Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Curhat: Yuk Lihat Sisi Positifnya (edisi Diet menuju Sehat)

Wednesday, October 16, 2013 1 comments
Ni ceritanya lagi kesal dan mau memotivasi diri sendiri, hehe. Gara-gara habis diece, hmm dalam bahasa indonesia berarti dihina, sama Mr. Sim (sebut saja pacarku dengan Mr. Sim, hehe). Kejadiannya berawal dari kirim pesan gambar lewat whatsapp beberapa hari lalu saat saya sedang menghadiri pernikahan salah seorang teman yang konsep pestanya "garden party". Merasa tempat pernikahannya indah, banyak bunga-bunga dan di alam terbuka, jadilah saya dengan sangat percaya diri mengirimkan foto narsis saya di antara bunga-bunga yang bermekaran, niatnya sih pamer. Memang niat buruk gak akan berakhir happy ending ya, guys. Beberapa menit kemudian Mr. Sim mengomentari dengan sangat tega bin waton. Buat saya komentarnya cukup menyobek-nyobek perasaan sih, menyangkut fisik.

Bete level 12 saat membaca beberapa kali komentar Mr. Sim ini. Seperti cerita beberapa waktu lalu, saya memang sedang melakukan program meurunkan berat badan, hanya saja hasilnya belum maksimal, malah masih jauh dari target. Bisa dibilang, penurunan berat badan saya mengalami stagnasi atau biasa dibilang dengan fase plato (info lebih lanjut silakan klik http://dietdanbugar.blogspot.com/2013/05/mengapa-berat-badan-berhenti-turun-saat.html ). Itu mungkin terkesan alibi ya, guys, hmm tapi sebenarnya stagnasi penurunan berat badan saya ini karena saya sendiri yang kurang konsisten menjalani diet. Alhasih Mr Sim ini gedek dan jengkel mungkin kenapa nih ceweknya berat badannya kagak turun-turun, ya, hehe. Biar tidak disebut hoax, saya akan dengan bangga menampilkan foto narsis yang mendapat komentar "negatif" ini. 

foto ini nih yang bikin saya memotivasi diri


Kalau hanya fokus dengan sakit ati dan teriris-iris hati ini oleh ucapan Mr Sim, yang ada saya hanya akan stagnasi dengan keadaan saya. Saya mulai melihat kejadian ini dari sisi positif. Kejadian ini similar dengan sikap saya yang dianggap sangat menyebalkan oleh para perokok, Saya sangat menentang orang yang memiliki kebiasaan merokok, salah satunya adik saya sendiri. Sudah sampai jengah mulut saya ini berkicau setiap kali mengetahui adik merokok. Adikku mungkin juga mengalami kejengkelan akut menuju kronis kali ya mendengar ocehan kakaknya yang menentang kebiasaanya merokok. Itu semua atas dasar rasa sanyang saya pada si adek bandel ini. Jelas-jelas merokok itu gak ada gunanya, yang ada hanya efek negatif, buat badan si perokok maupun buat orang yang berada di sekirat perokok alias perokok pasif. Bagi saya tindakan merokok itu jahat sekali (tuh kan terpancing ngomel). 

Nah, ini sama halnya dengan saya yang memelihara berkilo-kilo lemak tak sehat yang bisa saja mencelakai diri saya sendiri. Dulu Mr Sim sudah sering bilang kalau keinginannya melihat saya bisa berhasil menurunkan berat badan itu semata-mata juga untuk diri saya sendiri, untuk kesehatan saya. Bukankah itu hal yang baik? Bahkan jika dilihat secara positif, itu adalah sebuah motivasi untuk saya menjadi lebih baik. Ini artinya saya harus mulai mengevaluasi metode diet saya yang mungkin membosankan atau membuat saya jenuh. 

Kembali lagi teringat sebuah kejadian, status salah satu teman di facebook yang merupakan salah satu penggerak grup orang-orang berbadan besar di Indonesia. Kira-kira begini isi statsusnya, "lagi duduk di sebuah restoran dan sedang memesan makan siang, gak sengaja melihat meja disebelah ada tiga laki-laki yang sedang lunch juga, lalu seorang wanita berbadan sangat kurus datang ditawari teman lainnnya untuk makan siang, si wanita berbadan kurus ini menjawab :haduh, aku gak makan siang, badanku udah gemuk gini:" kira-kira begitu statusnya. Saat saya membaca status itu saya ikutan ngomel seperti beberapa orang yang juga mengomentari status itu. Sok banget menurutku. Ehhhh, tapi sekarang saya berfikir beda tentang kejadian itu. Wanita kurus itu saja diet untuk menjaga bentuk badannya, apalagi saya yang memang masih kelebihan berat badan, wajib lah hukumnya buat diet. Setelah saya amati, hampir semua wanita yang memiliki badan ideal memang menjaga dan melakukan usaha keras untuk mendapatkan dan mempertahankan keidealan itu (hanya beberapa yang memang genetis kurus, jadi mau makan sebanyak apa juga gak akan gemuk), lha apalagi saya yang belum ideal, sudah sewajarnya kalau membutuhkan usaha yang jauh lebih keras untuk mendapatkan berat ideal. 

Mulai saat ini saya akan lebih fokus untuk mendapatkan berat ideal, walaupun bukan dalam waktu singkat tapi saya akan berkomitmen bahwa diet bukan hanya dilakukan saat badan kita tidak ideal, tapi diet adalah gaya hidup yang tidak ada batas waktunya selama nafas masih berhembus (ceileeee agak lebai dikit gak apa-apa ya biar semangat). Diet disini berarti menjga pola makan, berusaha hanya memasukkan makanan sehat ke dalam tubuh kita, dan olahraga secara teratur. 

pesan Mr Sim padaku beberapa hari kemudian
Doakan saya, ya pembaca sekalian.. agar saya bisa mendapatkan berat badan yang ideal. Semangat.. dan saya sudah bisa memandang "cemooh'an" Mr Sim sebagai sebuah motivasi positif dan wujud rasa sayangnya padaku.. <3 <3 uhuii prikityuuuu...

Bertekad Hidup Lebih Sehat dengan Olahraga

Friday, September 13, 2013 2 comments
Setelah sebelumnya mencoba rutinitas sepedaan yang begitu banyak manfaatnya, dalam program diet (disini tujuan akhirnya bukan cuma semata-mata menurunkan berat badan) saya selanjutnya mulai berani mencoba beberapa alternatif olahraga. Ternyata olahraga tidak se-menyebalkan yang saya bayangkan. Ketakutan saya dulu setiap kali ingin memulai olahraga; takut gak kuat karena badan saya yang gemuk, takut gak lincah karena bakal lebih cepat ngos-ngosan. Sekarang saya sudah bisa cuek. 

