Sansevieria, tak Setajam "Lidah Mertua"

Wednesday, November 2, 2011 0 comments
apa benar lidah mertua itu tajam? sampai-sampai tanaman yang satu ini di Indonesia populer dengan sebutan lidah mertua. tanaman dengan nama latin Sansevieria trifasciata "laurentii" secara tampilan fisik pastinya sudah populer dikalangan masyarakat. tanaman yang tergolong dalam tanaman hias ini bercirikan; daun yang panjang, kaku, bermotif totol-totol dengan garis tepi polos berwarna kuning. walaaa... ini dia gambarnya...


sudah ingat dengan tanaman yang satu ini? yapp,, sedikit mengenang kembali ke masa kecil saya. saya tinggal di sebuah perumahan kecil di belakang kantor tempat ayah saya bertugas. masa kecil saya habiskan dengan bermain di halaman dan taman kantor yang memang luas dan bersih. seperti lingkungan kantor pada umumnya, sekeliling kantor dipenuhi dengan tanaman- tanaman hias. tapi saya masih sangat ingat tanaman yang satu ini, lidah mertua yang memenuhi area taman adalah tanaman yang sangat tidak saya sukai. kenapa? tidak tampak seperti tanaman hias menurut saya. hanya daun panjang yang kaku dan berwarna hijau tua. jarang berbunga dan tampak tidak rapi. itulah kesan saya pada tanaman hias yang satu ini. di rumah pun tidak ada tanaman ini. saya ingat jaman dahulu sempat ayah saya menanamnya langsung di tanah (tidak dalam pot), dan tetap saja saya tidak suka. 

sampai suatu sore di tengah rintik hujan sepulang dari kampus, saya menemukan dua pot besar berisi tanaman lidah mertua menjadi penyambut tamu di depan pintu rumah. spontan saya protes pada ayah saya. mengapa tanaman tak berbunga yang berkesan kaku ini menjadi hiasan di taman kecil rumah saya? kata ayah, tanaman ini bisa menjadi anti polutan dan mampu menghisap gas CO2. yang pertama terpikir adalah tidak percaya, walaupun beberapa detik kemudian saya menyadari, semua tanaman memang anti polutan.

akhirnya saya penasaran, apa benar tanaman yang saya tak pernah suka dengan tampilan fisiknya ini punya manfaat sebegitu besar? setelah mencari infoormasi, benar saja, saya takjub mengetahui kenyataan ini. dari sumber yang saya baca, disebutkan bahwa Sansevieria menjadi obyek penelitian tanaman penyaring udara untuk membersihkan udara di stasiun ruang angkasa.NASA menanam ribuan sansevieria 10-25 meter dari instalasi nuklir yang tujuannya adalah untuk meredam apabila terjadi kebocoran. tanaman ini mampu menyerap lebih dari 107 unsur polutan berbahaya yang ada di udara. hal tersebut dikarenakan Sansevieria mengandung bahan aktif pregnane glikosid yang berfungsi mereduksi polutan menjadi asam argonik, gula dan asam amino. dengan demikian menjadi tidak berbahaya lagi bagi manusia.

lalu, bagaimana mekanismenya hingga tanaman kecil ini punya manfaat besar? (dari sumber yang saya baca, saya kurang begitu memahami dengan baik karena banyak menggunakan jargon biologi, tapi akan saya coba ceritakan dengan bahasa yang lebih mudah).

jadi, Sansevieria menjadi pencegah polutan melalui proses alamiahnya yaitu fotosintesis. dalam proses fotosintesis, tanaman membutuhkan air dan karbon dioksida. jika keduanya tersebut bergabung dengan cahaya, maka akan dihasilkan glukosa, air dan oksigen. hasil fotosintesis tersebut akan digunakan sebagai tenaga bagi pertumbuhan tanaman. tentunya semua tanaman mengalami proses tersebut, tetapi yang unik dari Sansevieria adalah, tanaman ini diketahui mampu menyerap bahan beracun terus menerus sepanjang hidupnya, dan inilah keistimewaanya, disamping kandungan bahan aktif pregnane glikosid yang dimilikinya. oleh karena itulah tanaman Sansevieria dianggap sebagai anti polutan terhadap asap rokok, penyerap karbon dioksida, benzene, formaldehid dan trychloroethylene.

tanaman ini juga menjadi pilihan tanaman indoor karena kemampuannya menyerap polutan asap rokok. sumber lain menyebutkan bahwa tanaman ini akan memberikan aroma yang berbeda saat sore hari, oleh karenanya di beberapa negara tanaman ini digunakan sebagai bahan pembuat parfum. waw... saya masih takjub dengan informasi yang saya baca (antara percaya-tidak percaya).

