Apakah Menikah adalah Pencapaian Hidup yang Sebenar-Benarnya? (Refleksi Drama Still Marry Me))

Friday, September 14, 2012 4 comments
Ditemani sountrack film yang menjadi inspirasiku saat ini... Can i come closer... (http://www.youtube.com/watch?v=HlcaioMaIBM)... sambil senyum-senyum sendiri mengingat beberapa adegan di drama korea 16 episode "Still Marry Me"



Beberapa bulan belakangan saya sedang gandrung-gandrungnya melihat drama ataupun film korea. Sebenarnya sudah dari dulu saya menyukainya, hanya saja beberapa waktu terakhir intens liat lagi. Mungkin beberapa orang menilai drama korea itu "gak banget", tapi suer deh, menurut saya drama korea itu lebih berisi dan bermutu dibandingkan sinetron dalam negeri (jadi tampak gak cinta tanah air ya.. hehe). Jujur aja, genre drama yang saya sukai memang yang melo, yang bisa membuat menangis tersedu atau yang bisa bikin tertawa terbahak.. (jadi males ya buat nerusin baca?? hehe, eits tunggu dulu.. yang mau dibahas kali ini bukan sedih-sedihnya kok..)

Drama terakhir yang masih melekat berjudul "Still Marry Me" yang mengisahkan tiga orang wanita berusia pertengahan 30 namun belum menikah. ketiganya memiliki karir yang sangat cemerlang. Bisa dibilang penyebab mereka belum menikah justru karena puncak pencapaian karir yang baik. Walaupun akhirnya happy ending, namun ada banyak pelajaran berharga yang bisa saya tangkap setelah melihat drama korea ini. 

Kisah wanita pertama,  Lee Shin Young yang diperankan Park Jin Hee. Seorang jurnalis 34 tahun yang disukai oleh pria 24 tahun yang tentu saja ditentang oleh ibu sang pria. Sedangkan Jung Da Jung diperankan oleh Uhm Ji Won, sudah sangat ingin menikah namun selalu bertemu dengan pria yang salah, hingga akhirnya bertemu seorang dokter yang menjadi suaminya. Masalah justru timbul setelah pernikahannya. Dan terakhir kisah Kim Boo Ki yang diperankan oleh Wang Bit Na, dimana pernah memiliki pertunangan dengan seorang pria dan telah berjalan sangat lama namun keluarga sang pria hanya mengnggapnya sebagai "pembantu" yang tak berarti. 

Mungkin dalam dunia nyata tidak akan semulus ending di drama tersebut, tapi saya jadi berfikir, tenyata "menikah" bagi wanita adalah sebuah puncak pencapaian. Seberapa sukses wanita tersebut bekerja, seberapa kaya dirinya, dan seberapa hebat pengaruhnya bagi orang lain, yang akan selalu ditanyakan ialah, kapan anda menikah?? Saat seorang wanita memutuskan untuk menikah dengan seorang pria, maka lembar baru benar-benar sedang dibuka. Orang tua akan dengan rela menyerahkan perjalanan hidup anaknya pada suami. Memang benar jika banyak orang  mengatakan bahwa wanita yang sempurna adalah wanita yang telah berhasil menjadi istri dan ibu yang baik bagi suami dan anak-anaknya.

Dalam drama Still Marry Me, kisah yang paling menarik bagi saya adalah kisah hidup Jung Da Jung, dimana ia berprofesi sebagai penterjemah di konfrensi-konfrensi internasional. Dia memiliki kriteria yang baik untuk pasangannya. Dalam pencariannya akhirnya dia menemukan seorang pria yang benar-benar mencintainya. Hambatan muncul karena sang ayah dari pria itu tidak menyukai dirinya dengan alasan dia berasal dari keluarga biasa-biasa saja walaupun saat ini dia seorang yang sukses (dalam dunia nyata, saya rasa ini banyak terjadi, seorang calon mertua punya suatu syarat yang sangat sulit dipenuhi yang pada intinya menolak). Jung Da Jung sudah hampir putus asa untuk meluluhkan calon mertuanya. 