Lari Jogging..
Waawww musatahal banget nih saya melakukannya, secara ya saya dari jaman dahulu kala sama sekali gak menyukai olahraga ini. Sampai suatu hari saya nekat mencobanya bersama teman saya yang badannya sudah super proporsional. Jalas saja kebanting, bow.. Dia harus rela menunggu saya yang sedikit-sedikit berhenti dan menghela napas, hehe. Semangat.. dan ternyata memang benar dan manjur mengenai teori motivasi yang saya dengar, hanya butuh membiasakan diri untuk bisa menguasai suatu hal yang kita anggap sulit. Setelah 3-4 kali rutin lari akhirnya saya mulai bisa mengikuti ritme. Yah, tapi jangan dibayangkan saya menjadi pelari maraton handal, hehe. Jogging biasanya saya lakukan secara santai dan tanpa tekanan (haha, bahasa apa ini,) dan seputaran GSP menjadi pilihan jogging, karena disana hampir setiap sore dipenuhi orang-orang yang juga jogging, jadi lebih seru kan banyak temannya. Beberapa artikel yang saya baca menyebutkan beberapa manfaat jogging; membakar kalori, meningkatkan fungsi kerja kardio, jika dilakukan secara rutin mampu mengurangi kelelahan dikarenakan peningkatan level energi yang mencapai 60 persen.


Aerobik
Olahraga yang satu ini menurut saya sangat menyenangkan. Bisa joged sambil diiringi lagu sangat menghibur sekali (walaupun lagu yang diputar kebanyakan lagu dangdut yang di remix, hzzzzz). Lawan mainnya ibu-ibu komplek bow kalau aerobik. Tapi mereka hebat-hebat, udah pada punya anak banyak tetap menjaga badan dan semangat olahraga, bahkan mereka justru sangat cepat mengikuti gerakan. Kalah telak saya pemirsa sekalian, hehe. Olahraga yang satu ini sangat seru karena dilakukan beramai-ramai dan penuh semangat. Menurut saya tergolong ringan tetapi efektif membakar kalori.

Dengar musik lewat headset dalam kamar
Dimana letak olahraganya?? Ini menjadi alternatif terakhir kalau gak sempat keluar rumah buat olahraga. Siapkan playlist lagu kesukaanmu dalam handphone, jangan lupa untuk men-setting lagu slow diakhir playlist. Putar lagu keras-keras lalu bergerak. Biasanya saya melatih otot bisep trisep dengan barbel (banyak tersedia videonya di youtube) ditambah pemanasan (1 lagu), kemudian lari ditempat sampai habis 2 lagu, selanjutnya sok-sok an aja bergerak mempraktekkan beberapa gerakan yang sering dilakukan saat aerobik, sampai 1 lagu berakhir, selanjutnya kembali lari ditempat sampai 1 lagu berakhir, jika masih kuat lakukan lagi gerakan-gerakan aerobik dengan satu lagu, terakhir pendinginan (1 lagu). Cukup 7-8 lagu dalam playlist sudah bisa mengucurkan keringat setengah baskom, cin.. (mulai lebaiiii, hehe).

Dulu saya benar-benar tutup mata pada kebiasaan olahraga, tapi mulai saat ini saya bertekad menjadikan olahraga sebagai kebutuhan. Mungkin badan saya memang tidak langsung mengurus secara ndrastis, mungkin badan saya memang belum seperti gitar spanyol, tapi saya yakin dengan rutin berolahraga dan menjadikannya kebiasaan hidup, mampu menjaga daya tahan tubuh dan menyehatkan tubuh saya. Yaaaa sekali lagi berat badan ideal itu bonus kalau saya bisa tetap disiplin menjalankan gaya hidup sehat dan mengatur pola makan.

Asupan Nutrisi Ibu Hamil vs Tumbuh Kembang Gigi

Tuesday, March 12, 2013 2 comments

Belakangan ini, semakin sering liat foto teman-teman yang terpampang di facebook berganti menjadi foto putra atau putrinya yang masih balita dan sangan lucu. Waaahh.. iri, deh pastinya karena saya pribadi belum menikah, jadi keinginan menimang buah hati yang unyu-unyu harus dipendam dulu dalam hati. Walaupun belum pernah hamil, tapi pengalaman beberapa bulan yang lalu mengamati para ibu hamil secara rutin datang ke puskesmas untuk kontrol kehamilan cukup menarik juga. Konsentrasi pendidikan saya memang seputar kesehatan gigi, tapi apakah bunda sekalian tau jika pada saat fase kehamilan, menjaga kesehatan gigi juga menjadi  point penting?


Waktu itu saya tugas studi banding di salah satu puskesmas di wilayah Kota Yogyakarta. Bahkan, klinik KIA (Kesehatan Ibu Anak) di puskesmas tersebut mewajibkan ibu hamil yang baru pertama kali periksa untuk dirujuk ke BPG (Balai Pengobatan Gigi). Hal tersebut dikarenakan pada ibu hamil terdapat beberapa dampak yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut. Apa saja, Bunda? Ibu hamil mengalami peningkatan resiko pembengkakan maupun perdarahan gusi. Kondisi tersebut berkaitan dengan adanya perubahan hormon, sehingga gusi merespon berlebih terhadap adanya iritasi lokal. Perubahan hormon baik progesteron maupun esterogen terjadi pada trimester pertama, dimana ibu hamil cendenrung mengalami mual, muntah maupun hipersalivasi (produksi air liur yang berlebih), kondisi ini menuntut ibu hamil untuk lebih rajin membersihkan gigi dan mulut untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang dapat mengakibatkan halitosis (bau mulut). Selama kehamilan, ibu membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang baik bagi janin. Apabila kondisi rongga mulut buruk, misalnya gigi berlubang, maka proses pengunyahan dan pemenuhan asupan gizi akan terganggu.

Point terakhir tadi menjadi penting dalam kaitannya dengan tumbuh kembang janin. Ibu hamil memerlukan nutrisi yang baik bagi tahap tumbuh kembang janin. Bagaimana dengan gigi? Yap, pembentukan dan pertumbuhan gigi diperngaruhi oleh beberapa faktor dan salah satu yang penting ialah asupan nutrisi. Kok bisa, sih? Iya, Bunda.. Ketika calon adik bayi masih di dalam kandungan, secara otomatis proses tumbuh kembangnya dipengaruhi oleh segala sesuatu yang ibu konsumsi, asupan gizi ibu hamil. Nutrisi tersebut nantinya menjadi penting untuk proses pembentukan dan kalsifikasi yang optimal bagi gigi susu (proses terdepostitnya garam-garam kalsium dalam tubuh). Sedangkan nutrisi pada balita dan anak penting bagi pertumbuhan gigi tetap. Pasti ada yang bertanya-tanya, terusss kalau ibu hamil dan balita kekurangan nutrisi apa akibatnya untuk pembentukan dan pertumbuhan gigi?

