"Buanglah Sampah pada Tempatnya", Edisi Kehebatan Ibu

Saturday, September 14, 2013 2 comments
#4

Taukah bahwa orang tua, terutama ibu memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pola kebiasaan anaknya? Masih soal kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Tidak bosan-bosannya saya memposting mengenai kebiasaan baik ini. Orang Indonesia sepertinya masih sangat rendah kesadarannya dalam membuang sampah pada tempatnya. Kalau diamat-amati, ini menyangkut kebiasaan dalam keluarga juga. Beberapa kali saya menemui keluarga yang sedang piknik atau jalan bersama-sama sementara ibunya atau ayahnya cuek bebek main buang sampah sembarangan dan perilaku tersebut dilihat oleh anak-anaknya. Lalu siapa yang akan menjadi tauladan si anak kalau bukan orang tuanya. Kalau orang tuanya saja perilakunya menyimpang, ya wajar saja jika anak mengikutinya.

Oleh karenanya ibu yang memiliki tanggung jawab dalam mendidik putra-putrinya menjadi salah satu kunci dalam membiasakan hal-hal baik dari hal kecil semacam kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan. Dimulai dari diri sendiri secara otomatis keluarga akan mencontoh kebiasaan baik tersebut..

Salam hidup bersih dan sehat, para Bunda yang hebat.. ^^v



Bertekad Hidup Lebih Sehat dengan Olahraga

Friday, September 13, 2013 2 comments
Setelah sebelumnya mencoba rutinitas sepedaan yang begitu banyak manfaatnya, dalam program diet (disini tujuan akhirnya bukan cuma semata-mata menurunkan berat badan) saya selanjutnya mulai berani mencoba beberapa alternatif olahraga. Ternyata olahraga tidak se-menyebalkan yang saya bayangkan. Ketakutan saya dulu setiap kali ingin memulai olahraga; takut gak kuat karena badan saya yang gemuk, takut gak lincah karena bakal lebih cepat ngos-ngosan. Sekarang saya sudah bisa cuek. 

Lari Jogging..
Waawww musatahal banget nih saya melakukannya, secara ya saya dari jaman dahulu kala sama sekali gak menyukai olahraga ini. Sampai suatu hari saya nekat mencobanya bersama teman saya yang badannya sudah super proporsional. Jalas saja kebanting, bow.. Dia harus rela menunggu saya yang sedikit-sedikit berhenti dan menghela napas, hehe. Semangat.. dan ternyata memang benar dan manjur mengenai teori motivasi yang saya dengar, hanya butuh membiasakan diri untuk bisa menguasai suatu hal yang kita anggap sulit. Setelah 3-4 kali rutin lari akhirnya saya mulai bisa mengikuti ritme. Yah, tapi jangan dibayangkan saya menjadi pelari maraton handal, hehe. Jogging biasanya saya lakukan secara santai dan tanpa tekanan (haha, bahasa apa ini,) dan seputaran GSP menjadi pilihan jogging, karena disana hampir setiap sore dipenuhi orang-orang yang juga jogging, jadi lebih seru kan banyak temannya. Beberapa artikel yang saya baca menyebutkan beberapa manfaat jogging; membakar kalori, meningkatkan fungsi kerja kardio, jika dilakukan secara rutin mampu mengurangi kelelahan dikarenakan peningkatan level energi yang mencapai 60 persen.


Aerobik
Olahraga yang satu ini menurut saya sangat menyenangkan. Bisa joged sambil diiringi lagu sangat menghibur sekali (walaupun lagu yang diputar kebanyakan lagu dangdut yang di remix, hzzzzz). Lawan mainnya ibu-ibu komplek bow kalau aerobik. Tapi mereka hebat-hebat, udah pada punya anak banyak tetap menjaga badan dan semangat olahraga, bahkan mereka justru sangat cepat mengikuti gerakan. Kalah telak saya pemirsa sekalian, hehe. Olahraga yang satu ini sangat seru karena dilakukan beramai-ramai dan penuh semangat. Menurut saya tergolong ringan tetapi efektif membakar kalori.

