkan untuk ditumis beserta sayuran yang akan digunakan sebagai isian
  • buat sobekan pada bagian samping tahu untuk memasukkan isian, lalu bumbui tahu dengan bawang putih dan garam yang telah dihaluskan. Sisihkan
  • haluskan bumbu untuk isian
  • iris lembut isian tahu susur (wortel, brokoli)
  • panaskan minyak, lalu tumis bumbu untuk isian, tunggu hingga harum, lalu masukkan seluruh isian, tumis hingga matang. Saya suka menambahkan banyak gula dalam tumisan isian saya, karena tekstur rasa tahu susur yang saya inginkan ialah bagian isi terasa sedikit manis. Sisihkan
  • setelah isian matang, masukkan isian kedalam tahu pong yang telah diberi lubang dan dibumbui, tahu siap di goreng
  • siapkan tepung terigu yang telah di encerkan dengan air dan diberi bumbu. Buat adonan sedikit encer
  • tahu yang telah diisi siap dilumatkan dalam adonan tepung terigu, lalu goreng
  • tiriskan dan siap dihidangkan...
taraaa... ini tahu susur versiku, selamat mencoba ya..

tahu susur isi wortel-brokoli-taoge

Sulam Rantai "Mr.Owl" untuk si Miro

Saturday, January 26, 2013 2 comments
Seneng deh rasanya hari ini. Akhirnya project (ce ileee project) sulaman yang udah lamaaa sekali terbengkelai bisa terselesaikan. Sulaman tempat hape bentuk burung hantu ini sebenarnya udah selesai 80% dari berbulan-bulan yang lalu, tapi finishingnya gak jadi-jadi, heran deh. Malahan tadinya udah pesimis bakal jadi nih sulaman. Selain gara-gara faktor waktu dan rasa malas, adaa aja hambatannya. Mulai dari koleksi jarum sulam seabrek yang hilang lenyap entah kemana, bingung mau di gimanain finishingnya, hape yang tadinya mau dibuatkan sarungnya malah sudah tidak ditangan lagi, dannn seabrek alasan manusia lainnya, hehe. 

Kemaren bertekad bulat pergi ke toko 96 beli jarum sulam, dan hari ini kuatkan hati buat nyelesaikan ni sulaman. Ternyata benar-benar hanya kurang perekatannya saja karena desain sulaman sudah selesai dibuat. Lebih seneng lagi waktu akhirnya nyobain ni sarung hape untuk menyarungi (bahasa yang aneh, ya.. hehe) hape baru ane, xperia miro (pamer.. pamer..) yang emang belum ada soft jacketnya, dan hasilnya pas.. hmm pas gak ya? Pas sih, cuma kurang tinggi dikit, tapi tidak mengapa, malahan bisa liat LED notifikasinya gara-gara ni sarung kekecilan (hehe alasan lagee si doi)..

sarung hape bentuk owl..
teknik sulam rantai dengan jenis benang sulam yang cukup tebal dan halus
Miro bilang "lindungi aku ya owl.. " 
Gimana? Lucu gak ni Mr Owl? Hasilnya emang gak terlalu rapih, sih.. tapi seneng bisa menyelesaikan sulaman ini.. yiihaaa..

Jaman Jadul

0 comments
Gara-gara beberapa waktu lalu adekku upload foto keluarga jaman dia masih unyu-unyu gitu, aku juga jadi pengen pamer foto jadul jaman masih unyu, nih (halah, emangnya unyu?? gleggg). Kalau liat foto masa lalu, (ya elah.. masa lalu? kayak hal suram aja) jadi kangen dengan semua hal dimasa kecil. Masa kecil adalah masa yang sangat membahagiakan. Btw, para penonton baik di rumah maupun di studio (lhaa) pada punya foto masa kecil juga, gak? Nih saatnya aku yang unjuk kenarsisan masa kecilku, ya..

foto di kereta, perjalanan ke Surabaya dengan keluarga
Kalau gak salah itu waktu aku umur 10 tahun dan yang cowo kecil unyu itu adikku umur 3 tahun, pertama kalinya naik kereta, perjalanan ke Surabaya sama keluarga. Ibu ngantuk-ngantuk tapi diajakin foto, jadinya merem deh posenya. Jadi keinget, ternyata potongan rambutku pernah berponi juga, soalnya selama ini aku merasa gak pernah punya poni mulai aku sekolah dasar, hehe
di rumah simbah Kebumen
Foto di rumah simbah Kebumen, 17 tahun yang lalu, ya ampun lamaaa sekali.. long long time ago. Dulu, setiap kami libur sekolah selalu menyempatkan datang nengok simbah di Kebumen. Simbahku ini kolektor foto keluarga. Semua foto cucunya dipajang di tiap sudut rumah. Kedua foto yang ku upload ini saja diambil dari kamera analog milik simbahku. Pokoknya simbahku terkenal jadi fotografer keluarga deh dulu itu, hehe. 
pose di depan rumah barengan motor kesayangan
Foto terakhir diambil waktu aku duduk di bangku SMA. Ini lagi heboh suka foto gara-gara aku di kasih kado kamera analog sama ibu saat ulang tahun ke 17.  Sekarang depan rumah udah gak ada "tetean"-tanaman sejenis rumput yang biasa digunakan sebagai pagar orang-orang di pedesaan. Ya ampun aku masih langsing tu gak kayak sekarang, ampuuunn deh.