Sansevieria memiliki beberapa jenis. diantaranya Sansevieria lokal, hibrida, dan mutasi. gambar diatas adalah contoh Sansevieria lokal. Sansevieria hibrida merupakan hasil penyilangan dari dua atau tiga jenis Sansevieria. tanaman hias ini cenderung mudah di rawat karena tanaman ini tidak butuh banyak air setiap harinya karena kemampuan daunya menyimpan cadangan air. cocok di tanam di dalam pot maupun langsung di area tanah. ternyata tanaman ini juga berbunga, lho. yang menarik, tidak semua tanaman dapat memunculkan bunganya. hanya tanaman yang benar-benar senior dan berkualitas baik mampu menghasilkan bunga. kerena tanaman yang mampu menghasilkan bunga adalah yang memasuki masa vegetatif. oleh karenanya tanaman Sansevieria yang mampu berbunga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. beginilah bentuk bunga Sansevieria, cantikk...




maka, benar sekali pepatah yang mengatakan, dont judge the book by the cover. dibalik daunya yang tampak kokoh dan kaku, di balik namanya "Lidah mertua" yang menggambarkan ujung daun yang tajam, tanaman hias bernama latin sangat cantik ini, Sansevieria memiliki peran yang besar dalam menyerap polusi udara di tengah meningkatnya pencemaran udara besar-besaran di Indonesia. semoga tanaman Sansevieria ayah saya bisa berbunga dan berkembang biak dengan baik.

selamat menanam Sansevieria... ^^
















Nasi Goreng Penuh Memori Pagi Ini..

Sunday, October 30, 2011 0 comments
minggu pagi ini kami tengah kelaparan. buka tudung saji, cuma ada sayur bersantan *kurang sukaaa...
"Mbak, buat nasi goreng wae, yuk..." ajak adikku. kubocorkan sebuah rahasia, meskipun aku memang tidak lihai memasak, tapi untuk urusan membuat nasi goreng, rasa yang ku hasilkan selalu tidak bisa enak. jauh dari rasa mang-mang yang jualan mi jawa. kadang keasinan, kadang terlalu berminyak, kadang kurang rasa, lengkaplah sudah. melihat raut mata kelaparan adik, aku akhirnya mengiyakan tawarannya.
menurut kabanyakan orang, membuat nasi goreng bumbu-bumbunya wajib di haluskan lalu ditumis sampai wangi. pagi ini (dan sering kulakukan) bumbu-bumbu itu hanya mampir di talenan saja, beginilah langkahnya...:
  • siapkan dua siung bawang putih, empat siung bawang merah, cabai rawit merah sesuai selera
  • cuci bersih lalu cincang kasar ketiga bumbu tersebut, untuk cabai diiris kecil-kecil, tipis-tipis
  • siapkan dua butir telur dan tiga potong sosis sapi (untuk sosisnya diiris menyamping atau sesuai selera)
  • panaskan margarin di wajan, lalu goreng telur ayam menjadi telur mata sapi (kami suka telur yang agak setengah matang)
  • setelah telur matang, lanjutkan menggoreng sosis, matang dan tiriskan kedua lauk
  • setelah itu, tambahkan kembali margarin untuk menumis bumbu-bumbu nasi goreng yang telah di iris kasar, tumis hingga wangi
  • tambahkan garam bubuk, merica dan gula pasir secukupnya, lalu tumis kembali
  • setelah dirasa garam larut, masukkan tiga centong nasi (porsi untuk dua orang, atau sesuai selera)
  • aduk merata sambil ditambahkan kecap manis
  • setelah kecap dan bumbu merata, nasi goreng siap untuk disantap... walaaa...
hasil setelah kami dengan iseng menghias nasi goreng pagi ini. adikku membuat wajah tersenyum yang aneh dengan telur dan sosis gorengnya. sedangkan aku mencoba menghias agar tampak feminin, yaitu bentuk bunga, tapi rasa-rasanya sedikit gagal.
cara membuat nasi goreng tanpa menghaluskan bumbu, hasilnya not bad, kok. tetap enak... cara ini cocok bagi anak kost atau mereka yang belum memliki peralatan dapur yang lengkap. silakan dipraktekkan :)

