Nogosari : Kudapan Asli Jawa yang Ngangeni

Wednesday, March 21, 2012 5 comments
Pagi-pagi enaknya sarapan. Buka tudung saji, mata bergerilya mengamati satu persatu makanan yang tersaji. Eh,, ada makanan berbungkus daun pisang berbentuk segitiga. Klepon?? Bukan, lah, klepon kan ijo bunder-bunder kecil berbalut parutan kelapa. Lemet?? Hmm,, masih bukan. Lemet memang dibungkus daun pisang tapi bentuknya tabung seperti lemper. Lemper?? Nah lo, ya jelas bukan, kan baru saja disebutkan. Ohh, bakwan?? Haduh, bakwan gak pakai bungkus daun pisang! (ini pilihan tebakannya sangat membuat esmosi, ya.. boleh lempar sendal atau apapun kalau anda tersulut.. hehe). 

Yap, benar sekali Nogosari (siapa nih yang berhasil jawab? mungkin yang tadi sudah ngelempar sendal, hehe). 

Kalau melakukan pencarian nama makanan asli jawa ini di Prof. Google, beliau tidak akan terima. Pasti kita diminta mengganti kata Nogosari dengan Nagasari. Tapi lidah jawa saya tidak suka menyebutnya dengan lafal "a", lebih enak "o", yo tho? Usut punya usut, pengguna nama makanan Nogosari atau Nagasari tidak hanya di satu wilayah. nogosari atau nagasari ternyata jenisnya banyak. Kalau yang pagi ini tersaji di meja makan jenis nogosari jowo tulen. Jenis yang lain adalah nagasari khas Bandung.

-nogosari pisang khas jowo-

Nogosari ini dibeli di Pasar Jati, Mlati. hanya 500 meter dari rumahku. Dari jaman aku kecil sampai sekarang ibu penjualnya setia menjual makanan tradisional yang mengenyangkan ini. Selain nogosari, ada juga lemet, semar mendem, wajik, jadah dan peyek (makanan jadul banget, ya. kalau kata temenku sih ini makanan Budhe-budhe. karena penggemarnya di rumah adalah bapakku, berarti jadi makanan Pakde-pakde, ya..hehe). Meskipun panganan yang satu ini cukup jadul, tapi nogosari di Pasar Jati rasanya cukup ngangeni, lho. Teksturnya lembut dan dijual dalam kondisi masih hangat (nyam nyam nyam,, sambil ngunyah nogosari. jangan tanya habis berapa, ya.. ).

Aku pribadi belum pernah mencoba membuat kudapan ini. Kudapan tradisional ini ternyata tidak terlalu sulit untuk dibuat, lho. Untuk yang jauh dari pasar tradisional atau sulit mendapatkan kudapan yang satu ini, bisa mencobanya sendiri dirumah untuk mengobati kangen.

Bahan yang perlu disiapkan; 
1) 200g tepung beras, 2) santan 800ml (3/4 kelapa), 3) dua helai daun pandan, 4) gula pasir 100g atau sesuai selera & sedikit garam, 5) pisang jenisnya sesuai selera saja, 6) daun pisang kalau tidak ada bisa diganti dengan plastik saja (tapi nanti judulnya jadi nagasari, bukan nogosari, hehe), 7) list musik favorit jangan lupaa..

Cara membuatnya;
  •  Pasang mp3 dengan list musik yang kamu suka.. biar masak-masaknya lebih enjoy... ^^
  • Tuang sedikit demi sedikit tepung beras dengan 500 ml santan sambil aduk dari bagian tengah secara searah sampai tidak ada butiran-butiran. Sisihkan lebih dulu.
  • Didihkan sisa santan, daun pandan, gula pasir, dan garam sambil aduk rata hingga gula larut. Kecilkan api. 
  • Masukkan larutan tepung beras sedikit demi sedikit sambil aduk hingga rata. Masak hingga adonan kental dan licin. Angkat.
  • Taruh 1 sdm adonan di setiap lembar daun pisang. jika tidak ada, bisa diganti dengan plastik agar seperti hongkwe Taruh sepotong pisang  di tengahnya. 
  • Bungkus, lipat kedua ujung daun ke arah belakang.
  • Kukus dalam dandang panas selama 20 menit hingga matang. 
Tidak terlalu sulit, bukan?? Hmm kapan-kapan aku juga akan mencoba membuatnya.
Mari kita populerkan kembali kudapan tradisional  kita yang beragam.. ^^

