Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Curhat: Yuk Lihat Sisi Positifnya (edisi Diet menuju Sehat)

Wednesday, October 16, 2013 1 comments
Ni ceritanya lagi kesal dan mau memotivasi diri sendiri, hehe. Gara-gara habis diece, hmm dalam bahasa indonesia berarti dihina, sama Mr. Sim (sebut saja pacarku dengan Mr. Sim, hehe). Kejadiannya berawal dari kirim pesan gambar lewat whatsapp beberapa hari lalu saat saya sedang menghadiri pernikahan salah seorang teman yang konsep pestanya "garden party". Merasa tempat pernikahannya indah, banyak bunga-bunga dan di alam terbuka, jadilah saya dengan sangat percaya diri mengirimkan foto narsis saya di antara bunga-bunga yang bermekaran, niatnya sih pamer. Memang niat buruk gak akan berakhir happy ending ya, guys. Beberapa menit kemudian Mr. Sim mengomentari dengan sangat tega bin waton. Buat saya komentarnya cukup menyobek-nyobek perasaan sih, menyangkut fisik.

Bete level 12 saat membaca beberapa kali komentar Mr. Sim ini. Seperti cerita beberapa waktu lalu, saya memang sedang melakukan program meurunkan berat badan, hanya saja hasilnya belum maksimal, malah masih jauh dari target. Bisa dibilang, penurunan berat badan saya mengalami stagnasi atau biasa dibilang dengan fase plato (info lebih lanjut silakan klik http://dietdanbugar.blogspot.com/2013/05/mengapa-berat-badan-berhenti-turun-saat.html ). Itu mungkin terkesan alibi ya, guys, hmm tapi sebenarnya stagnasi penurunan berat badan saya ini karena saya sendiri yang kurang konsisten menjalani diet. Alhasih Mr Sim ini gedek dan jengkel mungkin kenapa nih ceweknya berat badannya kagak turun-turun, ya, hehe. Biar tidak disebut hoax, saya akan dengan bangga menampilkan foto narsis yang mendapat komentar "negatif" ini. 

foto ini nih yang bikin saya memotivasi diri


Kalau hanya fokus dengan sakit ati dan teriris-iris hati ini oleh ucapan Mr Sim, yang ada saya hanya akan stagnasi dengan keadaan saya. Saya mulai melihat kejadian ini dari sisi positif. Kejadian ini similar dengan sikap saya yang dianggap sangat menyebalkan oleh para perokok, Saya sangat menentang orang yang memiliki kebiasaan merokok, salah satunya adik saya sendiri. Sudah sampai jengah mulut saya ini berkicau setiap kali mengetahui adik merokok. Adikku mungkin juga mengalami kejengkelan akut menuju kronis kali ya mendengar ocehan kakaknya yang menentang kebiasaanya merokok. Itu semua atas dasar rasa sanyang saya pada si adek bandel ini. Jelas-jelas merokok itu gak ada gunanya, yang ada hanya efek negatif, buat badan si perokok maupun buat orang yang berada di sekirat perokok alias perokok pasif. Bagi saya tindakan merokok itu jahat sekali (tuh kan terpancing ngomel). 

Nah, ini sama halnya dengan saya yang memelihara berkilo-kilo lemak tak sehat yang bisa saja mencelakai diri saya sendiri. Dulu Mr Sim sudah sering bilang kalau keinginannya melihat saya bisa berhasil menurunkan berat badan itu semata-mata juga untuk diri saya sendiri, untuk kesehatan saya. Bukankah itu hal yang baik? Bahkan jika dilihat secara positif, itu adalah sebuah motivasi untuk saya menjadi lebih baik. Ini artinya saya harus mulai mengevaluasi metode diet saya yang mungkin membosankan atau membuat saya jenuh. 