anyway, curhat sedikit ya..
sebenarnya, yang paling saya rasakan pada saat membuat nasi goreng ini bersama adik saya adalah perasaan bersyukur. bersukur karena sudah tiga tahun ini kami semakin akrab dan akur. flashback ke sekitar 4 tahun yang lalu, kami pernah tak saling bicara, tak saling bercerita, tak saling sapa, dan hanya pertengkaran-pertengkaran kekanak-kanakan yang mengisi hari-hari kami. saya sendiri tidak tau penyebabnya sampai saat ini mengapa adikku pernah mendiamkan aku selama hampir satu tahun. selisih usia kami tujuh tahun, jadi mungkin perbedaan usia ini yang sempat membuat timbulnya kesalahpahaman diantara kami... *melow...
saat tiga tahun yang lalu akhirnya dia mau bicara padaku, rasanya bahagia sekali.. dan sampai saat ini Alhamdulillah kami bisa menjadi patner dalam apapun. kami bisa saling bercerita,  berbagi dan saling menyayangi tentunya... saya berjanji pada diri saya sendiri agar saya bisa menjaga kondisi ini dan menjadi kakak sekaligus teman yang baik untuknya. 
untuk adikku tersayang, sukses selalu, ya... love u...

Roti Tawar yang Kebesaran

Friday, October 7, 2011 0 comments
setangkup roti bakar isi cokelat menjadi teman sarapan pagi ini. roti bakar ini bukan roti bakar biasa. kenapa? karena roti bakar ini baru bisa saya buat sendiri dalam seminggu terakhir, roti bakar pagi ini juga sedikit kebesaran. penasaran kenapa bisa begitu? beginilah ceritanya..

dimulai dengan sedikit curhat colongan. semula saya tidak pernah punya keinginan untuk memiliki salah satu alat elektronik yang satu ini. bagi saya, perlengkapan dapur ini tidak terlalu penting dan banyak manfaatnya, jadi tak pernah terpikir untuk membeli atau memilikinya. sampai pada suatu hari, seonggok kardus tergeletak di tepi tembok depan kamar saya. karena penasaran, saya mengintipnya dan ternyata "Alat Pemanggang Roti" isi dari kardus tersebut. entah dari mana asalnya, eits tunggu dulu, ada kertas putih yang menempel dikardus yang isinya adalah ucapan selamat dari rekan-rekan kerja ayah saya karena mulai minggu depan ayah saya resmi pensiun (agak terkaget juga, pensiun kok di beri selamat?? tapi setelah dicerna lagi ucapannya memang benar, teman-teman ayah saya memberikan ucapan selamat karena selama menempuh tugas pekerjaan sampai masa pensiun ini ayah saya siberi kesehatan dan kelancaran dalam bekerja). Rupanya alat ini adalah bingkisan dari rekan kerja ayah saya, sebagai kenang-kengangan. walaupun semula merasa tak terlalu butuh dan berharap punya alat ini, tapi saat telah memilikinya rasanya langsung girang. "Yiihaaa, bisa bikin roti bakar sendiri, dong..." ungkapan kegirangan. terima kasih teman-teman ayah...