Hebatnya, setelah berfikir panjang, Jung Da Jung memutuskan untuk tetap berjuang melunakkan hati calon mertuanya karena dia sadar, siapapun lelaki yang akan datang menjadi calon suaminya pasti membawa "masalah tersendiri yang harus diselesaikan", maksudnya no body perfect, tinggal bagaimana kita mau atau tidak menghadapi masalah tersebut. Kita memilih menyelesaikannya atau memilih lari dari masalah tersebut dan akan terus menemui masalah lainnya tanpa mampu menyelesaikannya. 

Saya belajar beberapa hal dari drama Still Marry Me; 
bagaimanapun, menikah merupakan pencapaian hidup utama bagi seorang wanita untuk dikatakan "sempurna". 

saat kita mencari pasangan hidup, selalu ingat  bahwa "no body perfect"... saat kita mencampakkan seseorang untuk suatu hal yang tidak terlalu prinsip, mungkin kita tidak akan pernah mendapatkan yang benar-benar sesuai keinginan kita sampai kapanpun..

masalah adalah tanda bahwa kita masih diberikan kehidupan hari ini.. 

Buat yang tertarik, selamat menonton 16 episode Still Marry Me..^^

Hal Apa yang Mengingatkanmu Tentang Yogyakarta?

Friday, July 20, 2012 5 comments
Saya dilahirkan di Kebumen, Jawa Tengah, akan tetapi 25 tahun kuhabiskan waktuku di kota penuh keistimewaan, Ngayogyakarta Hadiningrat.
Seperti beberapa komentar teman yang lama bersekolah di Jogja, kota ini akan selalu meninggalkan sejuta kenangan manis. Sayapun merasakannya, meski tiap hari ada di kota ini, tapi saya selalu bersyukur bisa hidup dan tumbuh di kota berjulukan "Yogyakarta Berhati Nyaman".

Kali ini saya ingin berbagi beberapa hal yang berhubungan dengan kota Yogyakarta, yang tentunya menjadi ciri khas kota ini... Buat yang kangen dengan Jogja, silakan menikmati sajian foto-foto berikut... Check it out..

Panorama Tugu malam hari cermin hiruk-pikuk kota budaya..

















Jalan Malioboro saat lengang menjadi ciri khas yang kental

















Manisnya gudeg Jogja, 
semanis kenangannya..
Gudeg kering
ataupun basah
tetap laziz..









Makan di angkringan, murah meriah... Jangan lupa pesan wedang jahe & ceker bakar...
keliling kota dengan becak, semeleh sejenak dari padatnya aktivitas..nglaras rumiyin njih..

Bisa juga pilih naik delman istimewa.. pengemudinya selalu pakai blangkon lengkap dengan beskapnya... 

lampu ini menjadi penerangan sekaligus pertanda bahwa anda sedang berada di Jogja...



















ditemani suara Duta SO7,, dan logat bicara mereka  yang tetap medhok meski sudah mengibukota...
bersepeda menjelajah panjangnya Selokan Mataram yang selalu bersih,, 
Mitosnya, Selokan Mataram adalah hasil perjodohan Sungai Progo dengan Sungai Opak, untuk kemakmuran wilayah Jogja..


salah satu yang ikut mencerdaskan bangsa...
Universitas Gadjah Mada.. ^^

Buat yang belum pernah mampir ke Jogja, 
Monggo kulo aturi pinarak wonten Ngayogyakarta Hadiningrat...
Nahhh... adakah part diatas yang membuat kalian rindu dengan Jogja??
Bagiku, Jogja sudah mendarah daging... Saya bangga menjadi warga Yogyakarta..

Sesi Curhat "Betul Juga, Ya..."

Monday, July 16, 2012 3 comments
Apanya sih yang betul juga??
Tadi pagi aku menemui salah seorang dosenku (dosen di fakultas kedokteran gigi) untuk membicarakan sesuatu hal. Obrolan kami sampai pada topik mahasiswa yang mengeluhkan dosen-dosen yang bersikap keras atau agak kaku sehingga mahasiswa jadi cenderung takut berhadapan dengan yang bersangkutan. 