Kembali lagi teringat sebuah kejadian, status salah satu teman di facebook yang merupakan salah satu penggerak grup orang-orang berbadan besar di Indonesia. Kira-kira begini isi statsusnya, "lagi duduk di sebuah restoran dan sedang memesan makan siang, gak sengaja melihat meja disebelah ada tiga laki-laki yang sedang lunch juga, lalu seorang wanita berbadan sangat kurus datang ditawari teman lainnnya untuk makan siang, si wanita berbadan kurus ini menjawab :haduh, aku gak makan siang, badanku udah gemuk gini:" kira-kira begitu statusnya. Saat saya membaca status itu saya ikutan ngomel seperti beberapa orang yang juga mengomentari status itu. Sok banget menurutku. Ehhhh, tapi sekarang saya berfikir beda tentang kejadian itu. Wanita kurus itu saja diet untuk menjaga bentuk badannya, apalagi saya yang memang masih kelebihan berat badan, wajib lah hukumnya buat diet. Setelah saya amati, hampir semua wanita yang memiliki badan ideal memang menjaga dan melakukan usaha keras untuk mendapatkan dan mempertahankan keidealan itu (hanya beberapa yang memang genetis kurus, jadi mau makan sebanyak apa juga gak akan gemuk), lha apalagi saya yang belum ideal, sudah sewajarnya kalau membutuhkan usaha yang jauh lebih keras untuk mendapatkan berat ideal. 

Mulai saat ini saya akan lebih fokus untuk mendapatkan berat ideal, walaupun bukan dalam waktu singkat tapi saya akan berkomitmen bahwa diet bukan hanya dilakukan saat badan kita tidak ideal, tapi diet adalah gaya hidup yang tidak ada batas waktunya selama nafas masih berhembus (ceileeee agak lebai dikit gak apa-apa ya biar semangat). Diet disini berarti menjga pola makan, berusaha hanya memasukkan makanan sehat ke dalam tubuh kita, dan olahraga secara teratur. 

pesan Mr Sim padaku beberapa hari kemudian
Doakan saya, ya pembaca sekalian.. agar saya bisa mendapatkan berat badan yang ideal. Semangat.. dan saya sudah bisa memandang "cemooh'an" Mr Sim sebagai sebuah motivasi positif dan wujud rasa sayangnya padaku.. <3 <3 uhuii prikityuuuu...

Bertekad Hidup Lebih Sehat dengan Olahraga

Friday, September 13, 2013 2 comments
Setelah sebelumnya mencoba rutinitas sepedaan yang begitu banyak manfaatnya, dalam program diet (disini tujuan akhirnya bukan cuma semata-mata menurunkan berat badan) saya selanjutnya mulai berani mencoba beberapa alternatif olahraga. Ternyata olahraga tidak se-menyebalkan yang saya bayangkan. Ketakutan saya dulu setiap kali ingin memulai olahraga; takut gak kuat karena badan saya yang gemuk, takut gak lincah karena bakal lebih cepat ngos-ngosan. Sekarang saya sudah bisa cuek. 

Lari Jogging..
Waawww musatahal banget nih saya melakukannya, secara ya saya dari jaman dahulu kala sama sekali gak menyukai olahraga ini. Sampai suatu hari saya nekat mencobanya bersama teman saya yang badannya sudah super proporsional. Jalas saja kebanting, bow.. Dia harus rela menunggu saya yang sedikit-sedikit berhenti dan menghela napas, hehe. Semangat.. dan ternyata memang benar dan manjur mengenai teori motivasi yang saya dengar, hanya butuh membiasakan diri untuk bisa menguasai suatu hal yang kita anggap sulit. Setelah 3-4 kali rutin lari akhirnya saya mulai bisa mengikuti ritme. Yah, tapi jangan dibayangkan saya menjadi pelari maraton handal, hehe. Jogging biasanya saya lakukan secara santai dan tanpa tekanan (haha, bahasa apa ini,) dan seputaran GSP menjadi pilihan jogging, karena disana hampir setiap sore dipenuhi orang-orang yang juga jogging, jadi lebih seru kan banyak temannya. Beberapa artikel yang saya baca menyebutkan beberapa manfaat jogging; membakar kalori, meningkatkan fungsi kerja kardio, jika dilakukan secara rutin mampu mengurangi kelelahan dikarenakan peningkatan level energi yang mencapai 60 persen.