Refreshing dengan Bunga "Anonim" bersama Sahabat

Tuesday, March 20, 2012 8 comments
Minggu pagi yang cerah.. aku dan sahabatku, nama disamarkan menjadi Eyo mencoba mencari peruntungan di pasar tiban Sunday Morning alias SunMor sepanjang jalan kampus UGM. Termos nasi yang kami isi penuh dengan cup-cup puding cokelat dan nampan plastik berisi roti bakar yang juga rasa cokelat siap beredar. Dengan semangat membara kami "mengasongkan" dagangan kami (mengasongkan?? bener gak ya kata-katanya...ckck). Belum berapa lama beredar dan menyerukan jenis dagangan dengan suara yang keras tapi pelan (lhoh,, gimana sih?? baca:  dengan suara yang ragu-ragu setengah PD), kami lupa dengan fokus utama. Apa yang terjadi?? Kami asik mengamati dagangan yang dijual sepanjang jalan SunMor. Wuidih.. isinya malah cuma mupeng. Celengan lucu-lucu, cemilan jamur, tahu sumedang, tahu petis, nyam-nyam, hmm masih ada juga tas-tas lucu, sendal-sepatu murmer, jilbab, dannnn banyak lagi. apa mau dikata, biasanya kami berdua ini pengunjung di SunMor dan kali ini kami harus telan ludah dan fokus pada apa yang kami jual. (nyesek tapi tetep maksa senyum nawarin dagangan).

Udah-udah jangan tanya atau pengen tau dagangan kita laku berapa. Stop, stop, kita alih pembicaraan saja, ya (hihihihiiii, jadi malu). Tapi yang terpenting kami bisa mengambil hikmah dari langkah awal pencapaian ini. Tidak peduli berapa hasilnya. Hmm sebenernya si peduli, tapi tiba-tiba Om Mario Super Teguh merasuki kami berdua dan membisikkan; "Hmm … seandainya kita lebih sering membayangkan hasil baik dari upaya kita, daripada menggelisahkan kemungkinan buruk, mungkin akan lebih banyak orang yang kita termui, dan lebih banyak pekerjaan yang kita coba. Tuhan tidak merencanakan kita gagal", oke.. pelajaran hari ini menjadi peristiwa yang besar dan menbangun pola pikir kami jadi lebih baik, amin (hayo,, pada penasaran, ya apa yang terjadi dengan dagangan kami?? hehehe, rahasiaaa... hehe).

Badan sudah berlumur keringat, cacing-cacing di perut ketuk-ketuk pintu sambil ngomel-ngomel, akhirnya kami memutuskan istirahat sejenak di taman utara Gedung Pusat UGM. Tidak terlalu ramai, dan tenang. Sambil menikmati puding dan roti tawar dagangan (lhoh, kok dimankan sendiri?? hehehe ya namanya juga usaha,, usaha menenangkan cacing-cacing diperut) kami sibuk mengamati tingkah laku kegiatan orang-orang disekitar sambil mengomentarinya (wah, parah.. tidak patut ditiru, hehe). 

-ada yang bersepeda, duduk-duduk dibawah kanopi, bahkan ada yang sedang sesi pemotretan, hehe-

-saling asik bercengkrama dengan keluarga-

Ditengah asik mengobrol tapi pikiran sedang jauh menembus asa (baca : mbatin usaha dagang hari ini), pandanganku mampir ke sudut utara gedung. Hutan UGM itu masih sama seperti dulu. Terakhir aku duduk-duduk dan menikmati hawa Gedung Pusat seperti ini kalau tidak salah saat aku duduk di bangku SMP. Sudah lama sekali berlalu, tapi ingatan itu muncul sangat jelas di benakku. Aku, adik, ibu dan ayah bersepeda dari rumah dan piknik di Gedung Pusat. Menikmati udara yang sejuk, mengamati orang bersepeda, bermain skateboard, sepatu roda, dan arena tamia, sudah lamaaa sekali (jadi rindu masa-masa itu). Kalau ibu masih ada, mungkin kegiatan itu bisa dilakukan kembali. Aku ingat sekali cerita-cerita ibu, dulu ibuku saat mengandungku selalu mengajak ayah jalan-jalan di lingkungan UGM dengan harapan kelak anaknya bisa kuliah di UGM. Cita dan harapan itu telah terwujud, namun ibu justru tidak sempat merasakannya (wah, mulai ngelantur ini lamunanku, mari kita kembali ke Gedung Pusat).

Lamunan buyar saat melihat pohon bunga di batas pagar hutan UGM yang daun dan bunganya rimbun menjulur ke area taman. Tanaman itu masih ada, dan masih sama. Tanaman yang aku dan Eyo tidak tau namanya. Tanaman yang kami anggap bunganya tidak cantik dan justru menyerupai daun hanya saja berwarna pink dan putih, tumbuh rimbun dan "ngrembuyung". Mau lihat seperti apa tanamanya? Ini dia... jreng jreng..