beberapa hari kemudian alat tersebut masih tetap terbungkus rapi di kardusnya. maklum, keluargaku jarang mempunyai stock roti tawar dan toping-topingnya. alhasil alat itu menjadi pengangguran. tapi setelah seminggu berlalu, tiba-tiba ada sebungkus panjang roti tawar lengkap dengan menteganya. akhirnya alat ini bekerja juga. pertama kali membuatnya masih grogi-grogi gimana gityu.. baca aturan yang tertera di kertas kecil dalam kardus dengan sangat hati-hati. kata per kata tak terlewat. ohh ternyata langkah penggunaannya begini;
  1. sambungkan alat sengan listrik, lalu biarkan alat panas. untuk mengetahui alat sudah panas atau belum bisa dilihat lampu indikatornya. untuk alat dengan merk K***N yang saya punya ini, indikator kepanansan alat terletak pada lampu berwarna hijaunya. jika lampu berwarna hijau padam, menandakan alat telah panas dan siap untuk memanggang. saat memanggang lampu hijau akan kembali menyala
  2. memanggang roti tawar cukup ditunggu 2-3 menit, saat telah dirasa cukup waktunya, secara otomatis lampu hijau akan kembali padam.
  3. jika akan melanjutkan untuk memanggang sesion ke dua, maka tutup kembali panggangan dan biarkan panggangan panas maximal lagi. *mungkin akan berbeda cara pakai untuk tiap-tiap merk dagang.
percobaan pertama berjalan sukses. roti matang sempurna dan renyah (sayang sekali saya lupa memfotonya). hal tersebut dikarenakan roti percobaan pertama saya memakai ukuran sedang. kira-kira panjang x lebarnya 10x10 cm. tidak ada masalah. hasil panggangan rapi dan cantik. munculah masalah saat dihari berikutnya saya kembali membeli roti tawar di salah satu mini market. saat memilih-milih, saya langsung mengambil salah satu jenis roti yang punya merk dagang yang terkenal berkualitas baik. yang saya pikirkan adalah kualitas rasanya. sayangnya saya lupa memikirkan ukuran rotinya. benar saja, setelah saya lihat roti yang saya beli itu kebesaran ukurannya, 13x13 cm.  alhasil, roti tawar bakar yang kedua ini bentuknya agak tak beraturan dan kurang enak dipandang. untung saja olesan mentega dan taburan meses ceres membuat rasanya tetap oks. menjadi catatan tersendiri buat saya, jika akan memanggang roti saya akan emmilih ukuran roti yang lebih kecil, selain hasilnya lebih baik, roti yang terlalu besar juga akan merusak alat panggang karena si alat akan kerja paksa dan tidak dapat ditutup dengan sempurna. oleh karenanya untuk keawetan alat panggang roti, pilih roti dengan ukuran yang sesuai atau potong roti yang kebesaran tadi sesuai muatan alat pangang. ^^v
olesan yang dipilih saat membuat roti tawar bakar pun sangat bervariasi, mulai dari mentega dengan gula pasir, mentega dengan meses cers, susu kental cokelat, selai buah, keju dengan cokelat dan masih banyak lagi. sesuai selera dan keinginan eksperimen saja, ^^.

-ini dia hasil panggangan roti tawar yang kebesaran ^^v-

 oh iya, sedikit tips, saat akan membeli roti tawar, jangan lupa untuk :
  • membaca date expired atau tanggal kadaluarsa. hal ini sangat penting karena roti tawar merupakan makanan yang tidak tahan dalam jangka waktu lama. apabila hanya terpaut 1 atau 2 hari sebelum expired, sebaiknya jangan dipilih. 
  • merasakan tekstur roti tawar yang akan dibeli menjadi sangat penting. apabila teksturnya keras dan berpori besar, bisa dipastikan roti tersebut kurang nikmat jika disantap nantinya. jadi pilih roti tawar yang masih empuk dan berpori kecil.
  • ingat untuk keperluan apa dibelinya roti tersebut. karena roti tawar saat ini juga sudah sangat banyak variasinya. ada roti tawar putih, cokelat (roti gandum utuh), roti tawar tanpa tepi, roti tawar bertoping buah buahan, roti tawar dengan rasa manis, roti tawar bermentega, dan masih banyak lagi jenis dan bentuknya.
roti tawar panggang ini bisa menjadi alternatif sarapan sehat ataupun teman minum kopi di sore hari. selamat mencoba... ^^

Mari Menanam Cabai Rawit..