Tentu saja kekurangan nutrisi memberikan beberapa dampak terhadap pembentukan dan pertumbuhan gigi, Bunda. Salah satunya adalah waktu erupsi gigi. Erupsi adalah, hmmm ingat dengan istilah erupsi Gunung Merapi, kan? Mirip dengan itu, erupsi gigi adalah proses pergerakan gigi menembus gusi ditandai dengan munculnya sepertiga mahkota gigi disekitar gusi. Terdapat beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa erupsi gigi pada anak dengan status gizi baik akan berjalan dengan normal, sedangkan pada anak-anak yang mengalami obesitas pertumbuhan dan perkembangan gigi tetap cenderung lebih cepat dibandingkan dengan anak-anak dengan status gizi normal. Rata-rata lebih cepat 1,2-1,5 tahun sebelum waktu erupsi yang seharusnya. Bagaimana dengan yang status gizinya buruk? Kecenderungannya anak dengan gizi buruk akan mengalami keterlambatan erupsi gigi tetap, keterlambatan erupsi ini dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih buruk yaitu terjadinya maloklusi gigi, atau ketidakteraturan susunan gigi. Terlalu cepat maupun terlalu lambatnya erupsi gigi keduanya mengakibatkan ketidakteraturan susunan gigi. Pasti Bunda tidak ingin, kan putra-putrinya nantinya memiliki susunan gigi yang tidak rapih dan mengganggu fungsi pengunyahan. Oleh karenanya asupan nutrisi yang baik untuk Bunda semenjak mengandung calon buah hati  menjadi hal yang penting dan perlu perhatian khusus.


Eh, ada bunda yang tanya lagi itu di barisan ke dua (hehe berasa seperti penyuluhan, sambil bercanda, ya Bunda biar tidak terlalu serius). Asupan nutrisi seperti apa yang baik bagi pembentukan dan pertumbuhan gigi? Kalsium menjadi bahan utama pembentukan email dan dentin gigi. Jika asupan kalsium kurang tentunya akan menganggu proses pertumbuhan dan perkembangan tulang serta gigi. Asupan kalsium bagi ibu hamil tidak hanya dari susu saja, Bunda. Yoghurt, brokoli dan bayam merupakan sumber kalsium yang cukup tinggi. Keju dan juga kacang-kacangan juga bisa menjadi pilihan.  Selain kalsium, pertumbuhan dan perkembangan gigi juga didukung oleh asupan protein, fosfat, vitamin C dan vitamin D. Kekurangan protein dapat mengahambat pertumbuhan rahang. Variasi asupan makanan bagi ibu hamil menjadi penting karena ada si kecil calon adik bayi di dalam perut Bunda yang juga akan menerima asupan nutrisi yang Bunda konsumsi. Jenis bahan makanan sumber nutrisi yang bervariasi bukan berarti harus mahal kok, Bunda. Seperti dalam piramida makanan yang tersaji dibawah ini. Dimana pada tingkatan paling bawah merupakan asupan makanan yang baik dan boleh dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, kemudian semakin mengerucut ke atas adalah bahan makanan yang bukan berarti tidak boleh dikonsumsi, tetapi sebaiknya tidak berlebih. 



Selanjutnya, setelah nutrisi dan gizi yang baik dapat tercukupi, Bunda tidak boleh lupa untuk tetap menjaga kesehatan gigi dan mulut Bunda serta adik bayi sedari lahir. Sepertihalnya mengajarkan banyak hal baru pada putra dan putri Bunda, menggosok gigi dan kebiasaan-kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut adalah perilaku yang perlu dibangun sejak dini, agar kebiasaan baik itu dapat melekat dan terus menerus dilakukan. 


Seperti moto Sari Husada, Nutrisi untuk bangsa, Mari kita lebih peduli nutrisi Bunda dan anak Indonesia.. ( nutrisiuntukbangsa.org/blog-writing-competition )

sumber:
gambar diambil dari www.google.com dengan proses editing

Nikmatnya Bersepeda #1

Saturday, March 9, 2013 2 comments
Beberapa minggu terakhir saya sedang keranjingan olah raga. What? Ciyus? Hmm pada gak percaya, ya? Kira-kira tiga minggu yang lalu saya mulai gemar bersepeda lagi. Kenapa? Karena bersepeda memang salah satu olah raga favoritku, selain tenis meja dan badminton. Sebenarnya pengen latihan buat lari, tapi belum kuat, kalau ngayuh sepeda aku kuat, hehe. 

Buatku, bersepeda itu bukan sekedar olah raga, tapi juga pilihan refreshing yang murah, mudah dan menyenangkan. Sejauh ini sih trek bersepeda saya gak jauh-jauh dari rumah, malahan terkadang cuma putar-putar taman depan kantor bapakku. Kali ini saya ingin berbagi hasil jepretan iseng-iseng selama sepedaan, cekedot ya teman-teman.. hehe

lewat persawahan di timur Dusun Jongke
narsis dulu dengan background gunung merapi.. 
panorama pagi gunung merapi dari utara Dusun Jongke
trek sepedaan di lingkungan kantor BKN Jogja..
Lain kali saya akan berbagi mengenai manfaat bersepeda secara rutin,, ditunggu ya..
Yuk sepedaan.. ^^

Aneka Menu Sayur Mayur #Edisi Jamur

Friday, February 8, 2013 3 comments
hasil belanjaan
Seminggu yang lalu sempat belanja sayur mayur di Mirota. Sampai sana sempat bingung mau belanja sayuran apa saja. Sedang bosan dengan sayur mayur hijauan. Ingin coba sayuran yang gak hijau dan lebih bisa dinikmati. Sayuran hijau juga bisa dinikmati sih, cin, cuma lagi bosan saja. Selain itu saya sedang berencana tidak mengkonsumsi  nasi terlalu banyak, jadi butuh asupan yang lebih lemawuh (dalam bahasa indonesia apa ea.. semacam lauk yang menggugah selera). Akhirnya memutuskan membeli beberapa jenis jamur. Tiga macam jamur masuk kantong belanjaan. Jamur kuping, jamur merang dan jamur kancing jadi pilihan karena pasti mengolahnya mudah. 

Untuk yang sedang dalam program diet tapi bosan dengan sayuran hijau melulu, atau yang sedang ingin mengkonsumsi banyak masakan dari sayur mayur, mungkin beberapa olahan mudah dibawah ini bisa menjadi inspirasi.


tumis jamur kancing dan bening bayam
Bening bayam tanpa teman rasanya kurang mantab ya, bro. Untuk memberi sensasi pedas sekaligus lauk, tumis jamur kancing menjadi kombinasi yang cocok. Tumis jamur kancing dibuat pedas agak manis dengan menambahkan gula jawa saat menumis bumbunya. 


olahan jamur dan terong ungu
Terung ungu memiliki cita-rasa yang cukup enak. Selain terong bumbu sambal, bisa juga dijadikan pelengkap bersama tumis jamur merang. Jamur merang memiliki kadar air yang cukup tinggi, jadi tidak perlu menambahkan air saat menumis. 


pecel daun kenikir dan timun
Setelah puas menyantap dua jenis jamur, hijauan kembali ke meja makan. Ada yang juga suka daun kenikir? Saya pribadi lebih suka daun kenikir dari pada bayam. Teksturnya memang sedikit kasar, tapi sangat cocok direbus untuk lalapan atau pelengkap olahan pecel. Kombinasi nasi hangat + ayam goreng + sambal bawang + lalapan kenikir menurutku perfecto.. (lho... mulai tidak fokus, judulnya saya makan sayur-sayurna, eh ayam dibawa-bawa.. hehe)

tumis jamur kuping dan brokoli goreng tepung
Jamur terakhir yang tersisa adalah jamur kuping. Sebenarnya ingin membuat sup jamur kuping, tapi akhirnya jamur ini mampir di penggorengan untuk ditumis bersama bakso ikan. Selain itu iseng-iseng membuat brokoli goreng tepung, dan rasanya juga jadi enak, pemirsa-pemirsa.


jus hijau asam-manis
Semua jenis masakan sayur-mayur sudah, kurang lengkap ni kalau gak ada minuman segarnya.. bakalan seret kalau gak minum. Jus kombinasi mentimun + apel malang + jeruk nipis bisa jadi pilihan untuk di coba. segar sekali, prend.. 