Dengar musik lewat headset dalam kamar
Dimana letak olahraganya?? Ini menjadi alternatif terakhir kalau gak sempat keluar rumah buat olahraga. Siapkan playlist lagu kesukaanmu dalam handphone, jangan lupa untuk men-setting lagu slow diakhir playlist. Putar lagu keras-keras lalu bergerak. Biasanya saya melatih otot bisep trisep dengan barbel (banyak tersedia videonya di youtube) ditambah pemanasan (1 lagu), kemudian lari ditempat sampai habis 2 lagu, selanjutnya sok-sok an aja bergerak mempraktekkan beberapa gerakan yang sering dilakukan saat aerobik, sampai 1 lagu berakhir, selanjutnya kembali lari ditempat sampai 1 lagu berakhir, jika masih kuat lakukan lagi gerakan-gerakan aerobik dengan satu lagu, terakhir pendinginan (1 lagu). Cukup 7-8 lagu dalam playlist sudah bisa mengucurkan keringat setengah baskom, cin.. (mulai lebaiiii, hehe).

Dulu saya benar-benar tutup mata pada kebiasaan olahraga, tapi mulai saat ini saya bertekad menjadikan olahraga sebagai kebutuhan. Mungkin badan saya memang tidak langsung mengurus secara ndrastis, mungkin badan saya memang belum seperti gitar spanyol, tapi saya yakin dengan rutin berolahraga dan menjadikannya kebiasaan hidup, mampu menjaga daya tahan tubuh dan menyehatkan tubuh saya. Yaaaa sekali lagi berat badan ideal itu bonus kalau saya bisa tetap disiplin menjalankan gaya hidup sehat dan mengatur pola makan.

Anggrek dan Kamboja Jepang dalam Bidikan Kamera

Saturday, June 8, 2013 3 comments
kamboja jepang warna putih

anggrek dalam background kosong

bayangan = refleksi

kamboja jepang jenis lain

mempesona..

terpapar sinar mentari

indah dalam periode yang hampir layu 
iseng-iseng belajar mencari obyek foto.. semoga bisa menjadi inspirasi

foto diambil dengan kamera
Kodak Z981

Cantik itu Sederhana

Thursday, June 6, 2013 3 comments
Saya sadar bahwa saya kurang dari beberapa orang, tetapi kebanyakan orang tidak sadar bahwa saya jauh lebih baik dari apa yang mereka lihat 
(Douglas Pagels)

Edisi kali ini bisa dibilang edisi narsis. Tujuannya sebagai cermin bagi diri saya sendiri agar saya lebih bisa menghargai diri sendiri. Lebih menyayangi diri sendiri dan meyakini bahwa potensi yang saya miliki sebenarnya sama besarnya dengan mereka yang sudah menjadi besar saat ini. 

Selama ini, saya sering menganggap remeh, menganggap rendah diri saya sendiri. Saya merasa kurang cantik lah, kurang pintar lah, kurang cerdas, kurang menarik, kurang bisa bergaul dan kekurangan-kekurangan lainnya yang mudah sekali ditemukan ditumpukan kelebihan-kelebihan yang samar. Yap, karena hanya fokus pada kekurangan, maka kelebihan yang menggunung menjadi samar. Mulai saat ini, saya akan belajar memandang segala sesuatunya secara lebih positif.. Ganbatte.. ^^p



Konayuki (Remioromen) bikin Meleleh

Thursday, May 23, 2013 0 comments
Lagu jepang yang satu ini sebenarnya udah denger dari jaman 1 Litre of Tears diputar. Ingat kah dengan drama jepang yang super menyedihkan ini? Saya termasuk orang yang menyukai lagu melow yang menyayat-nyayat hati, dan... lagu Konayuki milik Remioromen ini yang merupakan salah satu soundtrack drama jepang 1 Litre of Tears yang berhasil menyayat-nyayat hatiku. 