Tuesday, September 27, 2011 0 comments


berawal dari membantu adikku mengerjakan tugas biologinya. tugasnya ialah membuat proposal penelitian tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. semapat bingung juga mau memilih tanaman apa yang akan dijadikan obyek penelitian. ahaa... terlintas tanaman cabai milik salah seorang teman. menurutnya menanam cabai langkahnya sangat mudah. alhasil aku dan adikku memutuskan untuk memilih tanaman cabai rawit sebagai obyek penelitian

setelah mencari informasi lewat dunia maya dan bertanya pada beberapa orang, akhirnya penanaman cabai dimulai. penanaman cabai rawit yang saya lakukan tidaklah langsung berhasil. mungkin karena saya dan adik merasa "grogi" karena tanaman ini nantinya akan dibuat laporan dan dikumpulkan untuk dinilai, hal itu membuat kami harap-harap cemas. sayangnya si biji cabai mengetahui kecemasan kami, dan percobaan pertama gagal. biji tak kunjung berkecambah. 

memastikan lagi pada teman yang telah berhasil menanam tanaman cabai mengenai tekniknya, menyiram tanaman itu serutin mungkin, menengoknya setiap saat, tetap tak ada pergerakan. saya dan adik makin panik. syukur alhamdulillah, setelah belajar dari kesalahan satu dan lain hal, percobaan kami yang ketiga membuahkan hasil. ini dia hasilnya saat blog ini kutulis...

berikut ini langkahnya hingga seember benih itu bisa berkecambah. 
siapkan alat dan bahan berupa :
  • seember tanah yang telah digemburkan (kalau saya hanya mengaduk aduk tanah tersebut agak bercampur dan gembur)
  • 5 buah cabai rawit merah yang sudah sangat matang


tahapan menanam cabai rawit:
  1. keluarkan biji cabai rawit lalu keringkan dibawah sinar matahari. (jujur saja, teknik saya saat itu terbalik, jadi saya mengeringkan buah cabai itu dibawah sinar matahari dan setelah buahnya keriting karena kering, barulah saya keluarkan bijinya. tapi bisa tumbuh juga hasilnya..)
  2. teorinya, biji yang sudah kering dan akan ditanam sebaiknya disortir dengan cara  pengetesan. tes dilakukan dengan merendam biji cabai di dalam air, biji yang terapung merupakan biji yang kurang baik kwalitasnya. saya juga tidak melakukan ini, tapi untuk mendapat hasil yang optimal teori ini boleh juga dicoba.
  3. setelah biji cabai rawit kering, maka biji-biji ini siap untuk disemaikan. 
  4. sebar seluruh biji diatas seember tanah yang telah digemburkan dan tanah dalam keadaan cukup basah. (kegagalan dalam percobaan pertama dan kedua saya terletak di tahap ini, saat itu kami hanya menyebar masing-masing 5 biji dalam tiap polybag karena mengikuti metode penelitian, padahal dalam proses penanaman ini teori probabilitas menurut saya berlaku. jadi semakin banyak kita menyebar benih atau biji, makin besar kemungkinannya ada yang berhasil tumbuh. benar saja, setelah saya menyebar banyak benih, banyak juga biji yang berhasil berkecambah. jika masalahnya adalah jarak, perkecambahan dapat dipindah dalam area tanam yang lebih luas jika telah memiliki tinggi kurang lebih 5 cm)
  5. sirami tanah yang telah disebari biji cabai secara rutin, baik dilakukan setiap sore hari. 
  6. tempatkan tanaman pada area yang tidak terlalu terpapar sinar matahari tapi tetap mendapat cahaya matahari
  7. tunggu sampai kurang lebih dua minggu, perkecambahan mulai tumbuh.
taukah kalian betapa rasanya senang sekali melihat benih benih itu berhasil tumbuh hijau dan subur. impian saya, memiliki tanaman cabai rawit dihalaman rumah adalah hal yang mengasikkan. walaupun saya bukan pecinta masakan puedas, tapi akan sangat menyenangkan dapat memetik cabai kapanpun dibutuhkan dan tentunya tanaman cabai saya adalah tanaman cabai organik karena saya tidak akan menggunakan pestisida apapun nantinya. rencananya dalam beberapa hari kedepan saya akan memindahkan anakan cabai itu ketempat yang lebih luas dan memberinya ruang untuk tumbuh.
apakah kalian tertarik untuk mencobanya? selamat mencoba...

Fruits FuSal (Salad atau Fondue??)