Nah, selamat mencoba, ya.. Yuk, konsumsi banyak sayur dan salam hidup sehat.. ^^v

Pelapis Lilin pada Buah Apel dan Pear

Friday, February 1, 2013 2 comments
Beberapa hari terakhir saya sedang gencar-gencarnya mengkonsumsi banyak buah dan sayuran. Buah yang sering muncul di rumah akhir-akhir ini adalah apel malang. Buah yang satu ini sempat menjadi "eksklusif" gara-gara harganya yang selangit dan jauh dibandingkan buah import, hmm sedih sekali. Dasarnya orang Indonesia, giliran apel lokal lebih mahal dibanding apel import jadilah tetep yang di beli yang murah. Padahal banyak petani lokal yang menggantungkan hidupnya sama hasil perkebunan apel juga, kan (mulai gak fokus ni pembicaraan.. hehe).

Nah, kebiasaan saya adalah memakan buah apel beserta kulit-kulitnya. Kulit dari buah apel itu sendiri banyak manfaatnya, memiliki kandungan antioksidan berupa quercetin dan bioaktivitas yang lebih tinggi dibandingkan buahnya (hmm tapi ya gak juga buahnya dibuang terus kulitnya aja yang dimakan, jangan ya.. hehe). Sebenarnya sudah dari beberapa waktu lalu tahu kalau dalam buah apel dan pear yang biasa kita beli di pasaran sering dilapis lilin entah oleh siapa yang tujuannya membuat buah lebih awet di pasaran nantinya. Apakah ini termasuk tindak kecurangan atau bukan? Entahlah. Niatnya konsumsi buah untuk kesehatan tapi malah "diracuni". Dua hari pertama makan apel tiap hari langsung babat aja sekulit-kulitnya, sebiji-bijinya, sepohon-pohonnya, hehehe karena berfikir ini kan apel lokal, masak iya dilapis lilin juga?? Kreasss kreasss.. lepp lepp.. Ckck.. Hari ke tiga iseng ambil pisau lalu kerok perlahan permukaan kulitnya dan... pemirsa sekalian, spektakuler.. ada lapisan lilinnya, cin.. Jadi mungkin apel yang saya makan dua hari pertama itu kulitnya bukan mengandung antioksidan tapi overoksidan, ya. 


Sebenernya sempet ketemu dengan artikel yang membahas soal asal-muasal lapisan lilin pada buah segar ( http://health.detik.com/read/2010/02/08/110709/1294968/766/amankah-pengawet-lilin-pada-buah-buahan ) yang ternyata si-pelapis lilin untuk buah atau sayur terbuat dari bahan yang aman. Eits, tapi apa iya bahan pelapisnya kalau yang bikin orang Indonesia tetap aman? Bukan bermaksud underestimate sama buah-buahan lokal, tapi tau sendiri kan kecurangan-kecurangan yang bayak diliput di acara semacam Investigasi itu, serem..

Tidak perlu khawatir, karena ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebelum buah tersebut dikonsumsi. Untuk keamanan lebih baik mencuci buah dalam air hangat untuk meluruhkan lapisan wax-nya atau mengupas kulitnya jika tetap ragu. Mencuci buah pada air yang mengalir lebih dianjurkan, sista. Sebenarnya mengkorek lapisan lilin pada buah bisa juga dilakukan, tapi cara tersebut kurang efektif, so bisa diganti dengan merendamnya dalam larutan garam. Selamat mencoba.. Jangan sampai tujuan kita ternodai gara-gara ulah pihak yang tidak bertanggung-jawab ya, friends.

Suka (Banget) Sama Pepaya

Saturday, January 26, 2013 0 comments
Buah yang satu ini cukup sering ada di rumah. Selain karena harganya yang relatif murah, kami sekeluarga juga sangat favorit dengan si buah pepaya. Buah favorit Pak Christoper Colombus ini kalau disajikan dingin makin enak dan segar. Tidak semua orang sepertinya suka atau doyan dengan buah pepaya. Beberapa temanku menganggap buah yang mengandung antioksidan ini kurang enak dan merusak selera karena baunya yang khas dan agak langu. Teksturnya sendiri juga lembek-lembek gimana gituu, tapi entah kenapa aku suka-suka aja ma ni buah. 

buah pepaya laziz pisan euy..
Kalau menurut beberapa literatur, disebutkan manfaat pepaya seabrek, man! Paling populer, sih sebagai bahan produk kecantikan. Dari mulai shampo, sabun, masker, lulur, semua ada yang dibuat dari pepaya. Soalnya si buah tropis ini memang dipercaya mampu mengatasi ketombe, menghaluskan dan mencerahkan kulit, menghilangkan jerawat, membuka pori-pori kulit dan melarutkan sel-sel mati (ouch, aku dah makan banyak-banyak pepaya tapi kok belum kinclong, ya? hehe). 

Keluarga kami begitu "tergila-gila" dengan buah asal Meksiko ini karena pepaya juga mampu mengatasi masalah pencernaan terutama konstipasi (ups). Eit, tapi emang bener banget kok kalau sedang mengalami konstipasi, dan enggan mengkonsumsi obat pencahar, mending beli pepaya banyak-banyak, guys. Dijamin dalam beberapa hari masalah konstipasi akan teratasi. Hal itu dikarenakan kandungan enzim papain dalam pepaya yang merupakan enzim pencernaan alami yang mampu mengatasi sembelit.

Sumber lain mengetakan manfaat lain buah pepaya adalah mengatasi morning sick pada wanita hamil. Dengan mengkonsumsi secara teratur buah pepaya dapat mengatasi rasa mual pada wanita hamil. Kalau yang satu ini belum tahu kebenarannya, soalnya belum pernah hamil, xixixi.

Untuk yang ingin mengkonsumsi buah bernama latin Carica, tapi tidak suka dengan bau atau rasanya mungkin bisa coba tips dari pakdeku. Dia suka mengucurkan perasan jeruk nipis diatas pepaya yang telah dikupas dan dipotong kecil-kecil, lalu menaburkan gula pasir. Simpan dalam kulkas hingga benar-benar dingin, barulah disantap (slrppp seger banget kayaknya, hehe). Mungkin dengan begitu rasanya akan lebih bisa diterima.

