Pagi-pagi enaknya sarapan. Buka tudung saji, mata bergerilya mengamati satu persatu makanan yang tersaji. Eh,, ada makanan berbungkus daun pisang berbentuk segitiga. Klepon?? Bukan, lah, klepon kan ijo bunder-bunder kecil berbalut parutan kelapa. Lemet?? Hmm,, masih bukan. Lemet memang dibungkus daun pisang tapi bentuknya tabung seperti lemper. Lemper?? Nah lo, ya jelas bukan, kan baru saja disebutkan. Ohh, bakwan?? Haduh, bakwan gak pakai bungkus daun pisang! (ini pilihan tebakannya sangat membuat esmosi, ya.. boleh lempar sendal atau apapun kalau anda tersulut.. hehe).
Yap, benar sekali Nogosari (siapa nih yang berhasil jawab? mungkin yang tadi sudah ngelempar sendal, hehe).
Kalau melakukan pencarian nama makanan asli jawa ini di Prof. Google, beliau tidak akan terima. Pasti kita diminta mengganti kata Nogosari dengan Nagasari. Tapi lidah jawa saya tidak suka menyebutnya dengan lafal "a", lebih enak "o", yo tho? Usut punya usut, pengguna nama makanan Nogosari atau Nagasari tidak hanya di satu wilayah. nogosari atau nagasari ternyata jenisnya banyak. Kalau yang pagi ini tersaji di meja makan jenis nogosari jowo tulen. Jenis yang lain adalah nagasari khas Bandung.
-nogosari pisang khas jowo-
Nogosari ini dibeli di Pasar Jati, Mlati. hanya 500 meter dari rumahku. Dari jaman aku kecil sampai sekarang ibu penjualnya setia menjual makanan tradisional yang mengenyangkan ini. Selain nogosari, ada juga lemet, semar mendem, wajik, jadah dan peyek (makanan jadul banget, ya. kalau kata temenku sih ini makanan Budhe-budhe. karena penggemarnya di rumah adalah bapakku, berarti jadi makanan Pakde-pakde, ya..hehe). Meskipun panganan yang satu ini cukup jadul, tapi nogosari di Pasar Jati rasanya cukup ngangeni, lho. Teksturnya lembut dan dijual dalam kondisi masih hangat (nyam nyam nyam,, sambil ngunyah nogosari. jangan tanya habis berapa, ya.. ).
Aku pribadi belum pernah mencoba membuat kudapan ini. Kudapan tradisional ini ternyata tidak terlalu sulit untuk dibuat, lho. Untuk yang jauh dari pasar tradisional atau sulit mendapatkan kudapan yang satu ini, bisa mencobanya sendiri dirumah untuk mengobati kangen.
Bahan yang perlu disiapkan;
1) 200g tepung beras, 2) santan 800ml (3/4 kelapa), 3) dua helai daun pandan, 4) gula pasir 100g atau sesuai selera & sedikit garam, 5) pisang jenisnya sesuai selera saja, 6) daun pisang kalau tidak ada bisa diganti dengan plastik saja (tapi nanti judulnya jadi nagasari, bukan nogosari, hehe), 7) list musik favorit jangan lupaa..
Cara membuatnya;
- Pasang mp3 dengan list musik yang kamu suka.. biar masak-masaknya lebih enjoy... ^^
- Tuang sedikit demi sedikit tepung beras dengan 500 ml santan sambil aduk dari bagian tengah secara searah sampai tidak ada butiran-butiran. Sisihkan lebih dulu.
- Didihkan sisa santan, daun pandan, gula pasir, dan garam sambil aduk rata hingga gula larut. Kecilkan api.
- Masukkan larutan tepung beras sedikit demi sedikit sambil aduk hingga rata. Masak hingga adonan kental dan licin. Angkat.
- Taruh 1 sdm adonan di setiap lembar daun pisang. jika tidak ada, bisa diganti dengan plastik agar seperti hongkwe Taruh sepotong pisang di tengahnya.
- Bungkus, lipat kedua ujung daun ke arah belakang.
- Kukus dalam dandang panas selama 20 menit hingga matang.
Mari kita populerkan kembali kudapan tradisional kita yang beragam.. ^^




