Hmm.. jadi kangen almarhum ibu.. *__* Semoga beliau diterima disisi Allah SWT, amin
Adikku? Sekarang udah 18 tahun, sudah kuliah, semoga Valen sukses selalu dan tercapai cita-citanya kelak, amin..

Ontime = Menghargai dan Menghormati Orang lain

Tuesday, January 15, 2013 2 comments
Hal apa yang menurutmu paling menyebalkan? Buatku, menunggu adalah salah satu hal yang menyebalkan. Mulai dari goyang-goyang kaki, mondar-mandir gak jelas, bolak-balik nengok hape, ngomel-ngomel sendiri, sampe manyunin bibir semaju-majunya, semua itu akibat menunggu. Menunggu disini konteksnya bukan menunggu kepastian cinta, lho (hehehehe... ). Menunggu dalam rangka janjian ma orang atau menunggu kedatangan sesuatu misalnya kereta, bus atau angkot gitu contohnya. 


Tidak ada asap kalau tidak ada api, tidak ada akibat kalau tidak ada sebab. Kalau yang diajak janjian tepat waktu, kalau yang ditunggu datang sesuai jadwal, maka kegiatan menunggu gak perlu dialami, iya kan? Ceritanya lagi emosi, ya? Kalau ingat beberapa pengalaman menunggu gara-gara subyek yang ditunggu gak ontime terkadang jadi kesel sendiri. 

Walaupun aku bukan pribadi yang tanpa cela, tapi aku punya prinsip untuk  berusaha selalu tepat waktu apalagi kalau berhubungan dengan orang lain. Soalnya udah ngalamin sendiri kalau nunggu kelamaan tu sangat-sangat gak menyenangkan. Janjian jam 10, karena ingin menghargai pertemuan itu aku sengaja datang lebih dahulu agar memberi kesan yang baik. Eitzzzz... 10.10 ckck... Oh mungkin baru dijalan. Pukul 10.30 berlalu.. Kepala udah mulai pegel nengok kanan-kiri gak ada pencerahan. Sampai 10.50, ohh cek hape, mungkin yang diajak janjian menghubungi, terlambat karena terjadi sesuatu. Nol, gak ada sms ataupun panggilan tak terjawab. Mulai menggerutu sendiri sambil berprasangka buruk, kemana ni orang? Lupa? terjadi sesuatu? Akhirnya pukul 11.10, datang? Oh, belum.. 11.10 aku memutuskan menghubunginya, tidak ada jawaban. Kyaaaa.. mulai menggila,, akhirnya pasrah saja sambil bibir manyun maksimal. 

Lanjut nih ceritanya belum happy ending, guys. Sampai akhirnya 1,5 jam kemudian berlalu serasa 1,5 abad. Orang yang ku tunggu datang juga. Tau gak? Tau gak? Bahkan orang tersebut tidak meminta maaf atau memberikan alasannya sedikitpun mengapa ia terlambat. Cetarrr membahana aw aw aw...

Lain hari lain ceritanya. Kali ini ada seorang teman yang meminta bantuan untuk mencetak pasien. Ikut-ikutan juragan kelinci di blog tetangga yang suka memberi nama samaran pada tokoh ceritanya, sebut saja pasien ini bernama Soimah. Soimah punya kebiasaan datang terlambat kalau janjian kontrol gigi. Terpengaruh bujukan setan, kali ini aku berniat datang terlambat karena gak mau terlalu lama menunggu Soimah dan jadi bete sendiri. Sampai pada akhirnya niatku itu terealisasi, dijalan aku mendapat kabar kalau Soimah ternyata sudah ada di TKP. Watauuu akhirnya kelabakan dan ngebut dengan kecepatan 60 km/jam (dimana letak ngebutnya??hehe itu dah ngebut buatku, prend). Niat buruk dikalahkan oleh kebiasaan buruk rupanya. Soimah buru-buru pulang dan akhirnya aku yang datang 10 menit lebih lambat dari waktu janjian, gak jadi mencetak gigi Soimah. 

Dua cerita ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagiku. Aku akan selalu berusaha tepat waktu dalam kondisi apapun. Menepati waktu janjian adalah caraku menghormati dan menghargai kepentingan orang lain, tidak peduli orang itu punya prinsip yang sama dengan ku atau sebaliknya. Good Luck, Yena.. ^^v

Passwordnya : TUMBASSS...

Saturday, January 12, 2013 0 comments
Mumpung lagi kongkow-kongkow ngegeje, liat blog tetangga udah gencar update jadi pengen nulis juga nih. Beberapa waktu lalu sempet update tentang hobi berkebun bapak dan tanaman hias depan rumah, nah waktu itu sempat ada kejadian lucu. Ditengah sesi pemotretan, pemotretan tumbuh-tumbuhan tentunya, lewat lah seorang ibu yang sangat ku kenal. Tetanggaku ini namanya Bu Pur. Bukan nama sebenarnya, karena itu nama suaminya. Seperti halnya cewek-cewek dimanapun yang punya nama buagus sekalipun, kalau menikah nanti akan lebih populer dengan membawa nama suami, kan? Jadi pikir-pikir lagi tu kalau nama calon suamimu gak cetar membahan. Siap gak sisa umur hidupmu dipanggil dengan embel-embel nama suamimu kelak. Lhooo malah ngelantur.. lanjuut..