"Buanglah Sampah pada Tempatnya", Cinn

Sunday, January 13, 2013 6 comments
#1

contohlah yang kiri dan tinggalkan yang kanan.. oke..
Prihatin dengan kebiasaan orang Indonesia yang masih menyepelekan kebersihan lingkungan. Foto yang kanan bukankah sangat menjijikan, sodara-sodara sebangsa dan setanah air?? Saya sendiri juga belum lama membulatkan tekad bahwa saya berprinsip dimanapun dan kapanpun saya akan selalu membuang sampah pada tempatnya.. InsyaAllah perlahan-lahan prinsip itu bisa mendarah daging dalam jiwa saya..  Buang sampah pada tempatnya adalah suatu proses pembiasasn diri, so.. yuk ajak adik, anak, ayah, ibu, pakde, budhe, kakek, nenek, tetangga, teman, dan semuanya untuk mulai membiasakan buang sampah pada tempatnya.. ^^v

Amunisi Penakhluk Pasien Anak

Friday, November 30, 2012 4 comments
Sebulan terakhir kembali bergelut dengan pasien anak. Merawat gigi anak-anak SD itu sesuatu sekali, guys! Seperti yang sudah saya ceritakan beberapa waktu yang lalu, banyak suka duka berinteraksi dengan pasien anak. Meskipun lebih lelah, tapi hati senang dan sering dapat hiburan gratis. 

Mulai dari si kecil Yolan yang selalu salah mengucapkan kata "informasi", "Mbak, itu keretanya mau lewat njuk ada impromasi yang diomongin ya??" ucapnya saat mobil yang kami naiki berhenti di depan portal karena kereta api akan lewat. "Iya, tapi bukan IMPROMASI, Dek yang benar INFORMASI," sanggahku. "Iya mbak, IMPROMASI," hmm.. ya sudah. Dika yang bikin mata mrebes mili waktu bilang "Mbak, aku belum bisa caranya gosok gigi," aku antusias menimpali "Wah, iya, besok mbak ajarin ya. Sikat giginya dibawa ya besok," terharu dengan semangatnya. "Emm, tapi mbak, aku gak punya sikat gigi, sikat gigiku barengan sama punya ibu," ouchhh... tes tes sroott, hati rasanya keiris-iris. 

Belum lagi si Akbar yang selalu dikira adik kandungku karena badannya yang sama-sama endut kayak aku. polahnya naudzubileee, kagak bisa diam. Kalau sedang dirawat giginya di dental chair, sekalinya badannya gerak, rusak semua deh perawatan, hancuurrr. Dibalik tingkahnya yang super aktif itu, ada hal yang lucu, dia gak bisa naek mobil ber-AC (wuakakakakakak, hups, puas sekali saya tertawa). Jadi, saat hari pertama giginya selesai dirawat dan akan kami (aku dan salah seorang temanku yang bawa mobil) antar pulang kerumah, dia masih semangat 45. Di dalam mobil dia mulai jadi pendiam. Turun mobil dan berpamitan dia sudah tidak ada gaungnya lagi. Rupanya keesokan harinya si ibu cerita kalau sepulang kami antar dia, Akbar muntah-muntah mabok kendaraan (hahahahahahaa..ketawa pusa lagi).

Beda Akbar, beda Nazra. Anak kelas 3 SD ini sangat "tertata" sikapnya. Semuanya serba "dewasa", cara makannya, cara baca majalah bobo, caranya bicara, sampai band dan artis favoritnya. "Aku tidak suka Coboy Junior, yang aku suka One Direction. Aku punya dan hapal semua lagunya. Artis favoritku Kristen Stewart dan Selena Gomez. Dan aku paling tidak suka dengan Ariel dan Syahrini. Saat aku sudah tinggi nanti aku ingin menjadi model," prok-prok-prok... kayaknya ni anak titisannya Cinta Laura deh, hmm.

Dibalik sikap lucu dan unik mereka, terkadang beberapa anak sulit untuk duduk dengan tenang dan nyaman di dental chair. Antara takut, bosan ataupun terlalau penasaran dengan segala sesuatu yang ada disekitarnya. Akibatnya kami para koas harus siap amunisi agar mereka bisa punya kesibukan yang tetap membuat mereka tenang dan gak takut saat dirawat giginya. mau tau amunisi yang lumayan ampuh?

majalah anak-anak yang mendidik
Kalau pasien sudah lancar membaca, koleksi majalah anak yang bermutu dan mendidik cukup ampuh. Saat menunggu dirawat mereka akan asik membaca dan lupa dengan sekitarnya. Sayangnya gak semua anak gemar membaca. Amunisi lainnya?

buku mewarnai dan pensil warna sisa praktikum histologi jaman dulu kala
Untuk anak TK dan SD kelas 1 biasanya belum lancar membaca. Mereka akan lebih tertarik untuk mewarnai atau menggambar. Kalau tidak sempat membeli buku mewarnai, bisa search di google, banyak dan tinggal cetak saja. 

Tapi beberapa anak lebih suka mainan yang "bergerak" dari pada aktivitas olah ketrampilan. Bisa jadi yang satu ini merupakan amunisi yang cocok,

mainan memasukkan cincin ke dua tiang, butuk kesabaran nih
Mainan yang satu ini gak cuma anaknya yang suka, saya juga suka. Bisa juga diganti mainan sejenis seperti gamewatch. Ini bisa dimainkan sembari kita mengubek-ubek mulut dan merawat giginya, hehe. Kalau sedang tidak ada mainan untuk menghibur hati kami, ups, menghibur hati anak-anak, jadilah yang ada di klinik bisa jadi amunisi, apaan thu?

balon dan handscone
Amunisi yang satu ini justru paling diminati. Handscon kalau ditiup akan menyerupai balon dan anak-anak super suka mainan yang satu ini. Kalau lagi terpaksa gak ada mainan lain, ya yang satu ini jadi andalan. 

Sebenarnya yang paling penting, dan jadi amunisi paling tangguh adalah kesabaran dan rasa sayang kita pada pasien anak. Dengan bersikap baik dan mengajak mereka berkomunikasi mengenai hal-hal yang menyangkut dunia anak-anak, hal-hal yang menyenangkan dijamin dalam waktu singkat bisa akrab sama mereka..

Sudahkah Minum Air Putih Hari Ini?? #Tips&Trick

Thursday, September 27, 2012 2 comments
Air putih bagi beberapa orang menjadi hal yang dihindari. Bahkan iseng-iseng aku pernah bertanya pada adikku, "Kamu pernah gak seharian sama sekali gak minum air putih?" Jawabanya mencengangkan.. Pernah. What?? Setengah gak percaya sih, masak iya bisa seharian penuh gak menyentuh air tanpa rasa itu. Ternyata itu beneran. Malahan ada beberapa orang yang memang gak doyan sama ni air tanpa rasa.

Indra Bekti, salah satu presenter kenamaan yang juga seleb favoritku gak doyan air putih, bro. Wah, gawat juga, ya kalau ada di taraf yang "tidak doyan". Aku pribadi bukan yang gak doyan sama air putih, tapi rasa malas untuk rutin minum air putih minimal 8 gelas setiap harinya lebih menang. Setiap hari aku pasti minum air tanpa rasa itu, tapi kuantitasnya patut dipertanyakan, hehe.