Dosenku berkata dengan nada yang lembut "Kalian ini nantinya harus berhadapan dengan pasien, dengan manusia.Itu bukanlah hal yang main-main. Itulah tujuannya kami terkadang bersikap keras dan sedikit kaku dengan kalian.Kami ini tugasnya juga melatih mental kalian, agar kalian nantinya mampu dan kuat berhadapan dengan berbagai macam karakter pasien diluar sana.."

Seketika itu juga jadi mikir, bener juga sih apa yang beliau katakan. Dari banyak cerita pengalaman teman yang sudah lebih dahulu menjadi dokter gigi, kenyataan di luar sana memang kejam dan berat, jauh lebih berat dari pada ucapan pedas atau sindiran panas para dosen yang sering mampir ditelingaku.

Dalam hatiku berbisik, benar, Dok... Mental kami memang perlu ditempa. Keberanian kami memang harus dilatih. Moral kamipun butuh di evaluasi, karena kami para calon dokter gigi ini seharusnya sadar, nyawa manusialah yang akan kami hadapi nantinya.
Bismillahirahmanirahim.. Semoga kami bisa menjadi dokter gigi yang baik skill, baik akhlak dan moral nantinya.


Makanan Jadul untuk yang Muda yang Gaul

Sunday, July 15, 2012 3 comments
Lagi-lagi saya mau membicarakan makanan... Tarararara... Gak apa-apa, lah ya..Bisa-bisa blog saya ini pindah aliran, nih...
Kepikiran untuk ngebahas makanan yang satu ini, soalnya makanan ini bisa menguji kekuatan rahang anada-anda semua.

Sore itu jalan-jalan sama teman ke Mirota Palagan buat beli sabun cuci. Biasa lah ya, namanya juga kami masih labil, belum sampai di bagian sabun cuci udah maen mampir aja ke bagian makanan. Kalau ke Mirota emang suka gak kuat buat nahan diri gak beli cemilan. Alhasil bola mata bergerilya. Mulanya temanku sudah sangat mantap untuk mengambil pilus dengan merk yang telah di sensor... pip pip pipppp... Rencananya dia akan menjadikannya lauk malam nanti. Dengan gegap gempita saya membeberkan "isu" (karena belum dapat diketahui kebenaran ilmiahnya maka ku bilang isu..). "Eittsss,,, jangan ambil itu.. Emang enak si, tapi itu mengandung Aspartam. Bahaya..." ujarku mantap dan menggebu-gebu. 

FYI,, belum lama dari kejadian waktu itu, ceritanya saya mendapat sms dari seorang teman yang sedang kuliah di kedokteran yang isi sms nya kurang lebih membeberkan bahaya Aspartam dan produk-produk yang mengandung Aspartam di pasaran. Aspartam adalah salah satu jenis pemanis buatan yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat mengendap di dalam tubuh, dikarenakan tubuh kita tidak mampu menyerapnya. Akan tetapi memang semenjak 1996, FDA (Food and Drug Administration) melegalkan pengunaanya sebagai pemanis sintetik pada semua jenis makanan maupun minuman. Nah, jaman kan semakin berkembang, penelitian-penelitian juga pasti makin maju dan banyak dilakukan, makannya tersebarlah "isu-isu ilmiah" tentang zat sintetik tersebut.