Teringat lagi dengan lagu ini gara-gara pacarku sempat merekomendasikan lagu ini dan satu lagi lagu milik Remioromen, Sangatsu Kokonaka yang gak kalah menyayat-nyayat. Setelah itu jadi suka lagi dengarkan kedua lagu ini, dan penasaran dengan artinya. Biasa, mbah google selalu punya kroni-kroninya yang siap memberikan info. Mampirlah di sebuah blog milik orang indonesia yang sepertinya memang jago bahasa jepang ( http://natsucchii.blogspot.com/2012/06/remioromen-konayuki-indonesian.html#ixzz2U5lPyJHc *terimakasih untuk tranlated'nya yang bagusss ^^ ). Dia menterjemahkan lirik lagu Konayuki dengan bahasa indonesia yang menurut saya sangat bagus, dan memang makna lagu tersebut juga dalaaaammm sekali, seperti sebuah puisi.

Konayuki = Butiran Salju ( 粉雪
translated by Natsucchii


Musim ketika butiran salju menari-nari selalu bertatapan
Meskipun bercampur dalam kerumunan orang, kita melihat langit yang sama
Kita seperti membeku ketika dihembuskan oleh angin

Aku mungkin tidak mengetahui semuanya tentangmu
Meski begitu, hatiku telah menemukanmu dari ratusan juta orang
Meski tak ada bukti, aku telah berpikir dengan serius (tentang itu)

Kita tidak mungkin hidup di saat yang sama tanpa satu pun pertengkaran
Jika kita tidak bisa menjadi jujur,
Kebahagiaan maupun kesedihan yang kita rasa hanyalah sia-sia

Jika butiran salju mengubur hati kita sampai memutih,
Akankah kita bisa membagi kesepian kita (berdua)?

Aku mendekatkan telingaku di hatimu
Aku ingin turun sampai aku tiba di hatimu yang terdalam, tempatku mendengar suara itu
Dan akan ku temui dirimu di sana sekali lagi

Meskipun kita ingin memahami satu sama lain,
Aku lah yang telah meraba permukaannya
Hanya dengan menggenggam erat tanganmu yang membeku,
Kita telah terhubung satu sama lain

Butiran salju sesungguhnya begitu rapuh
Meskipun di depan keabadian dia tetap menyelimuti aspal yang kasar itu

Butiran salju yang tak bersandar pada waktu pun menggoncangkan hati kita
Meski begitu, aku ingin tetap melindungi dirimu

Butiran salju mengubur hati kita sampai memutih
Membungkus kesepian kita (berdua) setelah menghilang di langit


Menurut saya, liriknya dalam dan bagus banget, gak seperti kebanyakan lagu-lagu jaman sekarang yang liriknya kurang bermakna.

Untuk yang penasaran seperti apa lagunya, mampir aja ke http://www.youtube.com/watch?v=Cc__4qxyM5c atau http://www.youtube.com/watch?feature=endscreen&NR=1&v=eANa20VAlAQ buat yang hatinya se-melankolis Hello Kitty pasti nangis bombaii.. hehe.

Sedang Suka Memaknai Rangkaian Kata : Puisi

1 comments
Mengamat-amati, meresapi rangkaian kata indah yang disusun untuk menyampaikan sebuah pesan dengan tidak sederhana itu ternyata susah juga. Akhir-akhir ini saya sedang gemar melakukannya. Maklum saja, kalau untuk membuat sendiri rangkaian kata yang penuh makna saya belum bisa, jadilah menikmati hasil karya orang lain. Terkadang, setiap si-pembaca memiliki imajinasi dalam memaknainya. Begitu juga dengan saya. Entah sebenarnya si-penulis ingin menyampaikan apa, tapi saya memilih dengan persepsi saya dan menikmati rangkaian indah kata demi-katanya. Kebanyakan si terangkai menjadi pesan cinta. 