Bu Pur tiba-tiba menyapaku yang sedang asik mengambil foto anggrek dan rak tanaman di samping rumah. "Moto apa itu, Dek? Wah mbok mending saya saja yang di foto, numpang narsis," spontan aku menanggapin ya "Wah, boleh, Bu.. Monggo, Bu.." sambil meminta Bu Pur pose di depan rak tumbuhan. Cekrik.. dan hasilnya sesuatuww banget nih gayanya Bu Pur,,

Bu Pur saat pose di depan rak tanaman ^^

Wah gaul juga ni posenya Bu Pur. Sebenarnya, kalau ingat Bu Pur, jadi ingat masa kecilku dulu. Bu Pur ini waktu jamannya aku SD, buka warung di rumahnya. Rumah Bu Pur hanya sekitar 50 m dari rumahku. Beliau menjual segala macam sembako, jajanan anak-anak, sampai perlengkapan pramuka (tongkat pramuka, topi, buku tulis juga ada), pokoknya warungnya toserba banget deh, bisa memenuhi segala kebutuhan orang satu komplek..hehe.

Dulu hampir setiap hari aku menyambangi warung beliau, sekedar beli ciki, atau permen. Pulang sekolah habis ganti baju langsung cus jajan di tempat Bu Pur. Pengalaman unik sampai malu juga ada waktu jajan di tempat beliau. Waktu itu ibuku minta tolong dibelikan bumbu dapur di warung Bu Pur. Kalau gak salah ada dua jenis bumbu yang harus ku beli. Aj*no*oto dan tumbar. Maklum lah masih anak-anak, sepanjang perjalanan dari rumah ke warung dua benda itu ku sebut-sebut terus biar gak lupa. Sampai di warung aku sibuk memanggil-manggil dan mengetuk pintu warung Bu Pur, alhasil hapalanku buyar. "Tumbas nopo, Dek?" dengan terbata-bata aku bilang "Aj*no*oto sama mmmm... ckckck," garuk-garuk kepala sambil berusaha keras mengingat-ingat. Ya ampun, malunya luar biasa. Aku akhirnya pulang karena tetep gak bisa mengingat kata tumbar. 

Pernah juga dimarahin sama Bu Pur gara-gara milih ciki kelamaan. Paling banter jajan 500 tapi milih-milihnya bisa 10 menit lewat. Padahal Bu Pur kan juga butuh privacy, *lhooo.. "Tumbas sik pundi, Dek kok suwi men le milih (arti: beli yang mana, Dik kok pilihnya lama sekali)," dengan nada yang cukup tinggi, atau "Le milih cepet, rak di obrak-abrik kui cikine (arti: pilihnya cepat, jangan diobrak-abrik cikinya)," ouch langsung diem dan segera bayar. Ngalamin jadi pelanggan tetap jajanan kuwaci gara-gara waktu itu ibuku hamil adekku dan nyidamnya kuwaci.

Sepuluh tahun lebih berlalu, sekarang Bu Pur sudah gak buka warung lagi. Tergerus modernisasi yang membuat anak-anak komlpek makin dewasa dan malas jajan atau belanja di warung. Indomart dan Alfamart tampak lebih menarik rupanya. Sampai beberapa waktu lalu adikku menceritakan guyonan yang berhubungan dengan warung Bu Pur. Saat adikku dan teman-temannya sedang kumpul di masjid yang letaknya hanya 10 m dari rumah Bu Pur salah seorang temnnya asik internetan dan mencari koneksi wi-vi. Pilihan koneksi muncul; bknOne (wi-vi milik kantor ayahku) dan HidayatPurwanto (wi-vi milik rumah Bu Pur, dengar-dengar anak beliau pasang koneksi wi-vi dirumahnya, hehe). Teman adikku berceloteh, "Wah ini ada sambungan koneksi ke wi-vi Bu Pur, tapi kudu nglebokke password (arti: tapi harus pakai password)," teman lainnya menimpali sopntan "Aku reti password e opo! Password e TUMBASSS.. (arti: aku tau passwordnya, paswornya BELIIII...)"

Jadi, dulu tiap kami mau beli di warung Bu Pur pasti kami meneriakkan satu kata dengan nada yang khas, yaitu "TUMBASSS...!!" kata itu menjadi semacam password kalau mau beli di warung Bu Pur, hehe.