Kambali lagi ke Mirota Palagan.. 
Temanku langsung pasang wajah kecewa berat saat itu.. "Duh, tapi ini kan enak,, hmm ayo cari merk lain mungkin gak mengandung zat itu," ujarnya. Kami seketika membolak balik beberapa produk pilus yanga ada. Waduh, semuanya mengandung zat itu. Kawanku makin kecewa. Tadinya dia tetap mau nekat membalinya, kan sekali-sekali juga pikirnya. Tapi pandanganku tak lama tertuju pada makanan lain yang sebenarnya juga "diragukan" keabsahannya (ya elah, makanan kok "keabsahan".. saolnya makanan yang kutunjuk ini juga warnanya ngejreng, hehe). "Eh, inget gak sama makanan jadul ini? Aku sering beli, lho," tanyaku. Temanku langsung tertawa saat melihat cemilan itu. "Wah, ini kan makanan khusus anak muda.." ujarnya. Seketika itu ketawa pecah sambil mengiyakan ucapannya. Bener juga, ni makanna emang jadul, tapi yang bisa makan cuma anak-anak muda yang gaol kayak kita ini.. (boleh muntah atau nampar kok.. hehe). Penasaran? Ini dia makannya..
Nah, apakah kalian tau apa nama makanan ini? Pernah lihat, atau pernah makan sebelumnya? Saya pribadi tidak pernah tau apa namanya. Camilan ini sudah saya kenal sejak jaman saya kecil, tapi bagi saya camilan ini Anonim. Camilan yang satu ini "uatoseee poll" kerasnya bukan maen.. Tapi sekalinya makan susah berhenti (kalau ini cuma aku saja yang ngalamin mungkin, hehe). Saya rasa, cm mereka yang giginya masih lengkap dan masih kuat yang bisa makan cemilan ini, bro.. Kalau yang sepuh-sepuh nekat ya bisa langsung ke RSGM Prof Soedomo setelah makan ini (tetep promosi,, yak bagi yang sakit gigi silakan berkunjung ke rumah sakit gigi dan mulut FKG UGM.. pisss).





Akhirnya temanku berhasil ku pengaruhi untuk membeli cemilan atos yang satu ini.. nyam-nyam, kletak kletak..



Jasamu Tiada Tara...

Thursday, May 17, 2012 4 comments
Kalau ditanya apa benda yang berjasa banget buat hidupmu, apa jawaban kalian guys? Hmm, pasti kalian punya banyak jawaban ya.. Aku juga, kok.. tapi akhir-akhir ini ada dua benda yang keberadaanya sebenarnya adalah hal yang biasa, namun setelah kupikir-pikir keduanya sangat amat berjasa buatku.. Hayooo siapa yang tau?? Hah, guling? bukan bukan.. Apa? Duit? Wah itu sih sudah pasti, tebak yang lain, hehe. Mobil? Watau, belum punya.. Masih belum ada yang benar nih tebakannya.
Beginilah ceritanya...

Ceritanya waktu itu lagi melamun memandangi tumpukan laporan yang habis selesai di cetak. Lamunan langsung terbang ke awal tahun 2005. Jaman awal masuk kuliah dulu (duh, ketahuan aku sudah tua..), kalau ada tugas kuliah dan harus cetak laporan  selalu kelimpungan. Bukan gara-gara gak punya printer, tapi gara-gara printer selalu ngadat. Bapakku yang gak ngerti soal printer selalu ribut tiap kali aku mengeluhkan printer yang ngadat. Ingat kan jaman dulu itu belum banyak rentalan buka. Kalaupun ada pasti masih mahal kalau harus cetak laporan yang seabreg. Jauh banget sama jaman sekarang, tiap foto copian selalu ada rentalan sekalian yang menawarkan jasa cetak dengan harga terjangkau.

Lanjut lagi ceritanya...
Printer pertamaku selalu ngadat gara-gara suka gak teratur dipakainya, jadi tintaya sering kering dan cartridges yang selalu bermasalah. Huah, tiap mau servis juga selalu bikin masalah, masalahnya adalah harga cartridges ori yang hampir setara dengan harga printernya (inget kajadian itu masih selalu membuaku esmosi jiwa... huaaaa). Kejadian seperti itu berlangsung terus menerus, sampai aku akhirnya beberapa kali harus beli printer baru. Lucunya, tiap habis beli printer baru aku dan keluarga jadi was-was merawat printer baru itu, was-was terjadi lagi hal yang sama dengan sebelumnya. Jujur saja, kalau harus rutin tiap hari mencetak agar tinta tidak kering, hal itu sangat memberatkan hidup (lebai, ya.. hehe. bilang aja males...xixixi).