Puisi pendek ini dari dulu sudah memikat hati saya. Karya Sapardji Djoko Damono, dengan judul Aku Ingin

`` Aku Ingin ``

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


Saya pribadi sepakat dengan beberapa pemaknaan terhadap puisi ini, dimana si-penulis ingin menunjukkan bahwa cinta itu sederhana, seperti kayu yang berkorban untuk api, seperti awan yang berkorban untuk hujan tanpa perlu mengungkapkan seberapa besar pengorbanan mereka, karena cinta bisa dibuat sederhana.

Sebuah puisi lain, saya menemukannya setelah browsing di google. Banyak blogger yang mengunduhnya, tapi saya belum menemukan sebenarnya puisi ini ditulis oleh siapa. Membaca puisi ini memiliki sensasi berbeda dengan puisi sebelumnya, puisi ini seperti mewakili perasaan seorang yang tengah berbunga-bunga jatuh cinta tapi cinta bukan hanya manis dan suka, ada duka didalamnya. 

matamu
keheningan di gegap gempita langit
merampungkan bahagia yang
akan tercipta lewat hujan
:airmata

laksana tirus
matamu merincis sarang
luka di dadaku yang menggenang
rancak jiwamu saat kuselisir
bersama rindu leburkan getir

"adakah yang lebih mantra
dari matamu yang menyulap
lukaluka menjadi gulagula?"

engkaulah bunga mewangi di mimpi
engkaulah nauangan ksatria tersesat
engkaulah peta segala tuju kekinian
engkaulah pelarut batu pada hatiku

namun aku melihatnya
sedih membaur bersama terista
di kelopak kembang matamu saat
selaksa bening intan berpijar
di reruntuhan payau airmatamu

ini dadaku
benamkan jingga di wajahmu
taburkan manikmanik luka
hingga melaung segala terista
:lesap bersama airmata 



Part yang paling saya suka adalah penggalan ini; "adakah yang lebih mantra, dari matamu yang menyulap lukaluka menjadi gulagula?" Tak terbayang bisa membuat sebuah kalimat indah semacam itu.

Satu lagi petikan kalimat yang menurut saya indah dalam sebuah makna kesederhanaan;

Kenapa selama ini orang praktis terlupa akan burung gereja, daun asam, harum tanah: benda-benda nyata, yang meskipun sepele, memberi getar pada hidup dengan tanpa cingcong? Tidakkah itu juga sederet rahmat, sebuah bahan yang sah untuk percakapan, untuk pemikiran, untuk puisi 
-seperti kenyataan tentang cinta dan mati?-
Goenawan Mohamad (Caping 2, h.27)



Makin Hobi Sepedaan

Sunday, April 21, 2013 4 comments
Udah hampir dua bulan ini saya jadi rutin sepedaan. Walaupun dua minggu terakhir gak seintens sebelumnya, gara-gara udah mulai padat dengan kepaniteraan, tapi semakin lama semakin jatuh cinta sama olah raga yang satu ini. Bisa dibilang sebenarnya saya ini tidak suka olahraga. Lari? Hmm boro-boro, dulu jaman sekolah selalu jadi yang paling bontot, sampai-sampai guru olahraga saya capek nungguin saya sampai di finish. Renang? Apalagi ini, gak bisa, cin. Pernah sih belajar benerang jaman SMP, tapi yang ada malah kulit saya gatal-gatal karena kolamnya ternyata gak terlalu bersih. Badminton dan tenis meja? Nah, kalau yang dua itu hobi banget. Sayangnya dua terakhir gak bisa dilakukan secara tunggal. Musti cari patner buat main. Adekku, boro-boro mau diajak main, dibayar mahal sekalipun buat jadi lawan mainku dia ogah kayaknya, hehe. 

