Showing posts with label tempat piknik. Show all posts
Showing posts with label tempat piknik. Show all posts

Panorama Pantai Pok Tunggal Gunungkidul

Saturday, January 26, 2013 0 comments
Terus terang saya belum pernah ke pantai yang satu ini, Pantai Pok Tunggal namanya. Cuma dengan cerita dari adik yang beberapa minggu lalu piknik dengan teman-teman kartografi UGM ke salah satu pantai di wilayah Gunungkidul. Gunungkidul memang tersohor dengan banyaknya pantai dan eksotisme alamnya. Hasil jepretan dari sudut pantai bernama Pok Tunggal ini mungkin bisa menginspirasi perjalanan wisata anda-anda sekalian. Dan... saya bertekad suatu saat nanti juga akan menapakkan kaki di pantai yang cantik jelita ini..

pasir putih..
ada payung-payung di sepanjang bibir pantai
dijaga TETAP BERSIH ya sobat.. ^^
let's go there..  <3 <3

gambar diambil dengan kamera Kodak Pro-DSLR Z981

Hal Apa yang Mengingatkanmu Tentang Yogyakarta?

Friday, July 20, 2012 5 comments
Saya dilahirkan di Kebumen, Jawa Tengah, akan tetapi 25 tahun kuhabiskan waktuku di kota penuh keistimewaan, Ngayogyakarta Hadiningrat.
Seperti beberapa komentar teman yang lama bersekolah di Jogja, kota ini akan selalu meninggalkan sejuta kenangan manis. Sayapun merasakannya, meski tiap hari ada di kota ini, tapi saya selalu bersyukur bisa hidup dan tumbuh di kota berjulukan "Yogyakarta Berhati Nyaman".

Kali ini saya ingin berbagi beberapa hal yang berhubungan dengan kota Yogyakarta, yang tentunya menjadi ciri khas kota ini... Buat yang kangen dengan Jogja, silakan menikmati sajian foto-foto berikut... Check it out..

Panorama Tugu malam hari cermin hiruk-pikuk kota budaya..

















Jalan Malioboro saat lengang menjadi ciri khas yang kental

















Manisnya gudeg Jogja, 
semanis kenangannya..
Gudeg kering
ataupun basah
tetap laziz..









Makan di angkringan, murah meriah... Jangan lupa pesan wedang jahe & ceker bakar...
keliling kota dengan becak, semeleh sejenak dari padatnya aktivitas..nglaras rumiyin njih..

Bisa juga pilih naik delman istimewa.. pengemudinya selalu pakai blangkon lengkap dengan beskapnya... 

lampu ini menjadi penerangan sekaligus pertanda bahwa anda sedang berada di Jogja...



















ditemani suara Duta SO7,, dan logat bicara mereka  yang tetap medhok meski sudah mengibukota...
bersepeda menjelajah panjangnya Selokan Mataram yang selalu bersih,, 
Mitosnya, Selokan Mataram adalah hasil perjodohan Sungai Progo dengan Sungai Opak, untuk kemakmuran wilayah Jogja..


salah satu yang ikut mencerdaskan bangsa...
Universitas Gadjah Mada.. ^^

Buat yang belum pernah mampir ke Jogja, 
Monggo kulo aturi pinarak wonten Ngayogyakarta Hadiningrat...
Nahhh... adakah part diatas yang membuat kalian rindu dengan Jogja??
Bagiku, Jogja sudah mendarah daging... Saya bangga menjadi warga Yogyakarta..

Menapaki Sudut Pulau Bangka (part #1)

Friday, March 23, 2012 2 comments
Ada apa dengan peta Kepulauan Bangka??
Awal bulan Mei 2010 yang lalu..
Aku menginjakkan kaki di bandar udara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka.
Di siang yang terik dan menyengat. Ini pengalaman pertamaku berlibur meninggalkan Yogyakarta dengan kendaraan terbang. Aku punya banyak saudara dari ayahku di Bangka. Liburan kali ini dihabiskan sembari menghadiri hajat nikahan kakak sepupuku yang tinggal di Sungailiat.

Pulau yang terletak di sebeleh timur Sumatera Selatan ini terkenal dengan hasil tambang Timah. Tiap jengkal tanahnya seakan memberi titik terang keberadaan kekayaan material Timah yang bernilai jual tinggi. "Kalau mau uang keruk saja tanah depan rumah", ini kenyataan, lho. Kepulauan Bangka yang beribukota provinsi di Pangkal Pinang ini terdiri dari 6 kabupaten dan sebuah ibu kota provinsi. 