Mendengarkan Tausiyah Ust. Yusuf Mansyur, Live

Saturday, December 8, 2012 2 comments
Dua minggu yang lalu, makelar segala jenis barang (teman di blog tetangga.. ^^) mengirimkan sms yang sangat membahagiakan. Acara Spiritual Gathering, Business? It's Easy bersama Ustad Yusuf Mansyur, dilaksanakan tanggal 3 Desember 2012 di Gedung Serbaguna UIN. Mata berbinar, muka merah jambu tersipu-sipu dan hati dag dig dug. Wah.. aku ngefans berat sama ustad yang satu ini. Selama ini udah menanti-nanti kesempatan bisa langsung bertemu dan mendengarkan tausiyahnya. Langsung cepat-cepat daftar dan harap-harap cemas menunggu jawaban dari panitianya. Zingggg... 



Sehari berlalu tanpa kabar. Sudah gak deg-degan lagi dan cenderung pasrah. Mungkin kuotanya sudah penuh. Nanti langsung ke TKP saja bawa tiker atau daun pisang buat duduk ndeprok, slonjoran, pikirku. Tarara, ada sms balasan "sudah terdaftar", uhuii, bahagia berbinar-binar lagi muka ini. Gak sabar menunggu tanggal 3 (udah kayak mau nonton konsernya SRK aja).

Hari H datang juga. Wah bingung mau pakai baju apa. Acaranya formal atau santai, ya? Pakai kaos aja nanti  ternyata yang lain pada pakai baju rapi-rapi. Duh, akhirnya pakai baju muslim yang lumayan deh biar gak saltum (rempong banget, ya..). Sampai di TKP 30 menit sebelum acara mulai, pukul 18.30. Sudah dapat deretan duduk tengah-tengah, tinggal duduk manis meananti YM masuk. Teng teng teng teng.. udah masuk jadwal acara dimulai, tapi acara belum mulai-mulai juga. Di depan panggung yang ada cuma mas-mas lagi nyetem gitar, jrang-jreng jrang-jreng gak jelas, huft. 

Berselang 30 menit dari waktu acara seharusnya mulai, MC mulai masuk dan memimpin acara, wah udah mulai seneng dan semangat, nih. Ternyata YM gak langsung masuk. Dibuka sama beberapa lagu dari nasyid dan penyanyi tamu. Udam mulai terbawa suasana dan senyum-senyum sendiri. Akhirnya setelah menanti sekian lamaaa.. YM muncul mengenakan baju batik sambil tersenyum. Wah, langsung meleleh. Beliau tidak ada bedanya sama sekali saat dilihat di televisai dengan saat liat langsung. Sama persis. 

Tau gak sih?? Dari awal tausiyah sampai akhir gak berhenti ketawa terbahak-bahak, walaupun ada terharunya juga sih saat beberapa kaum pria ditawarkan untuk bersedekah motor, dan Subhanallah, gak sedikit yang dengan mantap maju dan menyedekahkan motornya, ampe merinding rasanya. Beliau menyampaikan tausiyahnya dengan sangat khas. Logat betawi-arabnya kental membuat kami para penonton ketawa. Apalagi saat beliau menceritakan kisah nyata Syafii dan istrinya yang bangkit dari keterpurukan ekonomi dan menjadi milyader dengan jalan sedekah. Cuma dibuat melongo dan tepuk tangan berkali-kali saat serius mendengarkan tausiyahnya.

Bagi beberapa orang prinsip sedekah yang disampaikan YM dalam tiap tausiyahnya memang agak "mustahal bin mustahil, alias aneh", padahal semua itu kalau dipikir-pikir memang benar dan sudah menjadi janji Allah SWT, barang siapa bersedekah maka Allah akan melipat gandakan apa yang telah di sedekahkannya. Asal kita tidak berhenti dan terus "tembak sasaran", hehe. Bukti nyatanya juga sudah seabrek Meskipun aku sendiri belum bisa mempraktekkan seperti teman-teman yang dengan segenap hati rela mensedekahkan harta paling berharganya, tapi aku setuju kok dengan apa yang disampaikan YM. 

Yang jelas, pengalaman malam itu benar-benar pengalaman yang indah dan memberi banyak ilmu dan manfaat buatku. InsyaAllah ilmu yang disampaikan oleh Ustad Yusuf Mansyur bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Good Luck ^^ 

Yena = Ilmu Pengetahuan (Versi Ibuku)

Sunday, December 2, 2012 5 comments
Ada yang gak tau dengan arti namanya sendiri? Sebenarnya aku tahu dengan lengkap arti namaku. Dulu waktu SMP pernah ada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang iseng memberi tugas pada muridnya untuk menuliskan arti nama di buku tulis pelajaran Bahasa Indonesia. Bahkan teman sekelasku ada yang sampai disuruh keluar dan menelepon ortunya lewat telepon koin untuk menanyakan arti nama panjangnya, geli kalau ingat kejadian itu.