0 comments
Berawal dari sore-sore di rumah nganggur lalu iseng buka kulkas.. Jreng jreng.. Rupanya baru banyak buah di rumah. Hmm.. jadi pengen membuat eksperimen, tapi apa, ya?? Jadi teringat kemarin, habis diajakin teman beli salad buah di salah satu kedai yoghurt di Jogja. Ahaa.. Buat salad buah aja, tapi... mana punya mayonais, mana punya keju. Hanya ada selai cokelat dan sirup cocopandan di kulkas. Udah, sikat aja, resep asal-asalan siapa tau enak. Alhasil tangan mulai bergerilya memungut berbagai buah dalam kulkas dan memotong-motongnya. Begini tahapnya:
  1. kupas dan potong buah-buahan yang tersedia (saat itu di kulkas ada apel malang, semangka, pisang, kurma dan mangga). Rasanya semua buah cocok-cocok saja untuk dijadikan salad. Makin variatif makin baik
  2. atur buah-buahan yang telah dipotong-potong ke dalam mangkok
  3. selai cokelat lelehkan diatas buah-buahan yang telah ditata
  4. beri 2 sampai 3 sendok sirup cocopandan, tabur diatas buah-buahan yang telah ditata.
  5. masukkan ke dalah kulkas beberapa saat sampai dingin dan salad siap disantap
Begitulah hasil eksperimen saya. Jangan liat gambarnya yang kurang oke ya, rasanya, hmmm mantab. Menurut saya, yang paling ngeblend sama cokelatnya ya si pisang. 
Setelah dipikir-pikir, saya jadi teringat soal Fondue (tau istilah Fondue cokelat dari game PC masak-masakan,, ^^ ). Apa kalian tau perbedaan Salad dan Fondue?
Dari apa yang saya baca dan saya liat, Salad adalah campuran beberapa jenis buah atau sayuran yang bermanfaat bagi tubuh, tanpa proses dimasak dan biasanya dikombinasikan dengan bahan pelengkap yang juga menyehatkan seperti keju, mayonais, agar dan jeli, telur, daging atau tuna maupun yoghurt. Akan tetapi, ada juga yang tidak mencampurkan apapun dalam campuran buah atau sayurannya. Salad dapat digunakan sebagai makanan pembuka maupun makanan penutup. Berbicara soal makanan penutup, saya pernah membaca bahwa kebiasaan kita ternyata salah kaprah. Buah biasanya dikonsumsi setelah makanan utama, padahal buah baik dikonsumsi justru sebelum makan makanan utama.


Sedangkan Fondue adalah suatu hidangan yang dinikmati dengan cara mencelupkan potongan makanan kedalam cairan yang panas di dalam suatu panci. Asal katanya Fondre (bahasa perancis) yang artinya melelehkan. cairan yang dipanaskan bisa berupa keju, cokelat bahkan kaldu. Tau gak, ternyata cara menyantapnya yang dilakukan dalam satu panci besar, berhubungan dengan sejarah terciptanya makanan ini. Dulu saat rakyat Inggris berstrata miskin tidak mampu membeli banyak perlengkapan makan, mereka menyantap makanan ini beramai-ramai didepan tungku perapian, yaitu mencelupkan roti kedalam keju yang dilelehkan. Setelah kaum budak memperkenalkan makanan ini kepada kaum bangsawan, makanan ini menjadi berkelas. Biasanya, fondue cokelat cocok dipasangkan dengan buah-buahan. Bahkan ada etika saat menyantap fondue, yaitu, untuk alasan kehigienisan,makanan  yang telah dicelup kedalam panci tidak boleh dicelupkan kembali karena makanan ini disantap oleh komunitas, yang biasanya berjumlah 6 orang dalam satu panci fondue.

Karena makanan yang saya buat prinsipnya merupakan gabungan salad (terdiri dari buah-buahan segar) dan fondue (buah-buahan "dicocol" dengan cokelat walaupun bukan cokelat yang dilelehkan), maka saya akan memberi julukan makanan coba-coba saya ini dengan nama Fruits FuSal (Fondue & Salad) . Selamat Mencoba.. ^^

Saya, Hewan Berbulu dan Si Kichi Kelinci

Tuesday, June 28, 2011 1 comments
Apakah kalian merasa aneh dengan judul saya?
Yup, saya juga. Tapi sebenarnya saya ingin menceritakan pengalaman saya dengan salah satu hewan berbulu yang super lucu. Jreng-jreng, begini ceritanya..