Sempat beberapa waktu kami tidak punya printer karena merasa sudah "lelah" dengan kelakuan printer. Sayangnya kondisi ini terbentur kebutuhan saat aku menyusun skripsi yang memang butuh banyak mencetak laporan. Lalu seorang teman menyarankan agar aku membeli printer yang "dirusak". What? Printer rusak? Hoo salah, salah.. ternyata maksud temanku adalah printer infus. Sepengetahuanku, jenis printer infus adalah hasil kreatifitas orang Indonesia yang cape dengan ketidakawetan printer ber cartridges..
Akhirnya tahun 2009 aku membeli sebuah printer baru bermerk Ep*on yang dengan sengaja langsung dibongkar beberapa partnya untuk didesain menjadi printer infus.. Jadinya seperti ini..
-printer Ep*son yang sudah di bongkar untuk di modifikasi menjadi infus-

Tempat tintanya dibuat diluar dengan ukuran yang sangat besar dan ditempatkan di botol bening agar kita dapat mengontrol tintanya sudah habis atau belum (itu tintaku sudah hampir habis.. hehe). Tau gak sih... printer ini iriiit banget. Aku belum  pernah beli tinta berwarna dari pertama beli printer ini (berarti sudah hampir 3 tahun, padahal aku seringggg sekali ngeprint). Entah sudah berapa rim kertas yang ku cetak dengan printer kesayanganku ini.
Printerku ini pernah dua kali ngadat tapi bukan karena hal yang serius, dan dengan mudah diatasi. Huaaa.. jasa printer ini benar-banar tiada tara.. Tanpa printer ini, aku dan kuliahku butiran debuuu (lho, malah nyanyi..)
-printer kesayanganku baru mencetak handouts, nih-
Selain printer, benda yang sangat berjasa lainnya adalah Leptop. Aku dibelikan leptop sejak tahun 2008. Sampai sekarang Alhamdulillah masih sehat, lho. Semua masih baik-baik saja keculai batrenya. Hmm tapi sudah ku ganti dengan batre abal-abal kok, hehe. Walaupun ukurannya masih segede gaban gt (suka iri liat temen-temen pada pake netbook, hehe) tapi aku bersyukur banget deh punya lepi ini...
-ini dia lepi kesayanganku.. ^^-
Jadi, terjawab sudah kan, dua benda yang berjasa buat hidupku adalah printer dan leptop kesayanganku.. Aku berjanji deh akan memperlakukan kedua benda kesayanganku itu dengan baik...

Thanks a lot Printer dan Lepi udah menemani perjuangan akademikku.. ^^


Cute Baby Bunny Headcraft ~with friend~

Sunday, April 8, 2012 7 comments
Pembicaraan kali ini agak gak penting, sih sebenarnya.. Buat pembaca sekalian, boleh lanjut atau Close Tab, lhoh.. I'm serious.. hehe

Eyo si pecinta kelinci pamer bando baru, nih.. Rupanya di bando baru yang  kemarin dibelinya tersemat aksesoris boneka kelinci yang buesssaaarrr... wuidih.. pas liat.. waw.. keyennn.. unyu-unyu.. Langsung pengen deh.. Bando unyu itu rupanya dibeli di Cindy (salah satu toko pernak-pernik di Jogja yang selalu buat aku dan Eyo gak kuat iman liat barang-barang unyu). Sayangnya bando itu masih ada dua kata Eyo. Karena aku juga tersepona dengan keunyuan si bando kelinci itu, alhasil "kompor penuh minyak" Eyo berhasil membakar aku yang "jerami kering di musim kemarau" ini. Mudah tersulut banget getoo, lhoh aku ini. 