Padahal juga udah tau banget manfaat dari minum air putih secara teratur tiap harinya itu sangatlah banyak. Selain menghilangkan dahaga, konsumsi air putih baik untuk metabolisme tubuh, kesegaran kulit, memenuhi ketersediaan cairan tubuh sehingga mencegah hilangnya konsentrasi (wah pantesan aku sering ngalamun dan terbengong-bengong, sambil nguap-nguap, dan akhirnya tidur, hehe). Bahkan dari penelitian-penelitian yang ada menyebutkan konsumsi air putih 8 gelas per-hari memperlancar peredaran darah dan memperlambat kerja karsinogen (zat-zat yang berpotensi menimbulkan kanker). Yah, walaupun semua manfaat itu pastinya tidak langsung terasa di tubuh.

Berarti disini, perlu suatu cara agar minum air putih menjadi sesuatu yang menyenagkan dan menjadi kebiasaan sehari-hari. Ada beberapa tips yang mungkin bisa dicoba (aku sendiri sedang mencobanya, lho..) agar rutin minum air putih setiap harinya.

-Air putih vs Rasa Malas-
Bisa juga ya si setan malas itu merasuki kita buat gak minum air putih? Ow ow ow.. bisa.. Biasanya rasa malas itu timbul karena emang rasa air putih yang gak enak, atau juga karena kita malas ngambilnya. Malas ngambil itu dialami oleh beberapa orang yang aku kenal juga, lho. Mensiasatinya dengan tidak meletakkan sumber air putih di tempat yang jauh dari jangkauan (galon misalnya). 

Galon air biasanya letaknya jauh dari pandangan mata, sehingga kaki malas melangkah kearah sumber air putih ini. Letakkan galon berdekatan dengan gelas bersih dan area yang paling sering dikunjungi. Misalnya kamar tidur menjadi area yang paling sering dihuni di rumah, nah sebisa mungkin galon diletakkan dekat dengan kamar. 





Tatakan gelas juga dapat mensiasati rasa malas kita minum air putih. Kok bisa? Ini sebenarnya pengalaman pribadiku, aku sering malas ambil air putih karena saat aku membawanya ke meja belajar ataupun meletakannya diatas meja airnya tercecer sehingga mengotori meja. Otomatis kalau minum air putih musti ngelapin meja dong.. Pilih tatakan meja yang cute, ya..hehe




Teko plastik yang imut-imut ini ku beli dengan tujuan aku selalu memiliki stok air putih di wadah yang lebih mudah dijangkau mata dan tangan tanpa harus menuju galon atau kulkas. Berhasil, lho. Setelah adanya teko ini aku sehari bisa mengisi ulang teko ini sampai tiga kali. Teko ini selalu kuisi penuh dan kuletakkan di dalam kamar terutama malam hari. Jadi saat rasa haus melanda, dengan mudah aku bisa mendapatkan air putih. (bahasanya kayak jadul gimana gitu eaa.. hehe)







Letakkan selalu gelas berisi air putih di dalam kamar tidurmu. Selain untuk mengatasi dehidrasi, sedia air putih di samping tempat tidur bisa mengatasi kaget setelah terbangun dari mimpi buruk ataupun setelah mengalami tindian, hehe. (dua yang terakhir agak gak ilmiah ea...)












-Rasa yang gak enak-
Mensiasati rasa yang tidak enak dari air putih bisa dengan melakukan hal yang agak konyol dan tempo doeloe, hehe. Pernah minum air putih dari kendi yang terbuat dari tanah liat? Menurut beberapa orang, air yang disimpan dalam kendi tanah liat dan dibiarkan beberapa waktu (misalnya menyimpan hari ini untuk minum besok gitu..) rasanya jauh lebih segar dan enak dibanding air mineral dari pabrik sekalipun. 
kendi dari tanah liat
-Lakukan kebiasaan-kebiasaan baru, daintaranya:
  • Selalu membawa botol minuman berisi air putih kemanapun perginya. Saat sedang sibuk beraktifitas biasanya kita sudah tidak lagi memikirkan rasa minuman yang kita konsumsi, yang terpikir hanya bagaimana menghilangkan rasa dahaga. Jadi dengan membawa botol minum favoritmu akan menanamkan kebiasaan minum air putih dengan teratur.
botol minum favoritku, green..
  • Meletakkan  botol air putih dekat dengan area aktifitas kita. Saat bekerja, saat belajar, saat memasak, kapanpun, dimanapun. Selain itu, membiasakan diri memesan air putih setiap kali kita makan diluar rumah juga menajdi cara yang ampuh.
memilih air putih, better..
  • Last, milikilah mug favoritmu yang membuatmu bersemangat minum air putih tiap kali melihatnya. 
yang mana mug favoritmu?
Selamat mencoba... ^^

Cerita di Balik Penyuluhan Gigi dan Sunnah Rasul

Thursday, April 5, 2012 4 comments
Belum lama ini, untuk memenuhi requirement koas di kedokteran gigi bagian Kedokteran Gigi Masyarakat (KGM), aku dan teman-teman sekelompok diminta untuk mengadakan penyuluhan kesehatan di  salah satu SD di wilayah Depok, Sleman. Istilahnya adalah UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah). 

Hmm, kalau mengintip secara teoritis, Menurut Depkes RI (1996) UKGS adalah bagian integral dari UKS yang melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara terencana kepada para murid terutama murid sekolah tingkat dasar dalam suatu kurun waktu tertentu, dan diselenggarakan secara berkesinambungan melalui paket UKS yaitu paket minimal, paket standar dan paket optimal. UKGS merupakan sarana utama dalam rangka meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak-anak sekolah. 

Berinteraksi dengan anak-anak memang akan membawaku ke "dunia" yang berbeda, yang penuh keceriaan dan selalu terselip senyum yang pecah menjadi tawa. Sejujurnya aku suka berinteraksi dengan anak-anak. Penekanan kalimat ini sebenarnya kulakukan karena adanya pengakuan beberapa orang teman yang ternyata tidak terlalu suka berinteraksi dengan anak-anak. Beda sekali dengankuk yang justru sangat suka "main-main" sama mereka. Hobi ngegame ku kan jadi "halal" kalau sama-sama dengan mereka, hehe. 

Kembali ke topik pembicaraan. Saat pemeriksaan gigi dilakukan pada siswa-siswa kelas 4 SD, satu persatu anak mendatangi tim pemeriksa untuk dilihat kondisi giginya. Tingkah polah mereka beragam dan lucu-lucu. ada yang malu-malu kelinci (berhubung aku gak suka kucing jadi ganti kelinci, ya..), ada yang pemberani, suka bercerita, pendiam sambil menatap aneh (entah lagi mbatin apa..), dan gak fokus (giginya lagi diobok-obok, kepala pake miring ke kanan ke kiri liat temen disebelahnya lagi diapain. diminta buka mulut lebar mau tapi cuma beberapa detik lalu mengecil lagi lubang mulutnya.).