Saya tergolong orang yang sangat penakut, terutama dengan hewan berbulu. Hmm, berambut atau berbulu, ya? Saya kurang paham juga. Contohnya saja kucing, anjing (kalau yang satu ini mungkin karena galaknya), kelinci, tikus, dan marmut (tiga hewan terakhir nyaris jadi hewan penelitian dalam skripsi saya, dan akhirnya saya harus berurusan dengan tikus laboratorium). Kalau ditanya kenapa saya takut, alasannya karena saya tidak suka sensasi "glenyut-glenyut" dari badan dan bulu mereka. Selain itu, kucing sangat suka menelusup diantara kaki dan badan kita. Rasanya geli. Parahnya, beberapa kucing yang saya temui seperti tahu kalau saya takut dan geli pada mereka, seakan mereka sengaja mendekati dan menggoda-goda saya. Terbukti teman saya yang justru pecinta kucing dan sengaja memanggil-manggil kucing malah tak dihiruakan "Pus,pus, sini, pus.. meong-meong...", si Pus tak juga peduli dan tetap membuntuti saya yang takut setengah mati.

Sampai suatu saat, salah seorang teman dekat saya yang kost di dekat kampus mengutarakan keinginannya memelihara anak kucing. Sebut saja namanya Eyo. Penggemar boneka dan kucing ini ingin sekali ada sesosok hewan hidup yang menemaninya dalam kubus bisu 3 x 4 yang ditinggalinya beberapa tahun terakhir. Dalam hati saya was-was juga. "Duh, gimana kalau aku pengen main ke kosmu, aku kan takut kucing. Masak aku gak main ke kosmu lagi, hehe" pernyataan itu sempat terucap. Dengan segala cara, diam-diam saya mencari ide agar dia tak jadi memelihara seekor anak kucing yang memang lucu tapi sayangnya saya takutttttt.. Ahaaaa... KELINCI. Terpikir untuk mengusulkan hewan itu karena sepertinya lebih kalem dan lembut dibanding kucing. Setelah sempat berbincang-bincang rupanya Eyo tertarik juga. Sampai suatu hari dia dan pacarnya memutuskan mengadopsi (adopsi = kata yang dipilih Eyo jika ditanya dari mana dia memperoleh kelincinya yang sebenarnya dibelinya di toko hewan) seonggok kelinci kecil berwarna putih. Sosok kelinci itu sudah saya rekam dalam tampilan gambar berikut ini.. Lucu,, lucu,, lucu..

 
-ini dia sosok kelinci kecil milik Eyo-

Seingat saya, beberapa hari kelinci ini masih "anonim" sampai akhirnya Eyo memutuskan untuk memberinya nama KICHI. Nama yang imut, bukan? Menurut Eyo, saat mengadopsinya Kichi masih berusaia kurang dari dua bulan. kelinci lokal ini berwarna dominan putih dengan garis hitam keabu-abuan di bagian punggungnya (di foto tidak tampak area punggungnya). Mata KIchi yang kiri memiliki semburat hitam seperti memakai eyeliner saya dia. Waktu pertama kali saya bertemu dengan sosok Kichi ini, saya sejujurnya takut untuk menjamah makhluk kecil nan lucu ini. Tapi makhluk lucu ini benar-benar kelihatan halus, lembut dan menggemaskan. Akhirnya dengan segenap keberanian saya berhasil mengelus-elus badan Kichi (agak lebai tapi jujur saya takut, jadi saya hanya berani pegang-pegang punggungnya). Jadi buat saya, Kichi adalah hewan berbulu pertama yang berani saya jamah selama seumur hidup saya. Waw, mungkin ini agak lebai lagi, tapi ini kenyataan. Ini buktinya..