-Adakah yang tau tanaman berbungan daun ini apa namanya??-

Wah,, daripada duduk berdiam diri dan melamun saja, MarKiFot.. alias mari kita foto-foto!! Dengan kamera hp seadanya, jadilah dua orang yang semula engggan tersenyum ini memanfaatkan tanaman berbunga daun yang baru saja dicelanya habis-habisan sebagai background berfoto ria. Tak apalah kali ini menjadi edisi narsisme.
jpret jpret,, crik crik...
kiri dikit,, geser geser
kanan, kanan, maju maju, stop..
mundur dikit...
yak sip..  jprettt (ini tukang foto apa tukang parkir, ya??)

-nampang duluuu,, posee-

-aku dan sahabatku, Eyo-


-pohon ini bagus juga kalau di foto ^^-

Ternyata benar, dont judge the book from this cover, nyatanya setelah puas mengumpat pohon berbunga daun yang anonim ini, kami malah asik berpose dan berfoto ria dibawahnya. Kalau diamat-amati, bunga ini ternyata indah juga (sambil minta maaf ke bunga anonim itu karena sudah mencela..)

Kalau bisa dibilang, ajang-foto-foto dan narsism ini sedikit membuang kepenatan dan merefresh diri dan pikiran, lho. Menjadi pilihan yang simple dan mudah. Bagi kalian yang berdomisili Yogyakarta dan sedang bingung untuk menghabiskan weekend dimana, datang saja ke taman utara Gedung Pusat UGM. Banyak hal yang bisa dilakukan disana, seperti; olahraga, foto-foto, sekedar mengobrol, baca buku, bermain bersama hewan kesayangan (rencana selanjutnya adalah membawa Flepper-kelinci Eyo bermain di rerumputan yang ada di sana), gathering bersama teman atau komunitas, wah masih banyak lagi yang bisa dilakukan di sana. Yang terpenting, tetap jaga kebersihan, ya Kawan.. Selamat bersenang-senang.

pesan sponsor: 
BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA
JAGALAH KEBERSIHAN, KAWAN.. ^^
salam unyu-unyu..

Panen Alpukat Bersama Teman Baru (a.k.a Juragan Kelinci)

6 comments
minggu siang itu, mendung mulai meggelanyuti langit sleman..
saya bersiap melajukan motor kesayangan ke arah timur kota jogja, daerah Kalasan,  sambil senyum-senyum sendiri membayangkan kebun alpukat. siang ini memang rencananya saya akan ikut panen alpukat bersama seorang teman baru. terdengar agak "ndeso", tapi sebelumnya saya memang belum pernah panen langsung buah favorit saya yang satu ini. melihat bentuk pohonnya tentunya sudah pernah beberapa kali di daerah Kaliurang. terbayang pohonnya tidak terlalu tinggi dengan ukuran batang yang ramping dan buah yang menggantung dengan ukuran sedang.

tarara rara.. ternyata yang saya bayangkan jauh berneda dengan yang pernah saya lihat di Kaliurang. pohon alpukat yang siap panen dihadapan saya ini tinggi besar dan sangat lebat buahnya. mantabb... pemiliknya bernama Mas Hadi. menurut cerita yang saya dengar, (menguping pembicaraan Mas Hadi dengan teman saya si Juragan Kelinci, hehe) pohon alpukat yang sudah tinggi menjulang dan dipenuhi buah ini ditanam Mas Hadi dan kakaknya saat mereka masih kecil. pertama kalinya pohon berbuah setelah tujuh tahun ditanam. wahhh lama sekali, ya.. pohon alpukat ini bisa diibaratkan seperti saksi bisu bagi tiap memori yang tergores di keluarga mas Hadi.
-pohon buah alpukat jenis mentega-

mata saya masih enggan berkedip melihat betapa rimbun buahnya. tapi, karena pohonnya cukup tinggi, jadilah "si genter" yang beraksi. Mas Juragan Kelinci yang sudah mahir memanen buah alpukat mulai memicingkan mata untuk mencari target operasi dengan bantuan sebilah pisau yang diikatkan diujung bambu panjang. jret jret dbug dbug, jret dbug.. satu persatu buah yang bernama latin Persea americana mill atau Persea gratissima gaerth jatuh (btw, sesuai, ya nama ilmiahnya dengan alpukat-alpukat yang saya panen ini,, gratis.. hehehe). tugas saya hanya memunguti alpukat yang sudah berhasil jatuh dengan mata berbinar-binar membayangkan rasanya saat matang nanti, hehe.