Nama adalah doa yang dipanjatkan orang tua untuk sang anak di masa depannya nanti, begitu yang aku tangkap. Jadi, pasti orang tua akan memberikan kata-kata yang baik dan penuh makna di setiap penggalan nama kita. Orang tuaku memberiku nama Yena Ruktianawati Nuswantari. Kata beberapa orang, nama Yena tidaklah terlalu populer dan masih jarang digunakan. Saat itu almarhum ibu menjelaskan dengan detail arti namaku, begini kira-kira:
                    Yena                                  = ilmu pengetahuan
                    Rukti                                  = tempat dimana aku dilahirkan yaitu Wisma Rukti
                    anawati                              = menggambarkan anak perempuan
                    Nuswantari                        = nusantara 
Harapan orang tuaku adalah, aku anak perempuan yang dilahirkan di Wisma Rukti kelak memiliki ilmu pengetahuan yang berguna bagi bangsa dan negaranya. Prok-prok-prok... amin. Beberapa hari ini aku kepikiran soal arti nama itu. Sekarang kan jamannya mbah google, apa-apa ada di mbah google, jadi iseng-iseng aku cari arti kata Yena, dan hasilnya nihil. Yana, Yona, Yeni, Yani, Yuni, ada semua tapi Yena gak ada. 

Seingatku, almh ibu bilang nama Yena itu diperoleh dari bahasa sansekerta, tapi di cari-cari juga tetep gak ketemu, kyaaa.  Beberapa kali searching nemuin kata Yena dalam artikel dan buku yang berbau ajaran Hindu, yena = yadnya = dengan demikian. Nah loo... gak penting lagi, apa arti yang sebenarnya, mencari kesana kemari sampai ketemu hanya mengobati rasa penasaran saja, yang terpenting doa dan harapan yang dipanjatkan dalam namaku adalah sebuah harapan yang mulia yang patut diperjuangkan. Bagaimana dengan arti namamu??
Good Luck ^^

Bikin Taman tak Perlu Banyak Lahan

Saturday, December 1, 2012 4 comments
Tinggal di perumahan membuat kegiatan berkebun sedikit terganggu. Maklum, tidak ada lagi sisa lahan yang bisa digunakan untuk berkebun. Padahal ayahku sangat suka berkebun. Beliau punya banyak koleksi bunga kamboja jepang dan beberapa bunga anggrek. Kalau kata orang dulu, tangan ayahku "dingin", jadi nanem apa aja bisa tumbuh subur. 

Sebenarnya aku sendiri sangat suka dengan tanaman tapi beda sekali denganku, nanem apaan juga musti gagal dulu. Pernah seorang teman yang suka dan hobi berkebun memberiku tanaman hias, kalau tidak salah namanya sikas. Dia membeli dua bonggol yang masih kecil dan memberikannya satu untukku, "Nih, dirawat, ya.. Nanti beberapa bulan lagi kita lihat sikas siapa yang paling bagus," waduh, gaswatt.. aku tidak tau pula cara menanam dan merawatnya. Sebagai pengakuan dosa, aku membuangnya begitu saja dan akan mengaku kalah karena tidak bisa merawat tanaman sikas. Apes banget saat beberapa bulan kemudian kami berencana bertemu, dia sms dan pesan agar aku memfoto tanaman sikas pemberiannya untuk dibandingkan dengannya. Ohmaigot, sikas siapa pula yang akan difoto? Sikas pemberiannya bukan hanya tidak tumbuh subur, bahkan belum sempat tumbuh dan sudah kubuang, aw aw aw aw panic attack, Bro. Saking gak pengen mengecewakan temanku itu, aku akhirnya melakukan tindakan konyol (mungkin ini penyebab orang bertanya; berbohong demi kebaikan boleh gak?? hmm) dengan mencari foto sikas di internet dan dengan segala cara agar tak mencurigakan kubuat foto itu seakan-akan sikas pemberiannya (ya ampun, penjahat sekali ya.. hehe). Kejadian itu berakhir dengan ending yang datar. Temanku cuma berkomentar "Punyamu gak sebagus punyaku, daunnya kok tumbuhnya aneh, ya," huft aku lega.  

Kembali lagi soal perumahan. Hobi berkebun ayahku akhirnya tersalurkan dengan sedikit area sisa si depan rumah, di samping rumah, di seberang rumah, hmm, di balai seberang jalan dekat rumah, dan yang paling gokil di tanah kosong dekat masjid 100 meter di depan rumah. Apa yang ditanam? Hoo macam-macam, mulai dari tanaman hias yang memang lazim ada di depan rumah, tanaman cincau, sawo yang sudah di bonsai, ketela rambat, sampai pepaya.

Kegemaran ayahku itu sebenarnya berdampak positif lho, Mas Bro dan Mbak Bro. Rumah yang minimalis sekali ini jadi sedikit "adem" dengan hijau-hijauan di sekitarnya. Tidak terasa panas dan kering kerontang. Jadi ada yang bisa "di sawang" kalau lagi gundah gulana di rumah. Saat aku amat-amati, perumahan yang terletak di belakang kantor BKN ini, dihuni sekitar 58 kepala keluarga, sudah berdiri lebih dari 30 tahun dan dengan keterbatasan lahan beberapa orang diperumahan juga melakukan hal yang sama dengan ayahku, memaksimalkan area kecil di depan dan samping rumah untuk menanam tanaman hias, untuk penghijauan. Rasanya memang jadi lebih adem dibandingkan perumahan-perumahan mewah yang baru dibangun di sekitar rumah. 