-saya hanya berani mengelus-elus punggungnya ^^6-

Eyo nampaknya sangat bahagia karena akhirnya ada makhluk kecil yang hidup dan bisa diajak bercengkrama dengannya. Baginya ini pengalaman pertama memelihara seekor kelinci. Seperti halnya makhluk hidup lain, kelinci punya karakter dan pola hidupnya sendiri, dan Eyo mempelajarinya dari hari ke hari. Dari apa yang dia ceritakan pada saya tentang Kichi, saya jadi ikut belajar memahami karakter hewan lemah lembut ini. Saya ingin berbagi mengenai karakter kelinci milik Eyo. Semoga bisa bermanfaat bagi yang ingin memelihara kelinci..
  • Kelinci yang sehat adalah kelinci yang aktif dan lincah. 
  • Kelinci memiliki masa transisi dari lapar ke ngantuk yang sangat cepat (Kichi sering sekali tiba-tiba makan dengan lahapnya lalu tiba-tiba juga berpindah tempat dan mengambil posisi rebahan seperti siap untuk tidur)
  • Kelinci bisa dilatih untuk buang air kecil dan besar pada tempat tertentu seperti kucing (Memang butuh proses untuk melatih dan lebih lama jika dibandingkan kucing, tapi bisa kuk..)
  • Ternyata kelinci juga bisa diajak bercengkrama dan bermain-main dengan si pemilik. (Pada beberapa minggu setelah Eyo memelihara Kichi, saat eyo pulang dan membuka pintu Kichi akan dengan ceria menghampirinya dan bermain-main di sekitar Eyo.)
  • Kelinci merupakan hewan yang suka bersih-bersih diri
  • Kelinci tidah bisa dimandikan dengan air. cukup dengan bedak tabur.
  • Kelinci tidak butuh minum
  • Makanan kelinci akan mempengaruhi konsistensi kotorannya. Sebaiknya jangan memberi sayuran yang masih terlalu segar dan basah karena akan menyebabkan kelinci diare.
  • Kelinci juga butuh variasi makanan
  • Telinga merupakan alat indra pendengaran kelinci yang sangat peka, sehingga telinga kelinci harus dijaga dengan baik, jangan sampai terluka.
  • Kelinci menyukai wortel, kangkung, selada, bahkan kacang panjang, tetapi tidak terlalu tertarik dengan bayam
  • Kelinci merupakan hewan pengerat, jadi ketika usainya mulai bertambah dia akan memakan segala jenis benda yang bisa dijadikan "ajang pengeratan", duh bahasanya buruk sekali, ya. Contonya, Kichi suka memakan koran ataupun lidi yang tergeletak sembarangan. 
  • Kelinci menyukai lorong-lorong yang membuatnya penasaran untuk masuk kedalamnya. Kelinci juga suka berekting seperti sedang menggali tanah (mungkin sebenarnya kelinci memang suka menggali tanah).
  • Kelinci sangat peka dengan suara, menjadi mangsa kucing dan tikus, dan mudah kaget
Sebenarnya masih banyak lagi karakter kelinci yang ditemui pada sosok Kichi..

Dari hasil membaca beberapa artikel, saya mengetahui bahwa memelihara kelinci memang gampang-gampang susah. Harus sabar dan telaten. Bagi anda yang ingin membeli kelinci, jangan langsung percaya dengan usia yang disebutkan si penjual. Sebenarnya kelinci memiliki masa menyusui, yaitu antara 32-37 hari. Jika kelinci tidak mendapatkan fase penting itu, maka daya tahan tubuhnya akan menurun. Untuk itu, agar lebih aman pilihlah kelinci yang sudah berusia  lebih dari 2 bulan, dimana fase rentannya telah terlewati. Sayangnya, membeli di pasar atau toko hewan kurang bisa memastikan umur yang sesungguhnya dari kelinci, karena ukuran kelinci di usia 25-40 hari memang cenderung tidak banyak berubah. Meskipun Kichi tidak pernah diberi minum, namun dari artikel yang saya baca, ada peternak kelinci yang memberi minum kelinci-kelincinya setengah gelas per hari dan memberinya lebih banyak minum ketika si kelinci hamil.

Kelinci itu sendiri memiliki masa hidup 5 - 10 tahun, masa reproduksi 1-3 tahun, umur dewasa 4-10 bulan, umur dikawinkan 6-12 bulan, jumlah kelahiran mencapai 4-10 ekor, dan dalam setahun bisa sampai 5 kali bunting (ouhhh,, sepertinya saya bingung mau memakai istilah hamil untuk hewan, aneh, tapi istilah bunting, agak kasar, ya..)

Semoga informasi yang minim ini bisa menambah pengetahuan bagi yang tertarik memelihara kelinci. Sampai jumpa di Saya, Hewan Berbulu dan Si Kichi Kelinci part #2.

*Termakasih untuk Eyo dan Kichi yang sudah memperbolehnkan namanya dieksploitasi, hehe.. Lup U Kichi..^^

my favorite song