buah alpukat ini memang dipanen dalam kondisi masih mentah, asalakan sudah cukup tua. oleh karenanya usahakan daging buahnya tetap utuh saat dipanen agar dapat matang nantinya. untuk mebuatnya matang cukup disimpan dalam kondisi tertutup rapat atau disimpan di dalam beras, maka dalam waktu kurang lebih sebulan, ups maksud saya seminggu, buahnya akan matang dengan sempurna. tanaman alpukat itu sendiri sebenarnya berasal dari Amerika tengah dan sekitar tahun 1930-an Indonesia sengaja memasukkan varietas-varietas unggul darri Amerika Tengah dan Amerika Serikat dengan tujuan perbaikan gizi bagi masyarakat.
nih lihat hasil panen kami..
-hasil panen buah alpukat yang masih mentah-

mendung semakin tebal, angin yang sepoi-sepoi bertiup makin kencang, panen alpukat hari itu bersama Mas Juragan Kelinci dan Mas Hadi sangat menyenagkan. terimakasih Mas Juragan Kelinci dan Mas Hadi, alpukatnya enak sekali.. ^^

nah sekarang saya akan berbagi manfaat buah alpukat khususnya bagi kaum Venus

oh iya,, tanaman alpukat ini ternyata punya banyak manfaat lho.. tidak cuma daging buahnya yang bermanfaat, daunnya pun memiliki manfaat untuk pengobatan tradisional batu ginjal dan rematik. bahkan serbuk bijinya sedang diteliti khasiatnya dalam hal menurunkan kadar glukosa darah. Alpukat banyak mengandung vitamin A, C dan E, zat besi, potassium, niasin, asam pantotenik serta protein yang tidak terdapat dalam buah yang lainnya. oleh karena itulah daging buahnya sering dimanfaatkan untuk kosmetik dan dipercaya dapat merawat kelembutan kulit. 

untuk kaum wanita..  memanfaatkan alpukat untuk merawat kulit wajah secara alami bisa dilakukan dengan cara yang mudah, lho.. salah satunya dengan membuat masker sendiri di rumah.. masker merupakan salah satu cara merawat kulit wajah yang cukup praktis. perawatan wajah tidak harus malah dan menghabiskan waktu ke salon kecantikan atau spa. perawatan dan spa tradisional bisa dilakukan dirumah. silakan disimak langkah-langkah berikut ini ^^ :
 
bahan: daging buah alpukat, madu, plain yoghurt, ketimun, aroma terapi/ lilin aroma
cara membuatnya mudah; 1) tumbuk daging buah alpukat di dalam mangkuk 2) tambahkan madu secukupnya; madu berfungsi sebagai pembunuh bakteri, membuat wajah tampak lebih muda dan megurangi inflamasi aduk rata 3) tambahkan plain yoghurt yang berfungsi mengencangkan dan melembabkan kulit serta membersihkan pori-pori 4) cuci wajah dengan air hangat 5) oleskan campuran masker tersebut ke seluruh wajah dan leher sampai merata 6) irsan mentimun yang membulat diletakkan di kedua kelopak mata untuk memberi relaksasi dan berfungsi mengurangi lingkaran hitam di sekitar mata 7) relaksasikan pikiran dan tubuh dengan wewangian seperti aroma terapi dan musik-musik beralunan slow  8) tunggu sekitar 15-20 menit  9) setelah itu, basuh wajah dan leher dengan air hangat. 
selamat mencoba.. 

Hobi baruku = Keranjingan Menyulam

Thursday, January 26, 2012 2 comments
menggoda,, menggoda dan menggoda...
apa sih yang menggoda?? hobi baru saya ini benar-benar mengggoda. kenapa? saya dibuat ketagihan dan lupa waktu olehnya. hobi lama yang kembali muncul. menyulam. sebenarnya saya kenal menyulam dari waktu duduk di bangku SMP. pelajaran PKK yang jujur saja cukup saya benci ternyata sekarang menggandrungi saya. putar waktu sebentar ya,, dulu waktu duduk di kelas 1 dan 2 SMP saya mendapat pelajaran PKK yang isinya adalah seputar jahit menjahit, masak memasak, merangkai bunga, membuat hiasan kreatif, dan kesemuanya itu selalu membuat saya menyusahkan semua orang di rumah, karena setiap ada tugas PKK maka yang akan turun tanggan adalah ibu.
pernah ada kejadian memalukan yang saya alami. guru pengajar PKK di SMP ku tergolong tegas (agak galak dan moody sebenarnya). suatu saat, tugas menjahit celemek di berikan kepada kami. awalnya aku dan ibu bersemangat ke toko kain dan memilih motif yang lucu. setelah terbeli, kain itu lama teronggok tak tersentuh karena saya pribadi tidak punya bayangan bagaimana menjahitnya. ibu sebenarnya bisa, tapi karena sibuk juga dengan pekerjaanya, akhirnya ibu dan aku sepakat membawanya ke tukang jahit yang masih merupakan tetangga. dengan keyakinan bahwa guruku tidak akan tahu... apes rupanya, saat penilaian, namaku dipanggil dan aku diintrogasi karena guruku mencurigai celemek bikinanku. huaaaa,,, sejak saat itu aku berusaha membuat sendiri seluruh tugas yang diberikan, apapun hasilnya. rupanya ibu guruku tahu benar mana buatan siswanya dan mana buatan seorang profesional (padahal aku sudah berpesan pada si penjahit untuk tidak terlalu rapi membuat celemeknya... hahaha).
walaupun begitu, pada dasarnya saya menyukai pekerjaan menyulam dan tertarik menekuninya. hingga sebulan yang lalu kegiatan itu dimulai lagi. makin bersemangat karena temanku juga ikut keranjingan menyulam. jenis sulaman yang pertama kali kubuat tertoreh dijilbab berupa sulam bayang. tapi semakin kesini, makin banyak ragam sulaman yang saya coba buat, diantaranya; sulam hongarian (kalocsa), sulam tusuk batang, sulam tusuk rantai dan kombinasi. saat ini belum banyak hasil sulaman yang saya buat, inilah beberapa diantaranya:
-terdapat produk seperti; tempat tissu, tutup leptop, tempat hape, dan tempat koin-