Dari yang saya amati selama berada disana, ada hal-hal unik yang saya temui, diantaranya:
  • Lahan dan tanah masih sangat luas dan jarang dioptimalkan oleh penduduknya. Jadi, sewaktu berada di Pangkal Pinang, saya sempat berjalan-jalan di area sekitar rumah salah satu sanak keluarga. Tercengang melihat banyaknya lahan tak terurus yang hanya ditumbuhi semak belukar. Nah lo, mana ada yang seperti itu di Jawa. Menurut cerita, beberapa lahan disana dimanfaatkan untuk perkebunan lada dan kelapa sawit. Dua komoditi yang sangat menjanjikan, bukan? Entah karena penduduknya yang sedikit atau mereka kurang suka berkebun atau bercocok tanam, tapi sungguh lahan-lahan yang potensial itu hanya dipenuhi semak belukar dan pada akhirnya berubah menjadi hutan.
  • Etnis Tionghoa yang cukup dominan. Cukup banyak dijumpai para Chinese di Bangka-Belitung. Rupanya keberadaan mereka yang sudah dari lampaui ini disebabkan dari sebuah perjalanan para Chinese dijaman duluuu kala menuju Jawa Timur, namun karena terkena badai, kapalpun terdampar di Belutung. Kemudian disusul dengan rombongan pekerja tambang dari Cina yang memang sengaja datang untuk mengeruk Timah. Pada akhirnya hubungan penduduk lokal dengan mereka terjalin baik hingga saat ini.
  • Rumah-rumah Walet di tengah kota. Jika diamati, di sepanjang kota di Pangkal Pinang, etnis tionghoa berjaya dengan usaha dagangnya. Mereka memiliki toko dan yang unik,,, disetiap atap tokonya terbangun gedung yang entah bertingkat berapa. Sayangnya bangunan bertembok semen dengan banyak jendela itu bukan tempat tinggal pemilik toko, tapi itu adalah bangunan yang sengaja dibuat untuk mengundang datangnya burung Walet. Tau sendiri kan sarang walet dari air liurnya punya nilai jual yang tinggi. Terkesima...
  • Becak Motor. Hmm rupanya salah satu kendaraan umum yang berjaya di sana ialah becak motor. Memang bukan hal yang aneh, tapi yang lucu adalah disana kita tidak akan menjumpai becak yang dikayuh dengan sepeda. Semua becak akan bergandengan dengan motor untuk menjalankannya. 
becak motor khas Bangka
  • Gaya bahasa. Hihihi... selalu tersipu setiap ingat ini. Bahasa daerah mereka sangat menarik. Terutama dari segi kecepatan atau tempo bicara, sangat cepatttt... aku yang orang Jogja ini tergopoh-gopoh mengikuti pembicaraan mereka.
Kesan yang terbawa, masyarakat disana cukup ramah, hawanya cukup panas, bagi penggemar seafood pulau ini wajib dikunjungi, dan wisata pantainya... alamakkk.. cantik nian... (akan kuceritakan di part #2 nanti..)
Karena aku punya banyak sanak saudara di sana, aku merasa Bangka selalu meninggalkan kerinduan dan  tekad untuk kembali lagi kesana suatu saat nanti..  InsayAllah.. ^^

.

Refreshing dengan Bunga "Anonim" bersama Sahabat

Tuesday, March 20, 2012 8 comments
Minggu pagi yang cerah.. aku dan sahabatku, nama disamarkan menjadi Eyo mencoba mencari peruntungan di pasar tiban Sunday Morning alias SunMor sepanjang jalan kampus UGM. Termos nasi yang kami isi penuh dengan cup-cup puding cokelat dan nampan plastik berisi roti bakar yang juga rasa cokelat siap beredar. Dengan semangat membara kami "mengasongkan" dagangan kami (mengasongkan?? bener gak ya kata-katanya...ckck). Belum berapa lama beredar dan menyerukan jenis dagangan dengan suara yang keras tapi pelan (lhoh,, gimana sih?? baca:  dengan suara yang ragu-ragu setengah PD), kami lupa dengan fokus utama. Apa yang terjadi?? Kami asik mengamati dagangan yang dijual sepanjang jalan SunMor. Wuidih.. isinya malah cuma mupeng. Celengan lucu-lucu, cemilan jamur, tahu sumedang, tahu petis, nyam-nyam, hmm masih ada juga tas-tas lucu, sendal-sepatu murmer, jilbab, dannnn banyak lagi. apa mau dikata, biasanya kami berdua ini pengunjung di SunMor dan kali ini kami harus telan ludah dan fokus pada apa yang kami jual. (nyesek tapi tetep maksa senyum nawarin dagangan).

Udah-udah jangan tanya atau pengen tau dagangan kita laku berapa. Stop, stop, kita alih pembicaraan saja, ya (hihihihiiii, jadi malu). Tapi yang terpenting kami bisa mengambil hikmah dari langkah awal pencapaian ini. Tidak peduli berapa hasilnya. Hmm sebenernya si peduli, tapi tiba-tiba Om Mario Super Teguh merasuki kami berdua dan membisikkan; "Hmm … seandainya kita lebih sering membayangkan hasil baik dari upaya kita, daripada menggelisahkan kemungkinan buruk, mungkin akan lebih banyak orang yang kita termui, dan lebih banyak pekerjaan yang kita coba. Tuhan tidak merencanakan kita gagal", oke.. pelajaran hari ini menjadi peristiwa yang besar dan menbangun pola pikir kami jadi lebih baik, amin (hayo,, pada penasaran, ya apa yang terjadi dengan dagangan kami?? hehehe, rahasiaaa... hehe).