beberapa tanaman hias di depan rumah
beberapa pot di teras rumah
masih tanaman di depan dan teras rumah
yang ini koleksi tanaman di samping rumah
ayah membuat rak tamannya sendiri, lho.. ^^
Masih di samping rumah
Pohon pepaya dan kolam ikan dalam bejana tanah liat di seberang rumah
nah ini dia, siempunya tanaman hias sedang panen daun cincau di seberang rumah.
My Father ^^
Semua yang nanem ayahku sendiri, tugasku menyiram dan menikmati pemandangan hijaunya saja, hehe.  Jadi sebenarnya gak perlu lahan yang luas untuk punya tanaman hias. Bahkan tanaman hias juga ada yang bisa diletakkan di dalam rumah, kan. Yuk mari menghijaukan rumah ^^. Meskipun tidak punya lahan yang luas, tapi aku senang disekitar rumahku tetap hijau dan segar. Thanks to my father... ^^


Foto diambil dengan kamera Kodak Pro-DSLR Z981

Berprasangka Baik Saja

Tuesday, November 20, 2012 4 comments
Baru saja membaca update'an tulisan di blog milik kawan tentang pengalamannya di tahun baru Hijriyah beberapa hari lalu, intinya bahwa manusia dapat merencanakan segalasesuatunya tapi Tuhan yang menentukan. Gara-gara itu jadi ingat pelajaran berharga beberapa tahun lalu yang sampai sekarang jadi teringat terus. 

Waktu itu masa sibuk-sibuknya kuliah dan praktikum. Berangkat dari rumah 06.30 pagi karena harus masuk jam 07.00. Hari itu sudah mulai berprasangka yang tidak-tidak di jalan karena kurang siap mengikuti pre-test praktikum histologi (test singkat yang diadakan sebelum praktikum dilaksanakan dan harus lulus pretest jika ingin ikut praktikum hari itu). Benar saja, lamunan baru hilang, JEGREGGG... uadooohhh, suara apaan tu? Ternyata bagian standar motorku ngegesrek (bahasa indonesianya apaan ea?? terdores dengan kencangnya mungkin ya..) polisi tidur gara-gara aku gak cermat liat jalan. Parah banget hasilnya, tempat pijakan kaki jadi penyok (duh apaan lagi ni bahasa indonesianya..) dan tidak berfungsi. Untung kejadianya udah deket kampus. Boro-boro ke bengkel, hari itu jadwal kuliah padet banget sampai sore.

Sampai kampus malu diliatin orang gara-gara kaki ku yang satu harus berpijak di bagian bodi motor bagian depan bawah stang. Hajar bleh.. Salahnya adalah, aku berprasangka begini dalam hati "Duh, sial banget si pagi-pagi udah dapat cobaan kayak gini, jangan-jangan ntar kejadian gak enak lagi ni hari," prasangka buruk banget, ya.. Ya, alhasil bener tu prasangka. Baru praktikum pertama di hari itu udah kelabakan dan banyak salah. Dimarahin dosen pula. Selama dimarahin, kelabakan dan morat-marit, ni hati masihh aja berprasangka buruk sama Allah. Jangan-jangan ntar gak lulus pretest dan harus pulang gak ikut praktikum hari ini. Huaaa parah ni hati ane. 

Tarata rara.. Kesampaian tu prasangka. Pertama kali (dan terakhir kalinya sih) gak lulus pretest dan terpaksa pulang dengan wajah malu gak boleh ikutan praktikum hari itu. Nyesek banget deh hati rasanya. Seperti bertubi-tubi dapat cobaan dalam sehari itu. Semua itu karena aku gak bisa mengendalikan pikirannku. Aku berburuk sangka terhadap apa yang akan terjadi hari itu. Pernah juga pengalaman dijalan raya lagi asik-asiknya naik motor, ehh ni pikiran iseng bener nyerempet-nyerempet "wah, dah lama ya ban motor gak bocor tiba-tiba dijalan," settt dah,, buruk banget kan prasangkanya. Langsung dah kejadian, ban bocor gak bisa ditambal mesti ganti ban pula. Jiahhh nyesekkk. Sejak saat itu, kalau pagi-pagi udah dapat cobaan, langsung keinget pengalaman pahit itu dan jadi langsung istigfar dan mohon sama Allah agar selalu diberi kelancaran di waktu-waktu kedepan.

Mencuplik ilmu dari blog tetangga.. ( http://ratnawatiutami.wordpress.com/ )


Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah berfirman:
Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari (HR. Bukhari dan Muslim) 



 Yuk selalu berprasangka baik kepada Allah SWT.


diambil dari www.favim.com dengan editing

KARETY Berbagi dalam Erupsi Merapi 2010

Friday, November 16, 2012 2 comments
Saat bongkar-bongkar file foto, menemukan file Karety milik adikku. Apa itu Karety? Kalimosodo Care Humanity. Kalimosodo merupakan identitas siswa SMA Negeri 2 Sleman, almamater adikku. Karety di bentuk pada saat erupsi Gunung Merapi 2010. Lokasi sekolah adikku yang dekat dengan area pengungsian menggugah para putih abu-abu ini untuk ikut berbagi bersama anak-anak korban bencana Merapi saat itu. 