Aerobik
Olahraga yang satu ini menurut saya sangat menyenangkan. Bisa joged sambil diiringi lagu sangat menghibur sekali (walaupun lagu yang diputar kebanyakan lagu dangdut yang di remix, hzzzzz). Lawan mainnya ibu-ibu komplek bow kalau aerobik. Tapi mereka hebat-hebat, udah pada punya anak banyak tetap menjaga badan dan semangat olahraga, bahkan mereka justru sangat cepat mengikuti gerakan. Kalah telak saya pemirsa sekalian, hehe. Olahraga yang satu ini sangat seru karena dilakukan beramai-ramai dan penuh semangat. Menurut saya tergolong ringan tetapi efektif membakar kalori.

Dengar musik lewat headset dalam kamar
Dimana letak olahraganya?? Ini menjadi alternatif terakhir kalau gak sempat keluar rumah buat olahraga. Siapkan playlist lagu kesukaanmu dalam handphone, jangan lupa untuk men-setting lagu slow diakhir playlist. Putar lagu keras-keras lalu bergerak. Biasanya saya melatih otot bisep trisep dengan barbel (banyak tersedia videonya di youtube) ditambah pemanasan (1 lagu), kemudian lari ditempat sampai habis 2 lagu, selanjutnya sok-sok an aja bergerak mempraktekkan beberapa gerakan yang sering dilakukan saat aerobik, sampai 1 lagu berakhir, selanjutnya kembali lari ditempat sampai 1 lagu berakhir, jika masih kuat lakukan lagi gerakan-gerakan aerobik dengan satu lagu, terakhir pendinginan (1 lagu). Cukup 7-8 lagu dalam playlist sudah bisa mengucurkan keringat setengah baskom, cin.. (mulai lebaiiii, hehe).

Dulu saya benar-benar tutup mata pada kebiasaan olahraga, tapi mulai saat ini saya bertekad menjadikan olahraga sebagai kebutuhan. Mungkin badan saya memang tidak langsung mengurus secara ndrastis, mungkin badan saya memang belum seperti gitar spanyol, tapi saya yakin dengan rutin berolahraga dan menjadikannya kebiasaan hidup, mampu menjaga daya tahan tubuh dan menyehatkan tubuh saya. Yaaaa sekali lagi berat badan ideal itu bonus kalau saya bisa tetap disiplin menjalankan gaya hidup sehat dan mengatur pola makan.

Amunisi Penakhluk Pasien Anak

Friday, November 30, 2012 4 comments
Sebulan terakhir kembali bergelut dengan pasien anak. Merawat gigi anak-anak SD itu sesuatu sekali, guys! Seperti yang sudah saya ceritakan beberapa waktu yang lalu, banyak suka duka berinteraksi dengan pasien anak. Meskipun lebih lelah, tapi hati senang dan sering dapat hiburan gratis. 

Mulai dari si kecil Yolan yang selalu salah mengucapkan kata "informasi", "Mbak, itu keretanya mau lewat njuk ada impromasi yang diomongin ya??" ucapnya saat mobil yang kami naiki berhenti di depan portal karena kereta api akan lewat. "Iya, tapi bukan IMPROMASI, Dek yang benar INFORMASI," sanggahku. "Iya mbak, IMPROMASI," hmm.. ya sudah. Dika yang bikin mata mrebes mili waktu bilang "Mbak, aku belum bisa caranya gosok gigi," aku antusias menimpali "Wah, iya, besok mbak ajarin ya. Sikat giginya dibawa ya besok," terharu dengan semangatnya. "Emm, tapi mbak, aku gak punya sikat gigi, sikat gigiku barengan sama punya ibu," ouchhh... tes tes sroott, hati rasanya keiris-iris. 