-beberapa desain sarung tissu dengan sulam tusuk rantai dan sulam hongarian- 
apakah modal awal menggeluti hobi ini mahal? modal yang perlu dikeluarkan bagi seorang pemula tidak terlalu besar, kok. untuk pemula, berikut bahan-bahan yang perlu dipersiapkan untuk bisa mulai menyulam benang:
-alat dan bahan menyulam-
  1. penggaris; untuk mendukung dalam membuat pola dan desain
  2. pensil desain warna putih. dapat hilang dengan dicuci dan digunakan pada kain dengan warna-warna yang gelap harganya sekitar Rp1500.-
  3. pensil desain warna hitam; dapat hilang dengan dicuci dan digunakan pada kain dengan warna-warna yang terang
  4. korek api. dari seorang teman memberi ide dengan korek api dapat menghindari serabutan kain bagian tepi yang akan disulam. membakar sedikit bagian tepi dapat menghindari terlepasnya rangkaian benang pada kain
  5. pulpen boksi yang ada tutup menyerupai pensil, kalau bagi saya, pulpen ini bermanfaat sekali saat menjiplak desain yang akan dipiundahkan ke kain. dengan ujung tumpul tapi lancip membuat kertas desain saya tidak rusak, karbon tidak berlubang dan memudahkan penjiplakan pola. harganya murah, lho hanya Rp 2000,-
  6. pembidang plastik. pembidang sebenarnya ada tiga ukuran;kecil, sedang, besar. pada gambar berukuran paling kecil. alat ini digunakan untuk menahan kain saat disulam agar tidak berkerut. saya lebih suka mengggunakan yang ukurannya paling kecil, tapi kelemahannya jadi lebih sering bongkar-pasang. harganya Rp 3000,-
  7. gunting. usahakan memilih gunting yang tajam dan nyaman digunakan
  8. berbagai macam jarum sulam. jarum sulam memiliki ciri lubang dapa begian atas besar sehingga memudahkan berbagai jenis benang dengan berbagai ukuran untuk masuk, harganya berkisar Rp 500-1500/item. sediakan juga jarum pentul untuk menahan area kain dengan karbon maupun kain lainnya.
  9. kertas kosong untuk menggambar pola, dengan begitu saat pola tersebut akan dibuat lagi kita tingal menjiplaknya lagi.
  10. karbon untuk menjiplak pola dan desain, terdapat banyak pilihan warna, punya tiga macam warna yang gelap dan terang sudah cukup memadai. harga per lembarnya Rp 1000
tidak terlalu mahal, bukan? lalu bagaimana dengan  benag yang digunakan? berikut ini beberapa pilihan benaang untuk menyulam;
-beberapa jenis benang sulam yang biasa digunakan-
sebenarnya tidak hanya ada tiga jenis benang sulam. menyulam juga bisa dilakukan dengan pita, payet bahkan kain perca. berikut beberapa beang yang biasa digunakan untuk menyulam;
  1. benang wool. benang ini memiliki srtuktur yang sangat berserabut. ukuran tiap helainya juga tergolong panjang. biasanya saya memanfaatkannya untuk sulam tusuk rantai, dimana akan diperoleh hasil yang rapat dan sedikit berserabut. harganya relatif lebih murah dibanding yang lainnya, Rp 2500/gulungan sedang.
  2. benang sulam helai banyak. benang ini cenderung lebih tebal dari benang sulam biasa, karena dalam tiap lajurnya terdapat beberapa helai (5-7 helai) yang bisa dipisah satu per satu maupun langsung digunakan. harganya relatif murah, Rp 1000/gulungan kecil
  3. benang sulam katun biasa. ada dua jenis yaitu yang mengkilap dan yang biasa. yang mengkilap cenderung lebih kaku dari yang biasa. cocok digunakan untuk membuat sulam hungarian. harga benang biasa Rp 1500/gulung dan benang mengkilap Rp 2500/gulung
sebenarnya, hobi ini bisa menjadi peluang usaha juga, lho... tentunya jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah. trial and error menjadi hal yang wajar dan wajib dilakukan, dan saya sedang membuat diri saya sendiri yakin dengan hal itu.. hehehe. 
entah kenapa saya begitu menikmati kegiatan menyulam yang baru sebulan terakhir ini saya tekuni. walaupun jari telunjuk jadi kapalan, walaupun mata jereng sampai begadang, tapi saat hasil yang kita bayangkan terealisasi, rasanya puas... sebenarnya saya sendiri kurang begitu memahami, apakah saat ini, dijaman yang serba modern ini produk sulaman masih menjadi pilihan, rasanya yang menyukai produk sulaman kebanyakan ialah kaum ibu dan eyang putri (kesannya kuno sekali, ya). tapi saya rasa, jika desain dipilih secara tepat dan sulaman yang dibuat dari hati yang terdalam, maka segmennya akan menjadi masuk ke semua kalangan (wanita sih pada umumnya..hehe). 
terkadang memang dihantui rasa tidak percaya diri dengan hasil yang diperoleh dari menyulam ini, tapi setelah sempat mampir ke blog tetangga (http://nestofojanto.blogspot.com/2011/03/on-day-monday-7-sulaman-tante-kristi.html),  saya sangat setuju dengan pernyataanya bahwa  "keindahan itu datang dari feeling kita masing-masing.." maka akan ada yang memandang sesuatu itu menjadi indah dibalik orang-orang yang memandangnya tidak indah..
dan sejauh ini.. hasil sulam tusuk rantai bentuk semangka diatas adalah sulaman terbaik yang sudah saya buat. saya akan berusaha lebih baik lagi.. ganbatte^^
selamat mencoba menyulam, karena menyulam sangatlah mengasikkan..