Sampai, pada suatu hari yang cerah, saya menemukan soulmate saya, ahaha... sepeda federal milik bapak ternyata bisa saya gunakan. Bersepeda menjadi pilihan, karena: 1. ada sepedanya (ya iya. lah...) 2. bisa kemana aja yang kita pengen, 3. bisa dilakukan sendiri tanpa patner, jadi gak perlu bayar mahal adikku buat main tenis meja atau badminton, hehe. Pertamanya sih cuman puter-puter taman kantor depan rumah, sambil dengerin musik, wow.. aduhai deh. Berasa dunia milik sendiri. Sebenarnya, niatingsun-nya pengen mengimbangi diet dengan olahraga. Maklum, karena beberapa olahraga yang saya sebutkan tadi tidak bisa terealisasi, alhasil puter taman kantor 10x pakai sepeda dengan kayuhan yang agak cepat menjadi pilihannya. Lumayan berkeringat, kok. Bisa sambil menikmati semilir angin juga. Akhirnya bosen juga cuma putar-putar ditempat yang sama. Dengan niat sekuat baja, akhirnya saya memberanikan diri keluar komplek dan cari rute keliling kecamatan (muter-muterin Mlati, kecamatan wilayah tempat saya tinggal maksudnya, hehe). Ternyata eh ternyata bersepeda itu menyenangkan. Apalagi daerah tempat saya tinggal kalau ke arah utara (ke arah penampakan Gunung Merapi) jalannya menanjak, jadi cocok banget buat memicu pembakaran kalori dan kebugaran kardiovaskuler, dan yang paling aduhai, sepanjang kanan-kiri jalan masih banyak persawahan dan suara gemericik air pengairan sawah. 

Sekarang saya jadi ketagihan bersepeda. Minimal satu kali dalam seminggu, tiap weekend saya sempatkan untuk menjelajah dengan sepeda. Saat ini sih baru sekitar Palagan, Pendowoharjo, Donoharjo, dan Seyegan,  tapi tekat saya nanti tiap-tiap gang tikus sekalipun bakal saya jelajahi, hihihi (semoga ini gak OmDo ya pemirsa-pemirsa, alias Omong Doang, hehe).

Banyak pengalaman yang saya dapatkan setiap kali bersepeda. Sebagai biker's (gaya banget, atau istilah yang benar adalah cyclists) pemula, saya bener-bener katrok. Pernah suatu kali saya sedang asiknya mengayuh dan melenggang, tiba-tiba ada yang bersuara disamping kanan saya "Mariiii...," pas saya tengok ternyata sepasang bapak-ibu yang sedang bersepeda juga menyalip sambil menyapa. Sambil kaget dan menjawab sapaannya saya berfikir keras, itu tadi siapa ya, kayaknya gak kenal, deh. Hmm ya iya lah gak kenal, karena ternyata saya dianggap teman sesama biker's  dan sudah menjadi semacam "budaya" untuk saling sapa dengan sesama pengendara sepeda dijalan (ahahaha, tepok jidat). Semenjak itu kalau bertemu dengan biker's lain saya sudah dengan PD-nya senyum atau "manthuk-manthuk" sambil membunyikan bel, kring-kring..

Bersepeda bisa menjadi alternatif olahraga sekaligus hobi yang mnyenangkan, ini menurut pendapat saya. Selain itu, sepedaan juga bikin refresh dan meningkatkan mood, lho. Mengayuh sepeda beda banget sensasinya dengan jalan-jalan pakai motor (lho, gimana sih, jalan apa naek motor? kok jalan-jalan pakai motor?? hehe). Menurutku, jadi lebih bisa menikmati pemandangan dan menyelami suasana lingkungan yang sedang dilewati, seperti suara air yang mengalir, hembusan angin, udara pagi yang segar, bahkan kicauan burung. 
Yah, ternyata saya memang sukaaa bersepedaaa.. ^^ yuk dicoba juga.. 

Berikut beberapa foto hasil bidikan kamera hp (mohon maklum dengan hasil yang kurang optimal) selama sepedaan.. 

view Gunung Merapi yang selalu eksotis, pukul 05.00 pagi
Masih Gunung Merapi dari sudut lain
sawah , air, pohon dan langit menjadi perpaduan yang cantikk ^^, subhanAllah..
narsis dulu depan sepeda.. ^_~

my favorite song