Belum lagi si Akbar yang selalu dikira adik kandungku karena badannya yang sama-sama endut kayak aku. polahnya naudzubileee, kagak bisa diam. Kalau sedang dirawat giginya di dental chair, sekalinya badannya gerak, rusak semua deh perawatan, hancuurrr. Dibalik tingkahnya yang super aktif itu, ada hal yang lucu, dia gak bisa naek mobil ber-AC (wuakakakakakak, hups, puas sekali saya tertawa). Jadi, saat hari pertama giginya selesai dirawat dan akan kami (aku dan salah seorang temanku yang bawa mobil) antar pulang kerumah, dia masih semangat 45. Di dalam mobil dia mulai jadi pendiam. Turun mobil dan berpamitan dia sudah tidak ada gaungnya lagi. Rupanya keesokan harinya si ibu cerita kalau sepulang kami antar dia, Akbar muntah-muntah mabok kendaraan (hahahahahahaa..ketawa pusa lagi).

Beda Akbar, beda Nazra. Anak kelas 3 SD ini sangat "tertata" sikapnya. Semuanya serba "dewasa", cara makannya, cara baca majalah bobo, caranya bicara, sampai band dan artis favoritnya. "Aku tidak suka Coboy Junior, yang aku suka One Direction. Aku punya dan hapal semua lagunya. Artis favoritku Kristen Stewart dan Selena Gomez. Dan aku paling tidak suka dengan Ariel dan Syahrini. Saat aku sudah tinggi nanti aku ingin menjadi model," prok-prok-prok... kayaknya ni anak titisannya Cinta Laura deh, hmm.

Dibalik sikap lucu dan unik mereka, terkadang beberapa anak sulit untuk duduk dengan tenang dan nyaman di dental chair. Antara takut, bosan ataupun terlalau penasaran dengan segala sesuatu yang ada disekitarnya. Akibatnya kami para koas harus siap amunisi agar mereka bisa punya kesibukan yang tetap membuat mereka tenang dan gak takut saat dirawat giginya. mau tau amunisi yang lumayan ampuh?

majalah anak-anak yang mendidik
Kalau pasien sudah lancar membaca, koleksi majalah anak yang bermutu dan mendidik cukup ampuh. Saat menunggu dirawat mereka akan asik membaca dan lupa dengan sekitarnya. Sayangnya gak semua anak gemar membaca. Amunisi lainnya?

buku mewarnai dan pensil warna sisa praktikum histologi jaman dulu kala
Untuk anak TK dan SD kelas 1 biasanya belum lancar membaca. Mereka akan lebih tertarik untuk mewarnai atau menggambar. Kalau tidak sempat membeli buku mewarnai, bisa search di google, banyak dan tinggal cetak saja. 

Tapi beberapa anak lebih suka mainan yang "bergerak" dari pada aktivitas olah ketrampilan. Bisa jadi yang satu ini merupakan amunisi yang cocok,

mainan memasukkan cincin ke dua tiang, butuk kesabaran nih
Mainan yang satu ini gak cuma anaknya yang suka, saya juga suka. Bisa juga diganti mainan sejenis seperti gamewatch. Ini bisa dimainkan sembari kita mengubek-ubek mulut dan merawat giginya, hehe. Kalau sedang tidak ada mainan untuk menghibur hati kami, ups, menghibur hati anak-anak, jadilah yang ada di klinik bisa jadi amunisi, apaan thu?

balon dan handscone
Amunisi yang satu ini justru paling diminati. Handscon kalau ditiup akan menyerupai balon dan anak-anak super suka mainan yang satu ini. Kalau lagi terpaksa gak ada mainan lain, ya yang satu ini jadi andalan. 

Sebenarnya yang paling penting, dan jadi amunisi paling tangguh adalah kesabaran dan rasa sayang kita pada pasien anak. Dengan bersikap baik dan mengajak mereka berkomunikasi mengenai hal-hal yang menyangkut dunia anak-anak, hal-hal yang menyenangkan dijamin dalam waktu singkat bisa akrab sama mereka..

my favorite song