Catatan Memori, Favorit dan Impian

Saturday, December 31, 2011 1 comments
tulisan ini ditorehkan di penghujung tahun 2011... tepatnya pukul 09.30pm...












sumber: http://www.truehdwallpaper.com/2012-happy-new-year-2/

jujur saja, waktu berlalu sangatt cepat rasanya. memang,, waktu tak pernah menipu, tapi perasaan inilah yang memberikan suntikan sugesti karena banyaknya pencapaian yang meleset di tahun 2011. pencapaian? mungkin tidak juga, karena target pencapaian itu terdaftar dengan semu.
bukan saatnya memonyongkan bibir dan larut dalam penyesalan tahun yang hampir lalu, kini saatnya melebarkan senyum menatap masa depan dengan harapan yang besar, dengan prasangka yang baik pula.. ^^

disela waktu perenungan ini, saya punya ide bagus... mari kita refresh penglihatan dan penerawangan dua mata bola ini dengan menyimak beberapa image yang akan saya unduh berikut ini. images yang akan saya unduh nanti menjadi gambaran tentang hal-hal favorit yang saya pribadi sangat tertarik untuk menyimak dan mengeksplornya. apakah itu? tidak jauh dari; bunga, nature, sudut, scrapbook dan interior layout. selamat menikmati presentasi sederhana saya.. ^^

Ambillah waktu untuk berfikir,
itu adalah sumber kekuatan.
Ambillah waktu untuk bermain,
itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi.. lalu..*


bagiku.. memandang bunga itu tidak pernah membuatku bosan.. bunga memberikan banyak inspirasi akan hal yang menyenangkan..

-kata-kata diatas mengutip kata-kata Sdr, Eko Edi Supriyanto-


-kata-kata diatas mengutip kata-kata Mario Teguh-



















lalu.. * Ambillah waktu untuk berdoa,
itu adalah sumber ketenangan.
Ambillah waktu untuk belajar,
itu adalah sumber kebijaksanaan. 
(Mario Teguh)
Tugas kita bukanlah untuk berhasil.
Tugas kitaadalah untuk mencoba, 
karena didalam mencobaitulah 
kita menemukan dan belajar membangunkesempatan untuk berhasil
(Mario Teguh)


















memandangi sudut-sudut sederhana juga membuka pikiranku 
bahwa tak ada yang "kecil" di dunia ini..
jika sudut yg kecil itu diberikan "ornamen lain" yang tepat, 
maka akan menjadi sangat menarik
