Badan sudah berlumur keringat, cacing-cacing di perut ketuk-ketuk pintu sambil ngomel-ngomel, akhirnya kami memutuskan istirahat sejenak di taman utara Gedung Pusat UGM. Tidak terlalu ramai, dan tenang. Sambil menikmati puding dan roti tawar dagangan (lhoh, kok dimankan sendiri?? hehehe ya namanya juga usaha,, usaha menenangkan cacing-cacing diperut) kami sibuk mengamati tingkah laku kegiatan orang-orang disekitar sambil mengomentarinya (wah, parah.. tidak patut ditiru, hehe). 

-ada yang bersepeda, duduk-duduk dibawah kanopi, bahkan ada yang sedang sesi pemotretan, hehe-

-saling asik bercengkrama dengan keluarga-

Ditengah asik mengobrol tapi pikiran sedang jauh menembus asa (baca : mbatin usaha dagang hari ini), pandanganku mampir ke sudut utara gedung. Hutan UGM itu masih sama seperti dulu. Terakhir aku duduk-duduk dan menikmati hawa Gedung Pusat seperti ini kalau tidak salah saat aku duduk di bangku SMP. Sudah lama sekali berlalu, tapi ingatan itu muncul sangat jelas di benakku. Aku, adik, ibu dan ayah bersepeda dari rumah dan piknik di Gedung Pusat. Menikmati udara yang sejuk, mengamati orang bersepeda, bermain skateboard, sepatu roda, dan arena tamia, sudah lamaaa sekali (jadi rindu masa-masa itu). Kalau ibu masih ada, mungkin kegiatan itu bisa dilakukan kembali. Aku ingat sekali cerita-cerita ibu, dulu ibuku saat mengandungku selalu mengajak ayah jalan-jalan di lingkungan UGM dengan harapan kelak anaknya bisa kuliah di UGM. Cita dan harapan itu telah terwujud, namun ibu justru tidak sempat merasakannya (wah, mulai ngelantur ini lamunanku, mari kita kembali ke Gedung Pusat).

Lamunan buyar saat melihat pohon bunga di batas pagar hutan UGM yang daun dan bunganya rimbun menjulur ke area taman. Tanaman itu masih ada, dan masih sama. Tanaman yang aku dan Eyo tidak tau namanya. Tanaman yang kami anggap bunganya tidak cantik dan justru menyerupai daun hanya saja berwarna pink dan putih, tumbuh rimbun dan "ngrembuyung". Mau lihat seperti apa tanamanya? Ini dia... jreng jreng..


-Adakah yang tau tanaman berbungan daun ini apa namanya??-

Wah,, daripada duduk berdiam diri dan melamun saja, MarKiFot.. alias mari kita foto-foto!! Dengan kamera hp seadanya, jadilah dua orang yang semula engggan tersenyum ini memanfaatkan tanaman berbunga daun yang baru saja dicelanya habis-habisan sebagai background berfoto ria. Tak apalah kali ini menjadi edisi narsisme.
jpret jpret,, crik crik...
kiri dikit,, geser geser
kanan, kanan, maju maju, stop..
mundur dikit...
yak sip..  jprettt (ini tukang foto apa tukang parkir, ya??)

-nampang duluuu,, posee-

-aku dan sahabatku, Eyo-


-pohon ini bagus juga kalau di foto ^^-

Ternyata benar, dont judge the book from this cover, nyatanya setelah puas mengumpat pohon berbunga daun yang anonim ini, kami malah asik berpose dan berfoto ria dibawahnya. Kalau diamat-amati, bunga ini ternyata indah juga (sambil minta maaf ke bunga anonim itu karena sudah mencela..)

Kalau bisa dibilang, ajang-foto-foto dan narsism ini sedikit membuang kepenatan dan merefresh diri dan pikiran, lho. Menjadi pilihan yang simple dan mudah. Bagi kalian yang berdomisili Yogyakarta dan sedang bingung untuk menghabiskan weekend dimana, datang saja ke taman utara Gedung Pusat UGM. Banyak hal yang bisa dilakukan disana, seperti; olahraga, foto-foto, sekedar mengobrol, baca buku, bermain bersama hewan kesayangan (rencana selanjutnya adalah membawa Flepper-kelinci Eyo bermain di rerumputan yang ada di sana), gathering bersama teman atau komunitas, wah masih banyak lagi yang bisa dilakukan di sana. Yang terpenting, tetap jaga kebersihan, ya Kawan.. Selamat bersenang-senang.

pesan sponsor: 
BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA
JAGALAH KEBERSIHAN, KAWAN.. ^^
salam unyu-unyu..

my favorite song