Minggu siang aku dan Eyo meluncur ke toko pernak-pernik. Sampai disana ternyata bando unyu kelinci memang masih ada dua. Duh, pas liat bandonya si emang gak kuat liat bentuk bonekanya yang unyu, tapi ukurannya itu, lho.. juga gak nguatin.. Kalau kubeli, mau kupakai kapan?? (secara wajah dan umurku udah gak unyu, pasti gak cocok pake barang unyu, ditambah lagi aku pakai jilbab. Kalau Eyo kan wajahnya masih unyu, jadi ya cocok-cocok aja). Bola mataku mulai menjelajah barang lain yang mungkin bisa kubeli selain bando kelinci ini. Hmm.. ini mungkin (pegang puff bedak, hoo gak jadi ahh, mahal), apa ini ya.. (pegang kuncir rambut, ckck, masih ada dirumah), duh.. apa ya.. Ya udah deh, aku beli bando kelincinya.. Kalau aksesorisnya copot kan nantinya bisa kumodifikasi jadi pin/ bros (untuk rencanaku yang satu ini sudah terendus oleh Eyo dan dia protesss, "kan belum copot, kok udah merencanakan kalau-kalau copot, sih!!" ucapnya.. hehehe).

Dari pada kebanyakan bicara, kebanyakan cingcong langsung aja yuk lihat bando kelinci unyu kami.. (padahal emang udah kebanyakan bicara ya dari yadi, xixixixi). Siap, ya.. Jangan mual apalagi muntah.. Stop.. kalau takut muntah boleh ditutup blog nya, lho.. suer.. hihihi

bando kelinci unyu..

Yena in action

Eyo in action

gaya aneh kamiii... ^^
Waduh, sepertinya banyak yang mual dan sudah menyiapkan ember untuk muntah.. hehehehe.. Tadi kan sudah kubilang, kalau takut mual dan muntah boleh close tab.. hahahaa... Ada yang mau punya? Masih ada satu lagi di Cindy,, grab it guys.. salam unyu-unyu..


"Refleksi Mimpi di Ujung Malam" #edisi memotivasi diri sendiri

Saturday, April 7, 2012 2 comments
Beberapa orang bersorak bertepuk tangan
Beberapa yang lain mengamati dengan serius
Aku...
Aku sedang terdiam mengamati dengan serius
Seperti biasa dengan rasa was-was yang berlebihan
Tunggu...
Hmm.. tidak, ini tidak seperti biasanya
Aku tidaklah teramat tegang
Aku santai dan penuh konsentrasi diantara perasaan yang cemas "bisakah aku melakukannya"
Perasaan yang unik dan sulit digambarkan
Beberapa telah menyelesaikan tugasnya
Aku bersama kedua temanku berjajar dibelakang sebuah garis, bersiap berlari dengan segenap energi yang kupunya
Aneh, aku juga merasakan itu
Berlari adalah hal yang tidak kusukai, sangat tidak kusukai
Tapi aku merasakannya.. merasakan energi yang begitu besar ditengah fokus yang ku bangun
Aku benar-benar nyaman dan merasakannya.

Aku mulai berlari menerjang garis batas START
Kami bertiga berlari dengan segenap optimisme yang berkibar-kibar di depan mata
Aku merasakan sesaknya nafas,
Merasakan kakunya kaki,
Merasakan denyut yang tak berkompromi,
Aku merasakannya..
Tapi semuanya berada dibelakang keyakinanku akan melewati garis kedua yang bertuliskan FINISH
Ini tidaklah seperti biasanya..
Hanya keyakinan ini yang membawa engahnya nafas, kaki yang kaku dan denyut yang tak stabil.

Diujung garis finish, berdiri seorang ibu dengan catatan dan pulpen
Kedua temanku sudah jauh didepan, dengan senyum dan napas yang teratur dan seakan berkata "ini sih mudah"
Aku merasa waktu berputar cepat
Hingga aku sudah berada dihadapan garis finish
Aku bukanlah yang pertama menerjang garis finish, bukan..
Ibu yang membawa catatan dan pulpen tersenyum menyambutku yang masih terengah dan berpeluh
Dia memberikan sebuah kertas bertulis "93, saya bukan menilai kapan kamu sampai, tapi saya menilai perjuanganmu untuk sampai"
sebuah angka dan ucapan yang membuatku berbinar..
Angka dan ucapan yang membuat aku seperti tidak percaya mendapatkannya
Mendapatkannya dari sebuah usaha melakukan hal yang sebenarnya tidaklah ku suka..
Aku hanya tersenyum, mengucap syukur, dengan keyakinan yang menyeruak dan memenuhi dada dan pikiranku...