Bila kita belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat kita, bakatilah apapun pekerjaan
kita sekarang. kita akan tampil secemerlang
yang berbakat (Mario Teguh)




 































setiap sudut rumah adalah penyimpan memori terhangat bagi mereka yang menghargai tiap jengkal kenangan dengan keluarga dan orang-orang terdekat...

kata-kata yang saya cuplik diatas sebenar-benarnya merupakan pengobar semangat bagi diri saya sendiri untuk menjadi sosok yang lebih baik di masa mendatang. begitu juga harapanku pada rekan-rekan pembaca.. ^^ 
semoga hiburan gambar-gambar yang saya unduh dapat memberi sedikit senyuman dipenghujung tahun 2011 dan awal 2012.. sukses selalu,,

special thanks to: Mario Teguh atas kata-kata penyuntik motivasi dan http://www.favim.com atas inspirasi cute and nice images

SI Hijau Cincau

Tuesday, December 13, 2011 2 comments
pada kesempatan ini saya ingin berbagi cerita mengenai tanaman milik ayah yang punya banyak khasiat. tanaman merambat yang memiliki daun berukuran sedang yang bentuknya menyerupai bentuk sekop dalam istilah kartu remi ini tergolong mudah dikembangbiakkan. awalmulanya, kami tidak memiliki tanaman ini, tapi tetangga sebelah rumah kami menanamnya dan tumbuh dengan subur. tanaman dengan nama ilmiah Cyclea Barbata milik tetanggaku jarang dipanen karena si empunya rumah jarang menempati rumahnya, alhasil ayahku rutin minta ijin untuk memanenya. makin sering dipanen makin rimbunlah daunya.

sampai pada suatu ketika ayah membeli tanaman ini di pasar tradisional. tapi saat kuamati, daun dari tanaman yang dibeli ayah sedikit berbeda dengan daun cincau kebanyakan. milik ayahku, daunnya lenbih kecil dan meruncing. usut punya usut jenis yang ayahku beli adalah jenis cincau cina (soal kebenarannya masih patut dipertanyakan, hehe). karena kami tinggal di perumahan kecil yang tanahnya habis untuk dibangun, akhirnya tanaman ini ditanam di depan rumah, menjalar menumpang pada tower air yang tingginya hampir 3 meter.

-daun cincau dengan karakter meruncing dan berukuran lebih kecil-

senangnya menyaksikan tanaman ini tumbuh dengan subur. saat panen, kami sekeluarga hanya mengolahnya untuk konsumsi sendiri. seperti kebanyakan orang, kami juga meremas-remas daunnya dengan air yang cukup (jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit, dan dasarnya hanya ilmu kira-kira..) sampai daun mengeluarkan lendir dan terasa lengket. biasanya kondisi tersebut didapat ketika daun mulai hancur. memang harus sabar ketika memeras daun cincau ini. sebenarnya ada cara praktis untuk mengolahnya, yaitu menghancurkan daun dengan blender, tapi kalau saya lebih suka dengan cara tradisional. hasil yang diperoleh sedikit berbeda sari segi tekstur. 

-ijo royo royo ^^-

setelah proses pemerasan, penyaringan, dan penantian beberapa jam saja, air perasan cincau akan mengental seperti agar-agar, hanya saja kekenyalannya yang berbeda (tidak sekenyal agar-agar). mengapa bisa terbentuk gel? menurut yang saya baca, itu dikarenakan kandungan karbohidrat dari daun cincau inilah yang mampu berikatan dengan molekul-molekul air dan akhirnya membentuk konsistensi seperti gel.  biasanya cincau ini akan dinikmati dengan tambahan kuah santan dan gula jawa, tapi yang istimewa di keluarga saya, kami bisa menyantap agar cincau ini dengan segala macam minuman yang tersedia dirumah; seperti susu, es teh, sirup, bahkan kopisusu. sedikit aneh, ya.. tapi pada dasarnya kami sekeluarga menyukai cincau hijau. saat membandingkan teksturnya, hasil gel cincau Cina memiliki tekstur dan rasa yang jauh lebih lembut dibandingkan dengan cincau berdaun lebar. 