Sedikit mengenang kejadian 2 tahun yang lalu, dalam suasana yang memang sungguh mencekam. Lokasi rumahku kalau dihitung-hitung hanya 23km dari puncak Gunung Merapi. Kabar simpang siur yang berhembus membuat semua orang panik, mengungsi dan resah dalam beberapa minggu. Tiap petang berganti malam, suasana sekitar rumah mendadak sepi dan masam. Suara gemuruh yang aku sendiri tidak pernah tau sebenarnya suara apakah itu, suara gemuruh gunung yang sedang bergejolak atau suara petir karena memang sedang musim hujan, membuat malam semakin menegangkan. Sempat mengalami hujan abu bahkan hujan krikil, sebuah pengalaman hidup yang tak terlupakan namun menyimpan kepedihan. 

Disudut lain, sekelompokan anak muda tengah sibuk mempersiapkan beberapa perlengkapan menuju tempat pengungsian. Remaja OSIS SMA Negeri 2 Sleman, dalam sebuah tim yang mulai detik itu sama-sama berkomitmen untuk berempati dengan kondisi sosialnya, kondisi di sekitarnya, bergerak cepat mempersiapkan semuanya. Psikologis anak-anak korban erupsi yang ada di pengungsian menjadi konsentrasi mereka. Trauma healing menjadi fokus kegiatan mereka saat itu. Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi orang tua yang sedang terpukul karena kehilangan anggota keluarga, sanak saudara bahkan harta benda, serta kondisi pengungsian yang serba minimal membuat anak-anak tertekan secara psikologis. Mereka mungkin belum paham dengan kejadian tersebut, mereka mungkin hanya bisa diam atau justru menangis tapi justru karena itulah sulit untuk menebak apa yang sebenarnya anak-anak ini rasakan. Bermain dan berbagi cerita dalam suasana yang menyenangkan menjadi pilihan yang tepat...

fokus bermain dengan mbak-mbak dan mas-mas dari Karety

anak-anak , selalu tertawa dalam keceriaan bermain

yuk bikin ketrampilan dan membuat kreasi dengan malam, jangan lupa pose dulu.. crikk

wajah mereka mengguratkan asa..
cita-cita yang akan terbang tinggi bersama pesawat kertas...

behind the scene..
mbak-mbak dan mas-mas Karety.. semangat!
Selalu tebarkan kebahagiaan ditengah mendung yang menggelayut KARETY...
thanks to pro-DSLR Kodak Z981 ^^

Tugas Ospek Bikin Rumah Kapal Pecah

Wednesday, November 14, 2012 0 comments
Ospek? Aku sih sudah hampir lupa sensasinya, saking sudah lama berlalu. Kegaduhan Ospek mulai melanda tatkala (bahasanya gini amat ya..) adikku beberapa bulan lalu menjalaninya. Sayangnya aku justru tertarik bukan kepalang membantunya menyelesaikan tugas-tugas Ospek. Jadi heran sendiri, bukannya menyelesaikan tugas milik sendiri tapi malah kegirangan membantu bikin tugas Ospek. Aneh, ya.. menyelesaikan tugas orang lain buatku jauh lebih menarik daripada tugas sendiri. Sempet sewot juga kalau ingat dulu jamanku Ospek, gak ada yang ngebantuin, apa-apa bikin sendiri. Begadang sendiri, cari ini itu sendiri, pusing-pusing sendiri, ouchhh... 

Sedikit mengingat jaman Ospek ditahunku, semua serba sulit karena terbentur keterbatasan fasilitas. Disuruh mereview jurnal. Jaman 2005 thu aku sama sekali buta soal jurnal. Jurnal thu kayak apa, carinya dimana, ciri-cirinya apa? Secaraaaa, ya belum ada thu fasilitas sambungan internet dirumah. Ketemu mbah google aja masih shy shy cat, masih keder sama teknologi. Herannya lagi, aku seperti gak ada persiapan sama jurusan yang aku masuki. Diterima di FKG dengan pengetahuan nol besar tentang gigi. Disuruh menggambar gigi dan dijadikan kalung, buahahaha.. bentuk gigi dari mahkota sampai akar aja aku gak ngerti, parahhh banget deh jamanku dulu. Ya sudah lah ya.. masa lalu..hehe

Kembali ke Ospeknya anak Kartografi dan Penginderaan Jauh. Tugas adikku sih sebenernya gak berat-berat amat, gak banyak-banyak juga. Tapi ada pengalaman menarik soal tugas kelompok membuat poster. Tugas ini sebenarnya sudah diberikan di hari pertama Ospek, tapi karena masih banyak tugas lainnya jadilah ni tugas terabaikan sampai di hari H-1. Karena teman satu kelompok adikku juga sibuk memikirkan tugas pribadinya, akhirnya aku iseng mengambil alih tugas itu (yang buat tugasnya si tetep adikku, cuma aku menyumbang ide dan membantu saja waktu mengerjakannya). Waktu tau tugasnya bikin poster bertemakan Geografi Kesehatan sih masih pede, yahhh bisa lah ya, ada kaitannya juga dengan bidang yang kupelajari, kesehatan. Hanya saja, jadi mendadak syok setelah tau ukuran kertas untuk membuat posternya. Bukan A3? Bukaaannn... 4 kali ukuran A3 kali ya thu kertas, Guedeee banget. Setauku yang namanya poster itu kan berisi gambar dan tulisan yang tujuannya menyampaikan informasi semenarik mungkin tentang suatu hal. Nah ini, dengan kertas segede ini gimana cara mewarnai gambarnya biar cepet selesai? Siram cet aja apa ya? 