Kebanyakan mereka jujur menjawab pertanyaan berikut, "Dek, biasanya sehari gosok gigi berapa kali? Kapan aja gosok giginya?" Anak pertama menjawab, "Hmm.. dua kali.. tiap pagi ma sore." Anak yang lain menjawab "Dua kali, tiap pagi dan malam, tapi suka lupaa." Ada yang agak lucu juga menjawabnya, "tiga kali sehari, Mbak. Tiap pagi, sore, malam dan tiap mau sholat!!" ujar anak perempuan berjilbab ini. Karena heran aku kembali bertanya, "Wah, kalau gitu lebih dari 3 kali, dong?? Tiap mau sholat adek selalu gosok gigi??" Dia menjawab dengan mantab, singkat dan jelas, "Iya, Mbak. Kan sunnah Rasul..." Jreng... aku langsung tertawa riuh diikuti teman-teman sebelah yang juga mendengar jawaban si adik itu. 

Hmm,, apa benar menggosok gigi sebelum sholat adalah sunnah Rasul??
krek krek,
tik tiktik tik,
jret jret 
st st.. 
dapat... (tadi itu ngapain sih aku? gak jelas ya..hehe)

Sebelum ditemukan sikat gigi dan pasta gigi, di jaman Rasul, beliau membersihkan gigi dengan siwak. Siwak merupakan akar dan ranting segar tanaman arak (Salvadora persica). Rasulullah terbiasa membersihkan gigi dengan siwak saat bangun pagi, saat terbangun tengah malam sebelum menjalankan ibadah sholat malam, dan sebelum mengambil wudlu untuk mendirikan sholat.

Sekira tidak memberatkan bagi umatku sungguh akan aku suruh mereka bersiwak setiap hendak shalat”. (Muttafaqun alaih dari hadits Abu Hurairah)
kenapa?? karena
Bersiwak membuat bersih  mulut dan mendatangkan keridhaan Allah. (Hadits Riwayat Imam Ahmad, An-Nasaai dan Ibnu Maajah)

Wah salut sama anak yang sudah dari kecil mencoba mengikuti sunnah Rasul. Menurut pendapat pribadiku, bersiwak dalam hal ini adalah tindakan membersihkan gigi dan mulut yang tentunya dijaman sekarang ini fungsinya telah digantikan oleh sikat dan pasta gigi. Walaupun ada beberapa penelitian yang memang menyebutkan kalau siwak memiliki khasiat yang lebih baik, akan tetapi keberadaanya sulit ditemui di jaman sekarang ini, bukan? 

Tentunya sunnah Rasul tersebut sangat baik. Selain menjaga kebersihan gigi dan mulut, bukankah lebih baik jika setiap akan menghadap gusti Allah SWT kita dalam kondisi bersih, mulai dari mulut dan gigi, badan, pakaian yang bersih dan rapi. jadi, seperti dalam Hadist yang tersebut diatas. Jika memungkinkan untuk menyikat gigi, tidak ada salahnya kan melakukannya sebelum mendirikan wudhlu dan sholat... ^^

Senangnya mendapat kesempatan berinteraksi dengan anak-anak SD kelas 4 itu dan memetik sebuah hikmah dibalik sunnah Rasul...



Panen Alpukat Bersama Teman Baru (a.k.a Juragan Kelinci)

Tuesday, March 20, 2012 6 comments
minggu siang itu, mendung mulai meggelanyuti langit sleman..
saya bersiap melajukan motor kesayangan ke arah timur kota jogja, daerah Kalasan,  sambil senyum-senyum sendiri membayangkan kebun alpukat. siang ini memang rencananya saya akan ikut panen alpukat bersama seorang teman baru. terdengar agak "ndeso", tapi sebelumnya saya memang belum pernah panen langsung buah favorit saya yang satu ini. melihat bentuk pohonnya tentunya sudah pernah beberapa kali di daerah Kaliurang. terbayang pohonnya tidak terlalu tinggi dengan ukuran batang yang ramping dan buah yang menggantung dengan ukuran sedang.

tarara rara.. ternyata yang saya bayangkan jauh berneda dengan yang pernah saya lihat di Kaliurang. pohon alpukat yang siap panen dihadapan saya ini tinggi besar dan sangat lebat buahnya. mantabb... pemiliknya bernama Mas Hadi. menurut cerita yang saya dengar, (menguping pembicaraan Mas Hadi dengan teman saya si Juragan Kelinci, hehe) pohon alpukat yang sudah tinggi menjulang dan dipenuhi buah ini ditanam Mas Hadi dan kakaknya saat mereka masih kecil. pertama kalinya pohon berbuah setelah tujuh tahun ditanam. wahhh lama sekali, ya.. pohon alpukat ini bisa diibaratkan seperti saksi bisu bagi tiap memori yang tergores di keluarga mas Hadi.
-pohon buah alpukat jenis mentega-

mata saya masih enggan berkedip melihat betapa rimbun buahnya. tapi, karena pohonnya cukup tinggi, jadilah "si genter" yang beraksi. Mas Juragan Kelinci yang sudah mahir memanen buah alpukat mulai memicingkan mata untuk mencari target operasi dengan bantuan sebilah pisau yang diikatkan diujung bambu panjang. jret jret dbug dbug, jret dbug.. satu persatu buah yang bernama latin Persea americana mill atau Persea gratissima gaerth jatuh (btw, sesuai, ya nama ilmiahnya dengan alpukat-alpukat yang saya panen ini,, gratis.. hehehe). tugas saya hanya memunguti alpukat yang sudah berhasil jatuh dengan mata berbinar-binar membayangkan rasanya saat matang nanti, hehe.

buah alpukat ini memang dipanen dalam kondisi masih mentah, asalakan sudah cukup tua. oleh karenanya usahakan daging buahnya tetap utuh saat dipanen agar dapat matang nantinya. untuk mebuatnya matang cukup disimpan dalam kondisi tertutup rapat atau disimpan di dalam beras, maka dalam waktu kurang lebih sebulan, ups maksud saya seminggu, buahnya akan matang dengan sempurna. tanaman alpukat itu sendiri sebenarnya berasal dari Amerika tengah dan sekitar tahun 1930-an Indonesia sengaja memasukkan varietas-varietas unggul darri Amerika Tengah dan Amerika Serikat dengan tujuan perbaikan gizi bagi masyarakat.
nih lihat hasil panen kami..
-hasil panen buah alpukat yang masih mentah-

mendung semakin tebal, angin yang sepoi-sepoi bertiup makin kencang, panen alpukat hari itu bersama Mas Juragan Kelinci dan Mas Hadi sangat menyenagkan. terimakasih Mas Juragan Kelinci dan Mas Hadi, alpukatnya enak sekali.. ^^

nah sekarang saya akan berbagi manfaat buah alpukat khususnya bagi kaum Venus

oh iya,, tanaman alpukat ini ternyata punya banyak manfaat lho.. tidak cuma daging buahnya yang bermanfaat, daunnya pun memiliki manfaat untuk pengobatan tradisional batu ginjal dan rematik. bahkan serbuk bijinya sedang diteliti khasiatnya dalam hal menurunkan kadar glukosa darah. Alpukat banyak mengandung vitamin A, C dan E, zat besi, potassium, niasin, asam pantotenik serta protein yang tidak terdapat dalam buah yang lainnya. oleh karena itulah daging buahnya sering dimanfaatkan untuk kosmetik dan dipercaya dapat merawat kelembutan kulit. 