-saat cincau berenang dalam susu gulajawa-

dari mulut ke mulut dan dari beberapa artikel yang saya baca, olahan daun cincau hijau ini memang memiliki beberapa khasiat seperti; meredakan panas dalam, menurunkan tekanan darah, meringankan radang tenggorokan dan lambung, meredakan demam dan sakit perut serta maag, juga melancarkan buang air besar. wah, banyaknya... khasiat ini tentunya akan muncul dengan konsumsi yang rutin. 

mari kita konsumsi Cincau Hijau...^^

Kichi si Kelinci yang Beranjak Dewasa (part #2)

Monday, December 12, 2011 0 comments
masih ingat dengan Kichi si Kelinci milik Eyo sahabat saya? flashback ke beberapa bulan lalu, saya sempat posting artikel mengenai Kichi si kelinci. saat itu Kichi masih berusia kurang dari 2 bulan, dan tentunya saat ini Kichi sudah menginjak usia hampir 7 bulan.. Alhamdulillah Kichi sehat dan selalu bahagia (walaupun  dia tak bisa tersenyum layaknya manusia, tapi dia selalu lincah dan bersemangat). ini dia Kichi diusianya yang sudah lebih dari 6 bulan..
 -Kichi imut yang tengah beranjak remaja-

gambar sebelah kiri adalah foto saat Kichi masih berusia 2 bulan, dan gambar kanan adalah Kichi saat menginjak 6 bulan. saat ini Kichi sudah tumbuh menjadi kelinci cantik yang tangguh. dulu Kichi adalah sosok kecil yang selalu imut-imut. sekarang Kichi masih lucu dan menggemaskan, hanya saja bobotnya sudah semakin bertambah dan tampak lebih dewasa (diskripsi yang kurang cocok untuk seekor kelinci, ya..hehe). 
 Kichi masih memiliki karakter yang sama dengan saat pertama kali ia diadopsi, kelinci yang pemberani dan penasaran dengan lingkungannya, serta mudah akrab dengan manusia.

tentunya melalui hampir tujuh bulan bersama hewan kesayangan bukanlah hal yang mudah bagi Eyo. banyak suka maupun duka yang telah dilalui. salut dan bangga pada Eyo yang telah dengan sabar menjaga dan merawat Kichi dengan penuh kasih sayang. dari beberapa cerita Eyo yang di share denganku, ternyata merawat kelinci bukan perkara mudah, apalagi baginya yang baru pertama kali memelihara kelinci. mengenali karakter hewan cute ini membutuhkan kesabaran dan ketlatenan. banyak belajar dan bertukar pengalaman dengan mereka yang lebih lama bergelut dengan hewan-hewan lembut ini menjadi pilihan yang tepat. tentu saja, jenis makanan, vitamin, perlakuan, jenis penyakit yang bisa menyerang kelinci, obat yang harus diberikan saat kelinci sakit dan banyak hal lain mengenai kelinci bukanlah sepele. semua perlu perhatian khusus. 

memelihara kelinci seperti layaknya memiliki bayi atau anak kecil. ia akan menumpahkan makanan atau minuman yang ada di dekatnya, ia terkadang buang air kecil dan besar sesukanya, merusak apa yang ada di sekitarnya (Kichi suka sekali menggerogoti kabel-kabel dan memakan kertas. entah berapa meter kabel dan berapa lembar kertas penting yang telah menjadi korban tapi Eyo selalu tersenyum dan menganggapnya sebagai kenang-kenangan dari Kichi untuknya *salutttt).

-Kichi tumbuh menjadi kelinci yang sehat dan hebat-

saat ini Kichi sudah memasuki usia produktif, tapi sayangnya belum ada pasangan bagi kelinci cantik ini. diusianya yang beranjak dewasa, banyak juga perubahan-perubahan sikap Kichi. kesulitanya adalah menerka sebenarnya apa kemauan kelinci ini dengan bersikap tak seperti biasanya. seperti halnya manusia yang memasuki masa pubertas, akan ada pengaruh hormon yang dapat merubah mood, perasaan dan sikapnya (terutama wanita). semoga saja Kichi segera bertemu dengan pasangannya dan dapat melahirkan Kichi-Kichi junior yang hebat (tak sabar menanti masa-masa itu).
-Kichi dari beberapa angle ^^-

gambar diatas diambil saat Kichi dibiarkan bermain di halaman rumah yang luas oleh Eyo. ia sangat lincah dan tampaknya kegirangan (melompat dengan tingginya sambil memiring-miringkan badannya, kata Eyo itu tandanya ia sedang senang). memiliki hewan peliharaan dan menahannya hanya didalam kandang bukanlah suatu tindakan bijak. hewan juga dapat merasa sterss dan tertekan, lho. begitu pula sebaliknya, hewan dapat merasa senang dan bahagia dengan perlakuan yang baik dari si empunya. pesan sponsor: sayangilah hewan peliharaan Anda ^^6

nantikan cerita Kichi si kelinci selanjutnya. pembaca yang baik, doakan Kichi agar selalu sehat dan bahagia selalu... Luv U Kichi..
(Dedicated to sahabatku Eyo si pemilik Kichi)




my favorite song