Hmm, lama terdiam merenung (kyaaa.. bukan saatnya merenung) sambil putar otak mau bikin poster yang kayak gimana. Perjalanan ke Toko Merah (ke toko alat tulis cari bahan-bahan) berasa hampa karena belum dapat ide. Mulut komat kamit baca mantra biar lekas dapat ide, merem-melek, jrenggg.. yiiihaaa aku dapat ide! Maklum, udah dasarnya pinter sih ya, jadi langsung thu wangsit datang (boleh nampar buat yang kesel, hehehe, pisss ^^v)

Dibelilah kertas marmer berukuran jumbo dengan beraneka warna dasar yang cerah dan ngejreng. Hitam, merah, biru, kuning, hijau. Tidak lupa membeli spidol berukuran besar. Ahaa, yakin dalam waktu singkat thu kertas poster yang super besar langsung penuh dan menarik. Akhirnya dipilih sub tema Pemukiman Sehat dari aspek Geografi Kesehatan. Jadilah ruang tamu disulap menjadi kapal pecah karena saking berantakannya. Mau liat proses pembuatannya sampai akhirnya thu poster jadi? Yuk disimak..

rumah jadi kapal pecah gara-gara bikin poster segede gambreng
giliranku jadi mandor perintah adikku bikin ina ini itu... yihaaa
pukul 01.15 am jadi juga ni poster, siap dipresentasikan..
adikku, Valen nampang dulu sama posternya
Meskipun hasilnya seperti ketrampilan anak TK, tapi kata adikku ni poster dapat tanggapan paling oke, lho. Paling bagus kata para pembina. Wah senangnyaaa.. Oh iya, isi posternya kurang lebih menceritakan point-point penting mengenai membangun rumah sehat ditinjau dari aspek Geografi dan Kesehatan. Seperti ketersediaan tempat sampah yang baik, letak bangunan tidak langsung dipinggir jalan raya dipandang dari aspek keselamatan keluarga, pengaturan faktor pencahayaan dan resapan air, dan beberapa point lainnya. 

Semoga Ospek ini mengawali kesuksesan adikku dalam karirnya dibidang yang sedang ia geluti saat ini, amin.

novembeRain...

4 comments
Memasuki bulan November, hujan mulai sering turun. Doaku lirih "Alhamdulillah, terimakasih ya Allah telah mengguyur tanah ini  dengan air yang menyejukkan dan memakmurkan". Aku termasuk salah satu orang yang suka dengan kehadiran hujan. Meskipun segala sesuatu menjadi lebih ribet dari biasanya, karena harus prepare beberapa barang ekstra seperti mantel, payung dan cover bag, tapi sensasi musim hujan buatku membawa suatu ketenangan tersendiri. 

Hujan tahun ini pastinya telah dinanti-nanti terutama bagi mereka yang tinggal dengan keterbatasan air. Mungkin warga di Gunungkidul menjadi sekelompok yang sangat bersyukur menyambut musim hujan tiap tahunnya. Hujan bak rizki berlimpah yang diturunkan Tuhan. 

Memori hujan-hujanan selalu membekas indah buatku. Seingatku, terakhir kali sengaja hujan-hujanan sudah sekitar 5 tahun yang lalu saat aku dan dua orang sahabatku sengaja main ke Prambanan disaat hujan turun lebat. Kami menyewa payung tapi sengaja membasahi badan di bawah guyuran hujan lebat sore itu.

Hujan juga selalu identik dengan sesuatu yang romantis, melankolis dan mendalam. Seperti di pilm-pilm thu mpok misalnye, kalau ada adegan yang mendramatisir, rintik hujan menjadi pelengkap adegan. Di drama korea juga sering, biasanya gara-gara turun hujan dua orang yang lagi PDKT tapi lagi marahan jadi saling pandang terus baikan gituu dehh, hehe. Tapi sulit dipungkiri kalau hujan memang mengantarkan suasana yang romantis dan dalemmm, guys. 

Aromanya, aroma seusai hujan selalu berbeda. Banyak yang bilang aroma tanah musim hujan sangat khas. Mengutip tulisan di salah satu website "Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk meresonansikan ingatan masa lalu. Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu". Buat kalian yang suka menikmati rintik hujan pasti juga akan setuju dengan pernyataan tersebut. Enatah kenapa, tiap aku sengaja memandangi hujan, pandanganku seperti menatap jauh ke masa lalu, masa lalu yang penuh kenangan. Rasa terhipnotis itu mungkin maksudnya seperti tanpa sadar dibawa melamun lebih dalam, melamunkan suatu kenangan yang berujung pada senyuman...
Lalu, apa yang kau rasakan saat hujan??
Selamat menikmati musim hujan tahun ini, kawan... ^^






sumber gambar : www.favim.com 
dengan proses editing.. thanks favim for the inspiration..  

my favorite song