untuk kaum wanita..  memanfaatkan alpukat untuk merawat kulit wajah secara alami bisa dilakukan dengan cara yang mudah, lho.. salah satunya dengan membuat masker sendiri di rumah.. masker merupakan salah satu cara merawat kulit wajah yang cukup praktis. perawatan wajah tidak harus malah dan menghabiskan waktu ke salon kecantikan atau spa. perawatan dan spa tradisional bisa dilakukan dirumah. silakan disimak langkah-langkah berikut ini ^^ :
 
bahan: daging buah alpukat, madu, plain yoghurt, ketimun, aroma terapi/ lilin aroma
cara membuatnya mudah; 1) tumbuk daging buah alpukat di dalam mangkuk 2) tambahkan madu secukupnya; madu berfungsi sebagai pembunuh bakteri, membuat wajah tampak lebih muda dan megurangi inflamasi aduk rata 3) tambahkan plain yoghurt yang berfungsi mengencangkan dan melembabkan kulit serta membersihkan pori-pori 4) cuci wajah dengan air hangat 5) oleskan campuran masker tersebut ke seluruh wajah dan leher sampai merata 6) irsan mentimun yang membulat diletakkan di kedua kelopak mata untuk memberi relaksasi dan berfungsi mengurangi lingkaran hitam di sekitar mata 7) relaksasikan pikiran dan tubuh dengan wewangian seperti aroma terapi dan musik-musik beralunan slow  8) tunggu sekitar 15-20 menit  9) setelah itu, basuh wajah dan leher dengan air hangat. 
selamat mencoba.. 

4 Bulan Pertama Bersama Keceriaan Mereka

Wednesday, June 22, 2011 0 comments
Masuk stase anak di koas kedokteran gigi...
Awalnya setengah mati ketakutan, karena merasa sulit dekat dengan anak-anak...

 
Pengalaman pertama menangani pasien anak sungguh diluar segala apa yang telah ada di bayangan saya. bertemu anak dengan segala keisengannya membuat saya sedikit gamang. Mampu gak ya saya? Tapi saya mencoba berfikir bahwa tak semua anak seperti pasien pertama saya yang suka mencela itu. 
Rupanya benar, saya mulai bertemu dengan berbagai karakter anak yang bisa dibilang jauh lebih menyenangkan. Mungkin juga tergantung bagaimana kita bersikap. Kesulitan dalam menghadapi pasien anak di klinik gigi relatif sama. Anak-anak takut dengan istilah cabut gigi, disuntik, bahkan dibur. Apalagi ketika mereka didudukkan ditempat yang sedikit asing bagi mereka, kursi gigi. Mulailah saya memutar otak, trik apa yang harus saya ambil untuk mengatasi ketakutan mereka?


Sebelum berlanjut membahas trik, saya ingin berbagi mengenai beberapa karakter anak-anak yang saya temui...
  1. anak pendiam, mereka cenderung tidak mengeluarkan kata-kata jika tak ditanya. menangani pasien di klinik gigi yang cenderung pendiam memberikan keuntungan dan kerugian. keuntungannya, mereka cenderung lebih penurut jika diinstruksikan pada suatu tindakan, akan tetapi biasanya pasien anak yang pendiam memiliki kecenderungan penakut.
  2. anak pemberani, anak kelompok ini cenderung tidak banyak bicara tetapi mereka tak gentar menghadapi segala perawatan. dibur, dicabut atau disuntik bukan masalah bagi mereka. biasanya anak yang masuk golongan ini adalah mereka yang sudah terbiasa dirawat giginya, dan berusia lebih besar (kelas 6 SD atau SMP)
  3. anak cerdas, memakan lebih banyak waktu menghadapi kelompok anak cerdas. mereka menanyakan segala yang mereka lihat. apalagi mereka akan bertemu dengan banyak benda-benda asing yang sebelumnya belum pernah mereka temui. "Ini untuk apa?" "Ini kenapa diletakkan disitu?" "Kenapa ini bisa begitu?" dan masih banyak lagi yang akan mereka tanyakan. tetapi justru dari apa yang saya temuai, anak-anak kelompok ini sangat pemberani menghadapi perawatan gigi. bahkan mereka meminta untuk dicabut giginya atau disuntik lagi,, sambil cengar-cengir mengolok temannya yang takut disuntik.
  4. anak pengekang, golongan anak pengekang cenderung sulit dirawat karena mereka sulit untuk kooperatf. mereka cenderung berani berontak dan tidak mau mengindahkan instruksi yang diberikan dokter kepada mereka. ujung-ujungnya pasien semacam ini bisa kabur ditengah-tengah jalannya perawatan.

Menghadapi pasien anak di klinik gigi memang membutuhkan kesabaran dan trik tersendiri. Anak-anak cendrung takut dengan dokter gigi, mereka cenderung suka bermain dan terkadang sangat dipengaruhi mood. Tetapi, dibalik itu mereka memiliki kebanggaan tersendiri jika akhirnya berani dirawat giginya. Seperti beberapa anak yang saya temui, setiap selesai dirawat giginya mereka dengan bangga berkata pada siapa saja yang mereka temui, "Ma, aku tadi berani disuntik, lho.." atau "Kak, aku tadi dicabut giginya pakai dingin-dingin" terkadang mereka juga pamer pada teman sepermainannya, "Kamu belum pernah kan dicetak giginya! enak lho..." begitulah kurang lebih.
Jika mereka mulai merajuk dan memberi banyak alasan ditengah perawatan, sedikit tegas bisa membuat mereka melunak, tetapi dilarang keras bersikap galak. Galak pada mereka tak akan menyelesaikan permasalahan. Anak-anak sangat peka dengan cara kita bersikap. mereka akan selalu ingat jika kita pernah bersikap keras.Menjanjikan sesuatu yang mereka suka juga masih terbilang ampuh untuk membujuk. berinteraksi dengan pasien anak juga mengharuskan kita berinteraksi dengan orang tuanya. itu juga menjadi kendala. saya menemui berbagai macam tipe orang tua di stase ini. Ada orang tua yang sangat open minded dan sangat senang jika gigi anaknya dirawat. tetapi ada pula orang tua yang over protected dengan anaknya. Mereka terkadang tak memperbolahkan tindakan pencabutan dan hanya memperbolehkan tindakan penambalan. Atau justru scara tegas tak memperbolehkan anaknya untuk dirawat giginya.
Bagiku, 4 bulan ini indah dibalik perjuangan menaklukkan requirenment yang cukup berat dan mungkin belum mencapai kata finish. Senang bisa berinteraksi dan mengenal makhluk-makhluk kecil yang memberikan keceriaan yang berbeda. berinteraksi dengan mereka selalu menuntutku menjadi sosok yang lebih andap ashor, ceria dan jujur.

*terimakasih anak-anak atas kerjasama kalian... jangan lupa gosok gigi setelah makan dan sebelum tidur ya.. salam sayang untuk kalian..*

my favorite song