Lagi..
Aku sudah berada dilingkaran kerumunan orang
Aku sudah tidak setegang biasanya jika menghadapi hal yang kutakuti
Sebuah matras dan kursi kayu
Aku belum terlalu faham sampai aku melihat beberapa orang didepanku melakukannya
Aku bertanya-tanya.. kepalaku terisi penuh sesak dengan pertanyaan
Bagaimana bisa aku melakukannya??

Melihat seorang teman yang memperagakannya, memposisikan kepala berada dibawah dan berhimpit dengan sandaran kursi, lalu kedua kaki diangkat melekuk hingga menyentuh bibir matras yang setinggi kursi.. layaknya salto.
Aku sedikit susah menggambarkannya
Tapi itu adalah aktivitas senam lantai seperti jaman SMA dulu

Aku tidak pernah bisa melakukannya
Badanku gemuk
Aku tidak sanggup mengangkat badanku sendiri untuk berputar seperti gerakan roll depan
Aku BELUM PERNAH BISA melakukannya...
Tunggu..
Lagi-lagi itu alam nyatalah yang mengatakannya
Alam bawah sadarku berkata, "cukup kau tenang dan yakin kau bisa melewatinya, perlahan-lahan saja.. perlahan"
Tubuhku rupanya tengah melakukannya
Ditengah riuh orang-orang yang memberikanku semangat
Aku mengatur nafas panjang dan dalam
Aku memfokuskan diriku pada apa yang akan kulakukan..
Dalam hitungan detik, tubuhku yang gemuk terasa ringan
Aku melakukannya, kawan..
Aku benar-benar melakukannya..
Hal yang kuanggap aku tidak pernah bisa melakukannya..
Ternyata aku bisa..

adzan subuh yang membahana diiringi angin sepoi nan dingin yang menyerbu melalui pintu kamarku membuat mataku terbuka perlahan dan makin lebar.. aku terbangun dari mimpi panjang malam ini... mimpi menjadi seorang pelari yang optimis, mimpi menjadi seorang atlet senam lantai. dua hal yang sangat tidak kusukai dan aku merasa tidak bisa melakukannya..
tubuhku masih lemas, tapi ingatanku tentang mimpi yang kualami sangat tegas dan menekan sanubariku untuk bangkit dan bersiap menyambut pagi..

mimpi itu masih sangat tegas bahkan setelah air wudlhu membasuh muka, ekstremitas serta persendianku... diujung sujud ke dua aku bersimpuh memanjatkan syukur...
Ya Allah.. aku selama ini terlalu kufur nikmat dan berfokus pada segala kekuranganku..
aku lalai dengan segala kelebihan dan kebahagiaan nikmat yang telah Kau limpahkan
aku lupa bahwa aku memiliki-Mu yang akan selalu menerangi kegundahan, melapangkan jalan terjal, dan menentramkan hatiku yang galau.. aku terlalu lalai Ya Allah... Astagfirullahhaladzim..

mimpi semalam membuatku yakin bahwa aku mampu melewati segala hal yang kupikir tidak sanggup kulewati dengan berbekal keyakinan dan fokus menakhlukannya..
mungkin mimpi itu bukanlah dasar atau patokan, tapi mimpi itu membuka mataku bahwa aku selama ini terlalu jauh dari Allah yang Maha Penyayang dan lupa bersyukur..
 
bagiku gambar ini adalah cermin untukku selalu ingat bersyukur.. ^^

























note: video bagus yang mungkin bisa memotivasimu.. ^^
http://www.youtube.com/watch?v=z4eG3L7GBA8

my favorite song